"Nyonya berikan aku semangkuk ramen" Ucapku duduk di kedai ramen yang berada di pinggir jalan, aku di sambut dengan pemandangan kota dan indahnya lampu yang menerangi perayaan ini, para penduduk yang berlalu lalang menikmati perayaan, sama seperti ku, aku melihat beberapa orang menggunakan cadar atau tudung kepala,
"Baik nona" Si pedagang mulai menyiapkan makanan yang ku pesan, setelah beberapa saat akhirnya Mie lezat itu berada di hadapan ku
"Nyonya, apakah terjadi sesuatu mengapa perayaan sangat sepi?, dan mengapa tidak ada kembang api?" Ucapku pelan, perayaan ini tak sesuai dengan khayalan ku, aku selalu berkhayal jika perayaan seperti ini di hadiri begitu banyak orang dan di rayakan dengan penuh suka cita namun apa ini?,
"beberapa kejadian di masa lalu membuat pihak kerajaan membatasi orang yang berkontribusi di acara ini, sejak peraturan larangan orang asing di buat perayaan ini sudah sepi karena hanya di rayakan oleh penduduk lokal saja, Silahkan nona" Ucapnya ramah, aku tersenyum sembari mengangguk pelan, ia berlalu meninggalkan ku untuk mengurus pembeli lainya, aku masih belum mengerti apa yang mereka maksud, larangan orang asing?, ku menghela nafas sembari menaikan bahu tak perduli, toh juga bukan urusan ku dan aku memilih untuk fokus menyantap makanan yang berada di depan mata dan ternyata mie ini cukup enak
''Xiang er" Suara lembut itu di susul dengan tangan yang mendarat di bahuku, aku menaikan alisku, siapa wanita ini?, ia menggunakan tudung putih, bahkan aku tak melihat wajahnya, lalu?, apakah kami saling kenal
"Apakah kita saling mengenal nona?" Ucapku pelan, ku lihat ia menanggalkan tudung itu, dan munculah wajah cantik kan halus itu, bak titisan dewi surga, aku selalu terkagum kagum melihat orang orang di sekeliling ku, mereka sangat cantik
"Jie" Ucapku pelan, dan ia langsung memeluk ku dengan erat, dia adalah Yu Ming Li kakak tertua Yu Ahli Xiang, kakak pertama dan dia adalah sosok yang selalu menemani seorang Yu Ahli, sejak kecil Yu Ahli hanya memiliki kakak pertamanya ini sebagai kakak sekaligus peran ibu, namun setiap gadis pasti akan menikah dan memulai kehidupannya sendiri, Tujuh tahun lalu Ming Li di lamar oleh pemuda bernama Tang Li Zhou Wan, dan ia adalah permaisuri di salah satu kerajaan yang masih berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Tang, dan mulailah hari hari suram seorang Yu Ahli, dan itu menurut cerita Ming Ji yang kudengar sebelumnya
"Bagai mana Jie bisa mengenali ku?" Ucapku pelan, saat ini kami sudah kembali duduk di kursi, karena aku sudah terlanjur di sini maka aku harus memainkan peran dengan baik
"Tentu saja tau, Lama tak jumpa Xiang er semakin cantik saja"
"Kau pandai berbual jie, aku bahkan tak bisa di bandingkan denganmu" Ucapku terkekeh pelan, kali ini aku hanya menyesap Minuman dan Mie ku tentu saja sudah habis, makanan seenak itu bagai mana mungkin aku membuangnya
"Ah ia jie, apa yang kau lakukan di Kerajaan Xi'ang ini?, apakah kau memiliki urusan penting" Ucapku yang hanya di balas dengan gelang pelan darinya
"Lalu, ah Jie jangan katakan kalau kau kabur dari istana?, Jie sudah berapa usia mu masih bermain kejar kejaran seperti itu" Ucapku menatapnya curiga, sedangkan ia hanya membalas ku dengan cegiran khas, pertanda tebakan ku tak meleset sama sekali
"Hidup di istana terlalu kaku, lagi pula sejauh apapun aku pergi pasti akan di temukan oleh suami tercinta ku, tentu saja aku tak bisa kabur lebih jauh kan, baik lah lupakan, mari bermain sebelum aku tertangkap dan di seret kembali ke istana Wan itu" Ucapnya menyesap teh hangat yang baru saja ia tuang
"Ah baik lah, sudah hampir penerbangan lampion, mari kita membeli lampion" Ucapku, kami berjalan menuju pedagang lampion dan membeli,
Aku tersenyum lembar melepas lampion yang melayang di udara, aku hanya memiliki satu keinginan, semoga keluarga kami selalu di berikan kebahagiaan tida batas, aku tak memerlukan apapun, malam ini aku sangat beruntung bisa bertemu dan bermain dengan kakak perempuan Yu Ahli, dan menurut cerita Ming ji, Ming Li ini sudah tak kembali ke kediaman Yu selama dua tahun lamanya
"Jie, bagai mana kabar keponakan ku, apakah dia baik?, apakah ia tumbuh dengan aktif" Ucapku pelan,
"Qing er tentu saja tumbuh dengan baik, ia juga sudah mulai sibuk dengan sekolah kerajaan,"
"Malam sudah semakin larut, mari kita kembali ke kedai, kita akan merayakan pertemuan ini" Ucapku pelan, hari yang sangat menyenangkan, Aku dan kakak perempuan ku berjalan menuju kedai, untuk memesan arak, sebelum kembali kami akan membuat perayaan kecil atas pertemuan ini
"Bawakan arak terbaik" Ucapku pada pelayan, kami mendudukkan diri di sebuah meja
"Xiang Er, ada yang ingin Jie katakan pada mu"
"Katakan saja jie, tak perlu sungkan"
"Jie bingung memulai dari mana, ini akan sedikit menyinggung mu"
"Kau membuat ku takut saja jie, jika bingung mengapa tak mengatakan langsung pada masalah intinya"
"Kau yakin ingin mendengar"
"Jika jie yang mengatakan tentu saja aku akan mendengarkannya" Ucapku menyesap minuman yang baru saja datang
"Beberapa hari lalu jie tampa sengaja melihat tunangan mu bersama dengan adik ke tiga, maaf jika jie membuat mu sedih" Ucapnya tertunduk, aku hanya terkekeh pelan, ia mendongak dan menatap ku dengan tatapan penuh tanya
"Jie sudah lah tak perlu menatap ku seperti itu, kau menakutiku" Ucapku masih terus menyesap anggur bunga persik, rasanya sangat ringan, walau sedikit asam dan sedikit pahit, namun aku sangat menyukai sensasi yang di ciptakannya, ternyata minuman di sini hampir sama dengan anggur di zaman modern, meskipun ada sedikit perbedaan namun tak terlalu buruk
"Kau baik?"
"Tentu saja, jie, kau tau aku sudah tak menginginkannya, aku akan segera mengatakan pada raja, aku akan memutuskan pertunangan itu"
"Bagus sangat bagus, jie tak ingin adik perempuan satu satunya menderita dengan menikahi bajingan kecil itu, apakah kau tau?, jie bahkan tampa sengaja melihat mereka sedang melakukan pelanggaran, bahakan mereka berdua sangat menjijikan"
"Mengapa jie tak mengatakannya lewat surat"
"Tentu saja jie tak ingin membuat mu bersedih, waktu itu kau sangat mencintainya, kau bahkan tak perduli tentang hal lain, yang kau ingin kan hanya dia"
"Uh aku tak menyangka aku akan seperti itu, tapi percayalah jie, selama pengasingan aku sudah mempertimbangkan dengan baik, dan yah aku sadar jika cinta tak bisa di paksakan" Ucapku pelan
"Apa?, ayah benar-benar mengasingkan mu? "
"Tentu saja, aku di tuduh membuat kejahatan besar, bahkan aku di tuduh meracuni jie kedua, ternyata seperti itu ya, sekarang aku mengerti, jie ke tiga ingin menyingkirkan ku dengan membingkai ku, setelahnya pangeran itu akan membunuh ku, wah wah mereka memang pasangan yang cocok sama sama licik dan picik"
"Adik?, kau?, apakah yang kau katakan ini benar? "
"Tenanglah jie, aku baik baik saja, semua sudah berlalu dan rencana mereka gagal kan?" Ucapku terkekeh pelan tampa terasa aku sudah menghabiskan satu kendi anggur, beruntung aku memiliki toleransi terhadap minuman ini, jika tidak tentu saja aku sudah teler dalam beberapa tegukan saja
"Sudah puas bermain permaisuri?" Suara bas itu membuat ku dan kakak Ming terkejut, suara itu, suara itu adalah miliki Tang li Zhi wan raja dari Kerajaan Xiou wan negara yang merupakan tetangga kerajaan Xi'ang ini
"Ah yang mulia, bagai mana, apakah kau kesulitan mencari ku?" Ucap Ming li terkekeh pelan, ia sudah menduga akan hal ini,
"Nona muda ini menyapa yang mulia" Ucapku menekuk lutut, sepertinya hubungan ku dan kakak ipar ini sedikit canggung, lihatlah ia menggunakan bahasa formal, baiklah aku akan melakukan hal yang sama, lagi pula ia adalah seorang raja, mana mungkin aku bisa menyebutnya kakak ipar, aku menghela nafas pelan, hubungan seperti ini sedikit tak layak untuk orang era moderen seperti ku, ku lihat alisnya bersatu dan menjerngit pelan, ku pikir hubungan ku dengan kakak ipar cukup baik bukan?, ah sialan Yu Ahli bahkan tak memberikan ingatan sampai saat ini, aku hanya menjalani hidup dengan bekal dari cerita Ming Ji, jika tidak?, aku benar benar akan terlihat seperti orang bodoh di sini , Ia mengangguk dan membuat ku menghela nafas lega, setidaknya aku tak berada dalam ketegangan
"Hm baiklah nona muda, prajurit saya akan mengantarkan anda kembali ke kediaman"
"Terimakasih atas perhatian anda yang mulia, saya akan kembali sendiri saja"
"Bukankah seorang Nona Muda sangat tak pantas berjalan sendiri di malam selarut ini"
"Sekali lagi ku ucapkan terimakasih atas perhatian anda yang mulia, namun sangat menyesal karena Nona Muda ini tak bisa menerima kebaikan hati yang mulia, berharap yang mulia tak merasa tersinggung" Ucapku pelan
"Mei Mei, berhati hatilah"
"Ia jie, apakah jie tak kembali ke kediaman?, hari sudah larut dan jarang kerajaan Xi'ang dan Xiou Wan cukup jauh"
"Tidak masalah, yang mulia tentu sudah menyiapkan tenaga teleportasinya, kami akan kembali dalam sekejap, lagi pula Qing er akan mengamuk jika tau jie kabur ke sini, ia sangat merindukan mu dan ingin bertemu dengan mu"
"Aku juga merindukannya, aku akan ke sana di lain waktu, apakah yang mulia mengizinkan nona muda ini? "
"Tentu saja, anda adalah adik ipar saya, tak perlu terlalu formal kita adalah keluarga" Ucapnya, terdengar sedikit manis
"Baiklah, kakak dan yang mulia saya pamit, sampai bertemu di lain kesempatan" Ucapku melompat kekegalapan dan berjalan cepat menuju kediaman,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments