Beberapa minggu telah berlalu, keadaan ayah pun sudah membaik, pelayan yang meracuni ayah telah di tangkap dan di hukum, ia sangat setia pada tuanya hingga memilih untuk mati dari pada jujur, orang masa ini sangat bodoh, bagai mana pun nyawa lebih penting dari segalanya, aku sudah berusaha keras untuk sekedar bertahan hidup, namun apa ini?, mereka bahkan rela mati demi junjungan, sungguh kesetiaan yang sangat mengharukan,
"Ayah, bagai mana kabar ayah?" Ucapku membungkuk pelan, saat ini kami telah kembali ke kediaman mentri, ayah tak ingin terlalu lama di istana, begitupun dengan ku, aku sangat enggan melihat orang orang yang menatap ku dengan permusuhan, yah hal yang wajar, mereka menghabiskan banyak tenaga hanya untuk sekedar Menghina ku, namun?, siapa yang menyangka jika aku selalu bernasib mujur sehingga menjadi nona bangsawan kesayangan?, sungguh kehidupan di masa ini adalah kehidupan yang sulit, di mana reputasi selalu di junjung tinggi, sedangkan aku?, aku masih tetap di lihat meskipun sedikit liar, semua jelas karena kekayaan dan kedudukan, jika tidak maka aku tak akan pernah di biarkan berdiri dengan angkuh dan penuh rasa bangga
"Ayah sudah lebih baik," Ucap perdana menteri tersenyum menatap ku, aku hanya menunjukan senyuman manis dan mengambil tempat di hadapan ayah ku
"Ah baiklah, Ming ji akan mengantarkan ramuan herbal agar ayah segera pulih, putri ini mengundurkan diri" Ucapku lagi
"ayah, keadaan mu belum sepenuhnya pulih,kau harus banyak beristirahat" Ucapku sembari menuangkan teh ke dalam cangkir dan menyerahkannya pada ayah
"Maafkan ayah yang telah membuat mu repot dan menggunakan waktu bermain mu" Ucap perdana menteri dengan rasa bersalah, setelah kembali dari pengasingan putri kesayangannya berubah drastis, tak ada lagi wajah angkuh dan konyol itu take ada sikap manja dan kasar, saat ini Yu Ahli telah berubah menjadi wanita yang dewasa serta cerdas, perdana mentri sangat senang dengan perubahan sang putri, ia selalu memuji ke keagungan dewa yang telah merubah sifat buruk sang putri
"Tidak masalah ayah, lagi pula pelatihan prajurit akan selalu terbuka untuk ku bermain, ayah jangan terlalu banyak berfikir, segeralah beristirahat" Ucapku tersenyum lebar pada ayahku, ayah membalasnya dengan senyuman yang sama lebarnya
"Ayah harap Xiang er berhati hati, ayah tak ingin Xiang er terluka di tempat pelatihan yang di penuhi senjata itu"
"Tentu saja ayah, ayah juga harus segera masuk ke kamar, udara musim dingin sangat tak baik untuk kesehatan ayah, Ming Ji akan segera datang dengan obat untuk ayah" Ucapku tersenyum lebar dan berlalu meninggalkan vapiliun ayah dan dengan senang hati beranjak menuju tempat pelatihan prajurit, sudah lama aku tak bermain bersama mereka, dan apakah jendral ye mengikuti usulannya untuk mengubah cara pelatihan para prajurit
"Memberi hormat pada nona ke empat" Ucap jendral Ye dan Fu secara bersamaan, sedangkan aku mengangguk sembari tersenyum kecil
"Bagai mana ke adaan kalian, apakah baik?" Ucap ku lagi
"Bagai mana kabar kalian Para gege?, apakah pelatihan militer menyenangkan" Ucapku
"Sangat menyenangkan nona, selain menguatkan otot kaki, berlari ternyata dapat membantu untuk mengatur pernafasan dengan baik" Ucap mereka yang membuat ku mengangguk pelan, itu lah tujuan ku, para tentara masa ini tak sama dengan masa moderen masa ini para tentara hanya bisa bertahan dengan kekuatan, namun yakin lah yang kuat sekali pun akan di kalahkan oleh yang cerdas, maka dari itu prajurit perdana menteri harus lah cerdas, berfikir terbuka, bagai mana cara menghindar, dan bagai mana cara menghadapi lawan secara spontan, dan yah sepertinya rencana ku berhasil
"Nona apakah kita akan bermain kejar kejaran lagi?" Sahut yang lainya aku terkekeh pelan sembari mendekati barisan itu
"seperti tidak lagi, setelah melatih kekuatan dan kecepatan kaki, tentu saja kita juga harus melatih tangan bukan?, bagai mana jika kita mulai dengan bermain tarik tambang?" Ucap ku yang langsung di angguki oleh para prajurit, kedua jendral pun nampak menyetujui usul ku dan yah saat ini kami mulai bermain dengan ceria.
Tanpa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat, sore sudah menjemput, dan yah aku sudah cukup kelelahan dengan permainan ini, baik lah mari kembali ke vapiliun dan membersihkan diri
"Hamba akan menyiapkan air hangat"
"Baik lah, Ming ji jangan lupa masukan bunga lavender," Ucap ku yang hanya di angguki oleh Ming ji.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments