Mentari pagi kini kembali menyapa, musim gugur baru saja berlalu, saat ini badai salju turun dengan sangat deras membuat ku hanya bisa duduk termenung sembari melamun di sebuah bangunan kecil di tepi danau, dalam semalam salju berhasil menutupi seluruh pepohonan dan rerumputan perkotaan, sungai membeku dan air telaga terasa begitu dingin, aku menghirup nafas dalam, siapa yang menyangka jika sekarang aku menghabiskan musim salju di tempat kuno ini, ini sungguh di luar keinginan ku, tapi baik lah tak masalah toh ini cukup baik, aku bisa menikmati musim dingin dengan puas, di zaman moderen tentu saja aku tak dapat menikmati suasana seperti ini, pekerjaannya sudah merenggut kebebasan duniaku, setiap harinya aku hanya harus duduk di depan komputer dengan di temani laporan laporan itu, kehidupan yang kaku, meskipun teman teman sekantor cukup baik, sudah lah, mengapa harus di ingat lagi?, aku sudah melakukan banyak upaya untuk kembali, namun kenyataanya aku tak bisa, aku sudah berusaha dan lagi lagi mendapatkan hasil yang mengecewakan, jika seperti ini aku biasa apa?, aku hanya bisa mengikuti kemana arus takdir menyeret ku, di kembalikan atau tidak aku tak perduli lagi, aku sudah lelah berharap dan akhirnya tetap sama bukan?
"Cuaca begitu dingin" Ucap Ming ji meletakan jubah bulu rubah yang sangat lembut di atas bahuku, aku hanya diam sembari mengeratkan jubah indah itu, benar udara sangat dingin, dan aku bisa saja beku jika terlalu lama berdiri di sini
"Apa yang nona fikirkan, akhir akhir ini anda sering melamun" Ucap Ming ji pelan,
"Tidak apa apa, ah apa yang kau lakukan di sini?, bukanlah seharusnya kau berada di kediaman?" Ucap ku pelan, saat ini aku baru menyelinap kabur, yah terkurung di kediaman mentri itu sangat membosankan, dimana setiap hari kau harus selalu berurusan dengan para rubah menyebalkan itu, akan lebih baik menghabiskan waktu di luar dan menikmati kehidupan yang sedang berjalan
"Jika nona sedang kedinginan di sini bagai mana mungkin saya menikmati kehangatan di kediaman," Ucap Ming Ji sembari ikut menatap keindahan sungai yang membeku
"Kau yang terbaik Ming ji, baik lah, bagai mana jika kita bermain seluncur?," Ucapku cepat, sedari tadi aku hanya melihat, tak ada salahnya bukan bermain sebentar
"Es belum sepenuhnya mengeras nona, akan berbahaya jika memaksakan diri" Ucap Ming Ji yang seketika membuat ku menggembungkan pipiku kesal
"Kau ini, menghancurkan harapan ku saja" Ucapku menggembungkan pipi ku kesal, aku mendudukan diri di sebuah pondok yang terlihat sedikit lusuh, namun cukup layak untuk di tempati, ini adalah tempat ku biasa bermain, saat aku bosan di kediaman dan malas jalan jalan aku memilih untuk di tempat ini, menikmati angin lembut dan pemandangan danau yang indah
"Apa kau membawa makanan?" Ucapku pelan, terlalu lama melamun membuat ku merasa sedikit lapar, aku sudah keluar kediaman cukup lama dan aku lupa membawa makanan untuk mengisi perut
"Ah ia nona kau sangat mengerti aku rupanya" Ucap Ming ji terkekeh pelan mengeluarkan bungkusan kecil dari balik lengan bajunya
"Tentu saja" Ucapku terseyum meraih bungkusan itu, perlahan aku membuka bungkusan dan ternyata berisi beberapa kue mawar, seperti biasa rasanya sangat enak
"Ambilah" Aku mengambil beberapa buah kue dan setelahnya aku mengulirkan bungkusan itu kembali,
"Terima kasih Nona" Ucap Ming ji tersenyum dan meraih kue dan ikut menyantapnya, dan yah kami menghabiskan hari dengan menatap hamparan salju yang memutih, dan wow itu sangatlah indah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments