"Ming ji, bawakan minuman segar" Ucapku mendudukkan diri di tanah yang berada tak jauh dari tempat ku berdiri
"Nona muda, pakaian Anda akan kotor" Ucap seorang pelayan yang datang dengan sebuah alas duduk, bukankah ini sedikit menyebalkan?, lagi pula duduk di tanah sebentar tidak akan membuat ku cedera kan?, mengapa harus di sibukkan?
"Biarkan saja, aku akan beristirahat sejenak, setelah itu mari kembali bermain" Ucapku
"Kali ini nona akan bermain apa?" Ucap jendral Ye, kali ini ia menatapku dengan senyuman, ia adalah orang pertama yang menatap ku seperti itu, sedangkan yang lain?, jika tak menatap remeh maka ketakutan, apakah aku seburuk itu?
"Sebenarnya aku ingin bermain bola, tapi mengingat jumlah pengawal yang cukup banyak, maka sangat tak efektif, hm bagai mana jika kita bermain kejar kejaran? " Ucap ku bersemangat, aku sudah lama tak melakukan permainan ini di masa ini ataupun moderen
"Akan lebih baik jika nona beristirahat, nona akan kelelahan jika memaksakan diri" Ucap jendral Fu pelan, jendral Fu ini adalah teman kecil ku, tapi yah setelah remaja aku berubah angkuh dan tampa sengaja membangun tembok canggung di antara kami
"Tidak masalah jendral Fu, kau juga akan di perbolehkan untuk bermain, sekarang kau terlalu kaku, bisakah kita bermain dan mengingat masa lalu" Ucap ku terkekeh pelan mengingat kenangan yu ahli kecil yang masuk kedalam ingatan ku
"No"
"Kau ini kaku sekali, bukankah dulu kita teman?, kau ini sangat kaku" Ucapku yang kini malah merangkulnya, hey di masa moderen aku selalu bergaul dengan teman pria, aku hanya memiliki satu teman wanita dan dia mengkhianati ku
"Tak menyangka jika bertemu adik ke empat di tempat ini, dan dalam keadaan seperti ini" Suara lembut itu bersumber dari belakang punggung ku, dan itu terdengar seperti nada sebuah ejekan?,
"Ah jie ke tiga, apa yang kau lakukan di tempat ini?" Ucapku pelan, aku tak perduli dengan nada mengejek itu, ia mempermalukan dan menyerang ku terlebih dahulu ku maka bersiap untuk mendapat serangan balik
"Ah aku hanya ingin mengantarkan surat ini pada jendral ye, tak menyangka bertemu adik ke dua yang sedang bernostalgia dengan cinta masa kecil" Ucapnya, menatapku dengan tatapan remeh, aku bahkan terkikik geli tampa melepaskan rangkulan ku
"Ah kakak kedua, lebih baik bernostalgia cinta masa kecil dari pada harus memperebutkan hal yang sudah jelas bukan milik sendiri, seharusnya seseorang mengerti dan menjadi status rendahnya" Ucapku pelan, aku melihat wajahnya yang menggelap, ia mendengus kesal, wajah putih halus itu berubah menjadi merah padam, ku pikir hanya aku yang dapat melihatnya, bunglon ini sangat pandai mengubah warna wajah
"Baiklah Jendral Ye aku sudah menyampaikan pesan ayah, dan adik ke empat segeralah kembali, bermain di pelatihan para prajurit ini sangat tak baik untuk gadis muda seperti mu"
"Ah jie ke tiga sepertinya kau perlu meralat Ucapanmu, aku adalah Nona muda, bukan gadis muda kakak ke dua" Ucapku pelan, ia mendengus dan berlalu pergi, aku terkikik geli melihat ekspresi itu, saat aku berbalik aku mendapatkan tatapan aneh dari semua orang, hey apakah ada kotoran sapi di wajahku?,
"Ah jendral, berapakah berat bola bola besi itu?" Ucapku pelan, pandangan ku tertuju pada bola besi yang berukuran cukup besar
"Sekitar 25 sampai 30 kilo nona"
"Per bola?" Ucapku yang hanya di balas dengan anggukan, ini pasti bercanda, manusia mana yang sanggup berjalan dengan 60 kilo beban yang ada di kaki?, sungguh penyiksaan yang hakiki
"Uuh ternyata cukup serius, baiklah aku sudah kehilangan rasa letih, dan mari bermain" Ucapku tersenyum lebar
"Baiklah, kita akan membagi menjadi dua regu, siapapun yang kalah dalam undian ini akan menjadi target, dan yang menang siap berlari" Ucapku pelan, aku mulai menjelaskan beberapa hal yang harus di perhatikan dalam bermain, dan yah semua tersusun dengan rapi, aku bersama empat pelayan yang berada di sisi ku pun ikut bermain, sungguh menyenangkan. Beberapa waktu terus berlalu, dan kini aku sedang duduk di rerumputan yang berada di pinggir lapangan, aku telah kalah, aku di kalahkan oleh Jendral Ye, ia berhasil menangkap ku dan kini hanya tersisa satu orang yaitu Ming Ji ia masih terus berlari, meski di kejar oleh empat orang pria, ternyata Ming Ji cukup tangguh, permainan berakhir dengan kekalahan dari regu ku, yah pantas saja, regu ku terdiri beberapa wanita dan para prajurit junior yang masih sangat lambat berlari, tak pandai menyusun strategi dan yah pokonya tak dapat di andalkan,
"Baik lah jendral, aku sudah lelah, hari hampir senja"
"Baik nona, berhati hatilah"
"Ah ia, aku ingin mengatakan di masa depan para prajurit junior tak perlu membawa bola berat itu untuk alasan kekuatan otot kaki"
"Maaf nona, tapi cara ini sudah di gunakan selama ratusan tahun yang lalu, akan sangat tidak baik jika menghilangkan sebuah tradisi" Ucap Jendral Ye pelan, nona muda mereka memang sangat semangat dan jendral Ye menyukai itu, tapi untuk merubah pelatihan?, sepertinya harus difikirkan dengan baik
"Menghilangkan tradisi yang merugikan bukan hal yang salah jendral, aku akan kembali besok, aku ingin bermain panah dan bermain bola, apakah kalian mau menemani ku bermain?" Ucapku yang di jawab serentak oleh para prajurit
"Baiklah, sampai jumpa kakak semua" Ucapku
tersenyum lebar dan melenggang pergi meninggalkan tempat pelatihan itu, aku harus mandi, tubuh ku terasa begitu lengket dan yah bauk hehe
"Kalian siapkan aku makanan, katakan pada ayah untuk tak perlu menunggu ku makan malam, aku akan beristirahat, bermain seharian membuat ku sedikit lelah" Ucapku masuk ke kediaman
"Aku akan menyiapkan air hangat untuk nona mandi" Ucap Ming Ji berlalu, aku mengangguk dan mendudukkan diri di balik meja yang berada tak jauh dari ranjang, di atas meja kecil itu terdapat beberapa tumpukan buku, aku mulai membukanya dan membaca, aku memerlukan pengetahuan di masa ini, aku harus mempertahankan nyawa ki sampai aku kembali ke masa moderen
"Uh perayaan lentera pada malam ke 16 bulan ke 5, pasti perayaan penyambutan musim panas, eh perayaan?, "Eh tangan 16 bulan ke 5 bukankan malam ini?" Aku menyeringai pelan, malam ini, baik lah mari kita berkeliling malam ini, main kabur kuburan bukan ide yang buruk bukan
"Air mandi anda sudah siap nona" Ucap Ming Ji, aku meletakan buku itu dan beranjak menuju kamar mandi, ritual mandi di mulai, hingga menghabiskan beberapa waktu, aku beranjak keluar dari bak yang telah di isi dengan kelopak bunga mawar putih kesukaan ku, sungguh menyegarkan, meski di masa ini tak ada sabun aku tetap menikmati mandiku, aku tak berniat untuk membuat sabun ataupun yang lainya, aku tak ingin terjadi kekacauan hanya karena penemuan yang seharusnya terjadi dua abad kedepan muncul hari ini, oh tidak lagi pula aku takut di tuntut, atas kasus plagiarisme,
"Nona anda mendapatkan undangan khusus dari istana" Ucap Ming Ji pelan, saat ini aku sedang berada di depan kaca merias wajah ku, dan membiarkan rambutku terurai, malam ini aku tak ingin menata rambut, aku akan mengikat nya saja,
"Letakan saja di sana, ah ia mari kita makan, perutku sudah lapar sejak tadi" Ucap ku terkekeh pelan, hati baru saja gelap, setelah makan malam aku akan menjalankan aksi
"Wow masakan ini sangat lezat" Ucapku menyantap makanan dengan semangat
"Ming ji, atur waktu untuk pertemuan ku dengan orang yang memasak makanan lezat ini, baik lah aku kenyang, aku tak bisa makan banyak karena aku harus bekerja keras malam ini, hmm baik lah ambilkan cadar hitam ku, dan kalian bereskan makanan ini" Ucapku pada para pelayan yang berdiri di ambang pintu, aku memang tak mengizinkan siapapun masuk ke kamar ku dalam waktu lama, hanya Ming ji yang ku berikan akses keluar masuk, karena dia teman ku di sini, aku tak tau apa yang terjadi pada ku jika tidak ada dia
"Anda akan kemana nona, menggunakan pakaian hitam seperti ini?" Ucap Ming Ji memasangkan kain hitam itu
"Aku akan melihat perayaan musim panas, kau bertugas untuk menghalang siapapun yang ingin menemuiku, aku harus pergi sampai jumpa"
"Ehh nona" Ucapnya, aku masih mendengar suara itu tapi aku sudah mendarat di dengan selamat, aku sudah berhasil keluar melompati tembok, dan perayaan telah menunggu ku di sana, aku berjalan dalam diam, langit malam sangat gelap, sepertinya acara belum di mulai, para lampion pun belum di terbangkan, itu tandanya aku masih memiliki banyak waktu untuk berkeliling, aku berjalan dari kedai satu ke kedai yang lain, menyicipi segala masakan khas cina kuno ini, aku menyukai masakan ini, sangat lezat dan kaya rasa, memang selera ku, aku menggigit permen merah yang berada di dalam genggaman ku, dari sekian banyak makanan tanghulu adalah makanan favorit ku, rasanya sangat manis dan nyaman di mulut, yah meskipun semua makanan di sini lezat namun aku lebih menyukai tanghulu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ayu Dani
semua makanan enak ga ada yang ga enak
2024-04-14
0
shahia azalea
kadang q ga ngerti mana percakapan dan mana suara hati.keder inyonge
2022-09-06
8