Sedang melangkah dengan cepat menuju tempat pelatihan para prajurit, aku terlalu semangat hingga bahkan mengabaikan Ming ji yang selalu mengomel,
aku merasa begitu penasaran dan aku bahkan sangat ingin melihat pengawal sedang berlatih mereka pasti akan terlihat begitu keren, tubuh mereka dan kemampuan mereka benar benar membuat ku menjadi khilaf,
Bagai manapun aku hanyalah gadis biasa yang begitu suka dengan roti sobek khas pria pria tampan yang ada di tempat gym, meski kami hanya kediaman mentri namun tetap saja para pengawal harus di bekali ilmu bela diri yang mumpuni,
Ayah jelas tau jika orang orang lemah hanya akan di remehkan, dari itu ia melakukan banyak hal agar memiliki pengawal yang kuat hingga dapat bertahan dan menghalau segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi kapanpun,
Meskipun tak ada yang menginginkan hal buruk terjadi namun nasib seseorang siapa yang akan tau?, seperti aku?, siapa yang akan menyangka jika aku di khianati oleh sahabatku sendiri,
Dan bahkan siapa yang menyangka jika aku adalah seorang gadis yang datang dari dunia setelah ratusan tahun setelah masa ini, dalam kehidupan ini tak ada satu pun yang bisa di percaya termasuk keluarga istana,
Kami harus menanamkan ke siap Siahaan setiap saat, berusaha untuk selalu berhati hati hati tak terjebak dalam tipu muslihat antar perebutan kekuasaan ini
"Nona ini sangat tak pantas, tuan besar akan marah jika mengetahuinya" Ming Ji berucap
Nonanya adalah seoang gadis mendatangi tempat kasar seperti ini hanya akan merusak reputasinya
"Apanya yang tidak pantas, aku hanya ingin melihat lihat saja, ayah tak akan mempermasalahkannya"
Aku sudah berada di kediaman ini selama beberapa hari, aku selalu merasa penasaran dengan pelatihan militer masa ini, apakah sekejam yang ku lihat di tv?
Jika benar maka aku harus mengubahnya, anggap saja aku terlalu ikut campur hanya saja bermain dengan pelatihan itu tak memiliki banyak perbedaan,
Banyak berlari memang menguatkan kaki namun bermain kejar kejaran lebih membuat sehat, selain berlatih semua orang akan merasa senang karena tak perlu terlibat dalam suasa yang begitu menegangkan
"Tau nona, ini tidak pantas, anda adalah nona muda yang terhormat, bagai mana mungkin melihat pekerjaan kasar seperti ini"
"Kau ini cerewet sekali Ming Ji, sekarang ayo cari tempat untuk duduk, mereka begitu menganggukkan Ming Ji, aku tak bisa mengabaikan otot otot dan keringat seksi itu"
"Tapi Nona"
"Ming ji, apakah para prajurit harus di perlakukan seperti itu?, mereka sudah seperti tahanan kerja paksa saja, mereka masih manusia bukan?, lalu mengapa di perlakukan dengan begitu tidak layak" Komentarku, mereka bukan berlatih tapi menyiksa,
Bagai mana bisa mereka menyebut itu sebuah latihan?, para pengawal junior memiliki tubuh yang sedikit lemah, bagai mana bisa mereka paksa berjalan dengan membawakan dua bola besi besar,
Mereka di paksa untuk terus berjalan dan jika berhenti maka bersiaplah untuk sebuah cambukan, bukankah itu pelatihan yang sangat tidak manusiawi?,
"Memang seperti itu nona, mereka sedang melatih otot kaki mereka agar kuat" Ming Ji berucap dengan
"Sangat kejam, siapa yang memberi metode ini hanya dengan sebuah alasan untuk menguatkan otot kaki, mereka bisa saja mati jika begitu, di paksa berjalan selama berjam jam di terik matahari tampa berhenti dan minum" Ucapku mendengus kesal, ternyata masa ini sangat kejam,
Mereka bisa mati, dan aku tak akan membiarkan hal itu, jika ingin melatih otot kaki setidaknya harus lah dengan cara yang lebih layak, begitu banyak cara mengapa harus memperlakukan manusia selayaknya binatang?,
"Ming ji, minta beberapa pelayan untuk membawakan minuman yang segar, aku akan bergabung bersama mereka" Ucapku ringan, aku melangkah dengan ringan mendekati tempat pelatihan itu, sepertinya jendral itu harus di beri pelajaran, agar tak terlalu kejam, ia seperti algojo saja, ini bukan latihan tapi penyiksaan
"Baik nona" Ucapnya berlalu, sedangkan aku beranjak menuju tempat penyiksaan itu
"Nona muda" Dua orang pria tampan membungkuk di hadapan ku, nama mereka adalah jendral Xiou, atau Ye Shing Shi, dan jendral Fu, atau Fu Yong Ji, aku tau nama mereka karena Ming ji yang mengatakannya, jika tidak maka aku harus kembali bertanya bukan pada mereka?
"Apa yang nona muda lakukan di sini?, tempat ini sangat berbahaya" Ucapnya pelan, ternyata jendral Ye dan Fu sangat tampan jika di lihat dari jarak dekat, sungguh surga dunia, kapan lagi aku mendapatkan kesempatan ini?, hidup yang
"Aku ingin mengajak paman Ye dan jendral Fu bermain pedang" Ucapku pelan, Ye Shing Shi adalah jendral berusia empat puluh tahun sedangkan jendral Fu berusia dua puluh tahun, masih sangat muda, namun keduanya tetap sangat tampan, paman Ye yang gagah dan dewasa jendral Fu imut dan menggemaskan, namun jangan tertipu, ia akan jadi mahluk yang sangat bringas di dalam Medan peperangan
"Pedang bisa melukai anda nona, tuan perdana menteri akan murka" Ucap jendral Fu, ia membungkukkan tubuhnya, aku tau itu seperti permohonan untuk tak melanjutkan acara bermain pedang itu, namun aku sudah terlanjur penasaran, apakah tehnik pedang masa ini sama dengan moderen?, meskipun tak
"Kau meremehkan ku jendral Fu, katakan apa yang kau berikan jika aku bisa mengalahkan mu" Ucapku melipat tangan ku di dada,
"Memenuhi keinginan nona adalah kewajiban hamba"
"Kau ini sangat formal, paman Ye kau akan menjadi wasit, kau terlalu meremehkan nona muda ini jendral Fu," Ucapku pelan, kedua jendral itu nampak saling tatap namun aku tak perduli aku melangkah mendekati Ming ji dan beberapa pelayan yang datang dengan minuman,
"Paman Ye, kau dan para pengawal harus menjadi saksi, aku pastikan aku akan mengalahkan mahluk kaku ini" Ucapku pelan, para prajurit itu sudah ku suruh beristirahat dan menjadi penonton,
"Ming Ji, ambilkan pedang ku" Ucapku pelan, Ming ji datang dengan sebuah pedang dan aku segera mengambil alih dan mulai memasang posisi siaga
"Jendral tak perlu sungkan, meski nona muda ini tak mahir namun bisa di adu" Ucapku pelan, aku memulai penyerangan, jendral tampan itu tak berniat menyerang ku, dentingan pedang kini memenuhi lapangan latihan, aku terus mendesak jendral Fu untuk menyerang, dan kali ini ia bertarung dengan serius, tidak seperti awal tadi, ia terlihat sangat sungkan, enggan dan membuat ku merasa di remehkan, namun kali ini?,
"Apakah nona terluka?"
"Tentu saja tidak, mari lanjutkan, kau tak perlu sungkan" Ucapku pelan, yang beberapa waktu lalu pedang tajam itu hampir saja memotong leher ku, beruntung aku bergerak cepat jika tidak?,
"Nona cukup mahir bermain pedang"
"Tentu saja" Ucapku, suara dentingan pedang kembali memenuhi lapangan di susul dengan sorakan dari para penonton, mereka menyemangati ku, ada juga yang menyemangati jendral Fu, Hampir setengah jam berlalu dan aku berhasil membuat jendral Fu menjatuhkan pedang dan yah aku muncul sebagai pemenang, tentu saja aku tak pernah menerima kekalahan,
"Nona sangat cerdas, maafkan hamba yang telah meremehkan" Ucap jendral Fu membungkuk pelan, aku hanya mengangguk di sela kekehan ringan,
"Tidak masalah jendral, ini hanya sebuah permainan" Ucapku tersenyum lebar
"Nona muda sangat hebat"
"Benar, bahkan ia mampu mengalahkan jendral Fu, dan ia mengatakan jika ini hanya sebuah permainan"
"Apakah kau melihat tehnik nya?, ia seperti kupu kupu yang menari di udara, namun serangannya sangat menakutkan" Ucap para prajurit, mereka bahkan terpesona saat kekehan dan senyuman indah dari nona muda mereka,
Ternyata mengasingkan diri selama enam bulan membawa perubahan yang sangat banyak pada nona mereka, bermula dari penampilan hingga sifat mereka selalu mengagumi nona mereka,
Mereka telah berjanji pada diri sendiri untuk melindungi nona mereka, nona mereka telah menyelamatkan nyawa ratusan prajurit junior, mereka tak perlu di siksa dan mereka dapat beristirahat dan melepas dahaga, bukankah itu adalah harapan dari setiap prajurit junior?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
ira rodi
bukan ratusan tahun tapi 1020 thn....😁
2023-07-29
1
fatma
🤩🤩
2022-11-23
0
Cha Sumuk
kok cerita nya melompat cerita di meja makan nya ga jls tau2 dan di area pedang hihhh mls BC SDH lah
2022-11-09
1