Di niatkan lagi jika benar ini jalan yang harus di tempuh. Jika dalam memilih siapa yang harus di salahkan, mungkin saja semua hal yang terjadi di antaranya terbilang kata takdir. Tidak ada semua kematian di kehendaki atau di jemput oleh makhluk ghaib. Hanya saja segelintir kesialan hidup yang membawa petaka bagi yang mendekati. Sosok lain bercengkrama, memberitahu dunia akan keberadaan mereka.
Di pedesaan yang tampak permai dengan udara sejuk dan alami, tersimpan sejuta hal mistis dengan berbagai tempat-tempat tertentu yang di percaya terdapat penunggu mahluk ghaib. Di kaki bukit yang berada di hutan tahun ini sedang menjadi perbincangan atas segala hal ganjil masyarakat yang sering melihat penampakan makhluk-makhluk yang mengerikan.
Salah satu warga sedang mengalami demam tinggi setelah kembali dari hutan untuk menyusul ibunya yang mencari kayu bakar. Pengobatan medis seakan tidak bisa menyembuhkan penyakit anaknya itu. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah Tolu sambil menggendong Sagala yang sudah kejang-kejang dengan bola mata ke atas.
Tok,tok,tok.
Tengah malam begini suara teriakan membangunkan Tolu dan Ani, sosok kakak yang sudah kembali sadar setelah di rasuki makhluk halus itu memegang kepalanya yang masih terasa sakit sambil menoleh ke arah Tolu yang tampak tertidur pulas di sampingnya.
Baru kali ini kakak beradik itu kembali tidur bersama, dia menyelimuti Tolu dan perlahan berjalan membuka pintu. Tolu mengetahui gerakan Ani meski sedang memejamkan mata. Tamu yang di luar rumah itu berkali-kali mengetuk pintu dan menekan bel rumah. Mbok Heni menampakkan wajah dari balik kaca jendela untuk mengetahui siapa tamu yang datang di waktu tengah malam.
“Cari siapa?” tanya mbok Heni memperhatikan anak kecil yang sedang di gendong wanita tersebut.
“Tolong, ijinkan aku bertemu dukun Tolu Anak ku sedang sekarat.”
“Sabar, tolong tunggu disini sebentar” ucap mbok Heni panik.
Dia membukakan pintu lalu melingak-linguk keluar sambil menutup pintu kembali. “Kemari, rebahkan saja anak ibu di dalam ruangan khusus tamu kami” ucap Ani membukakan pintu di ruangan lainnya.
“Terimakasih bu. Saya Mariam dan ini anak saya Sagala. Tolong lah anak saya bu, ijinkan saya bertemu dengan dukun Tolu.”
“Siapa yang datang mbok?” ucap Ani.
“Ibu ini katanya mencari nona Tolu non.”
“Bu, tolong anak ku! Hiks” tangis wanita itu sambil memeluk anaknya.
Mendengarnya membuat hati dan pikiran Ani bertentangan, dia menjadi serba salah dalam situasi ini.
“Bu, saran saya agar ibu membawa anak ibu pulang dan meminta pada yang Maha Kuasa, karena dia sebaik-baiknya tempat meminta pertolongan” ucap Ani dengan nada bergetar.
“Aku tidak punya pilihan lain, tolong lah anak ku sudah sekarat. Hiks” tangisnya mengguncang tubuhnya.
Ani berlari membangun kan Tolu, berat langkahnya mengiringi langkah agar sejajar menuju ruangan tidur khusus tamu.
“Tolu bangun!” ucap Ani menepuk pundaknya.
“Aku sudah bangun dari tadi kak. Kakak, apakah kau mengijinkan aku untuk membantunya?” tanya Tolu.
“Ya baiklah, bantu mereka” ucap Ani memalingkan wajah lalu meninggalkan ruangan.
Tolu meminta mbok Heni membawakan segelas air putih dan selembar kain putih yang berada di dalam lemarinya. Dia memegang kepala anak itu lalu mengucapkan mantra.
“Siapa nama anak ini?” tanya Tolu.
“Sagala. Tolong selamatkan anak ku inang” ucap Mariam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
suka banget 😍😍😍😍
2022-08-13
0
Erni Sari
semangat thor
2022-07-30
0
👑Ria_rr🍁
jin syetan demit apa ini yg menjadi sekutu Tolu
2022-07-13
0