Rumah lama itu sudah di pagari oleh para jin peliharaan Tolu, beberapa orang yang menemuinya di wajibkan untuk datang dengan berpakaian hitam pada malam jumat pada waktu pertengahan malam tanpa membawa penerangan. Tapi malam ini, waktu masih menunjukkan pukul 21:00 WIB. Tolu mendengar suara berisik dari luar rumah.
“Arghh!” jerit Togar. Kakinya di sayat makhluk yang mengeluarkan cakaran kuku tajam.
Dia di seret paksa masuk ke dalam, hampir saja kepalanya pecah di banting berkali-kali sampai pada akhirnya Tolu melihat keributan yang terjadi.
“To_Tolu” Togar berdiri dan memeluknya.
Tubuh gadis yang dia cinta semakin kurus dan sangat dingin, aroma anyir sangat melekat terlihat rambut acak-acakan. Meski Tolu berusaha melepaskan pelukan Togar, pria itu tetap memeluknya semakin erat. Tangis Togar senggugukan, dia berlutut lalu meminta Tolu untuk menerima pinangannya.
“Tolu, sekali lagi aku meminta mu untuk menjadi istri ku. Aku akan selalu setia dan menuruti semua kemauan mu. Cinta ku ini tidak akan berubah, bunuh saja aku jika engkau menolak ku terakhir kalinya” Togar menyodorkan pisau.
Misi dan visi hidup gadis setengah jin dan siluman itu bukan lah mengenai pendamping hidup. Tapi, hati kecil wanita itu di sisi kanan masih terpancar rasa belas kasihan. Dia tidak ingin membunuh orang yang tidak bersalah, di depannya seroang pria yang selalu mendampingi dan mengkhawatirkannya.
“Togar, cinta telah terkubur di hati ku, aku tidak memerlukan semua yang kau katakan, tapi aku tidak mengizinkan mu mengakhiri hidup” Tolu.
Pria itu menggores leher, dia menekan pisau semakin dalam hingga hampir memutuskan urat nadinya. Tolu menahan tangannya, dia merobek ujung baju Togar lalu menekan bagian luka yang terus menerus mengeluarkan darah.
“Pulang!!” bentak Tolu.
“Tidak, sampai kau menerima ku.”
“Ya, aku akan menerima mu. Tapi dengan satu syarat, jangan pernah mencari tau segala urusan ku.”
Tolu mendorongnya keluar, Togar sangat kaget melihat rumah itu di kelilingi dengan gagak hitam dan burung hantu.
...----------------...
Mardan tidak mengetahui siapa biang kerok yang sudah merusak seisi dapur, dia memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan semua kekacauan tersebut. Dia juga memperkerjakan seorang satpam untuk menjaga keamanan di rumahnya. Setelah satu jam berlalu, suara jeritan dari kamar terdengar olehnya.
“Tuan, ada yang pingsan di bawah kasur” ucap mbok Heni.
Mardan mengangkat Ani ke atas kasur, dia segera memanggil dokter sedangkan mbok Heni di minta untuk menggantikan pakaian dan luka di kepalanya. Setelah dokter tiba, dia di periksa sangat lama. Sampai Mardan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan melihat bagian kulit kepala adiknya itu di jahit kira-kira berukuran sepanjang jari kelingking.
“Bagaimana keadaan adik saya dok?” Mardan.
“Keadaan adik anda baik-baik saja, hanya kulit kepala yang terkoyak akibat benturan yang keras. Beberapa hari ke depan jahitannya sudah bisa di lepas.”
“Terimakasih dok, kalau begitu mari ke ruangan ibu saya.”
Sebentar saja bu Mariti di periksa olehnya sampai dokter itu mendesak agar membawanya ke rumah sakit. Malam penuh dengan suasana kekacauan, Mardan segera membawa ibu Mariti ke rumah sakit dengan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Di sepanjang perjalanan, dia berkali-kali menelepon Tolu tapi nomornya tidak aktif. Simpanan penyakit lama bu Mariti kambuh, kondisi semakin kritis, di perjalanan Mardan sesekali menoleh melihat ibunya yang sudah sangat melemah.
“Ibu tolong bertahan! ibu bangun bu!” ucap Mardan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
sapa yang berbuat itu, astaga
2022-09-11
1
Elisabeth Ratna Susanti
semoga selamat ya
2022-08-07
1
👑Ria_rr🍁
sudah mulai menyakiti manusia yaa,
2022-07-09
1