Tolu mengikuti jejak sosok pria tua itu memasuki gua raksasa dari balik salah satu rongga bebatuan yang berada di kaki bukit. Di dalam sana terdapat rawa akar-akar hitam raksasa yang menggantung, berbagai macam hewan buas dan terdapat sebuah mata air yang mengalir sangat jernih. Tolu di minta untuk duduk di atas bebatuan tinggi yang di kelilingi oleh ular berbisa dan lintah yang hampir merambat mengenainya.
“Wahai gadis yang pemberani, apakah kau siap untuk mendapatkan semua yang engkau ingin kan?” tanya sosok tersebut berubah menjadi wujud bertubuh panjang, mata merah melotot, sekujur tubuh penuh bulu dan terlihat lidah yang menjulur panjang dengan gigi taring yang panjang pula.
“Ya, aku siap. Penuhi semua keinginan ku!” seru Tolu.
Tekanan nada yang tidak goyah bersama pendirian dalam mengambil keputusan yang tidak dia pikirkan segala sebab dan akibat. Dia hanya ingin mendapatkan uang demi memberantas kelaparan yang melanda keluarganya dan kematian yang setiap hari mengincar mereka karena terserang penyakit akibat kelelahan bekerja dengan rasa lapar dan dahaga. Tolu memejamkan mata dan mulai memfokuskan pikirannya untuk tetap tenang.
“Buka lah telapak tangan kiri mu!” perintah sosok ghaib mengerang menggelegar di seisi gua.
Ketika dia membuka telapak tangan kiri. Dia merasakan rasa panas seolah akan melempuhkannya. Semakin lama rasa panas itu tidak terkendali, namun Tolu menahannya hingga dia bermandikan keringat dan kesakitan. Tanda hitam di telapak tangannya sudah membentuk semua bulatan lebar yang memenuhi garis tangan.
“Hahahah” tawa sang sosok ghaib.
“Apa yang harus kini aku lakukan sekarang?” tanya Tolu karena tidak nyaman merasakan ular-ular mulai melata di sekujur tubuhnya.
Begitu pun Lintah yang sudah mulai mengisap ujung kakinya. ”Arghh!” jerit Tolu kesakitan.
Salah satu ular itu telah menggigitnya, bisa mulai menyebar di pembuluh nadi. Tolu merasakan sakit yang sangat mendalam hingga tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
“Kau harus melewati semua hewan itu jika ingin mencapai rintangan awal. Jika kau tidak bisa menahannya, maka kau akan mati dan gentayangan di gua ini” ucap sosok tersebut.
Tolu masih berjuang untuk tetap hidup di dalam gua sementara Togar menyusulnya menyusuri seluruh isi hutan hanya untuk mengabarkan kabar kematian bapak Don. Hari ini seharusnya hari kebahagiaan mereka. Togar yang sudah mempersiapkan sinamot dan sebuah cincin emas untuknya kini harus dia sembunyikan.
“Maafkan aku bu, aku terlambat memanggil bidan di balai desa” Kata Togar.
“Bantuan mu mengurus jenazah almarhum pak Don saja sudah cukup terimakasih ibu ucapakan" jawab ibu Martini sambil berderai air mata.
“Aku sudah berkali-kali mencari Tolu di hutan tapi aku tidak menemukannya. Beberapa pekerja ku sudah aku perintahkan untuk mencarinya. Kalau begitu aku harus mengurus para pelayat yang hadir dan segala yang kita butuh kan bu” kata Togar melangkah meninggalkan mereka.
“Bapak! Bapak!” tangis mereka tiada henti.
Sepasang bola mata itu tidak mau tertutup sekalipun sudah terbungkus kain kafan.
Meskipun seorang ustadz sudah membacakan ayat dan mengumandangkan adzan di telinganya.
“Bu Mariti, sepertinya almarhum sedang menunggu seseorang. Apakah semua anggota keluarga sudah kumpul disini?” tanya ustadz Gersan.
“Anak gadis ku yang bungsu masih di hutan ustadz, mungkin sebentar lagi dia kembali.”
“Kalau begitu kita harus menunggunya sebentar saja, karena jenazah tidak boleh berlama-lama di kuburkan.”
..."Segeralah mengurus jenazah. Karena jika jenazah itu adalah orang shalih, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika jenazah tersebut selain orang shalih, berarti kalian telah meletakkan kejelekan di pundak kalian." (HR Bukhari no 1315 dan Muslim no 944)....
NOTE🌿
Sinamot: Biaya yang di berikan oleh pria laki-laki kepada pihak perempuan yang hendak menikah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
@icha chanel
menyebutkan bagaimana deskripsi yang mendetail tentang perkampungan yang sepi dengan suasana mencekam memperkuat nuansa ketakutan.
2024-06-30
0
micika
menyebutkan momen-momen kebimbangan Tolu saat harus memutuskan untuk mengikuti jalan hitam atau tidak, yang menciptakan ketegangan emosional yang kuat.
sering kali berfokus pada elemen supranatural cerita, terutama interaksi Tolu dengan suara-suara mengerikan dan sosok gaib di kaki gunung.
lanjutkan
2024-06-30
0
Sakura_Merah
MasyaAllah ada hadist-nya juga untuk mengingat kan kita...
2022-11-06
1