Percobaan pertama Tolu adalah mentransfer ilmu kekuatan ke tubuh Ani, berharap dia bisa tetap hidup dan terjaga dari apapun makhluk halus yang akan mengganggu. Di ruangan atas, Tolu memberikan pembatas masuk dengan pintu dan jeruji besi yang berlapis tebal dengan gembok besar yang menguncinya. Tidak ada lampu yang menerangi, dinding berwana hitam begitu pula dengan tirai yang menggantung. Para pekerja yang di bawa oleh Tolu dari kota telah di beri pesan agar tidak menyentuh ruangan bagian lantai atas.
Togar berpamitan kepada Tolu dan Ani, sebelum pergi dia memberikan satu keranjang bunga mawar merah segar ke tangan Tolu sambil tersenyum. Dia menolak bunga itu lalu menjatuhkannya. Ani mengambil bunga yang berjatuhan lalu meletakkan di tangan Tolu dengan mata melotot melirik sang adik.
“Togar, terimakasih atas semua bantuan mu” ucap Ani.
“Sama-sama kak, kelihatannya aku akan lebih sering kesini untuk menggangu Tolu.”
“Apa kau bilang?” kata Tolu memasang wajah marah.
“Maaf.”
Togar berjabat tangan dan berpamitan dengan melambaikan tangan. Hari ini dia tampak bersemangat setelah berbicara hal penting kepada Ani.
......................
“kak, apakah terlalu cepat aku mengambil keputusan untuk menikahi Tolu? Keluarga ini baru saja mengalami musibah, aku jadi sangat takut dan ragu untuk menyampaikan niat ku” ucap Togar menunduk di ruang tamu.
“Apa yang ingin kau katakan? Bicaralah” Ani menyuguhkan secangkir teh untuknya.
"Terimakasih kak."
Di mata Ani, sosok Togar sudah dia anggap sebagai adik ipar yang sangat berbakti. Togar yang selalu ada di situasi apapun yang keluarga mereka alami. Sampai hari ini, Ani mengetahui cinta Togar yang tidak pernah padam kepada adiknya.
“kakak maafkan aku, aku sungguh berniat ingin menikahi Tolu. Tolong beri restu mu kak”
"Togar, berita bahagia ini jika di dengar oleh kedua orang tua dan almarhum bang Mardan pasti mereka turut senang dan ikut memberikan restu. Kapan pun kau akan memastikan tanggal, kakak akan siap membantu” ucap Ani.
“kakak, terimakasih banyak. Bagaimana dengan sinamot untuknya?”
“Kau yang lebih mengetahui yang terbaik untuk adik ku.”
......................
Di dalam mobil, Togar senyum sendiri berhias raut wajah bahagia. Kendaraannya berhenti di salah satu toko furniture untuk mencari berbagai perabotan yang dia beli untuk isi rumah yang akan dia tempati bersama Tolu. Kemudian dia menuju toko perhiasan, Togar membeli beberapa anting, kalung, gelang dan jam tangan yang di kemas di dalam kotak nuansa elegan.
“Tolu, aku akan membahagiakan mu” gumam Togar.
Di depan pintu, Togar sudah di sambut dengan sepatu bot yang melayang mengenai pundaknya. Pak Bram sangat marah sampai beberapa barang pecah dan berantakan di atas lantai.
“Togar, sekarang kau harus memilih ayah mu atau gadis sial itu?” ucap pak Bram bernada tinggi.
“Ayah, aku berjuang sendiri mendapatkan semua ini demi membahagiakan wanita yang aku cinta. Dia tidak seburuk yang ayah pikirkan”
“Togar! Semua keluarganya mati setelah dia mendadak menjadi kaya raya! Apakah kau mau mengantar nyawa mu sendiri?” keras pak Bram kembali mencampakkan semua benda di dekatnya.
Togar meletakkan semua kotak perhiasan di tangannya di atas meja yang masih utuh. “Ayah, aku akan tetap menikahi Tolu, sudah lama aku menunggunya.”
“Baiklah, kalau begitu mulai sekarang kau bukan lah anak ku!” pak Bram menampar Togar dan memukulnya. Togar menerima semua pukulan dan tamparan dengan berlutut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Sakura_Merah
inilah ujian dihadapkan pada dua pilihan...
2022-11-06
1
ſᑎ🎐ᵇᵃˢᵉ
Hmmmm... di satu sisi tolu sudah menolak untuk menerima cinta nya Togar..tdk mau mengorbankan lagi jiwa² orang yang dia sayang..di satu sisi Togar bener² tidak bisa melepaskan Tolu..
2022-09-25
1
Elisabeth Ratna Susanti
semangat 😍
2022-08-07
1