Rapuh

Tangisan pecah, di iringi suara parau rintikan hujan itu tidak bisa berhenti. Ani tidak terima dengan semua hal yang di lakukan oleh adiknya. Tolu meraih guci kecil, dia memecahkan ujung guci tersebut lalu menyayat tangannya sendiri. Ani menahan gerakan Tolu yang menyakiti diri dirinya.

“Sudah cukup!” ucap Ani.

Tenaga Tolu sangat kuat akibatnya Ani terbanting hingga dengkulnya terkena serpihan guci. Aroma darah mengundang para makhluk yang berada di dekat Tolu. Angin kencang menerbangkan serpihan dedaunan sampai masuk ke dalam rumah dan membanting jendela sangat keras.

“Non Ani! Non Tolu!” teriak mbok Heni histeris.

Keduanya terdiam membisu di ruang tengah sementara mbok Heni masih mengobati luka mereka. Tolu berlutut di depan Ani, dia menyerahkan sebuah pisau dan meletakkan ke tangannya.

“Kakak, bunuh aku agar kau terlepas dari semua belenggu ini. Aku akui menguasai dua sisi ilmu dan menjadi sesat. Selama aku hidup, kau tidak akan bisa menghalangi ku kak” Tolu menangis di hadapannya lagi.

Ani membuang pisau lalu berlari meninggalkannya. Mbok Heni berlari mengambil kotak P3k, melihat tangan tolu berdarah membuat dia ketakutan bergetar mengobatinya.

“Tahan ya non, pasti sakit” ucapnya pelan.

“Tidak sakit mbok, sini biar aku bantu membalutnya” Tolu menekan bagian luka seolah tidak merasakan sakit pada kulitnya.

...----------------...

Ada kesedihan di pelupuk mata, tidak ada yang tau tekanan batin sebenarnya yang dia alami. Tolu meluruskan lutut. Dia duduk di bawah pohon yang berada di halaman samping rumah. Dia memeluk sebuah keranjang kecil yang berisi sirih dan bahan di dalamnya.

Setelah mendapatkan ilmu putih dan hitam, ada beberapa kegiatan aneh dia lebih sering dia lakukan. Salah satunya adalah menginang, sambil melamun di sela kesibukan semedi dan ritualnya. Tapi perbedaan dari nginang kali ini, gambaran wajah Togar terlintas di pandangan lain yang dia tembus. Bukan hanya itu saja, kelihatannya Tolu tidak bisa mengabaikan sedikit curahan pikiran untuk Togar.

“Kenapa ada aroma sirih di tubuh Togar? Siapa yang sudah meletakkan pagar di belakangnya. Tanpa itu pun aku bisa memasang pagar yang lebih kokoh” gumam Tolu memejamkan mata.

Mata Ani masih berkaca-kaca, memperhatikan Tolu dari jendela lalu menggelengkan kepala. Jarak dan kedekatan mereka semakin hari berjauhan walau mereka tinggal dalam satu atap yang sama. Sifat adiknya sangat berbeda, dia juga enggan tertawa atau bersenda gurau. Pandangan datar dan semua hal yang di kerjakan tampak sangat berpusat pada satu inti.

“Non, dimana akan mbok letakkan semua barang-barang ini?” tanya mbok Heni kesusahan membawa beberapa kotak dan bungkusan.

Dia juga harus memikirkan cara memindahkan beberapa barang furniture pemberian Togar untuk Tolu yang masih berada di halaman depan rumah.

“Tolong letakkan semua di ruangan kosong mbok” jawab Ani sambil memperhatikan Tolu yang tampak tidur di bawah pohon.

“Bagaimana dengan barang yang di luar non?”

“Letakkan di ruangan lainnya, panggil pak Nanang untuk membantu.”

Setelah itu Ani berlari menuju tempat dimana Tolu berada, akan tetapi dia tidak menemukannya. “Kenapa tiba-tiba dia menghilang?” gumam Ani.

“Pak Nanang, apa bapak melihat Tolu tadi disini?”

“Non, bapak dari tadi membersihkan taman dan tidak melihat ada nona Tolu” jawabnya melanjutkan pekerjaan.

“Ya sudah, pak tolong bantu si mbok membereskan semua barang di dalam.”

“Baik non” ucap pak Nanang memperhatikan raut wajahnya yang gelisah.

Ani berlari menaiki anak tangga, dia mendobrak dan memukul pintu besi yang membuat dia penasaran. Tidak perduli apapun juga yang penting keinginan kini adalah pintu itu terbuka. Sampai tangannya terluka, perlahan pintu terbuka.

“Masuk” bisik suara mengerikan di dekat telinganya. Tangan hitam kaku beraroma gosong menariknya hingga dia tertarik dan pintu itu pun tertutup rapat.

...----------------...

“Mbok, dimana kak Ani?” tanya Tolu meletakkan keranjang sirih miliknya di atas meja.

“Bukannya tadi non Ani buru-buru menyusul non ke halaman?”

Tolu berlari mencari ke sana tapi tidak menemukan sang kakak, kemudian dia berlari lari masuk ke dalam menuju ke ruangan pribadinya. Ani berdiri di sudut menghadap dinding begitu kaku tanpa bergerak sedikitpun. Karena mengetahui Ani sedang di masuki makhluk astral, Tolu menyemburkan sisa nginang yang di mulutnya ke bagian kepala belakangnya.

Terpopuler

Comments

Sakura_Merah

Sakura_Merah

serem

2022-11-06

0

Kang tube🐊

Kang tube🐊

up

2022-09-04

0

Erni Sari

Erni Sari

hadir lagi Thor

2022-07-30

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan ghaib
2 Raja siluman dan jin
3 Jalan hitam
4 Siasat
5 Sementara tersembunyi
6 Hal mistis
7 Terjal
8 Pulang
9 Kehendak nyata
10 Gangguan kembali
11 Jungkat ghaib
12 Hati yang dingin
13 Keinginan Togar
14 Ruam mistis
15 Mula asa
16 Bagak Tolu
17 Nginang
18 Kesaksian
19 Rapuh
20 Menuju hal mistis
21 Rasuk
22 Mantra
23 Perang ghaib
24 Tumpah
25 Yang terdalam
26 Raut sosok lain
27 Mangsa
28 Janggal
29 Tentang wujud lain Tolu
30 Mencari Inang
31 Pengobatan ghaib
32 Minum darah ayam hitam
33 Mengunci Kuntilanak
34 Tragedi sungai Mahakam
35 Pertolongan dari Tolu
36 Sisi lain
37 Dendam kuntilanak
38 Hari pernikahan Togar dan Tolu
39 Kiriman sihir
40 Hantaman dari para dukun
41 Kemelut jingga
42 Sihir merambat
43 Sengkedan misteri
44 Balada kekasih mistis
45 Di ajak nginang kakek
46 Hal-hal mistis
47 Membalikkan serangan
48 Transaksi empuni
49 Kehendak
50 Jangkar waktu
51 Sergah
52 Mantra pengusir dukun Siria
53 Duka menyelimuti
54 Halau
55 Terdeteksi panca indera mistis
56 Ilmu kejahatan
57 Membalikkan teluh
58 Teriak ghaib
59 Relungan waktu
60 Fatal
61 Mati
62 Ganjil
63 Murka
64 Melenyapkan
65 Ranjau dan Pekat
66 Rumah Tolu di bakar
67 Rampas
68 Kedatangan Tohfa
69 Jelang cahaya padam
70 Di tikam hati iblis
71 Beranjak mengelabui
72 Mengurung ghaib
73 Sesajen
74 Tentang 1 suro
75 Tercabutnya Sukma
76 Racun
77 Kafir
78 Mengabaikan bulan suro
79 Nafas di ujung tenggorokan
80 Unang mardalan
81 Rampas jiwa
82 Hentak
83 Mengancam
84 Siksa
85 Rutin menghempas
86 Setan
87 Gelanggang
88 Mantra pembangkit jin
89 Radang mistis
90 Tidak terkendali
91 Kematian Tohfa
92 Jalan lain
93 Roda ghaib
94 Ramuan halus
95 Banting
96 Pembunuhan
97 MATI
98 Serangan
99 Opung Parman penganut kuyang
100 Darah
101 Sema menitip Sera dan Zaki
102 Kelahiran anak si dukun sakti
103 Raum ghaib
104 Guncangan
105 Banting dalam dendam
106 Sulur Ghaib
107 Mengurus ari-ari Sadam
108 Gangguan
109 Luntang lantung
110 Serangan bertubi
111 Togar terkena santet
112 Bungkam berdarah
113 Seluas ranah ghaib
114 Mauliate
115 Deretan setan
116 Penyesalan Bromo
117 Tragedi
118 Pekat
119 Benturan
120 Mengincar
121 Hari Kelam
122 Tergantung
123 Sadam terkena dampak ilmu Tolu
124 Mengincar anak si dukun sakti
125 Jin merah berkuasa
126 Ganjil
127 Mengelakkan
128 Roda mistis
129 Fatal
130 Patah
131 Melamar Mira
132 Santet dari Afif
133 Leong
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Pertemuan ghaib
2
Raja siluman dan jin
3
Jalan hitam
4
Siasat
5
Sementara tersembunyi
6
Hal mistis
7
Terjal
8
Pulang
9
Kehendak nyata
10
Gangguan kembali
11
Jungkat ghaib
12
Hati yang dingin
13
Keinginan Togar
14
Ruam mistis
15
Mula asa
16
Bagak Tolu
17
Nginang
18
Kesaksian
19
Rapuh
20
Menuju hal mistis
21
Rasuk
22
Mantra
23
Perang ghaib
24
Tumpah
25
Yang terdalam
26
Raut sosok lain
27
Mangsa
28
Janggal
29
Tentang wujud lain Tolu
30
Mencari Inang
31
Pengobatan ghaib
32
Minum darah ayam hitam
33
Mengunci Kuntilanak
34
Tragedi sungai Mahakam
35
Pertolongan dari Tolu
36
Sisi lain
37
Dendam kuntilanak
38
Hari pernikahan Togar dan Tolu
39
Kiriman sihir
40
Hantaman dari para dukun
41
Kemelut jingga
42
Sihir merambat
43
Sengkedan misteri
44
Balada kekasih mistis
45
Di ajak nginang kakek
46
Hal-hal mistis
47
Membalikkan serangan
48
Transaksi empuni
49
Kehendak
50
Jangkar waktu
51
Sergah
52
Mantra pengusir dukun Siria
53
Duka menyelimuti
54
Halau
55
Terdeteksi panca indera mistis
56
Ilmu kejahatan
57
Membalikkan teluh
58
Teriak ghaib
59
Relungan waktu
60
Fatal
61
Mati
62
Ganjil
63
Murka
64
Melenyapkan
65
Ranjau dan Pekat
66
Rumah Tolu di bakar
67
Rampas
68
Kedatangan Tohfa
69
Jelang cahaya padam
70
Di tikam hati iblis
71
Beranjak mengelabui
72
Mengurung ghaib
73
Sesajen
74
Tentang 1 suro
75
Tercabutnya Sukma
76
Racun
77
Kafir
78
Mengabaikan bulan suro
79
Nafas di ujung tenggorokan
80
Unang mardalan
81
Rampas jiwa
82
Hentak
83
Mengancam
84
Siksa
85
Rutin menghempas
86
Setan
87
Gelanggang
88
Mantra pembangkit jin
89
Radang mistis
90
Tidak terkendali
91
Kematian Tohfa
92
Jalan lain
93
Roda ghaib
94
Ramuan halus
95
Banting
96
Pembunuhan
97
MATI
98
Serangan
99
Opung Parman penganut kuyang
100
Darah
101
Sema menitip Sera dan Zaki
102
Kelahiran anak si dukun sakti
103
Raum ghaib
104
Guncangan
105
Banting dalam dendam
106
Sulur Ghaib
107
Mengurus ari-ari Sadam
108
Gangguan
109
Luntang lantung
110
Serangan bertubi
111
Togar terkena santet
112
Bungkam berdarah
113
Seluas ranah ghaib
114
Mauliate
115
Deretan setan
116
Penyesalan Bromo
117
Tragedi
118
Pekat
119
Benturan
120
Mengincar
121
Hari Kelam
122
Tergantung
123
Sadam terkena dampak ilmu Tolu
124
Mengincar anak si dukun sakti
125
Jin merah berkuasa
126
Ganjil
127
Mengelakkan
128
Roda mistis
129
Fatal
130
Patah
131
Melamar Mira
132
Santet dari Afif
133
Leong

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!