Bangunan rumah lama Tolu di renovasi, ukiran nuansa khas yang bergaya klasik menonjol penuh ukiran berarsitektur menarik. Hanya saja permintaan Tolu bahwa suasana ruangan gubuk jerami terdahulu tetap terjaga pada bagian tingkat atas. Tolu melakukan persemedian di lantai atas dengan berbagai sesajian di meja ritual. Dia di juluki sebagai dukun sakti yang mampu membantu setiap para warga yang menginginkan pertolongan. secara sembunyi-sembunyi. Tolu meminta kepada siapapun yang meminta agar merahasiakan dari keluarga nya.
Semula ibu Tolu tidak mengetahui ilmu yang di miliki Tolu, dia hanya berpikir semua kekayaan itu berasal dari kerja keras Tolu yang selalu mengatakan bahwa dia bekerja dengan giat pada pagi hingga petang menjelang. Ibu Mariti yang mempercayai anaknya, tidak berpikir bahwa Tolu menyimpan rahasia besar. Begitu pula Mardan dan Ani yang sangat menyayangi Tolu adiknya.
“Abang, aku melihat gelagat adik Tolu begitu aneh. Dia mengatakan akan melaksanakan sembahyang di mushola tapi sampai saat ini batang hidungnya pun tidak kelihatan” ucap Ani sambil melipat sajadah.
“Dia mungkin masih mengurus pekerjaannya” kata Mardan menggelengkan kepala.
Ani berjalan mengendap-ngendap memasuki kamar Tolu, aroma ruangan sangat menyengat bau kemenyan. Tirai dan kelambu hitam dengan sebuah bingkai foto yang berisi penuh berwarna hitam pula. Suasana mencekam dengan kehadiran kursi goyang yang bergerak sendiri. Perlahan Ani mengamati isi kamar. Dari bawah kolong tempat tidur dia mendengar suara tawa wanita bernada mengerikan, Ani menundukkan kepala melihat siapa yang sedang mengganggunya.
“Hihihh, hihiih.”
“Hei, siapa itu? Keluar kau!” ucap Ani bergerak tepat di bawah kasur.
Sosok mengerikan berjalan mondar-mandir mengelilingi kasur, kaki penuh lumpur mengeluarkan suara retakan tulang sampai langkah terhenti di dekat Ani yang sudah gemetar melihat penampakan yang baru dia lihat seumur hidupnya. Kepala makhluk itu menoleh ke arahnya, sontak Ani pingsan sampai kepala terbentur kasur berkali-kali.
“Ani! kau kenapa dik?" teriak Mardan melihatnya tidak sadarkan diri.
Mardan membawa Ani ke sofa. Pikirannya bercabang mendengar suara rintihan dan batuk sang ibu. Dia memijit kepala Ani, mengoleskan minyak angin pada rongga hidungnya hingga perlahan Ani pun siuman.
"Istirahat lah, abang akan melihat keadaan ibu" ucap Mardan.
...----------------...
“Ada apa Mardan? Uhuk, uhuk” ucap bu Mariti.
Kondisi lunglai tubuhnya kembali melemah, kelopak mata cekung dan nafas yang tersengal-sengal. Bu Mariti sudah beberapa hari ini mengenakan baju hangat, kaos kaki dan syal yang melingkar di lehernya. Mata merah bengkak tidak bisa di tutupi Karena setiap hari menangis kepergian pak Don. Nafsu makannya berkurang meskipun sekarang semua kebutuhannya tercukupi namun tetap saja bu mariti merasa ada yang hilang di dalam hidupnya. Kesetiaan dan cinta kasih pak Don tetap melekat di hatinya, bu Mariti selalu menyisakan satu bantal kosong di sebelah bantalnya.
“Bu, mari aku antar ke kamar” ucap Mardan.
Dia menuntun sang ibu dengan hati-hati, kaki bu Mariti di luruskan lalu tubuhnya di selimuti dengan kain tebal.
“Bu, aku akan memanggil dokter” Mardan meraih telepon genggam.
“Jangan, ibu tidak mau menambah beban adik mu. Dia bekerja banting tulang demi membiayai kita. Uhuk, uhuk!” bu Mariti mengeluarkan batuk darah.
Dia menampung darah itu di tangan lalu menyembunyikan dari Mardan.
“Maaf bu, aku juga sudah berusaha untuk mencari pekerjaan kesana kemari. Tapi tidak ada perusahaan yang menerima surat lamaran ku” Mardan menunduk.
Gubrak. Suara berisik dari dapur.
“Bu, aku tinggal sebentar.”
Perkakas dapur berantakan berjatuhan, begitu pula rak piring terguling dan kursi makan yang rusak. Mardan mencari ke segala ruangan, siapa pelaku yang sudah merusak rumah mereka. Dia juga melihat keluar rumah, memeriksa segala hal yang mencurigakan.
“Siapa pelaku semua ini?” ucapnya sangat kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
micika
Bagian di mana Tolu bertemu dengan pria tua berjanggut putih mendapat banyak perhatian, dengan pembaca yang mendiskusikan simbolisme dan arti di balik tokoh tersebut. penasaran
2024-06-30
0
Sakura_Merah
aduh serem tapi bikin penasaran
2022-11-06
1
pul pul
via belum siap pr baca ini dulu makin takut sendirian 😢😢
2022-11-01
1