Menjalar di sisi mistis, banyak tanda tanya dan keganjilan dalam setiap kejadian penuh misteri.
Di balik tengkuk pak Bram seperti ada yang meraba, terasa halus bagai rambut panjang yang menjalar lalu melingkar di leher. Gerakan cepat mengibas dengan rasa takut dia memutar tubuh menangkap bayangan yang bersembunyi di balik jam dinding raksasa.
“Ayah, duduk dengan tenang. Aku akan di samping mu sebelum bertemu istri ku” ucap Togar tersenyum tipis.
“Tampaknya, anak ku ini sudah semakin gila” gumam Bram.
“Togar, kau tidak boleh memanggilnya istri sebelum ada pernikahan!” ucap Bram melotot.
Mbok Heni membawa gelas dan cemilan di atas nampan, dia juga menyuguhkan beraneka jenis kue dan manisan di atas meja.
“Silahkan di nikmati tuan” ucapnya kemudian pergi.
“Tolu, ada Togar dan ayahnya!” panggil Ani dari lantai bawah.
Penghentian persemedian secara tiba-tiba di sela puasa mutih Tolu benar-benar terganggu. Dia mendengar jelas nama Togar yang membuat dia tidak bisa memusatkan pikiran. Tolu meraih sebuah serpihan kaca kecil yang berada di sudut ruangan, dia melihat wajahnya yang tidak berhias dan rambut yang acak-acakan. Dia memutuskan untuk keluar dari ruangan rahasianya dan berpindah ke kamar. Merapikan diri dan sedikit memakai riasan pada wajah, Tolu tidak bisa menghindari lagi segala nasib atau takdir yang terikat pada hidupnya.
Dia sedang menaiki jalan menggapai dukun sakti, tapi meskipun begitu perihal keinginan dan alur hidup hanyalah sang pencipta yang memerintahkan dan menggariskan. Sekalipun dukun terhebat mencoba merusak atau membatalkannya, tetap saja jalan akan menuju pada masing-masing tempatnya.
Kain kebaya putih dengan rok berbentuk sarung berwarna hitam bersulam benang keemasan itu tampak manis di padu dengan hiasan rambut bersanggul tusuk konde yang menempel bunga kamboja di atasnya. Tolu memakai pelembab bibir berwarna merah jambu, bedak terlihat natural dengan gelang perak yang melingkar di lengan kananya.
Togar berdiri menyambutnya, dia sangat merindukan dan menanti hari bahagia dimana dia datang kerumahnya dengan membawa sang ayah.
“Tolu” ucapnya.
Tolu membungkuk memberi hormat lalu bersalaman kepada pak Bram. Dia sangat menghormati sosok pak Bram sekalipun pria itu tidak pernah merestui hubungan mereka dari dahulu.
“Selamat datang tuan” ucap Tolu pelan.
“Ya” jawab singkat Bram.
“Bagak nai ho (Cantik sekali kamu)” ucap Togar semangat.
Kakinya di injak oleh pak Bram, nyali Togar langsung turun memposisikan tubuh kembali duduk di dekat ayahnya. Ani sudah ikut pula duduk di salah satu kursi yang kosong, kini mereka berempat membicarakan hal yang serius mengenai itikad baik keluarga Togar yang hendak meminang Tolu.
Kebetulan hari ini Tolu melakukan puasa sakral suci mutih membersihkan diri dan menambah kajian ilmu sisi kanan sebagai penambah kekuatan dan benteng tubuh. Di hari yang suci ini pula tanggal pernikahan di tetapkan dengan harapan kedua belah pihak keluarga tidak akan mengingkari dan membatalkannya.
“Andai hari ini tidak hari senin, maka aku pasti bisa berdalih dan membatalkan hari pernikahan ini” gumam Tolu.
Dia mengepal tangan kirinya, rasa panas dari tanda yang melingkar hampir ke jari-jari itu membuatnya hampir hilang kendali. Seolah hal itu berlawanan pada aura pak Bram yang menunjukkan isyarat lain, Tolu merasakan ada hawa ghaib yang melindunginya dan bertentangan dengan ilmu yang di miliki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Lampu ₱łj₳ɽ
₮øⱡʉ đɇ₦₲₳₦ ₴ɇ₲₳ⱡ₳ ₱ɽ₳₭₮ɇ₭ ₱ɇɽđʉ₭ʉ₦₳₦ 🧐🧐🧐🧐
2022-10-31
1
UD apolo motor
garang !! menyeramkan!
2022-10-27
0
★Ambil 5 Bayar 3★
Togar memang Tegar.... 😅
2022-08-12
0