Merafalkan kajian dua ilmu sisi kanan dan kiri, menyeimbangkan api dan air serta membentuk di dalam sebuah jiwa yang bergerak dalam satu tubuh. Tiba masanya di hari Ahad, Tolu hanya memakan sekepal nasi putih dan segelas air putih untuk niat puasanya di hari senin sampai waktu berputar di pertengahan malam.
Mukenah dan sajadah telah lama dia tinggalkan, hanya sesekali basah terkena air wudhu ketika jin berbaju putih yang mendampinginya dengan berpuasa itu seolah mengajak untuk melaksanakan ibadah. Dua sisi yang kini di dalam tubuhnya terkadang tidak terkendali. Tolu merasa rasa panas pada bagian sisi kiri tubuh bahkan telapak tangan kiri terasa terbakar tanpa ada api yang menyala di atasnya.
Tolu merendam tangannya dengan air yang berisi beberapa buah jeruk purut. Pikirannya yang tampak labil mendapat bisikan lain untuk melepaskan sisi kanan ilmu putih agar sepenuhnya dia berkuasa di dalam ilmu hitam dan memiliki segala di atas kesempurnaan. Tolu menyadari, kesempurnaan hanyalah milik sang pencipta. Semua makhluk yang berbisik kepadanya hanya ingin membuat dia lebih terjerumus di dalam ilmu mistis yang sudah membuat dia setengah wujud siluman.
“Ini sudah menjadi keputusan ku, aku hanya menginginkan kesempurnaan ilmu untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Aku ingin memanfaatkan ilmu ku ini sebaik mungkin” gumamnya melanjutkan semedi di dalam ruangan pribadinya.
...----------------...
“Tolu” panggil Ani berjalan membuka setiap ruangan di lantai bawah.
“Mbok, apa mbok melihat Tolu?” tanya Ani.
“Nona Tolu berpesan sedang tidak ingin di ganggu di lantai atas non” ucap si mbok sambil melanjutkan pekerjaan.
“Sesibuk apa mbok? Biar aku lihat sebentar.”
Ani masih penasaran dengan apa yang di katakan orang kampung mengenai adiknya. Dia menerima resiko jika hari ini bertemu sosok yang pernah mengganggunya. Ketika menuju anak tangga ketiga, tepat di pertengahan tangga terlihat sosok yang sudah dia pikirkan kembali di hadapannya.
“Kakak, aku hanya ingin mengajak mu bermain! Hihihih!” suara anak kecil berwujud tua itu menggema.
Kaki dan tangan semakin panjang, lidah menjulur dan setiap langkah yang dia lalui meninggalkan noda lumpur bercampur cacing dan belatung.
“Pergi!” teriak Ani.
“Ada apa non? Bukan kah nyonya Tolu sudah berpesan jangan mendekati lantai atas non” Mbok Heni menariknya menjauh dari tangga.
Ani berpikir, segala apapun yang di sembunyikan adiknya harus dia ketahui. Tepat di tengah malam, dia terbangun mencari kunci di kamar Tolu untuk membuka pintu dan jeruji besi yang berada di lantai atas. Kamar yang tampak sepi itu berubah menjadi suasana mengerikan. Ada bayangan hitam berukuran yang sangat tinggi berjalan dari balik tirai.
“Tolu, apakah kau sedang menakuti kakak?” ucap Ani.
Tangan panjang yang berbulu hampir saja berhasil menyentuh lengannya. Tolu keluar dari kamar mandi melihat makhluk yang berada di belakang Ani sambil melotot.
“Kakak, ada apa mencari ku?” tanya Tolu.
Ani tidak sadar bahwa dia sedang berbicara dengan Tolu yang di balik sosok lain. Dia adalah penjaga Tolu yang paling dekat dan mudah di beri perintah. Di dalam ruang persemedian tolu menggerakkan sosok tersebut untuk berbicara dengan Ani.
“Aku ingin mencari kunci lantai atas.”
“Tidak ada apapun disana, kakak harus beristirahat. Mari aku antar.”
Ani merasakan aura Tolu begitu dingin, begitu pula cara berjalannya yang seolah tidak menapak di atas lantai.
“Aku merasa ada yang aneh dengan adikku, apa ini hanya perasaan ku saja?” gumam Ani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Toko Bucket 🌸💐💐💐💐💐
🤗
2022-11-20
1
edel
😘
2022-08-30
1
Elisabeth Ratna Susanti
merinding nih
2022-08-10
1