Mondar mandir dokter pribadi itu menuju rumah Tolu. Tapi kali ini dia membawa seorang perawat pendamping untuk membantu menjahit kulit kepala yang koyak selama beberapa jam. Seolah hal itu adalah sebuah operasi besar yang memakan waktu lama. Luka dua belas jahitan berbentuk lurus tergambar di kepala Togar.
Dokter dan perawat yang menanganinya sangat lama karena darah di kepala Togar yang tidak mau berhenti mengalir. Saat dokter memutuskan untuk meminta dia ke UGD. Tolu menghampiri meminta Togar minum segelas air putih yang sudah dia beri mantra di ruang persemedian.
“Stthhh” suara meringis Togar menahan sakit.
Darahnya tiba-tiba berhenti mengalir, Toga membungkuk menyenderkan kepala di bagian depan kursi.
“Dok, sepertinya operasi kecilku telah berjalan dengan sukses. Aku tidak mau ke UGD” ucap Togar terdengar merengek sambil melirik Tolu yang masih tajam menatapnya.
“Baiklah pak, kalau begitu saya saran kan anda jangan terlalu banyak bergerak” ucap Dokter.
“Terimakasih dok" jawabnya tersenyum tipis.
Tolu mengantarkan Dokter dan perawat menuju luar rumah. Sementara Togar yang memasang wajah kesakitan menyenderkan diri di sofa.
“Pulang sana!” usir Tolu mendorong sampai ke depan pintu.
“Aku tetap pada pendirian ku, aku akan menikahi mu” ucap Togar.
Suara sandal dari ruangan lain berjalan menuju mereka, sosok Ani yang berwajah pucat sambil memegang tangan kirinya. Dia melepas jarum infusnya sendiri sambil menangis memeluk sang adik.
“Kakak, apa yang terjadi?” tanya Tolu.
“Aku mengingat lagi kejadian dahulu semua yang tidak kita miliki kini menjadi seolah harta karun tanpa aku tau dari mana kau mendapatkannya. Tolu katakan, apakah kau melakukan sesuatu yang menduakan Tuhan? Apakah keluarga kita menjadi tumbal?” ucap Ani menangis.
“Tidak! Aku tidak pernah mengatakan itu tumbal! Aku hanya ingin yang terbaik untuk hidup kita kak!” jawab Tolu.
Dari luar Togar telah mendengar semuanya, dia tidak ingin menerka atau memfonis wanita yang dia cinta di sela rasa sakit kepala yang kini masih menyiksanya.
“Kakak tenangkan diri mu, aku datang sesuai janji. Kak Ani, lihatlah apa yang sudah aku bawa untuk Tolu” Togar berlutut di depan mereka.
...----------------...
Semua barang furniture pindahkan ke rumah Tolu. Segala barang-barang keperluannya dan perhiasan sudah lengkap bersama sinamot yang sudah di serahkan kepada Ani. Tapi, tanggal persiapan pesta pernikahan belum di tetapkan oleh mereka. Togar meminta Ani menerima dan menyimpan untuk Tolu jika dia benar-benar telah siap. Harga diri pria sejati itu bagai di pertaruhkan dengan sifat keras kepala dan keegoisan wanita yang semakin sulit dia miliki.
“Masih belum memutuskan tanggal pernikahannya?” tanya Ben tersenyum memperhatikan perban di kepala sahabat Togar yang ingin dia tambahkan sebuah garis lurus di sisi lain agar membentuk huruf X besar.
“Diam lah, aku yakin sekali pasti Tolu menjadi milikku” Togar mengetuk dagu memikirkannya.
“Togar, tadi malam aku bermimpi aneh, aku melihat mu memegang tangan sosok wanita berwujud makhluk halus yang memiliki akar pohon yang panjang. Aku memanggil mu, tap semakin lama kau pergi menjauh bersamanya!”
Mendengar perkataan Ben, Togar pun mengerutkan dahi. “Hahah, Kau terlalu memikirkan ku!”
“Togar, aku ingin tau gambar Tolu. Tunjukkan pada ku foto gadis yang kau cinta itu” ucap Ben begit penasaran.
Togar mengeluarkan sebuah foto yang dia simpan di dalam dompet. Ben langsung melotot melihat kemiripan wajah wanita yang berada di dalam mimpinya. “Apakah ini Tolu wanita mu?”
“Ya, dia orangnya” pungkas Togar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Milna
Tolu mengobati nya. Rada kesel sih si Togar seakan umpan maupun semua orang di sekitar. efek gangguan setan dan para jin iblis😡 eh thor kasian para keluarga yang tidak bersalah.
2022-10-28
1
Erni Sari
lah si Togar, hati hati loh.
2022-07-25
1
👑Ria_rr🍁
kalau mau berbuat sesuatu di pikirin dulu akibatnya
2022-07-09
1