Let’s Take Time

“Apa april ada nge hubungi kamu?”

“Tidak, apa ada masalah?”

“Tidak ada. Terima kasih”

Kring

Ku hela nafas panjang setelah melihat pesan Yang baru masuk. Akhirnya aku menemukanmu.

Syukur nya semua aktifitas kartu debit nya terhubung ke ponselnya. Masih ada harapan untuk menemukannya.

Ku injak gas sebelum aku kehilangan dia lagi. Menempuh waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Akhirnya aku sampai disebuah kota kecil yang biasa dia kunjungi bersama ayahnya.

Tidak ada aktifitas pengeluaran lagi dari nya. Terakhir kali aku melihat dia sedang menggunakan kartu debit nya untuk membayar makanan di restororan ini.

Tapi kali ini tidak ada jejak. Kemana lagi dia pergi. Ku susurin kota kecil ini untuk mencari dirinya lagi. Di Setiap tempat umum aku selalu bertanya kepada orang-orang. Tapi tidak ada yang pernah melihat nya. Apa dia sudah pergi lagi?

Menjelang malam, ku isi tenaga ku makan di sebuah restoran yang mengarah ke bibir pantai.

Bolak-balik mengecek ponselnya dan mencoba menghubungi nomor ponsel ku tapi tidak ada hasil.

Aku terlambat.

Angin malam menerpa wajah ku. Dingin. Takut. Sedih. Dan hampa yang saat ini ku rasakan.

Apa yang dia lakukan sekarang? Apa aku harus melapor ke kantor polisi? Tapi, apa bisa? Dia pergi atas kemauan nya sendiri. Bukannya hilang maupun di culik.

Aku sangat khawatir dengannya. Dan juga sangat kasihan. Bagaimana bisa ayahnya melakukan itu semua? Apa dia tidak takut anaknya yang akan menerima karma atas perbuatannya? Ahhh entahlah. Sebaiknya aku mencari penginapan di dekat sini. Aku tidak sanggup kalau saat ini harus pulang kerumah. Aku lelah.

Jam menunjukkan pukul 23.15 PM. Aku lelah tapi tidak bisa tertidur. Selalu kepikiran dia.

Semua temannya sudah terus-terusan ku hubungi tapi tidak ada yang tahu dimana dia.

Ku buka galeri di ponselnya. Bahkan isi galeri photo nya penuh dengan dennies dan screenshot an chat grup nya. Tidak banyak photo dirinya disini. Aku tidak me ngerti. Se berapa besar dia sangat menyukai penyanyi itu.

Kring

Bibir ku sedikit mengulum senyum saat mendapatkan pesan ini. Ternyata dia masih berada di sekitar sini.

Takut akan kehilangan jejaknya lagi. Aku langsung buru-buru datang ketempat tujuan.

Akhirnya usaha ku tidak sia-sia.

Tengah malam, seorang gadis sedang memakan mie cup sambil memandang ke arah pantai.

Perlahan aku berjalan ke arahnya.

“Hhhhh” ku hela kan nafas saat sudah berada di belakangnya.

Dia tampak terkejut dan tidak melanjutkan aktifitas nya mengunyah mie itu.

“Ngapain kamu disini?”

“Menurutmu?”

“Aku ga Mau pulang”

“Siapa Yang ngajak kamu pulang.”

“Terus?”

“Kau curang. Bagaimana bisa kau keluar dari perlombaan kita”

“Hah?”

“Aku mau tanding ulang. Kali ini ga boleh keluar dari perlombaan”

“Aku ga mau. Tau dari mana aku disini? Kamu datang kesini sama siapa?”

“Dari cenayang yang selalu ngirimin aku SMS”

“Siapa? Jun yang kasih tau kamu?”

“Kamu masih contact an sama dia? Kok kamu gitu sih. Buat apa coba kamu malah lebih ngasih tau mantan kamu itu dari pada aku?”

“Bukan gitu. Aku butuh uang. Uang ku habis. Kalau aku minta temen ku. Pasti juga mereka udah tau aku gimana-gimana”.

“Ya lebih bagus kalau kamu minta temen kamu. Jadi? Dia udah ngirim uang itu sama kamu?”

“Belum”

“Baguslah. Jangan pernah lagi kamu nge chat dia”.

“Iya. Aku pinjam duit kamu dong. Mau pesan kamar. Ga nyaman tidur di mobil”.

“Udah ayo ikut aku”

“Kemana?”

“Tidur di kamar aku”

“Gila kamu ya.”

“Lagian kita mau menikah. Gapapa lah tidur bareng”

“Enggakkk” dia menepis tanganku.

“Aku tidak akan macam-macam.”

“Kalau gitu pesan kamar 1 lagi”

“Aku juga ga bawa uang banyak. Ga cukup buat pesan kamar lagi”

“Oke, kalau begitu aku tidur di kasur”

“Jadi aku tidur dimana?”

“Sofa”

“Tidak ada sofa. Kamar nya sempit dan kecil”

“Yaudah kalau gitu aku tidur di mobil aja”

“Aku janjiiii, tidak akan nyentuh kamu.”

“Sumpah?”

“Hmmmm”

“Hmmmm apa?”

“Iya, aku sumpah ga akan nyentuh kamu”

“Oke”

Malam ini Berjalan dengan baik. Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang.

Ke esokan pagi nya, aku terbangun pukul 08.10 AM . Aku sudah tidak menemukan april lagi di sampingku.

Hal pertama yang ku lakukan adalah memeriksa tas ku untuk melihat apakah kunci mobil dan ponsel nya masih ada di sana, syukur lah benda itu tidak beranjak dari tempatnya.

Saat ingin mencuci muka di kamar mandi, ku temukan sebuah note kecil Yang tertempel di kaca.

“Aku pergi mencari makanan. Kau bersiaplah, mandi yang bersih. Aku punya stok kaos di lemari, pakai saja kalau Kau mau, tapi jangan sampai rusak. Atau Kau harus menggantinya”

Aku langsung mengecek ke dalam lemari, Yang benar saja. Ada puluhan kaos Yang sama dengan tulisan nama Dennies.

Aku tersenyum saat melihat diri ku di depan kaca.

Ckreekkkk

Suara pintu ter buka. April masuk dengan membawa bungkusan.

“Kau sudah bangun?. Aku membeli nasi goreng pakai ayam bakar kesukaanmu”

“Aku juga membeli cemilan buat siang nanti”

“Kau Mau pulang?”

Dia terpaku “Tidak”

“Mau tetap disini?”

“Iya. Tapi, kalau Kau Mau pulang tidak apa. Asal jangan beritahu siapapun kalau aku disini”

“Bagaimana kalau kita pergi liburan? Keluar negeri? Mau?”

“Aku tidak punya uang”

“Mck, Kau sedang bersama calon suami mu disini. Masih mikirin uang lagi? Apa gunanya uang di tabunganku?”

“Tidak bisa. Passport ku di rumah”

“Aku yang bakal minta mama mu ngirim passport nya ke aku. April, setidak nya mereka bisa tenang. Karna kau sudah bersamaku. Mereka mencemaskanmu. Terlagi mamamu”

“Kau boleh marah dengan ayahmu, tapi tidak boleh memusuhi mamamu. Aku tahu Kau kesal. Tapi mamamu yang paling menderita saat ini, bukan Kau saja”

“Aku sudah menghubungi mama mu kemarin, aku juga tahu Kau butuh waktu buat pulang kerumah. Kau tahu? Mamamu senang sekali karna tahu Kau sudah bersamaku”

“Kau memberitahu nya?” Dia tampak kecewa.

“Iya. Maaf. Dia menyuruh ku membawa mu pulang hari ini. Tapi aku menolaknya. Aku tahu kau sedang merasa tidak baik. Aku tahu Kau butuh waktu buat pulih. Makanya aku mau kau mengambil waktu untuk menenangkan dirimu”.

“Kau Mau kan pergi liburan bareng aku?”

Dia mengangguk sambil menghapus air mata nya.

“Tapi aku tidak membawa banyak baju”

“Gampang, kita tinggal beli disana”

“Aku tidak punya uang untuk membayar hutangku nantinya. Aku kan sudah bilang tidak Mau menikah denganmu”

“Tidak usah di bayar. Anggap aku abang kandung mu. Kau tidak harus membayar apapun kepadaku nanti. Aku pun tidak akan meminta apapun”

“Kau janji?”

“Iyaaa, aku janji”

Aku harap kau akan segera pulih dan kembali menjadi dirimu sendiri. Tetap semangatlah, apapun Yang terjadi, aku akan tetap mendukung dan menemanimu.

Terpopuler

Comments

Muhammad Ari

Muhammad Ari

keren thor, ijin promo ya, jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" 😇😇😇

2020-06-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!