Beberapa hari ini aku terus ber mimpi buruk. Mimpi yang selalu berkelanjutan seperti drama korea. Tentang seorang wanita yang pernah ku khianati.
Aku tidak tahu siapa wanita itu. Tapi dia selalu muncul kedalam mimpi ku.
Berhari-hari aku jadi tidak fokus. Bayangan wanita itu terus muncul dalam penglihatanku.
Terkadang aku teriak-teriak, menangis dan merasa kan patah hati yang amat menyakitkan.
Aku tidak pernah berkencan dengan siapapun. Karna berkencan hanya akan menjatuhkan masa karir ku yang saat ini sedang meroket.
Tapi, rasa sakit hati ini terus-terusan ku rasakan. Hingga menghancurkan semua kegiatanku.
Manajer ku membawa ku berobat ke psikiater. Saat ini semua hanya ingin aku merasa baik-baik saja. Dan dapat melanjutkan aktivitas ku kembali.
Beberapa hari lagi aku akan melakukan konser. Pengobatan ini harus bisa membuat ku sembuh.
Setiap malam aku selalu terjaga. Aku tidak ingin tidur, setiap kali aku tertidur mimpi itu selalu datang, terasa sangat panjang dan menghabiskan seluruh energi ku.
Hari konser telah tiba. Aku sudah mengikuti beberapa terapi, tetapi tidak ada yang berhasil. Kemarin seorang dokter muda mendatangi ku. Memberikan ku kartu namanya. Dia juga seorang dokter psikiater.
Pagi sebelum aku berangkat ke venue. Ku sempat kan datang ke klinik nya. Dia menyapa ku dengan ramah dan paham tentang kesulitan apa yang baru-baru saja ku alami.
Aku tidak tahu apa yang dilakukannya kepadaku. Tapi setelah pulang dari klinik nya. Aku merasa lebih sehat. Diri ku yang dulu kembali lagi.
Tidak ada masalah apapun selama berjalannya konser. Hingga mata ku ter fokus sama 1 wanita. Wanita yang selalu muncul kedalam mimpi ku. Dia adalah fans ku. Tapi bagaimana mungkin?
Apakah saat ini aku sedang bermasalah lagi? Apakah ini hanya halusinasi? Ada apa dengannya? Kenapa tampilannya seperti itu? Apa dia sakit? Ohhh tidak. Apakah saat ini aku sedang melihat hantu? Benar kah? Tapi tidak mungkin.
Konser sudah ber jalan kurang lebih 2 jam an. Tapi dia ter lihat tidak menikmatinya.
Saat berjalan menyapa fans. Aku mendekat ke arah nya. Tapi tiba-tiba dia pergi meninggalkan konser. Kemana dia pergi? Apakah ada hal yang mendesak? Apakah dia benar-benar sedang sakit?
Aku izin untuk meninggalkan konser terlebih dahulu. Aku harus menemukan kebenarannya. Cepat sekali wanita itu menghilang. Apakah dia benar-benar hantu?
Setelah beberapa menit mengitari parkiran mobil. Aku menemukan sosoknya lagi. Saat ingin mendekatinya. Seorang pria datang memberikan nya sesuatu. Aku tidak tahu itu apa. Lalu kemudian wanita itu menangis.
Ahhh itu pasti pacarnya. Tapi, kenapa lagi-lagi aku merasa kan patah hati yang amat menyakitkan. Sakit sekali. Bahkan kaki ku sudah tidak tahan lagi berdiri.
Wanita itu benar-benar nyata. Bukan hanya ada di dalam dunia mimpi ku. Dia hidup, tinggal di kota dan negara yang sama dengan ku.
Aku benar-benar penasaran dengannya. Siapa namanya, dimana rumah nya, apa pekerjaannya dan mengapa dia menangis saat ini?
Manajer ku menyusul ku ke parkiran. Aku me minta nya mengantar kan ku ke klinik yang tadi pagi ku datangi. Penyakit ku kambuh lagi. Dan ku rasa akan semakin parah.
Syukurlah dokter ini masih di klinik. Aku sudah was was kalau dokter ini tidak lagi berada disini.
“Apa ada masalah?”
Aku me lirik manajer ku agar meninggalkan aku dan dokter berdua diruangan.
“Aku melihatnya tadi”
“Siapa? Wanita dalam mimpi mu?”
“Iya. Dia datang ke konser ku. Dia hidup, dia bukanlah hantu atau halusinasi ku. Dia nyata dokter. Kenapa ini bisa terjadi?”
“Kau yakin wanita itu Bukan halusinasi mu?”
“Tentu! Aku mengikutinya. Dia bersama seorang pria di parkiran venue”.
“Berbaringlah”
“Kau akan melakukan terapi lagi?”
“Iya”.
“Ini tidak akan bisa sembuh. Ini bukan sebuah penyakit. Tapi kutukan”.
“Apa maksud dokter?”
“Apakah ada sesuatu yang kau lihat di dalam ruangan ku?”
Aku menggeleng.
“Di dalam ruangan ku ada beberapa pasien selain kamu”
Aku melirik ke seluruh ruangan. Tapi tidak ada apa-apa.
“Aku juga sama sepertimu. Aku di kutuk karena melakukan kesalahan besar”.
Aku hanya terdiam dan mendengar kan dokter ini bercerita.
“Perhatikan telunjuk tangan saya. Fokus. Dalam hitungan ke 3 kamu harus pejamkan matamu. 1....2....3....”
“Apakah Kau sudah melihat nya sekarang?”
Saat membuka mata ku , aku ketakutan bukan main. Yang benar saja. Ada beberapa pasien yang berada di dalam ruangan ini.
“Kapan mereka masuknya? Ahhh tidak, dimana mereka bersembunyi?”
“Mereka dari tadi disini. Hanya saja Kau tidak melihatnya. Mereka roh yang tersesat”.
“apa?! Ke.. ke.. kenapa Kau melakukan ini kepadaku?”
“Waktu nya sudah hampir tiba”.
“Waktu apa?”
“Kau akan bertemu dengannya lagi”
“Dengan siapa? wanita itu? Tapi kenapa kau jadi membuatku melihat apa yang tidak ingin ku lihat. Tolong kembali kan aku ke 20 menit sebelum nya”.
“Kau akan membutuhkan kekuatan ini”.
“Aku tidak membutuhkan apa-apa kecuali kesehatanku”
“Kau membutuhkannya. Agar kau terbiasa”
“Aku tidak bisa. Tolong kembalikan aku seperti sebelum nya”.
“Kau harus menebus dosamu”
“Dosa? Dosa apa? Aku tidak pernah menyakiti siapapun!”
“Kau akan paham sendiri jika waktunya sudah tepat. Tunggulah dan tebus semua dosa mu kepadanya. Karna kau lah saat ini dia menderita”.
Setelah saat itu, aku bisa melihat apa yang orang lain tidak bisa lihat. Bukannya jadi membaik. Aku semakin terlihat bukan diriku.
Segala jenis latihan, variety show dan konser di undur. Jadwal harus di buat ulang karena kesehatan mental ku yang semakin drop.
Berbulan-bulan aku menyuruh semua orang untuk tidak meninggalkan ku. Sangat mengerikan jika berada dirumah sendiri. Mereka terus menatapku, berada di setiap sudut ruangan. Tidak pernah pergi dari ruangan ini.
Jika aku pergi keluar, akan ku temui mereka yang baru. Dan rupa mereka bermacam-macam. Ada yang bagus dan ada yang sangat buruk.
Selama berbulan-bulan ini yang ku alami. Akhirnya aku terbiasa. Aku mulai mengajak mereka berbicara. Menjadikan mereka teman ku di saat aku tidak memiliki teman untuk di ajak bicara. Dan terkadang mereka sangat membantuku. Mereka menunjukkan ku mana orang yang baik dan buruk. Bahkan salah satu dari mereka terkadang menemaniku keluar.
Hingga terjadi kejadian mengerikan di depan mataku. Tepat tengah malam, aku melihat nya lagi bersama dengan pria waktu itu. Dengan mata kepalaku aku melihat nya sangat lelah tidak memiliki kekuatan apapun lagi.
Dia menatap ku sebentar hingga akhirnya dia memejamkan matanya. Jantung ku berdebar semakin menyakitkan. Aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan nya dari dalam sana. Tapi tidak bisa kulakukan. Hati ku sangat terpukul melihat nya dengan keadaan mengenaskan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments