Lost Memory

“Apa dia sudah?”.

“Meninggal? Entahlah. Dokter belum keluar dari ruangan untuk mengabarkan kabar duka”.

“Kenapa dia bisa keluar dari tubuhnya?”.

“Seorang malaikat maut sudah datang tadi. Tapi dia tidak berani membawanya. Roh nya kembali ke dalam tubuhnya dalam waktu 3 menit”.

“Kenapa dia bisa keluar lagi?”.

“Aku tidak tahu. Kemungkinan dia akan segera pergi. Dia wanita yang terus muncul di dalam mimpiku”.

“Serius? Wahh. Tidak mungkin”.

“Aku juga tidak ingin percaya. Tapi air mataku terus menetes setiap kali mengingatnya”.

“Apa kau memiliki masa lalu yang belum Kau selesai kan?”.

Aku hanya menggeleng.

“Bagaimana keadaannya? Apa yang terjadi? Apa ini? Apa dia sudah?”.

“Apa yang dokter lakukan disini?”. Aku terkejut karena dokter psikiater ku berada disini.

“Apakah walinya sudah ada?”. Seorang dokter baru saja keluar dari ruangan operasi.

“Bagaimana keadaanya dok?”.

“Dokter Louis? Kenapa kamu disini?”.

“Saya kerabatnya. Bagaimana keadaanya?”.

“Bisa kita bicara di ruanganku saja? Banyak yang harus ku jelasin tentang kondisi pasien”.

“Apakah aku tidak bisa ikut?”. Sela ku.

“Tunggu disini. Aku akan menjelaskannya nanti kepadamu”.

“Apa yang mau dokter jelas kan? Apakah dokter sengaja mengisi perempuan itu di kepalaku? Dokter bilang dia kerabatmu! Tapi kenapa dokter baru bilang itu sekarang? Kalau tidak ada kejadian seperti ini. Aku pasti sudah percaya apa yang semua dokter bilang. Modus apa ini? Dokter ingin menipuku? Apakah Dokter senang melihatku menderita karena menangisi orang yang tidak ku kenal?!”.

“DENNIES!!! SADARLAH!!”.

Semua orang memperhatikan kami. Aku menundukkan kepalaku agar mereka semua tidak mengenaliku. Selama ini aku hanya di jadi kan boneka untuk kesenangan pribadi orang lain. Aku benar-benar sangat bodoh karena sudah mempercayai Dokter penipu ini.

“Aku akan menunggumu menjelaskan semua ini!”. Bisik ku.

“Aku sudah menjelaskan semuanya. Ingatlah apa yang sudah kau lupakan Dennies!! Ingat lagi! Kau harus mengingat semua kesalahan yang pernah kau buat untuk nya! Karenamu setiap dia kembali lahir di dunia ini. Dia selalu mengalami hal yang sama. Aku tidak ingin melihat dia terus-terusan mati seperti ini! Tolong tebus kesalahanmu! Jangan lari terlalu jauh!. Aku akan mengejarmu kemanapun Kau lari”. Balasnya.

Dokter penipu itu pergi meninggalkan ku disini. 20 meter dari pintu ruang operasi. Perempuan itu menatapku diam tanpa ekspresi. Mata kami bertemu. Hingga seorang wanita paruh baya berjalan berlari menembusnya diikuti segerombolan orang lainnya. Dan tentu saja air mataku akan terus mengalir setiap melihatnya ataupun mengingatnya.

“SAMMY. SADAR NAK. KITA SUDAH SAMPAI”. Ucap seorang pria yang berlari sambil menggenggam tangannya.

“MAMA!! APA YANG TERJADI? BAGAIMANA KONDISI APRIL?”. Kali ini seorang pria yang ku kenal datang berlari dengan kondisi acak-acakan. Jun? Apa dia mengenal perempuan itu?. Mama? Apakah perempuan itu adiknya? Lalu? Dokter Louis? Tidak mungkin. Pikir ku.

Jun anak tunggal. Aku tahu itu.

“TOLONG SELAMATKAN ANAK SAYA DOKTER”. Ucap pria paruh baya itu. Lalu sang Dokter segera mendorongnya masuk kedalam ruang operasi.

Sedangkan perempuan itu terus menangis di samping mamanya sampai dia melihat sesosok ruh kekasihnya juga berada di tempat yang sama dengannya.

Dia mendekatinya. Tapi sang kekasih hanya bisa berjongkok di sudut dekat pintu ruang operasi sambil memeluk lututnya.

Aku sedikit mendekat agar bisa mendengar percakapan sepasang kekasih itu. Perempuan itu memeluk kekasihnya sambil menangis. Sekali-sekali dia mengelus rambut kekasihnya. Memegang tangannya dan menghapus air matanya. Pemandangan yang membuat sesak dadaku.

“Sammy it’s okay. Kita akan tetap terus bersama. Ini bukan kesalahanmu. Kalau aku tidak mengganggumu kita tidak akan berada disini. Aku akan tetap berada di sisi mu sam. Lihat aku. Tatap mataku sam. Aku minta maaf. Ini kesalahanku”.

Laki-laki itu tetap membisu biar pun sang kekasih terus-terusan memeluknya. Mencari perhatian agar kekasihnya bisa sekali melihat ke arahnya. Dia tetap menunduk kebawah. Menatap lantai seperti dia sedang mengamati semut-semut bahkan bakteri yang sedang bekerja.

Sangat lama mereka tetap seperti itu. Hingga akhirnya tiba-tiba laki-laki itu menghilang seperti di hapus oleh penghapus pensil di film spongebob.

Perempuan itu mulai berteriak panik. Bahkan tangisan pahitnya seperti kontak ke dalam hatiku. Sakit sekali. Aku segera pergi menjauh darinya dan segera masuk ke dalam mobil. Bahkan mobilku di penuhi darah miliknya.

“Bersihkan pakai ini”. Dokter Louis muncul begitu saja sambil memberikanku kain dan cairan.

Aku tidak mengambilnya.

“Masih punya hati ternyata”. Ucapnya sambil tersenyum sinis.

Apa maksudmu?”. Jawab ku lebih sinis.

“Kau masih bisa menangisinya. Dan akan selalu menangisinya”.

Karena merasa muak dengan ocehan dokter penipu ini. Aku langsung menyambar kunci mobil miliknya.

“Itu darah kerabatmu. Tolong bersihkan. Manajerku yang akan mengambil mobilku besok pagi sekalian mengembalikan mobilmu”. Balasku.

“Dulu!! Dulu perempuan itu kekasihmu!”. Teriak dokter penipu itu.

“Oh ya?! Dulu hantu ini adalah adikku”. Balasku sambil tetap melangkah.

“Kau benar!! Ingat kembali kenangan lama mu!. Kalau ingatanmu tidak kembali. Tanya adikmu! Kalian berdua alasan kenapa aku bisa semarah ini!”. Balasnya lagi yang sontak membuatku melihat ke arah hantu yang berada di sampingku. Perlahan dia mengubah ekspresinya sambil menunduk yang membuatku kebingungan.

Dia menarik nafas dalam seperti manusia pada umumnya . “Ingat kembali apa yang sudah kau lupakan”. Ucapnya lalu pergi meninggalkan ku juga. Ini semua semakin tidak masuk akal.

Cukup lama aku berada di dalam mobil dokter penipu ini tanpa menyalakan mesinnya. Terlalu sulit untuk di pikir ulang. Aku hanya bisa menyenderkan kepalaku ke bagian depan stir. Apa yang ku lupakan? Sepanjang hidupku hanya ku habiskan untuk berlatih saat sebelum debut. Saat itu aku juga tidak pernah memiliki kekasih. Apa benar ini tentang kehidupan ku sebelumnya?

“ASTAGA!!”. Aku terkejut saat mengangkat kepalaku. Perempuan itu berdiri di depan mobil sambil sesekali sesegukan .

Dia mendekat sontak membuat jantungku berdetak kencang.

“Kau bisa melihatku?”. Tanyanya sambil menyeka air mata. Aku berpura-pura tidak mendengarnya dan mangalihkan mata ku pada ponsel.

“Tch dasar manajer cerewet!! Hah? Apa? Aku lagi diluar! Aku akan kembali sekarang”. Maafkan aku. Aku berpura-pura memaki manajerku yang tidak tahu apa-apa.

“Aku melihat mu tadi. Mata kita bertemu. Dennies”. Dia menyentuh tanganku. Benar-benar menyentuhnya. Bagaimana bisa?.

“Apa ini? Aku bisa menyentuhmu? Dennies?”. Periksanya lagi yang membuatku langsung menarik tanganku darinya.

“Kau melihatku. Syukurlah”. Dia tersenyum. Manis sekali hingga aku tenggelam dalam bayang-bayang senyumannya.

“Dennies jangan bilang kalau Kau?”.

“Apa? Kau mau bilang aku apa?”.

“Kau masih hidupkan?”.

“Tentu saja!”.

“Hhh syukurlah”.

“Apa maumu? Kenapa kau mengikutiku?”.

“Aku tidak tahu. Semua orang tidak bisa melihatku”. Ucapnya lagi-lagi menangis. Bahkan saat seperti ini air mataku malah ikut terjun.

Dia hanya menatapku heran karena mendapatiku menangis. Buru-buru ku seka air mataku.

“Apa yang kau lakukan disini? Kembalilah! Masuk kembali ke tubuhmu!”. Perintahku.

“Aku tidak tahu caranya”. Ucapnya sambil menundukkan kepala.

“K-kalau begitu c-cari tahu!”.

“Apakah aku sudah mati?”. Tanya nya sambil menyeka air matanya. “Aku tidak ingin mati sendiri. Seharusnya aku mati bersama wanita sialan itu. Aku harus membawa wanita itu ke neraka bersamaku. Kenapa harus sammy?”. Lanjutnya sambil terisak.

“AAAKKHHHHH”. Teriakannya membuatku terkejut. Dia kelihatan sangat frustasi sekarang. Lalu tiba-tiba saja dia menghilang.

Apa ini? Apa dia kembali ke tubuhnya lagi?.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!