Sambil membaca sebuah buku Author berjalan perlahan lahan ke depan. Dia juga tidak melupakan pandangannya ke depan.
Karena malam hari, jalanan di kota menjadi sangat sepi. Hanya ada Author sendirian di trotoar. Hawanya yang cukup dingin dan sepi membuatnya begitu tenang di dalam hatinya. Tak ada lagi yang menginjak ekornya tanpa sengaja, tak ada lagi suara bising dari langkah kaki mereka, dan tak ada lagi gangguan selagi Author menikmati suasana kota. Kebahagiaannya membuat ekornya mengibaskan dirinya. Tapi dia memegang ekornya sendiri agar dirinya tetap terlihat formal "Okay, udah cukup".
Satu langkah kaki seekor canidae terdengar di telinga Author. Memang mereka tidak begitu bersuara saat melangkah karena bantalan kaki mereka yang membuat suara tersebut begitu kecil. Tapi bagi Author dia dapat mendengarnya. Langkahnya makin terasa dan makin mendekatinya. Suara yang memanggil namanya juga semakin keras, bulu di bagian belakang lehernya mulai berdiri, dan suhu badan makhluk tersebut mulai terasa di belakang punggungnya "George....". Di samping pundaknya dia melihat sebuah cakar berwarna hitam menyentuhnya
Dengan segera Author mengeluarkan pedang dari buku pribadinya dan menusuk makhluk tersebut di bagian perutnya. Kemudian memanggil namanya dengan rasa penuh kebencian "Daniel Living. Kau kemari hanya untuk membawa kekacauan!". Author kemudian mengeluarkan pedang dari perutnya lalu mengibaskan ke arah Daniel berkali kali. Darahnya yang berwarna ungu bercucuran di mana mana.
Daniel kemuadian berpindah tempat dari jarak yang tidak jauh dari Author. Yaitu berada di bawah bohlam lampu trotoar. Semua luka yang ada di dalam dirinya juga telah hilang. Author berlari ke arahnya dengan sebuah pedang di tangan kanannya dan sebuah buku pribadinya di tangan kirinya. Dia melompat dan mengayunkan pedangnya ke arah Daniel. Tapi dia menghindar dari serangannya. Author penuh dengan emosi "ARGH! PERGILAH!" dia terus menyerangnya tanpa berhenti sedikitpun.
"kau masih saja tidak berubah"
"DIAM LAH"
Daniel kemudian menangkis dan mendorong Author hingga terjatuh. "Biarkan aku berbicara terlebih dahulu. Aku kemari-" Author langsung teleportasi ke arahnya dan merobek mulunya dengan pedangnya "Gah!". Dia kemudian mengayunkan pedangnya lagi ke arah moncong Daniel hingga patah "aku tidak butuh penjelasan. AKU HANYA INGIN KAU MATI!"
Daniel sudah kehabisan kesabarannya. Dia membuat pedang dari tangannya dan menusuk Author ke perutnya. Mulutnya juga cepat sekali tumbuh kembali "BODOH! AKU HANYA ONGIN BERBICARA!". Dari mulu Author juga mengeluarkan sebuah darah berwarna ungu. Tapi darah miliknya dapat melumpuhkan daging dari makhluk apapun yang mengenai cipratan darahnya "Oh ya, silahkan saja". Author langsung meludah darahnya ke arah bola mata Daniel hingga meleleh "AARRGGGHH!! DASAR RUBAH SIALAN!!!". Kedua cakarnya menutupi mata kirinya untuk menahan rasa sakitnya. Konsentrasinya hilang, pedang yang menusuk Author juga menghilang. Dia pun akhirnya kabur darinya dengan cara menghilang. Tidak lupa Daniel meninggalkan sebuah kertas dengan tulisan di sana "Pengecut"
Author melihat sebuah kertas jatuh terbawa angin, dia mengambilnya dan membaca pesan tersebut "huh"
"Bodoh, Kau pikir mendiamkan diriku berbicara membuatmu membuat semua ini berakhir? Tidak. Aku akan tetap hidup kembali meskipun engkau membunuhku. Rencanaku telah tersusun kembali, apa yang akan kau lakukan kali ini? mejadi pahlawan? Keputusan tak berguna. Kau melemah di duniaku"
Author meremat kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Dia menyembuhkan luka di perutnya dengan air ludahnya "sejak kapan kau mulai kembali menjadi pengacau? aku pikir tubuhmu sudah hancur dan terbakar oleh matahari"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments