lab

Selagi Author berada di dalam toko buku dia membaca buku Ilusi Darah Semata. Mereka berdua memang jarang sekali berbicara ataupun dekat. Tapi di sisi lain mereka adalah sahabat. Keduanya sama-sama selalu sibuk dalam dirinya sendiri.

Setelah membaca bukunya Author mengeluarkan beberapa koin emas dari saku bajunya untuk pembelian buku yang dia baca "Ambil saja kembaliannya" lalu akan beranjak pergi keluar.

Seperti biasa dia berjalan-jalan keliling kota sambil lalu memegang ekornya agar tidak diinjak oleh manusia secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Dia menemukan sebuah celah kecil di antara dua gedung seperti sebuah Jalan berbentuk Gang. Jalan itu mengarah ke sebuah laboratorium lama yang sudah Terlupakan. Author mencium sebuah aroma busuk yang biasanya berasal dari mayat manusia yang sudah bertahun-tahun lamanya mati. Dia menerobos masuk kedalam lewat pintu depan "huh, tidak ku sangka pintunya masih berfungsi".

"mereka benar benar tidak peduli apa yang terjadi di sini"

Tubuh mereka sudah ditumbuhi jamur-jamur dan bahkan menjadi sarang serangga lainnya. Di sisi lain mereka juga berguna. Jamur, belatung dan kulit mereka yang memiliki bakteri dapat membantu Author memancing makhluk mimpi buruk. Tidak lupa juga dia menaruh buku cerita yang dia beli ke dalam buku pribadinya

"mereka juga suka makan makanan mayat seperti mereka hingga ketulang-tulangnya"

Dia merobek kulit mayatnya sedikit tiba tiba suara geraman dari bawah terdengar "Kedengarannya seperti seseorang menggeram" . Saat di buka ruang bawah tanah Author menemukan sebuah gumpalan daging raksasa yang masih bisa bernafas "ya tuhan" katanya dalam hati. Kedua telinganya turun ke bawah dan pupipnya mengecil seakan melihat hal hal yang tak di duga olehnya

Daging itu mulai mengeluarkan suara seperti dia tau bahwa ada seseorang di sekitarnya. Author mencoba untuk menyentuhnya untuk memeriksa terbuat daging apa mereka ini. Tapi saat dia menyentuh nya daging itu seperti merasa ketakutan dan trauma, takut akan di siksa "hey, tidak apa... aku berbeda". Author secara perlahan lahan menyentuh daging itu, lalu menutup matanya untuk melihat masa lalu dia

"Dylan, Wildan, Gutter, .... Jon, mereka semua menjadi satu sebagai bahan pangan mereka di saat kota Titanium kehabisan makanan pada seribu tahun yang lalu. Mereka sukarela menyatu dan mengembang tiada henti agar kota Titanium tidak kehabisan makanan"

"tapi sekarang kota Titanium sudah lama dalam keadaan baik, kalian sudah di lupakan" Geramannya seperti dia sudah dalam keadaan kesakitan tiada henti. Serasa sudah tidak tahan lagi dengan keadaan hidup, mereka semua ingin mati "baiklah, aku bantu kalian beristirahat". Di samping Author terdapat jantung yang memiliki pembuluh darah yang menyambung kepada gumpalan daging itu. Dia memegangnya dan merasakan detak jantung mereka yang berdetak kencang, dan tidak stabil "di dalamnya sudah berlumut" Author menutup matanya dan menusuk jantung nya dengan kuku cakarnya hingga kedalam dalamnya. Darah dari jantung itu bercucuran seperti air mancur, membasahi sebagian bulu dan bajunya yang berwarna merah. sedikit demi sedikit daging itu berhenti bernafas dan berkurang suaranya. Hati mereka pun juga perlahan-lahan berhenti berdetak. Dan akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang. Author menjatuhkan hati mereka dan kembali ke lantai atas. Mengambil beberapa yang perlu saja lalu memasukkan nya kedalam buku pribadinya, membersihkan bulu-bulu nya dari darah, dan memanggil William untuk mengurusi beberapa mayat dan daging yang sudah mati itu. lalu dua kembali berjalan jalan keliling kota Titanium

"aku pernah dengar, hidup selamanya lebih pedih daripada mati"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!