Dengan sekian lamanya Arthur bersantai di rumahnya, tiba-tiba dia merasakan bahwa di kota yang dia tinggal memunculkan sebuah kabar buruk di mana-mana. Sebuah berita yang di mana para penduduk kota telah banyak yang mati mengering. Terlihat seperti mereka telah di hisap jiwanya yang masih muda atau masih berpihak pada jasmaninya.
Dan tentunya juga pekerjaan Arthur yang tidak dia sukai. Sering saja mengganggu kesibukannya. Dia ingin keluar dari pekerjaan tersebut karena pekerjaan seperti ini hanyalah George yang dapat menjalankannya. Dia sudah bilang ke pemilik perusahaan tersebut tetapi dia menolaknya untuk keluar dengan alasan Arthur lah yang paling bagus dalam bekerja. Tapi Arthur sendiri tersiksa dengan pekerjaannya. Dia benar benar ingin bebas dan menggantikan dirinya ke pada Author
Saat Arthur berada di trotoar "huh?" dia melihat seekor burung gagak membawa sebuah buku terbang ke suatu tempat. Apapun itu, tidak lah normal bagi burung gagak biasa seperti itu membawa sebuah buku. Kecuali mereka dapat berbicara satu katapun. Tapi yang satu ini bersuara murni gagak tanpa ada kalimat jelas yang di keluarkan olehnya.
Arthur berlari mengikutinya, meskipun dia harus menyingkirkan beberapa orag di depannya aga bisa cepat mengikutinya. Termasuk seorang nenek yang hendak mengambil barangnya yang jatuh. Arthur setidaknya dia bisa melakukan lompatan yang tinggi "Maaf nek". kemudian lanjut berlari mengejar gagak tersebut.
Kemudian gagak tersebut bertengker di sebuah atap apartemen Tidak lain lagi Arthur menuju ke atas dengan segera untuk mengambil buku tersebut. Dia langsung masuk ke dalam dan ke dalam lagi menuju elevator.
Selama masih di dalam elevator dia bersama seekor rubah antropomorfik memakai sebuah kacamata, kalung dan berpakaian rapi dan lengkap. Tidak lain lagi dia adalah Henry Hastin "oh, hai Arthy"
"Oh ya, hi juga"
"kamu kok terburu-buru?"
"Ah, anu gak ada. Cuman ada urusan di atas"
Kemudian Elevator telah sampai ke tempat yang Henry tujui. Setidaknya Henry berpamitan dulu untuk pulang ke rumahnya. Dia tau kalau adiknya selalu sibuk, jadi dia selalu salut dan terus mendukunya untuk terus maju. Arthur hanya melambaikan tangannya ke dia. Dengan segera dia terus menekan tombol elevator menuju tingkat paling atas berkali kali
Setelah di atas Arthur langsung menuju ke atap dan menembak kepala gagak tersebut dengan sebuh pistol dengan peredam seuara "Kraaakk" Gagak itu langsung mati. Meninggalkan sebuah buku misterius yang dia bawa kemana mana.
Arthur membuka buku tersebut, isinya hanyalah sebuah kisah seseorang seperti layaknya diary. Akan tetapi di tengah halaman terdapat sebuah pesan
"Kumpulkanlah mereka sebanyak banyaknya dan simpan mereka kedalam penjara. Akan aku gunakan mereka sebagai sumber kekuatanku agar aku bisa menjadi penguasa di dunia ini"
Kemudiandengan sebuah foto perpustakaan yang telah lama di lupakan. Dan ya, Arthur pernah mendengar perpustakaan itu sebelum dia dan Henry pindah tempat tinggal
Sebagian besar begitu banyaknya buku yang penuh dengan wajah manusia yang ketakutan di perpustakaan tersebut. Arthur dengan sebuah pistol nya sudah siaga untuk membantai apa yang akan datang kepadanya. Selagi juga dia sedikit membaca beberapa buku tersebut. Isinya hanyalah sebuah simbol simbol aneh "pasti isinya menarik".
Tak lama kemudian, sebuah monster hendak berlari ke arahnya dan mengayunkan cakarnya ke arah lehernya. Tapi Arthur cukup mudah menghindarinya dengan merunduk. Pistolnya menembak ke arah ke dua mata monster tesebut hingga memecahkan kedua bola matanya "Aaaaarrrgghhhh..... Kenapa? Kenapa manusia begitu cepat?! Kenapa jiwa mu masih belum terhisap juga??!!"
"jangan tanya kawan. kau tidak bisa menghisap jiwa Manusia Serigala"
Kemudian Arthur menembak lehernya dan kepalanya dengan dua kali tarikan pelatuk dari pistol nya. Sehingga monster itu mati dengan mudah "Hadeh, lemah. WOI KALIAN YANG SEMBUNYI! KELUAR LAH!" yeah, saking beraninya dia memanggil siapapun
satu persatu mereka keluar dari persembunyian mereka. Salah satu dari mereka tidak memiliki sebuah rupa sehingga membuat dirinya susah untuk mencari di mana posisi Arthur. Dia menusuk monster tanpa rupa tersebut di bagian perut kemudia menggorek leher nya hingga kepalanya putus. "Ayolah, aku dah menunggu pekerjaan ini". Dia melemparkan sebuah kepala itu kepada mereka agar memancing amarah yang menunda
Dan ya, mereka mulai menyerang Arthur dengan suara teriakan mereka. Selagi arthur memiliki sisi serigalanya sehingga dia dapat menghindari beberapa serangan dari mereka. seperti menghindar dengan cepat, menembak dengan akurasi penuh dan tangannya yang dapat menajamkan kukunya sendiri
Lantai perpustakaan itu menjadi berlumpuran darah dan tubuh para monster. Buku buku tersebut juga terkena darah mereka. Sambil lalu Arthur mengingat kembali pekerjaan nya yang seperti ini di saat dia bertarung di samping Henry
"Hahahaha mari kita selesaikan semua ini!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments