Dia tidak nyata

Di ujung ramainya warga melihat Author membunuh seekor serigala, ada seseorang fotografer memotret Author dan melaporkan atas kejadian tersebut. Author tidak peduli dengan pemotretan dia kepadanya. Dia hanya akan pergi ke rumahnya begitu saja tanpa kata kata apapun. Orang yang tadinya memanggil dirinya di rumahnya itu pun girang atas keberhasilannya "Hohoho.... Author. Sudah ku bilang kau pasti akan berhasil"

"Diamlah William, kau bahkan tidak pernah membantuku"

"huh, kau ini kenapa?"

di depan rumahnya terdapat seekor antropomorfik serigala putih betina. Dia baru saja selesai mengurusi kelompoknya. serigala ini adalah kekasihnya Author

"Waverley?" Kata Author dengan terkejut melihatnya kembali. Dia baru selesai berburu serigala yang mengacau di kota. Waverley tersenyum, lalu melihat ke arah cakar tangan Author yang memegang kepala serigala itu "Hai sayang, baru selesai berburu ya?".

Di dekat mereka William menyimak pembicaraannya. Author melirik ke William dan dia sedikit kesal karena dia tidak bisa bertindak layaknya manusia di saat dia menyamar jadi manusia "William, kembali saja ke wujud aslimu. kau tidak tau caranya menjadi manusia"

"Hey, urusi urusanmu sendiri. setidaknya aku punya mata". Kemudian dia menjauh dari mereka berdua.

...****************...

Di dalam Mansion, Author pergi ke sebuah ruangan yang dimana ruangan itu dia gunakan untuk menyimpan beberapa koleksi dari makhluk yang dia bunuh maupun tidak dia bunuh. Seperti sebuah kulit seekor rubah yang dia temui di tengah hutan. Dia menyimpannya karena sifat barang ini begitu aneh. Entah bagaimana caranya rubah ini mati meninggalkan kulitnya tanpa membuat goresan ataupun luka pada dirinya. Bahkan buku pribadinya tidak dapat menjawab pertanyaan ini.

untuk kepala seekor Serigala itu dia taruh di atas sebuah meja biasa yang biasanya digunakan untuk mengambil beberapa kekuatan yang berada di dalam benda yang dia temui. kemudian dimasukkan kepada buku pribadinya sebagai energi cadangan di saat buku pribadinya kehabisan kekuatan.

"serigalanya memiliki sebuah kekuatan di dalam otaknya seseorang setidaknya bisa membantuku memecahkan tengkoraknya agar aku bisa meraih kekuatan tersebut. Mungkin Waverley bisa membantuku"

Waverley di sebuah perpustakaan Mansion itu. Dia duduk di sebuah kursi kayu membaca buku favorit miliknya. Sambil lalu minum secangkir teh hangat buatannya di meja kayu. Author datang menghampirinya dan bertanya "Hey, uh, yang. aku belum bantuanmu untuk memecahkan sebuah tengkorak dari serigala itu". Waverley menunda membaca bukunya. Dia ingat dulunya dia memiliki sebuah pedang yang dapat membelah makhluk bayangan dengan mudah "Yah, sejujurnya aku punya satu pedang tapi entah ke mana. Aku mencari cari pedangku ke manapun tapi tidak ku temukan. Bagaimana dengan pedangmu? apa tidak bisa?"

"Ya bisa saja sih hanya sajavnanti kekua!tan nya terhisap oleh pedangku"

Waverley mengangguk kecil. Kemudian dia memikirkan soal daging dari kepala serigala itu "Oh ya mungkin kita bisa makan malam dengan daging dari serigala itu"

"oh tunggu, kau suka daging serigala bayangan?"

"hehehe... kamu sudah lupa ya soal daging dari para mimpi buruk memiliki rasa yang lebih manis dan lezat dibandingkan daging biasa"

"oh ya itu. aku lupa"

...****************...

Di malam harinya Author melupakan soal kekuatan yang berada di otak serigala itu. Lagipula kekuatan itu tidak akan menghilang jika tidak di gunakan. Bersama Waverley dia memakan daging kepala serigala dengan penuh kebahagiaan.

Baru kali ini dia menyadari bahwa selama ini daging segala yang dia tinggalkan dibuang sia-sia karena sudah diambil para Manusia lainnya untuk di buang agar tidak membuat berantakan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!