Lagu Tak dikenal (ft.Wolfery & Waven)

Sudah sekian lama mereka bersama, saling pengertian, saling bahu membahu, dan saling impas satu sama lain. Thomas dan Norman begitu menikmati hidup mereka seperti pada umumnya. Tapi pada saat itu, Thomas sudah meninggalkan Norman sangat cukup lama. Kesalahan dirinya yang meninggal kan Norman tanpa bertanda apapun sehingga dia kebingungan kemana Thomas pergi darinya. Dia terus mencari dan mencari di sekitar hutan bahkan di sarang serigala Waverley. Tidak ada kata sedikitpun darinya

Dia menginap di sana selama beberapa malam bersama kelompok serigalanya. Norman begitu terbiasa dengan Thomas sehingga dia tidak bisa hidup sendirian lagi. Ya, meskipun dia menerima apa yang di perintahkan Waverley karena dia adalah ratunya.

Norman juga melihat seekor serigala aneh yang memiliki gigi taring panjang. Dia tercium tangan manusia di bagian tubuh manapun olehnya. Sehingga dia menjauhinya karena dia tidak ingin berurusan langsung dengan manusia. Di siang harinya dia agresif dan takut pada sinar matahari, tetapi di waktu malam dia begitu tenang dan bahagia. Kata Waverley kepada Norman "Dia memang serigala biasa. Hanya saja manusia mengubahnya menjadi seperti ini"

...****************...

Di malam harinya penyimpanan makanan telah habis. Para kelompoknya begitu kelaparan, termasuk para seekor serigala antropomorfik yang perlu banyak makanan.

Waverley mengajak kelompoknya untuk berburu di beberapa bagian dan sisi hutan.

Beberapa dari mereka ada yang begitu kehilangan kendali sehingga memburu apa yang ada di sekitarnya karena saking laparnya dirinya. Waverley menahan dirinya agar tidak memakan Kawan yang lainnya lagi

Akhirnya mereka menemukan seekor serigala besar yang sedang bersantai di bawah bukit.

Waverley langsung turun dari dari bukit dengan lompatannya. Selagi di udara dia menembakkan panahnya ke arah serigala itu. Tapi dia sudah menyadarinya sehingga panah Waverley meleset. Setelah mendarat dia mengeluarkan pisau tulangnya dan mencoba untuk melukai serigala besar itu sampai mati.

Serigala itu juga tidak diam saja, dia melawan, mencakar dengan keras kepada Waverley sehingga membuat bekas luka di pinggangnya. Begitu juga dengan Waverley, dia melukai serigala itu lebih banyak karena kelincahannya.

Kemudian Waverley memanggil kawannya untuk membantu nya melawan serigala itu untuk mendapatkan makannya.

Norman tidak beranjak dari perintah nya karena dia merasa bahwa serigala seperti dia bisa membunuhnya secara langsung. Dia melihat sebuah kalung di serigala itu. Terlihat kalau serigala itu bukanlah serigala pada umumnya. Bukan antropomorfik tapi memiliki sebuah kekuatan yang membantunya tetap hidup

Di saat serigala itu hampir tumbang sebuah kalung di serigala itu melindunginya dari serangan Waverley dan kelompoknya dengan. Sebuah aura dorongan membuat satu kelompok Waverley terlempar. Dan akhirnya dia kabur

Di dalam pikiran Norman dia berkata bahwa betapa anehnya serigala berukuran besar itu tidak bersama kelompoknya di saat pergi kemanapun. Itu sangat membahayakan nyawa serigalanya.

"Baiklah, mungkin kita aka berburu-"

Seekor rusa tiba tiba datang di hadapan mereka.

"Rusa"

Mereka akhirnya mengejar rusa di hadapan mereka

Norman ingin ikut mereka tapi dia melihat salah satu serigala lagi sedang berlari menuju serigala besar itu. Dia juga bukan kelompok Waverley.

Norman mulai begitu penasaran. Dia akhirnya menyelidiki kedua serigala tersebut.

Dari Thomas dia sudah mempelajari caranya mengendap-endap agar tidak di ketahui oleh siapapun.

yeah, memang sedikit aneh karena tubuhnya tidak sekecil seekor rubah. Jadi dia begitu susah untuk bersembunyi.

Di dalam persembunyian nya dia mendengar sebuah perkataan dari salah satu seekor serigala normal. Di dalam pikirannya dia bertanya-tanya bahwa bagaimana caranya dia bisa berbicara seperti manusia. Padahal di dalam dirinya belum bisa satu kalimat pun muncul

"Jangan kawatir Wolf, aku akan cari obatnya. Aku bilang berkeliaran di luar kelompok itu bahaya, ada aap denganmu, aku-aku astaga ini buruk"

dia mencari tanaman obat tapi tidak ada. Kepanikannya begitu tidak stabil

"Astaga, astaga, astaga, gimana ini?" Kemudian menyadari Norman berbunyi, dia berteriak dan panik "Aaaahhh!!! kelompok serigala putih!" Dia pun mencoba melawan Norman agar menjauh dari mereka berdua "PERGILAH DARI SINI!!!"

Kemudian Wolfery mengizinkannya mendekati mereka berdua "Biarkan saja, Waven. Dia tidak menyerangku"

"Tapi dia kelompok serigala putih!!!"

"Dia tidak bermaksud membunuh. Dia mengerti"

"Baiklah.... jadi siapa namamu?"

Norman tidak bisa bicara jadi dia menggunakan bahasa insyarat sebagai gantinya berkomunikasi. Waven ingin sekali menebaknya tapi dia tidak tau apa apa. Tapi Wolfery tau kalau dia lahir secara murni tanpa wawasan manusia

"Aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Wolf, kau tau kan?"

"Norman"

"apa? gimana caramu mengetahuinya?? aku tidak tau sama sekali"

"Dia lahir secara murni dari alam sebelum ajaran jiwa manusia meluas.

...****************...

Sebuah kunang-kunang bermunculan di manapun membuat bunga kunang bersinar di dalam kegelapan "hue... bunga apa itu? aku belum pernah melihatnya"

"yeah, aku juga"

Thomas langsung memetiknya dan menyebarkan serbuk bunga tersebut ke luka Wolfery.

Hasilnya luka tersebut menutup dengan cepat "wooaahh..... menakjubkan... hey Norman.... aku rasa kau adalah salah satu serigala yang lumayan baik hati. Darimana kau mempelajari nya?"

seekor rubah muncul dari semak semak dan menggaruk telinganya yang gatal. Norman mengangguk kan kepalanya ke rubah tersebut untuk menunjukkan kalau dia mempelajarinya dari temannya Thomas

"Oh, dari rubah???? wow... kau pikir kau suka makan rubah, uuee..... Oh ya, Norman, kenapa kamu tidak ikut mereka berburu"

Norman menggelengkan kepalanya karena dia tidak tidak yakin untuk menetap kepada mereka. Dia hanya ingin kembali bertemu Thomas.

"Tidak? kenapa? apa mereka terlalu kejam buatmu?

[Norman menggelengkan kepalanya lagi]

"Baiklah, kau boleh tinggal sama kami jika kau mau. Bagaimana menurut mu Wolfery?"

"Yeah, aku tidak keberatan"

...****************...

Beberapa waktu kemudian mereka beristirahat di dalam sebuah goa untuk melindungi diri mereka dari tetesan air hujan. Waven sudah tidur dengan nyenyak dengan posisi terlentang. Kemudian dia diam diam mengigau "hm.. yeah, lebih keras lagi...."

Wolfery melihat ke atas awan membayangkan ibu kesayangannya. Norman bersandar di sampingnya. Dia melihatnya begitu fokus terhadap apa yang dia bayangkan

Wolfery melihat Norman begitu kebingungan. Dia menjelaskan siapa sebenarnya dia itu dan apa tujuannya dia meninggalkan kelompoknya sementara. Dia mencari dan mengikuti sebuah lagu yang dia dengar. Entah jenis lagu apa itu, tapi katanya lagu tersebut terdengar seperti seekor serigala yang memaksakan tenggorokannya untuk bernyanyi merdu, di tambah dengan lolongan yang tinggi "Aku tidak tau lagu apa itu, tapi... begitu menarik perhatian saya sendiri. hey, kau tau lagu apa itu?"

[Norman menggelengkan kepalanya]

"oh, baiklah. Yeah, kelompok ku begitu kebingungan karena mendengar lagu itu. Jadi, aku yang bertindak mengikuti suaranya. Aku takut terjadi apa apa kepada kelompok ku sendiri. Yah, semoga tidak ada hal buruk jika aku mengikutinya"

Wolfery mendengar lagu yang sama yang berada di telinganya. Dia langsung siaga. Norman yang berada di samping juga terkejut karena Wolfery yang siaga tiba tiba "Kau dengar itu?". Norman tidak mendengar apapun, hanya Wolfery yang dapat mendengar lagu tersebut.

Tanpa basa-basi Wolfery langsung berlari menuju arah lagu tersebut. Namun Norman juga akan ikut dia.

Waven yang tidur nyenyak terbangun karena sebuah petir menyambar di depan goa "AAAAAAKUTIDAKMAKANSEMANGKA...oh. hehehe, hanya mimpi. lAstaga, mau kemana kalian semua???? Hey, tunggu aku!!"

Setelah mengikuti lagu tersebut Wolfery menemukan sebuah buku terlantar di tanah. Dan lagu tersebut berasal dari buku itu "huh?". Buku tersebut berwarna merah dengan kertas berwarna kecoklatan.

Kemudian sebuah tangan keluar dari buku, kemudian mencengkram leher Wolfery. Perlahan lahan dia keluar dari buku itu. Wujudnya berbentuk seperti seekor serigala antropomorfik perempuan dengan mata berwarna merah

"hahahaha... akhirnya...... seekor serigala yang lezat. oohh lihatlah dirimu yang begitu hangat....."

Wolfery mencoba untuk melepaskan diri tapi karena sihirnya membuatnya tidak bisa bergerak ataupun berbicara sedikitpun.

"oohh.... apa ini? aaahhh... sebuah kalung..... Bolehkah aku menyimpan nya sebagai piagam karena menangkap dirimu serigala sayangku"

Waven dan Norman telah sampai di sana, tetapi dia telah mencengkam Wolfery dan membawanya ke dalam buku. "Woooollllfffff!!!!!...."

Norman mengerti bahwa buku tersebut memiliki jenis yang familiar dengan buku milik Author. Seekor telah membuat buku tersebut sebagai kekuasaannya sendiri

"tidak tidak tidak..... BUKA LAH BUKU SIALAN!! astaga gimana ini?? astaga, ya tuhan... tidak tidak tidak...... Wolf, keluarlah. Norman, katakan padaku siapa yang ahli buku di sini?"

...****************...

Sementara itu di sarang serigala Waverley

Waverley sedang latihan memanah. Meskipun dia sudah begitu mahir dia tetap suka berlatih "Mungkin aku bisa mengajarinya memanah" Norman mendekati Waverley untuk meberitahunya sesuatu "Oohh... kau membawa teman kemari. Siapa namanya? Timon? hehehe"

"Waven"

"oh, kau bisa berbicara"

"iya, tapi kami butuh bantuanmu. Sebagai feral/liar kami tidak bisa berbuat apa apa kepada antropomorfik. Mereka lebih terhebat daripada kami. Bisakah kau membantu kami untuk membebaskan temanku di sana?"

"baiklah, siapa temanmu?"

"yang kau sakiti tadi, Wolfery"

Waverley sendiri merasa bersalah. Dia menyesali apa yang dia lakukan tadinya. Sehingga membuat nya terdiam sunyi di hadapan Waven dan Norman.

"aku, minta maaf. Kami hanya lapar"

Kemudian dia mengelus kepala Waven dengan perlahan-lahan. "Kami sebagai serigala tidak bermaksud melukai temanmu itu. Tapi karena sudah aturan alam kami terpaksa melakukannya"

Waverley mulai beranjak dari sarangnya sendiri dan pergi ke tempat dimana temannya di ambil. Dia juga tidak lupa membawa Buku Pribadi nya yang berwarna putih.

"Sebagai permintaan maaf kalian boleh menginap di sini selama yang kalian mau. Aku akan mengurusi serigala antro itu"

"Tunggu dulu, kau sendirian?"

"Iya, lagian aku tidak ingin kalian terluka seperti tadi, dan juga makhluk itu adalah alasan aku memiliki buku pribadi"

...****************...

Waverley mengendus aroma buku tersebut. Dia sudah di beri tahu letak buku yang dia cari oleh Waven. Dan ya, masih belum di temukan.

Dia sudah mencari di setiap sisi hutan dan tempat yang dia cari. Buku tersebut menghilang entah kemana.

...****************...

Sementara itu di dalam sebuah buku

"Hahahaha... aku belum pernah melihat serigala feral seperti dirimu. Hmmm.... daging mu sangat lezat bagi kami. Yaaa.... dan juga sebuah kalung berharga ini! ini akan jadi koleksi [menggantung kalungnya di samping Wolfery yang di ikat]. ok, itu sudah di sana. Hmmm....??? oh, aku punya ide... bagaimana aku gunakan lagu itu dan mengutukmu untuk memancing serigala lainnya. Kau akan di paksa menyanyikan lagu itu untuk diriku sendiri. Darah mereka akan menjadi kekuatan ku. William, dia penghalang ku. Semoga dia tidak dapat melihat rencana bagus ini. Hmm.... kenapa saudara ku tidak membunuhmu di sana padahal aku sudah menghilangkan penyimpanan makanan mereka? apa karena kalung ini??? ini??!!! Hahahaha... serigala ajaib seperti mu itu sangat berharga. Oh, William semoga engkau kalah... aku akan menunjukkan kepadanya kekuatanku! Kau tunggu di sini... berteriak lah sesuka hatimu... huhuhuhu......"

Dia langsung keluar dari buku dan mencari William Static. Sementara Wolfery masih terikat di tembok rumah itu.

Sebuah kalung miliknya mengeluarkan seekor serigala yang berasal dari salah satu keluarga nya. Dia melepaskan Wolfery dari sebuah tali yang menggantung yang mengikatnya. kemudian dia pun terjatuh dari tembok dan mendarat langsung di lantai. "hah...??"

"Tetaplah kuat Wolfery kelompok mu menunggumu di sana"

Kemudian dia kembali masuk kedalam kalungnya. Wolfery bergegas mengambil kalung tersebut dan mencari cara agar keluar dari dunia buku pribadi tersebut. Dan ya, dia meninggalkan sebuah pedang yang tak pernah berhenti bersinar di dalam kotak penyimpanan nya.

Wolvery mengambil pedang tersebut dan membawanya ke luar rumah. Dia menusukan pedang itu ke tanah. Tapi di manapun tanah tersebut tidak dapat menusuk pedangnya terlalu dalam "Ayolah, buka gerbangnya!"

Dia pun datang kembali ke bukunya. Melihat Wolfery mencoba kabur dia marah "TIDAK!!". Dia mencabut kembali pedang nya dari tanah. Di mulutnya dia membawa pedang tersebut "Kau tidak boleh pergi dari sini. Kau sangat sempurna!"

Dari pedang tersebut Wolfery mendapatkan kekuatan sementara. Dari beberapa sisi dia tidak bisa di lihat. Wolfery melompat ke arah perempuan serigala antropomorfik itu. Dia terlihat lebih lemah daripada sebelumnya. Kekuatannya berada di pedang tersebut. Wolfery mengayunkan pedang dari mulutnya dan memotong tangan serigala itu

"Tidaaak!! Kau menyerap semua kekuatan ku!!"

Tanpa berkata apapun dia menjatuhkan pedangnya dan berobek semua bagian tubuhnya hingga habis. Saat mati seluruh tubuhnya berubah menjadi asap dan mengeluarkan Wolfery dari buku

...****************...

Setelah di luar dia bertemu dengan Waverley. Kebetulan juga dia mencari saudaranya "Wolfery, apa itu kau?"

Wolfery begitu berbeda. Karena telah menyerap kekuatan dari pedang tersebut dia kehilangan kendali. Dengan langsung dia menyerang Waverley.

Kemudian Author muncul di samping Wolfery, dan menapar kepalanya dengan telapak cakarnya. Pedang itu langsung keluar dari mulutnya.

"Kenapa kau tidak memanggilku?"

"*cough* *cough* Astaga... Author?"

Waverley di kejutkan dengan pedangnya yang di muntahkan oleh Wolfery. Dia benar-benar mengalahkan saudaranya. Yah, meskipun Waverley sendiri ingin membunuhnya karena saudaranya itu hanyalah sebuah iblis. Dia tidak berbicara apapun kepada nya... dia masih menyesal atas melukainya waktu itu. Waverley mengambil pedangnya. Dia akan menyimpan untuk dirinya sendiri "Sejujurnya, kau bukanlah saudaraku yang asli. Aku tau kau akan kembali lagi nantinya"

Waven muncul di antara semak semak. Terkejut melihat Wolfery selamat "Wooollllfff!!!" dia langsung memeluknya dengan bahagia. Sedangkan Norman, dia menuju ke Author. "Hey, ada apa kawan... lama tidak berjumpa" Wolfery dan Waverley saling berhadapan. Mereka tidak tau perkataan apa yang harus di keluarkan. karena waktu itu mereka bertengkar.

"maafkan aku"

"tidak apa apa... semua ini karena rencana saudara mu itu"

Dia mengelus kepala Wolfery dengan halus.

...****************...

"Yah aku rasa ini saatnya aku kembali ke tempat kelompok ku. Jaga baik baik diri kalian"

"Sampai jumpa Norman. Kami akan kembali jika kami mau"

Mereka berdua akhirnya kembali ke tempat mereka masing masing. Wolfery akan melaporkan ke pada kelompoknya atas kejadian itu bersama Waven. Dan juga sedikit permintaan maaf atas meninggalkan kelompoknya terlalu lama kepada Luna.

untuk mencegah kesepiannya Waverley menawarkan Norman untuk tinggal bersamanya selamanya "Norman? aku tahu kau kehilangan temanmu. Tapi, maaf aku tidak begitu banyak perhatian soal dirimu. Maafkan aku. Tinggal lah bersama kami. Aku yakin aku akan mengimpaskan kita semua agar kelompok ini terdengar nyaman" Dia memeliknya dengan lembut seperti dia memeluk istrinya sendiri "Ok-ok baiklah... apa kalian sudah selesai?" kata Author dengan melipat kedua cakarnya

***

"Baiklah... daging, tulang, dan bahkan sosis sapi"

"Kenapa kamu membawa sosisnya ke sini?"

"Itu permintaan Hank"

Hank dari kejauhan bahgia mengibaskan ekornya. Waverley berpesan untuk tidak terlalu sering memberikannya sosis olahan pabrik. Agar Hank terbiasa dengan dengan alam di bandingkan dunia manusia.

Terpopuler

Comments

Wolfery96

Wolfery96

aaaa so good!!!

2022-07-22

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!