Dengan penuh menahan rasa trauma Author menggenggam ekornya sendiri, memeluk nya seperti memeluk seseorang, berkeringat dingin, dan bergemetar "Ini semua hanyalah pikiranku saja. Ketakutan ini tidak nyata" .
Kemudian Kyle membuka pintu kamarnya. Author bergegas untuk bertingkah laku normal pada umumnya "Hey, Author! Ada apa dengan ekormu?". Dia juga melihat bulunya yang begitu berantakan "Bulumu kenapa?"
"Tidak ada"
Dia mengalihkan pembicaraandengan membahas soal Ikan salmon emas "H-hey, soal ikan salmon emas. Kapan kita akan menangkap nya?". Kyle tersenyum, dia juga ingin menangkap ikan yang Author maksud.
Waverley duduk di samping Author, sambil menceritakan bagaimana ikan tersebut bisa di ambil pada saat malam hari dengan bulan purnama saja "Author sayang, ikan salmon emas itu sangat mistis. Mereka bisa di katakan Salmon Bulan. Mereka hanya bisa muncul di waktu bulan purnama saja. Lagipula kita ini di kota. Mana ada danau di kota".
"hehehe... iya"(semoga dia tidak tau soal tadi)
Waverley merapikan bulu Author menggunakan kedua cakarnya dan lidah nya. Akan tetapi, di pikiran Author teralih dengan ikan-ikan tersebut. Dia berencana akan menangkapnya nanti.
"Nah, sudah rapi"
"Yeah, terimakasih"
"Jujur, tadi kamu ngapain? Memegang ekor tanpa alasan dengan bulu berantakan itu terlihat mencurigakan"
"Baiklah, bagaimana kalau malam ini? Selagi aku masih ada di dekatmu?"
"Salmon?"
"Bukan"
"Oh"
...****************...
"Yeah, malam itu, kami membagi waktu untuk bersama. Tapi, sesuatu membuatku merasa penasaran dengan ikan ikan tersebut. Kenapa mereka muncul pada bulan purnama? Tapi, tentunya ikan ikan itu sangat lezat untuk di makan. Kyle mengatakan padaku bahwa ada sebuah sungai di hutan dekat kota Titanium"
...****************...
Di siang harinya, Author pergi ke luar rumah untuk mencari tau ikan ikan tersebut. Tentunya, dia masih membawa buku pribadinya sebagai jaga jaga. Kemudian dia Membuka bukunya untuk mencari sungai yang di katakan Diana Kyleius. Dan tentunya di luar rumah William menghampiri nya lagi "HEY, AUTHOR!!!"
"apa?"
"Coba tebak?"
"Aku tidak punya waktu untuk ini. Dan kenapa kau tidak mau kembali berubah ke wujud aslinya?"
"Oh, ya. Jadi manusia enak loh. Aku bisa melihat! dan juga..... Aku bisa pakai baju!"
"Ya, terserah. Tapi tingkah lakumu masih saja seekor rubah"
Dengan segera dia meninggalkan William yang penuh dengan omongan dan tanya. William hanya terdiam dan melihatnya dia pergi. Ekor Author yang mengibas ke kiri dan kekanan membuatnya penasaran apa yang akan dia lakukan. Tidak hanya itu, William ingin Author menebak kalau dia melihat mereka berdua kemarin malam "huh, dia ini kenapa?"
Agar dia bisa mencapai tujuan dengan cepat, dia menyimpan buku pribadinya ke dalam ekornya. Gimana dia bisa melakukannya? dengan sihir tentunya. Kemudian dia berlari dengan ke empat cakarnya untuk membuat kecepatan tinggi.
William mengikutinya secara diam diam. Pelan tapi pasti "dia mau kemana?". dari semak semak ke atas pohon, kemudian ke bebatuan besar. Rasa penasarannya sangat tinggi, dia akan mengikutinya sampai dia sampai ke tempat yang dia tuju. Dan tentunya, dia tidak lupa mengubah dirinya kembali seperti semula agar dia bisa lebih lincah lagi. Yakni seekor Rubah Merah yang buta tanpa mata. Kedua matanya di tutupi oleh kain putih, tetapi masih mengeluarkan sebuah darah. Lantas, bagaimana caranya dia bisa melihat kalau dia buta? Dengan indra perasa dan insting nya yang luar biasa. Senjata andalan nya adalah sebuah kapak tua yang bisanya dia gunakan untuk memotong kepala makhluk buruannya "Ah, sial! di sini gak ada tv". Lebih spesial nya lagi, dia dapat teleportasi dari televisi/radio statik
Dari beberapa lembah, hutan, dan beberapa kota. Bukunya menunjukan arah dan jalan manapun yang akan dia tuju. Author juga beristirahat di beberapa tempat jika beristirahat, begitu juga dengan William yang membuntutinya kemana mana.
Saat Author sedang beristirahat di pinggir tebing, William tidak sengaja menginjak sebuah perangkap yang Author pasang untuk menangkap seekor kelinci "AAAAAAAAHHHHHHHHHH!!!!!!!!!". Author langsung memeriksa perangkap tersebut. Yah, penuh kecewaan ternyata mendapatkan seekor rubah Willam yang masuk ke dalam lubang "Oh, itu kamu" . Author menarik keluar William dari perangkapnya dan mengajaknya untuk beristirahat bersama
"Jadi, ada apa kamu kemari mengikutiku?"
"Hehehehehe..... gak ada. Cuman mau tau aja sama kamu. Oh ya, kamu mau kemana?"
"Gak ada, aku hanya ingin pergi ke sungai itu"
"Bukannya kita sudah kesana waktu itu?"
"Yeah, aku tau. Tapi aku ingin pergi ke sana lagi"
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanannya. Mereka berdua akan berbagi tugas. Soal berburu makanan William akan mengurusnya. Sedangkan Author, dia menunjukan jalan dan mencari tempat untuk beristirahat.
"Will?"
"Ya?"
"Menurut bukuku ini, Bulan purnama akan tepat muncul hari ini. Kita harus cepat sampai kesana sebelum malam tiba"
"ooohhh.... Kenapa?"
"Ikan salmon emas, Will. Aku ingin menangkap mereka"
"Hehehe.... kalau begitu jangan lupa bagikan ke saya yeeh. Aku pingin juga soalnya"
"Iya ya"
...****************...
Akhirnya kota Titanium telah nampak di depan mata mereka berdua. Kota yang tampak begitu luas dengan tembok pagar tembok yang tinggi, begitu juga di kelilingi hutan yang begitu lebat. Yah, tentunya. Karena kotanya memang terletak di tengah hutan "Itu dia, kotanya"
"Ya ya ya.... kita aja sudah pernah kesana Thor. Masak sudah lupa, eh?"
"Iya tau, tapi cuman satu kali ke sana"
"Eh, Thor. lewat pinggir kota saja ya? soalnya telinga ku gak kuat sama suara-suara di sana. Suara kendaraan di sana membuat ku kehilangan arah"
"Yeah, dan juga matamu yang gak pernah berhenti berdarah"
Mereka berdua bergegas melewati kotanya dari pinggir pagar tembok tersebut untuk menghindari manusia yang akan melihat temannya yang begitu aneh dan juga waktu yang sudah menjelang sore hari "Huh... aku memang tidak punya mata"
"Berpa panjang kota ini?"
"Kenapa tanya aku? aku juga tidak tau*"
Setelah berlarian begitu lama tanpa henti, Author berhenti sejenak karena kelelahan dan William masih memiliki banyak energi(karena dia memang sudah mati dari dulu, sehingga dia tidak dapat merasakan apapun. Kecuali lapar). Tidak ada pilihan lain agar dia bisa cepat sampai ke sungai kecuali dengan buku pribadinya. Dia akan membuat dirinya berubah seperti bayangan yang menyerupai sebuah angin agar dia cepat sampai. Dia meninggalkan William dengan cepat "Wooooaahh.... ITU BARU AUTHOR YANG KU KENAL". Dan tentunya William tidak mau kalah cepat sama dia
"heh, yeah. Semua ini demi memuaskan rasa penasaran"
Dan ya, meskipun sudah sampai di sungai. Author kembali seperti semula dan melanda pas di sungainya. Bulunya basah total dan dia membencinya. Yeah, Author tidak suka basah. Dia berenang ke tepian dengan ke empat cakarnya "Gah! Hah! Hah! Basah!" . Sesampainya di sebrang sungai, dia mengeringkan bulunya dengan segera "Jangan pas di sungainya, bodoh" dan William baru saja sampai "Oh, aku kelewatan apa?"
Sambil lalu menunggu waktu malam, William dan Author bersandar di bawah pohon pohon apel sambil melihat sebuah bulan purnama. Bersantai sambil menikmati suara air sungai bergemericik. Author membaca buku pribadinya, sedangkan William, dia menjilati bulunya untuk mandi
"Kau tau Author, meskipun tidak bisa melihat. Aku dapat merasakan bentuk tubuh dan wajahmu"
"Ya, ya kau sudah sering mengatakan itu"
Setelah sekian waktu telah menunggu, akhirnya malam pun telah tiba. Bulan purnama mulai muncul di atas langit, para serigala keluar dari sarangnya dan melolong merayakan malam mereka. Begitu juga dengan seekor rubah yang begitu bahagia melihat keindahan alam yang di beri oleh yang maha kuasa. Ikan salmon mulai muncul di air sungai. Author terkejut melihat nya. Bentuk diri mereka sama seperti salmon pada umumnya, tapi mata mereka berwarna kuning keemasan, tapi bisa di bilang mata mereka adalah mata emas"Will, WILL!! Lihat!"
"serius?"
"Oh ya, haha, maaf. kamu gak punya mata"
Author tidak lagi merasa penasaran dengan ikan ikan tersebut. Yang dia pikirkan bahwa salmon emas memiliki tubuh keemasan, ternyata hanya matanya yang berwarna emas.
Mereka berdua menangkap ikan ikan itu untuk di makan bersama secara langsung. Tanpa di masak, tanpa di hilangkan sisik ikannya. Tapi mereka akan mengambil tulang ikan tersebut untuk di jual. Bagaimana dengan mata ikan itu? mereka ambil dan di simpan
(mata dari ikan salmon itu seberat 0,001kg)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments