Di pagi hari.
Semua penduduk bumi mulai bersiap-siap dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang sibuk menyiapkan perlengkapan sekolah anaknya, sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga, sibuk berangkat bekerja juga pergi ke ladang atau sawah mereka masing-masing.
Sama halnya dengan keluarga Zahira yang saat ini tengah menikmati sarapan paginya. Meski jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh kurang, tapi mereka tidak melupakan untuk sarapan. Karna Bapak Zahira akan pergi ke ladang menggarap sawah yang menjadi mata pencaharian keluarga itu.
Saat ini di kampung Zahira sedang musim menanam padi atau Tandur (dalam bahasa Jawa) jadi penduduk di kampung itu sebagian besar sudah berada di ladang.
"Nduk.. Emak dan Bapak pergi ke sawah ya. Jangan lupa pintu rumah kamu kunci terus taruh di tempat biasa." Ucap Ibu Zahira sambil memasukkan lauk-pauk ke dalam rantang untuk dibawa ke sawah.
"Iya Mak.." Jawab Zahira singkat karena sedang mencuci piring bekas sarapan mereka.
"Mak.. Akmal minta uang saku." Ucap Akmal, adik Zahira yang akan berangkat ke sekolah.
"Ini, jangan lupa setelah pulang sekolah langsung pulang. Jangan main PS mulu kamu!" Tekan ibu Zahira pada anak bungsunya itu yang selalu bandel jika main di Warnet.
"Siap Mak.. Akmal bakal langsung pulang kok." Jawab Akmal sambil memberi hormat kepada Ibunya.
Ibu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak bungsunya itu.
"Ya sudah kami berangkat ke sawah ya, kalian hati-hati di jalan terutama kamu Nduk!" Pesan Ibu, lalu mengulurkan tangannya kepada Akmal dan Zahira untuk di cium takzim, begitu juga Bapak turut mengulurkan tangannya.
"Assalamu'alaikum..." Pamit kedua orang tua Zahira melangkah keluar.
"Wa'alaikumsalam.." Jawab Akmal dan Zahira.
"Mbak.. aku juga berangkat, sudah di tunggu teman-teman di depan gang." Pamit Akmal dengan mengeluarkan sepedanya dari rumah.
"Iya hati-hati Mal. Mbak juga mau siap-siap." Zahira masuk ke dalam kamar mengganti pakaian santainya dengan pakaian kerja.
Zahira bekerja di sebuah Swalayan yang lumayan besar. Jam masuk kerjanya mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.00 sore. Zahira sudah lama bekerja di tempat itu sudah sekitar empat tahun. Saat ini Zahira sedang mengenakan seragam warna oranye tidak lupa dengan kerudung warna hitam juga celana jeans hitam.
Setelah mengunci pintu rumah, Zahira langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor matic dengan jarak tempuh sekitar tiga puluh menit. Sampai di tempat kerja, Zahira langsung menyapa rekan-rekan kerjanya dan melakukan kegiatan yang sudah menjadi tugas masing-masing.
***
Laki-laki tampan yang memiliki hidung mancung saat ini juga tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Meski sang Ibu sedang sakit, dia tidak pernah mengeluh untuk membuat sarapan di pagi hari. Yaitu membuat nasi goreng dengan telur dadar.
Sedangkan sang Ayah sibuk merawat istrinya yang masih sakit. Jadi mereka membagi tugas di pagi hari itu.
"Yah.. Bu, Adam sudah selesai sarapan. Adam berangkat kerja dulu." Pamit Adam, masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya lalu mencium tangan mereka juga kening sang Ibu.
"Hati-hati ya nak.." Lirih sang Ibu yang berbaring di kasur empuknya.
Adam berangkat bekerja mengendarai sepeda motor sportnya meskipun dia memiliki mobil tapi lebih praktis menggunakan sepeda motor, begitu pikir Adam.
***
Mendengar suara sepeda motor Adam yang sudah menghilang. Ayah dan Ibu mulai membahas masalah perjodohan putra semata wayangnya itu.
"Bagaimana Yah.. apa Ayah sudah bilang pada Adam soal perjodohan?" Lirih Ibu Adam bertanya pada sang suami.
"Sudah Bu.. Ayah sudah membahas masalah itu sama Adam malam tadi." Jawab ayah dengan tenang.
"Terus, apa Adam bersedia?" Harap Ibu menatap sang suami yang saat ini sedang membuka bungkus obat untuk ia minum.
.
.
.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Yunisa
Semoga Adam setuju
2022-08-12
0
Mima
bahasa nya bagus, lanjutkan baca
2022-06-16
4