Sore itu banyak sekali kendaraan berlalu lalang, bersalip-salipan di jalanan. Jam pulang kerja memang waktu yang ditunggu-tunggu bagi mereka agar segera sampai di rumah. Mengistirahatkan badan yang cukup lelah setelah seharian bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Berbeda dengan pasangan ini. Si pria begitu santai mengendarai sepeda motornya seperti sedang menikmati momen yang tidak pernah ia rasakan.
"Kak, apa sepeda motorku sudah selesai?" Tanya Zahira dengan suara sedikit keras. Masih dengan jarak aman duduknya.
"Belum, mungkin besok baru bisa diambil." Jawab Adam agak keras juga, menoleh ke samping sebentar.
Namun tiba-tiba Adam mengerem mendadak karena tidak mengetahui bila ada lubang di depannya membuat Zahira meringsek ke depan memeluk tubuh laki-laki berparas tampan itu, Zahira pun dibuat kaget.
"Aduh." Keluh Zahira tanpa sadar kalau kedua tangannya memeluk pinggang Adam.
Adam yang dipeluk Zahira, tubuhnya langsung menegang. Tidak tahu harus bagaimana karena ini pertama kalinya ia disentuh oleh perempuan. Zahira sendiri belum menyadari jika dia masih setia memeluk tubuh atletis itu.
"Eh, m-maaf Kak.. aku nggak sengaja. Tadi kaget aja karena Kakak ngerem mendadak." Ucap Zahira dengan takut lalu melepaskan pelukannya dan kembali duduk normal.
Adam tidak menyahuti ucapan Zahira, setelah gadis itu melepas pelukan di tubuhnya. Adam mulai melajukan motornya lagi.
"Duh.. apa dia marah ya, dasar kamu Zahira.. bisa-bisanya meluk tubuhnya." Rutuk Zahira dalam hati.
Saat sampai di kampung mereka, banyak sekali pasang mata yang melihat Adam dan Zahira berboncengan. Karena baru kali ini mereka melihat kedekatan antara Adam dan Zahira yang begitu mencolok.
"Eh, ibu-ibu itu bukannya Adam dan Zahira ya?" Tanya salah satu ibu-ibu kepada teman sebelahnya. Mereka berkumpul di salah satu rumah warga menemani anak-anak mereka bermain.
"Iya. Bener kamu, itu memang Adam dan Zahira!" Seru ibu-ibu yang memakai daster maroon.
"Apa mungkin mereka pacaran?" Tanya ibu yang berbadan tambun.
"Mungkin, tapi jika mereka pacaran. Mereka serasi kan." Ucap ibu-ibu yang memakai kerudung instan.
"Sangat serasi malah, yang satu cantik dan satunya tampan. Ya, aku do'akan biar mereka tidak lama-lama pacarannya, mengingat umur Zahira sudah pantas memiliki anak. Benar kan ibu-ibu!" Seru ibu-ibu yang memakai daster maroon tadi meminta pendapat pada yang lainnya.
"Iya, betul sekali." Mereka semua mengangguk setuju.
Mereka belum tahu saja jika yang mereka bicarakan tadi adalah calon suami istri. Karena yang tahu hanya keluarga besar mereka saja. Dan tidak perlu di umbar-umbar biar mereka tahu dengan sendirinya nanti.
Adam membelokkan kendaraannya ke gang rumah Zahira. Setelah sampai Zahira langsung turun dari motor Adam. Ibu Zahira yang lagi duduk dengan Bapak di teras depan, terheran melihat keduanya. Kenapa bisa berboncengan.
"Assalamu'alaikum.." Ucap salam Adam dan Zahira bersamaan.
"Wa'alaikumsalam." Jawab kedua orang tua Zahira.
Adam dan Zahira menyalami mereka. "Motor kamu ke mana Nduk.. kenapa dibonceng Nak Adam?" Tanya sang Ibu penasaran kemudian mempersilahkan Adam untuk duduk.
"Mogok Mak." Jawab Zahira.
"Terus Nak Adam.. kok bisa tahu kalo motor kamu mogok?" Kali ini Bapak yang bertanya.
"Tadi kami makan siang berdua Pak. Pas Hira mau balik ke tempat kerja. Eh, motornya nggak mau nyala." Jawab Zahira dengan cengiran kecil.
Bapak geleng-geleng kepala. "Untung ada Nak Adam, jika tidak kami pasti khawatir Nduk. Nanti kamu pulangnya gimana." Ucap Bapak.
"Terima kasih ya Nak Adam sudah antar putri kami pulang." Sahut Ibu Zahira.
"Sama-sama Mak." Balas Adam ramah.
"Kak Adam aku buatkan minum dulu ya." Tawar Zahira sebagai ucapan terima kasihnya.
"Tidak usah, aku harus pulang." Tolak Adam.
"Tidak apa-apa Nak Adam, Nak Adam pasti haus kan." Kata Ibu Zahira.
"Tidak Mak, terima kasih untuk tawarannya. Tapi saya harus pulang." Tolak Adam sekali lagi karena badannya benar-benar sudah gerah, lengket dengan keringat.
"Ya sudah jika tidak mau, Nak Adam juga butuh istirahat." Ucap Ibu Zahira memaklumi.
"Makasih banyak ya Kak tumpangan gratisnya." Ucap Zahira diselingi candaan tak lupa senyuman manis ia sematkan.
Adam mengangguk disertai senyuman tipis.
.
.
.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
meE😊😊
iihh bner2 natural crta y kereeennnn
2022-10-02
3
pietta
cerita keseharian di kampung2.. 🥰
2022-08-29
2
Tri Wahyuni Drw Skincare
ceritanya merakyat bukan kalangan atas terus, CEO 😅
2022-07-03
4