Sesampainya di kantor, Bibi Lauren mengabaikan semua orang yang menyapanya, wajahnya tampak tidak bersahabat.
Naik menggunakan lift khusus, akhirnya bibi Lauren sampai di lantai ruangan Byakta.
Tidak mengetuk pintu, wanita paruh baya itu masuk dengan dada bergemuruh, ia mendapati Byakta dan Bastian sedang berbincang berdua.
Keduanya tampak kaget melihat bibi Lauren datang dengan wajah penuh kemarahan.
"Bibi kau datang?" Byakta menghampiri bibi Lauren.
Saat Byakta ingin memeluk bibi Lauren, wanita paruh baya itu mundur selangkah menghindari Byakta.
"Wanita gila itu memang menyiksa mu, dia menghajar mu hingga meninggalkan trauma begitu dalam. Tapi, itu semua bukan alasan untuk mu menjadi tidak punya hati seperti ini!"
"Kau lupa! Aku membesarkanmu dengan kasih sayang dan cinta, apa itu semua kurang! Sehingga kau membalas semua lukamu kepada gadis malang itu!" teriak bibi Lauren untuk pertama kalinya pada Byakta.
Byakta terkesiap mendengar semua ucapan bibi Lauren, ada apa ini? Ada masalah apa sehingga bibi membentak ku?.
"Bibi, sebenarnya apa yang terjadi? Kau datang marah-marah, sungguh aku tidak mengerti dengan semua ini,"
Dia bingung, kenapa tiba-tiba bibi Lauren datang marah-marah? Apa yang membuatnya semarah ini hingga berteriak seperti itu.
Begitu juga Bastian yang ikut terkesiap mendengar teriakan bibi Lauren, ia sepertinya mengerti ke arah mana maksud dari bibi Lauren.
"Bibi, ini semua salahku, bukan salah Byakta, aku yang membawa gadis itu padanya," Bastian mencoba menengahi.
Pandangan bibi Lauren beralih pada Bastian, ia berjalan mendekat hingga suara tamparan menggema di dalam ruangan itu.
Bastian memegang pipinya yang terkena tamparan tangan lembut wanita yang sudah membesarkannya.
Lalu bibi Lauren kembali menghampiri Byakta dan suara tamparan itu kembali menggema di ruangan tersebut.
"Aku benar-benar kecewa pada kalian, tidakkah kalian berpikir aku ini adalah wanita? Bagaimana jika seseorang memanfaatkan kelemahan ku? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan kalian berdua, tega sekali kalian kepada gadis malang itu,"
Bibi Lauren meneteskan air matanya, sesama wanita ia juga merasakan bagaimana beratnya menanggung beban hidup sendirian. Lalu orang lain malah memanfaatkan keadaannya seperti ini, sungguh tidak punya hati.
"Bibi, aku bisa menjelaskan semuanya," Bastian kembali ingin memberi pengertian.
"Kalau begitu jelaskan!" pinta bibi Lauren ketus.
"Bibi, awalnya aku tidak tahu dia adalah yatim piatu, yang aku tahu ibu tirinya yang menawarkan dia, sebab adiknya yang menderita kanker darah stadium akhir butuh biaya berobat yang tidak sedikit,"
"Awalnya dia menolak, karena dia sangat menjunjung tinggi nilai kesakralan sebuah pernikahan. Namun, saat itu juga dokter mengatakan kalau adiknya harus di operasi hari itu juga dengan biaya seratus lima puluh juta."
Bastian menjelaskan semuanya tanpa ada yang ia tutupi sedikitpun, berharap Byakta mau membuka hatinya walau hanya rasa iba sekalipun.
Namun setelah Bastian selesai menjelaskan semuanya tiba-tiba dia terhuyung jatuh ke lantai karena satu bogem mentah melayang ke rahang kokohnya.
"Brengsek! Kau bahkan tidak mengatakannya padaku," pekik Byakta marah.
Bastian bangkit lalu mengusap darah yang mengalir di ujung bibirnya "Karena dia tidak ingin orang mengasihaninya, oleh sebab itu dia memohon padaku untuk menutupi semuanya,"
Kini rasa bersalah itu bukan hanya Bastian yang merasakannya, Byakta dan bibi Lauren juga ikut merasakannya, searogan dan sedingin apapun sifat Byakta, dia tetap tidak ingin menyakiti orang-orang baik.
Ketiganya kini duduk terdiam di ruangan itu, menyesali semua yang sudah terjadi, bibi Lauren menyesali semua ketidakberdayaannya melarang Byakta untuk melakukan perjanjian pernikahan sepihak, Bastian menyesal karena sudah membawa Audrey masuk kedalam kehidupan hampa bosnya, sedangkan Byakta, pikirannya campur aduk.
Baru saja gadis itu meminta bercerai darinya, karena kesepakatan pernikahan itu sudah habis waktunya. Ada rasa tidak rela di hatinya, tapi ia sudah mengambil keputusan untuk mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
no komen thor lanjut
2024-01-29
0
Umi Badriah
dari pertama baca,aku mewek terus. Thor 😭😭😭 ikut merasakan kepedihan audrey
2023-10-26
0
Neni Heryadi Kurnaedi
semoga audrey mendapatkan kebahagiaan
2023-06-13
0