Satu hari yang sangat berharga bagi Audrey setelah pernikahannya, ia memanfaatkan satu hari ini untuk melakukan banyak hal sebelum ia kembali ke rumah besar itu dan menjadi dirinya yang lain.
Karena dalam perjanjian yang tertulis di kertas, Audrey tidak boleh terlalu sering keluar dari rumah, terlebih lagi saat dia hamil nanti, ia harus fokus pada kehamilannya.
"Hai, apa kabar?" Sapa Audrey saat sudah didalam ruang rawat adiknya. Ini adalah kali kedua Audrey mengunjungi adiknya setelah pasca operasi.
Tidak ada jawaban, masih sama seperti waktu pertama kali ia menjenguk adiknya sebelum pernikahan dilaksanakan.
Remaja berumur tiga belas tahun itu hanya diam dengan mata tertutup terbaring di kasur rumah sakit dalam keadaan koma.
Ya, Rayyan dinyatakan koma dan hingga saat ini belum memberikan perkembangan apa pun untuk dia bisa bangun kembali seperti dulu.
"Kapan kamu bangun, kakak rindu!" Audrey menggenggam tangan adiknya sambil terisak.
"Ray, sekarang kakak sudah menikah, bangunlah dan ucapkan selamat untukku, kamu pasti penasaran kan,seperti apa suamiku?" ucap Audrey sambil tersenyum getir lalu ia mengusap air matanya.
Hatinya mengatakan tidak ada yang perlu di banggakan dari pernikahannya, karena suaminya menganggap dia bukanlah istri, melainkan hanya seorang wanita sewaan yang disewa untuk melahirkan seorang anak dengan kedok pernikahan.
"Dia adalah laki-laki baik, lemah lembut dan juga penyayang, dia juga kaya. Kamu tau? Semua pengobatan mu dia yang nanggung! Hebatkan dia?"
Audrey terus mengoceh di depan adiknya yang hanya diam tak merespon sedikitpun, meski tak mendapat sahutan apapun, gadis itu terus mengajaknya berbincang banyak hal, karena itu adalah anjuran dari dokter, agar otak dan saraf pasien cepat berfungsi kembali.
"Kamu baik-baik disini, ya? Kakak akan sering-sering kunjungi kamu, semoga saat kakak datang lagi, kamu sudah sadar dan sembuh seperti dulu," tutur Audrey sambil meneteskan air mata.
Bagi Audrey, Rayyan bukan hanya sekedar adik. Tapi, dia adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki, keluarga yang harus dilindungi dan dia sayangi.
Ada rasa takut di dalam hati gadis itu saat dokter menyatakan adiknya koma setelah pasca operasi, rasa takut akan kehilangan untuk yang kesekian kalinya.
Sudah cukup ia kehilangan kedua orang tuanya, jangan lagi adiknya, begitu ia selalu meminta pada Tuhan.
Rayyan adalah semangat hidupnya, dia adalah satu-satunya alasan Audrey masih bisa sekuat karang di lautan menjalani hari-hari yang semakin berat.
Audrey meninggalkan Rayyan dengan hati yang masih mengandung mendung, ia sedih karena tidak bisa menemani adiknya setiap hari, karena ia harus bekerja sebagai istri dari orang kaya raya itu.
Setelah meninggalkan rumah sakit, Audrey berniat mengunjungi makam ayahnya, dengan menaiki taksi Audrey menyusuri jalanan kota Milan.
Ia melihat dari kaca taksi, begitu banyak kehidupan manusia yang memiliki tujuan masing-masing, termasuk dirinya. Ia tidak perlu membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain, karena setiap kehidupan punya problem masing-masing.
Ia selalu menyemangati hatinya agar tetap kuat menjalani hari-hari, karena ia juga tahu bukan hanya dia yang memiliki hari berat dalam hidupnya.
Yatim piatu bukan alasan untuknya selalu bersedih merenungi nasib, justru dengan ini ia bisa menjadi cepat dewasa dan kuat.
Perjalanan yang tak begitu memakan waktu, akhirnya Audrey sampai di sebuah pemakaman umum di kota Milan, tempat ayahnya di semayamkan.
Sebelum memasuki gerbang pemakaman, Audrey diam sejenak untuk melonggarkan perasaannya dari sesak yang terasa menghimpit di dadanya.
Ia melihat di hamparan tanah yang luas itu, ada jiwa yang sangat dirindukan sosoknya, sosok yang dulu selalu mengusap kepala dan mengucapkan kalau dia bangga memiliki Audrey dalam hidupnya.
"Walaupun kamu seorang perempuan, ayah yakin kamu bisa menjaga adikmu dengan baik"
Itulah kalimat yang selalu ayahnya katakan di saat masih ada dulu, dari sejak Rayyan lahir hingga ia akan menutup mata dan meninggalkan kedua anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
jadi inget m nasib sendiri yg udah g punya ortu Dan cuma punya adek satu😭😭😭
2024-01-29
0
💥💚 Sany ❤💕
Nyesek...baca bab ini pingin nangis 😢😢. Cepat sadar n sembuh ya Rey.
2023-04-25
0
Samsuna
nangis aku😭😭😭
2023-03-07
0