Audrey merapikan rambutnya serta mengusap air matanya yang hampir jatuh dari pelupuk matanya dan kembali berdiri di depan pintu, berharap bisa melihat sedikit saja bayangan adiknya di dalam sana.
"Selamat siang nyonya Charlotte," sapa salah satu dari orang-orang berjas hitam itu.
"Selamat siang Tuan," sambut Charlotte sopan.
"Ada apa anda menghubungi saya, nyonya?" tanya orang berjas hitam itu.
Charlotte tersenyum lalu mendekat "Anda melihat gadis itu?" Charlotte menunjuk Audrey yang sedang berdiri di depan pintu sambil terus mencoba melihat bayangan yang ada di dalam ruangan.
"Ya?" jawab laki-laki mengikuti arah tunjuk Charlotte.
"Dia gadis yang saya bilang kemarin, Tuan. Dia sedang butuh uang banyak untuk operasi adiknya, dia pasti bersedia menikah dengan majikan Tuan," ujar Charlotte tak berperasaan.
Wanita itu sangat tahu berapa nominal yang dijanjikan oleh orang-orang tersebut jika mau menikah dengan bos mereka.
Tidak ada yang ia pikirkan kecuali uang dan kesenangan, dengan memanfaatkan keadaan anak-anak tirinya.
Sifatnya yang suka bersenang-senang dan berfoya-foya, mampu melakukan segala cara tanpa harus capek bekerja.
"Baiklah, saya akan bicara padanya," kata laki-laki itu.
"Iya tuan, lebih cepat lebih baik, dia sedang butuh biaya banyak, saya yakin dia bersedia," bisik Charlotte agar tak didengar Audrey kalau ia sangat antusias dengan pernikahan yang sama sekali belum diketahui Audrey sendiri.
Beberapa laki-laki itu berjalan mendekat ke tempat Audrey berdiri dengan tatapan kosong pada pintu ruangan yang tak kunjung terbuka.
"Permisi Nona!" sapa salah satu laki-laki tersebut.
Audrey menoleh kaget karena tidak fokus dengan sekitar, dahinya mengernyit saat melihat salah satu laki-laki tersebut.
Audrey ingat, kalau laki-laki yang sedang berada di hadapannya saat ini, adalah laki-laki yang ditabraknya saat berlari ke rumah sakit tadi.
Begitu juga laki-laki itu langsung mengenali Audrey yang sempat menabraknya tadi.
"Bukankah Anda yang menabrak saya tadi, Nona?" tanya laki-laki itu memastikan.
Dalam hati laki-laki itu ia sangat senang, pikiran licik sudah melintas di dalam otaknya, bukan karena dia jahat, akan tetapi ini adalah peluang untuknya.
Audrey hanya mengangguk sebagai jawaban, karena hatinya merasa was-was, untuk apa laki-laki datang kesini, apakah akan meminta tanggung jawabnya karena sudah menabraknya tadi, Audrey bertanya-tanya dalam hati.
Ia mengamati tampilan beberapa laki-laki di hadapannya, semua yang mereka kenakan dari ujung rambut hingga ujung kaki adalah benda-benda mahal.
Terlintas didalam pikiran Audrey, bahwa orang-orang ini adalah orang kaya, yang suka memeras orang kecil sepertinya hanya karena masalah sepele saja.
Dengan hati-hati Audrey langsung bertanya, saking takutnya ia sampai gugup mengeluarkan kekhawatirannya.
"A-apakah Anda akan meminta ganti rugi untuk kejadian tadi? Tapi maaf tuan, saya tidak punya uang untuk ganti rugi," ucap Audrey gugup sambil menunduk.
"Hhmm, harusnya begitu, tapi karena anda tidak punya uang, bagaimana kalau saya menawarkan anda sebuah pekerjaan yang gajinya sangat menjanjikan," tutur laki-laki tersebut.
Laki-laki itu langsung menembakkan peluru pada Audrey, mungkin terlihat licik, tapi ia harus melakukan itu agar pekerjaannya cepat selesai.
Sebenarnya ia muak dengan pekerjaan mencari jodoh untuk tuannya, oleh sebab itu ia harus cepat menyelesaikan pekerjaannya.
"Pekerjaan? Pekerjaan apa yang anda maksud tuan, saya tidak mengenal Anda, begitu juga anda tidak mengenal saya, bagaimana dengan sangat mudah anda menawarkan saya pekerjaan?"
"Tidak masalah Nona, saya memang tidak mengenal Anda, tapi saya mengenal ibu anda." Laki-laki tersebut melirik sedikit ke arah Charlotte.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
pak bos knp minta dicariin jodoh g laku p gmn pak bos🤭🤭🤭🤭
2024-01-29
0
Rugun Sitanggang
ku kira mau sama laki laki yg d tabrak mau menikahi, ternyata untuk s boss
2023-07-10
0
Tase Nim
ibu tiri jahat
2023-07-06
0