RLM bab 9

Hari ini dengan ditemani ibu tirinya, Audrey melangsungkan pernikahan dengan Byakta.

Tercetak wajah bahagia ibu tirinya, karena pada akhirnya ia tidak perlu repot-repot mengurus anak tirinya yang memang tidak pernah diurusnya.

Karena mulai hari ini ia akan menjadi orang kaya mendadak dengan menjual anak tirinya itu pada konglomerat.

Bayangan uang lima miliar itu seperti taburan bunga-bunga yang sengaja dijatuhkan dari atas, berhamburan dengan harum yang semerbak.

Sedangkan Audrey terus mengusap ujung matanya agar cairan bening itu tidak jatuh membasahi pipinya dan akan merusak riasan di wajahnya.

Ia terus menegaskan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja, hanya satu tahun kan? Begitu hatinya menyemangati langkahnya.

Setelah satu tahun ia akan membawa adiknya pergi meninggalkan kota kelahiran ayahnya, akan memulai hidup baru dengan uang yang akan didapat setelah berhasil melahirkan keturunan untuk suaminya.

Rencana itu sudah tersusun rapi di benaknya, biarlah hati ini untuk satu tahun kedepan ia akan menderita, tapi setelahnya ia akan bahagia hidup berdua dengan adiknya.

Apakah ia tak punya nurani untuk anak yang akan ia lahiran nanti? Tentu saja punya, hanya saja sejak awal dia tahu untuk apa dia menikah dan dia juga sadar tidak ada cinta di dalamnya, ia yakin anak itu akan bahagia bersama keluarga ayahnya.

Pernikahan akan berlangsung, Audrey duduk di tempat yang tidak jauh dari Byakta akan mengucapkan janji suci pernikahan. Ia duduk diapit dua orang wanita paruh baya, bibi Lauren dan juga Charlotte ibu tirinya.

"Apakah anda sudah siap?" tanya penghulu pada Byakta.

Byakta yang sejak tadi melamun, tersentak dengan pertanyaan Bapak penghulu tersebut.

"Apakah anda sehat? Wajah Anda terlihat pucat sekali," tanya penghulu itu lagi.

Ia merasa heran, bukan sekali ini saja ia menikahkan Byakta, ini bahkan sudah kali ke empat ia menikahkan laki-laki itu dengan wanita yang berbeda, tapi baru hari ini ia terlihat pucat seperti itu.

"Ya, aku sehat. Hanya saja aku agak capek karena akhir-akhir ini pekerjaanku sangat banyak," jelas Byakta menutupi kegugupannya.

Ia juga tidak tahu, sejak bertemu dengan Audrey di kantornya waktu itu, Byakta sering tak bisa tidur, tidak tahu hal apa yang mengganggunya, akan tetapi ia mendadak mengalami penyakit insomnia.

Bahkan bayangan penyiksaan masa lalu yang dilakukan ibunya menjadi lebih sering muncul bahkan saat ia sadar sekalipun.

Kegugupan yang tak bisa ia tutupi semakin terlihat saat keringat mulai mengalir di keningnya.

Sehingga ijab Qabul harus diulang sampai tiga kali, hanya karena Byakta selalu salah mengucapkan nama Audrey.

Pak penghulu meminta Byakta untuk istirahat beberapa saat untuk menetralisir kegugupannya dan disetujui oleh Byakta dan keluarga.

Bibi Lauren mempersilahkan Audrey untuk istirahat juga di sebuah kamar tamu bersama dengan ibu tirinya.

Setelah itu bibi Lauren menghampiri Byakta yang sedang mencari udara segar di halaman belakang rumahnya.

"Bagaimana, sudah lebih baik?" Bibi Lauren penepuk pundak Byakta.

Byakta hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya.

"Lakukan dengan hati, By! Bibi yakin semua akan kau lewati dengan mudah," kata bibi Lauren menasehati.

Byakta diam tidak menanggapi ucapan bibi Lauren. Bagaimana melakukannya dengan hati, sedangkan pernikahan ini hanyalah pernikahan saling menguntungkan, bukan pernikahan karena saling mencintai.

"Perasaan bibi mengatakan dia adalah gadis yang akan mengubah hidupmu nanti. Jadi, sekali ini lakukan dengan hatimu, terima dia sebagai istrimu, bukan hanya wanita yang kau bayar untuk melahirkan benihmu," nasehat bibi Lauren panjang lebar.

Belum ada jawaban dari Byakta, ia hanya diam mendengarkan semua ucapan bibi Lauren, hingga seorang pelayan datang dan mengatakan jika pak penghulu memintanya segera kembali dan melakukan ijab qobul lagi.

Semua orang kembali berkumpul di tempat yang digunakan melakukan ijab qobul, tidak banyak karena hanya mengundang keluarga inti dan dua orang saksi saja.

Byakta kembali merasakan kegugupan, namun kali ini dia tidak mau kalah, dia harus bisa, kalau tidak pernikahan akan gagal.

Hingga para saksi mengucapkan kata sah, Byakta bernafas lega, akhirnya semua berlalu dan kini Audrey telah sah menjadi istri sementaranya.

Audrey tak henti meneteskan air mata, bukan air mata bahagia, namun air mata pilu, karena dia sudah berhasil menjual rahimnya kepada laki-laki yang baru saja menyebut namanya di dalam ijab qobul.

Rasa sedih dan hina menjalar di hati Audrey, tidak menyangka hanya untuk bertahan hidup ia harus menjual rahimnya sendiri.

'Tuhan, semoga engkau mengampuni aku' Gumamnya dalam hati.

Pak penghulu meminta kedua pengantin baru itu untuk menyematkan cincin pernikahan, setelah itu pak penghulu juga meminta Audrey untuk mencium tangan Byakta sebagai suami dan minta Byakta mencium kening Audrey sebagai istri.

Ketika Audrey mencium tangan Byakta, jantung laki-laki itu berdegup kencang, dan ketika ia mencium kening Audrey, jantungnya semakin tak karuan merasakan hangatnya kening gadis itu.

Byakta pun merasa heran, empat kali is menikahi wanita, baru kali ini ia merasakan hal aneh bahkan dari pertama melihat gadis ini memang ada yang aneh dengan hatinya.

Setelah acara pernikahan selesai, bibi Lauren meminta Audrey istirahat di kamar Byakta, ia mengantarkan langsung menantunya itu.

Di saat berada di kamar, bibi Lauren menutup pintu kamar dan mengajak Audrey untuk bicara.

"Nak, bibi tahu kamu melakukan ini karena terdesak perihal ekonomi. Tapi, bisakah bibi meminta sesuatu padamu?"

"Apa itu, Bi?" tanya Audrey penasaran.

Gadis itu tahu, meski Byakta terlihat dingin dan arogan, tapi Bibi Lauren terlihat baik, ia bersyukur karena mendapatkan mertua yang baik, walaupun tidak tahu sebaik apa wanita di hadapannya ini, ia berharap tidak seperti ibu tirinya yang penuh kepalsuan.

"Sebenarnya dia adalah laki-laki baik, hanya saja hatinya menjadi dingin karena kekerasan fisik di waktu kecil. Bibi ingin kamu mencairkan hatinya dengan kelembutan kamu, jika kamu enggan melakukannya demi dia, setidaknya lakukan demi wanita tua ini,"

Bibi Lauren berkata sambil berkaca-kaca, membuat Audrey iba melihatnya, "Bi, aku tidak bisa menjanjikan apapun untuk Bibi." Audrey meraih kedua tangan Bibi Lauren "Karena kita sama-sama tahu, seperti apa pernikahan ini sebenarnya. Tapi, aku minta restu dari bibi, agar semua berjalan sebagaimana mestinya." Audrey tersenyum di akhir kalimatnya.

"Kamu harapan bibi, Nak! Karena bibi melihat ketulusan di matamu, bibi yakin kamu wanita yang baik." Bibi Lauren mengusap kedua pundak Audrey.

Setelah itu ia berpamitan keluar dari kamar, meninggalkan Audrey yang kembali menangisi nasibnya sendiri.

Sedangkan Byakta berada di ruang kerjanya bersama Bastian, ia menceritakan keanehan yang ia alami sejak bertemu dengan Audrey.

"Bisa jadi itu getaran cinta," kata Bastian menebak-nebak.

"Omong kosong! Aku nggak percaya hal seperti itu," sangkal Byakta.

Keduanya berbincang bukan antara direktur dan asistennya, tapi sebagai sahabat.

"Cinta pada pandangan pertama," goda Bastian.

Ia langsung mendapatkan tatapan membunuh dari Byakta, "kalau kau mau naik ambulance, maka teruslah berkata omong kosong di depanku," ancam Byakta yang di sambut gelak tawa oleh Bastian.

"Kita lihat saja nanti, jangan terlalu membenci, karena saat kau jatuh cinta, kau akan mempermalukan dirimu sendiri," ucap Bastian sebelum menghilang dari balik pintu.

Lebih baik kabur duluan sebelum ia benar-benar naik ambulance dan masuk ruang ICU karena menggoda Byakta yang sudah seperti singa kehilangan mahkota.

Terpopuler

Comments

Noor Sukabumi

Noor Sukabumi

ehm pak bos dah punya rasa noh tp jg galak2 pak bos kalau Bastian naek ambulance yg ada mlh pak bos yg repot😆😆😆

2024-01-29

0

Endang Oke

Endang Oke

klh sdh 3 x ijab qobul tdk boleh. diteruskan lsgi. batal.

2023-01-24

1

Endang Prasetyowati

Endang Prasetyowati

ceritanya bagus dan penuh makna

2023-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 RLM bab 1
2 RLM bab 2
3 RLM bab 3
4 RLM bab 4
5 RLM bab 5
6 RLM bab 6
7 RLM bab 7
8 RLM bab 8
9 RLM bab 9
10 RLM bab 10
11 RLM bab 11
12 RLM bab 12
13 RLM bab 13
14 RLM bab 14
15 RLM bab 15
16 RLM bab 16
17 RLM bab 17
18 RLM bab 18
19 RLM bab 19
20 RLM bab 20
21 RLM bab 21
22 RLM bab 22
23 RLM bab 23
24 RLM bab 24
25 RLM bab 25
26 RLM bab 26
27 RLM bab 27
28 RLM bab 28
29 RLM bab 29
30 RLM bab 30
31 RLM bab 31
32 RLM bab 32
33 RLM bab 33
34 RLM bab 34
35 RLM bab 35
36 RLM bab 36
37 RLM bab 37
38 RLM bab 38
39 RLM bab 39
40 RLM bab 40
41 RLM bab 41
42 RLM bab 42
43 RLM bab 43
44 RLM bab 44
45 RLM bab 45
46 RLM bab 46
47 RLM bab 47
48 RLM bab 48
49 RLM bab 49
50 RLM bab 50
51 RLM bab 51
52 RLM bab 52
53 RLM bab 53
54 RLM bab 54
55 RLM bab 55
56 RLM bab 56
57 RLM bab 57
58 RLM bab 58
59 RLM bab 59
60 RLM bab 60
61 RLM bab 61
62 RLM bab 62
63 RLM bab 63
64 RLM bab 64
65 RLM bab 65
66 RLM bab 66
67 RLM bab 67
68 RLM bab 68
69 RLM bab 69
70 RLM bab 70
71 visual
72 RLM bab 71
73 RLM bab 72
74 RLM bab 73
75 RLM bab 74
76 RLM bab 75
77 RLM bab 76
78 RLM bab 77
79 RLM bab 78
80 RLM bab 79
81 RLM bab 80
82 RLM bab 81
83 RLM bab 82
84 RLM bab 83
85 RLM bab 84
86 RLM bab 85
87 RLM bab 86
88 RLM bab 87
89 RLM bab 88
90 RLM bab 89
91 RLM bab 90
92 RLM bab 91
93 RLM bab 92
94 Pengumuman GA
95 RLM bab 93
96 RLM bab 94
97 RLM bab 95
98 RLM bab 96
99 RLM bab 97
100 RLM bab 98
101 RLM bab 99
102 RLM bab 100
103 Pengumuman penting, jangan sampai nggak baca ya guys
104 Karya Baru
105 Ekstra Part RLM
106 Ekstra Part RLM 2
107 Karya Baru : Squel Rahim Lima Miliar
108 Happy Reading Guys PERNIKAHAN PENUH DENDAM
109 Promo Rania's First Love Beneran
110 Ekstra Part RLM 3
111 Ekstra Part 4
112 Ekstra Part 5
Episodes

Updated 112 Episodes

1
RLM bab 1
2
RLM bab 2
3
RLM bab 3
4
RLM bab 4
5
RLM bab 5
6
RLM bab 6
7
RLM bab 7
8
RLM bab 8
9
RLM bab 9
10
RLM bab 10
11
RLM bab 11
12
RLM bab 12
13
RLM bab 13
14
RLM bab 14
15
RLM bab 15
16
RLM bab 16
17
RLM bab 17
18
RLM bab 18
19
RLM bab 19
20
RLM bab 20
21
RLM bab 21
22
RLM bab 22
23
RLM bab 23
24
RLM bab 24
25
RLM bab 25
26
RLM bab 26
27
RLM bab 27
28
RLM bab 28
29
RLM bab 29
30
RLM bab 30
31
RLM bab 31
32
RLM bab 32
33
RLM bab 33
34
RLM bab 34
35
RLM bab 35
36
RLM bab 36
37
RLM bab 37
38
RLM bab 38
39
RLM bab 39
40
RLM bab 40
41
RLM bab 41
42
RLM bab 42
43
RLM bab 43
44
RLM bab 44
45
RLM bab 45
46
RLM bab 46
47
RLM bab 47
48
RLM bab 48
49
RLM bab 49
50
RLM bab 50
51
RLM bab 51
52
RLM bab 52
53
RLM bab 53
54
RLM bab 54
55
RLM bab 55
56
RLM bab 56
57
RLM bab 57
58
RLM bab 58
59
RLM bab 59
60
RLM bab 60
61
RLM bab 61
62
RLM bab 62
63
RLM bab 63
64
RLM bab 64
65
RLM bab 65
66
RLM bab 66
67
RLM bab 67
68
RLM bab 68
69
RLM bab 69
70
RLM bab 70
71
visual
72
RLM bab 71
73
RLM bab 72
74
RLM bab 73
75
RLM bab 74
76
RLM bab 75
77
RLM bab 76
78
RLM bab 77
79
RLM bab 78
80
RLM bab 79
81
RLM bab 80
82
RLM bab 81
83
RLM bab 82
84
RLM bab 83
85
RLM bab 84
86
RLM bab 85
87
RLM bab 86
88
RLM bab 87
89
RLM bab 88
90
RLM bab 89
91
RLM bab 90
92
RLM bab 91
93
RLM bab 92
94
Pengumuman GA
95
RLM bab 93
96
RLM bab 94
97
RLM bab 95
98
RLM bab 96
99
RLM bab 97
100
RLM bab 98
101
RLM bab 99
102
RLM bab 100
103
Pengumuman penting, jangan sampai nggak baca ya guys
104
Karya Baru
105
Ekstra Part RLM
106
Ekstra Part RLM 2
107
Karya Baru : Squel Rahim Lima Miliar
108
Happy Reading Guys PERNIKAHAN PENUH DENDAM
109
Promo Rania's First Love Beneran
110
Ekstra Part RLM 3
111
Ekstra Part 4
112
Ekstra Part 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!