Sejak malam itu Byakta tak pernah kembali kerumah, melihat Audrey hanya membuatnya terus merasa bersalah.
Meski Bibi Lauren berulang kali bertanya mengapa ia tidak membawa Audrey ikut tinggal di apartemennya, ia hanya mengatakan kalau ia hanya ingin sendiri untuk konsentrasi mengembangkan perusahaan barunya.
Berulang kali juga Bibi Lauren menyuruhnya untuk mengajak Audrey tinggal bersama dengannya, ia menolak dengan alasan kalau Audrey lebih baik di rumah, ia tidak boleh stres supaya cepat mengandung.
Hingga tiga bulan berlalu, tidak ada tanda-tanda kehamilan pada diri Audrey, ini adalah batas waktu yang tertera dalam perjanjian, jika dalam waktu tiga bulan pihak wanita tak juga hamil akan di ceraikan dengan pesangon lima ratus juta.
Audrey menarik nafas dalam-dalam, ia bersyukur karena ternyata ia tidak hamil, tak mengapa hanya lima ratus juta sebagai kompensasi, nominal itu sudah lebih dari cukup untuk ia hidup.
Rencana yang ada dalam benaknya adalah ia akan pergi dari kota kelahiran ayahnya terlebih dahulu bersama adiknya yang masih koma, lalu membangun usaha kecil-kecilan di tempat yang baru, rencana yang sempurna pikirnya.
Hari ini ia akan pergi menemui Byakta, ia ingin mengingatkan bahwa waktunya sudah habis dan mereka harus bercerai.
Sebenarnya ia tak ingin menemui laki-laki dingin nan arogan itu. Tapi, sejak laki-laki itu memutuskan tinggal di apartemen, Audrey juga tidak pernah lagi bertemu dengan Bastian, laki-laki itu seperti menghilang di telan bumi.
Saat ia bertanya dengan Bibi Lauren, wanita paruh baya itu hanya mengatakan kalau Bastian biasanya pergi keluar negeri kalau tidak terlihat dalam waktu yang lama.
Gadis itu pergi dengan taksi yang ia pesan beberapa jam yang lalu, di perjalanan gadis itu terus tersenyum membayangkan kebebasannya dari perjanjian itu, perjanjian yang membuatnya harus melalui hari yang sangat berat.
Kurang lebih empat puluh lima menit Audrey sampai di sebuah perusahaan yang dulu pernah ia datangi saat ia memutuskan untuk menikah dengan Byakta.
Dan di tempat ini juga ia akan minta bercerai dari laki-laki itu sesuai kesepakatan awal.
Gadis itu memasuki lobi perusahaan, lalu berjalan ke resepsionis dan disambut dengan senyuman oleh petugas resepsionis tersebut.
"Selamat siang, mbak," ucap Audrey ramah.
"Selamat siang juga, mbak. Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya ramah seperti pertama kali mereka bertemu dulu.
"Apakah Tuan Byakta ada?"
Setelah mendapat jawaban dari petugas resepsionis kalau Byakta ada di ruangannya, Audrey pun permisi untuk langsung menuju ruangan Byakta.
Sesampainya disana, Audrey langsung mengetuk pintu ruangan Byakta, lalu gadis itu masuk setelah mendapat jawaban dari dalam.
"Selamat siang, Tuan," sapa Audrey sambil tersenyum.
Sebenarnya ia takut berada di ruangan ini, karena hanya ada mereka berdua disini, ia takut akan terjadi sesuatu, namun ia menekan rasa takutnya, ia harus menyelesaikan urusannya dengan Byakta hari ini juga.
Byakta mendongak saat mendengar suara yang sangat ia kenali, tadinya ia pikir yang datang adalah staf sekretarisnya untuk mengantar berkas yang akan ia tandatangani, ternyata ia salah, justru yang datang adalah gadis yang hingga kini enggan ia temui.
"Ada apa kau kemari?" tanya Byakta datar.
Audrey hanya tersenyum, meski hatinya takut. "T-tuan saya mau memberi tahu ini sudah tiga bulan? Bukankah di dalam perjanjian jika dalam tiga bulan saya tidak bisa mengandung benih Anda, saya akan diceraikan? ini sudah waktunya, Tuan." Audrey menunduk setelah selesai mengatakan semuanya.
Ia melihat ada tatapan tidak senang dari laki-laki di hadapannya ini, kenapa? Bukankah ini memang sudah semestinya? Kenapa ia memberi tatapan membunuh kayak gitu? Gumam Audrey dalam hati.
Melihat Audrey salah tingkah dengan tatapan tak bersahabatnya, Byakta beranjak dari duduknya menghampiri gadis itu.
"Kau benar-benar ingin bercerai dariku?" tanya Byakta datar.
Audrey mengernyit mendengar pertanyaan Byakta, pertanyaan macam apa itu? Bukannya laki-laki songong ini yang membuat isi perjanjian, kenapa masih bertanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
dasar pak bos plin plan
2024-01-29
0
💥💚 Sany ❤💕
Klu jadi pisah, jangan sampe Audrey hamil ya...kasian hidupnya.
2023-04-25
0
💥💚 Sany ❤💕
Lah By...kan kamu yg bikin peraturannya, masa sich tiba2 jadi amnesia?. Jangan bilang kamu gak rela kehilangan Audre 😁😁.
2023-04-25
0