Begitu juga dengan Audrey, ada tatapan yang tidak biasa dari ibu tirinya, seperti menyiratkan suatu bahaya padanya.
"Bisa kita bicara berdua saja, Nona?" tanya laki-laki tersebut.
Audrey yang was-was dan bimbang, tidak bisa memutuskan apapun saat ini, dia hanya diam dan mencoba menelisik rencana apa yang sedang di susun oleh ibu tirinya itu.
Sedangkan laki-laki yang nampak lebih dominan dari pertama datang, dapat melihat kegelisahan yang dirasakan Audrey.
Ia juga tahu bahwa wanita yang bernama Charlotte hanyalah seorang ibu sambung, setelah pertemuan pertamanya dengan wanita paruh baya itu, laki-laki yang tidak lain adalah asisten pribadi Byakta sudah mencari tahu latar belakang kehidupan Charlotte.
Namun ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan anak gadis wanita itu, gadis berumur dua puluh tahun yang bernama Audrey Cantika dan adiknya yang bernama Rayyan.
"Tinggalkan kami berdua!" titah laki-laki itu pada beberapa anggotanya dan juga Charlotte.
Sedangkan Audrey hanya diam dan mencoba menetralkan rasa gugup dan takut di dalam dirinya.
Setelah kepergian beberapa laki-laki tadi dan juga Charlotte, Audrey langsung memasang wajah sinis guna melindungi dirinya.
Biar bagaimana pun ia hanya lah seorang gadis lemah, apalagi terlihat lorong rumah sakit di mana adiknya di rawat sangat sepi.
"Apa yang anda inginkan, Tuan? Pekerjaan macam apa yang Tuan maksud?" Audrey memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu.
"Jangan buru-buru, Nona! Mari kita bicara baik-baik, silahkan duduk dulu, saya tidak akan berbuat macam-macam kepada anda," tutur laki-laki tersebut dengan intonasi yang begitu lembut meyakinkan.
"Pertama, perkenalkan nama saya Bastian," sambung laki-laki tersebut memperkenalkan diri.
Audrey merasa laki-laki itu tidak mengintimidasinya, justru malah berbicara layaknya orang biasa sepertinya.
Karena itu rasa takut di hati Audrey sedikit berkurang, namun ia tetap harus was-was karena bisa jadi orang yang di hadapannya ini adalah srigala berbulu domba.
Saat Audrey baru saja mendaratkan tubuhnya pada kursi tunggu rumah sakit, laki-laki itu menyodorkan sebuah kertas yang diambil dari dalam sakunya dan menyerahkannya kepada Audrey.
"Bacalah," titah laki-laki tersebut.
Audrey menerima kertas tersebut dan membukanya perlahan dengan tangan yang gemetar, sesekali ia melihat ke arah laki-laki itu, ada sedikit rasa ragu di hatinya untuk membuka kertas tersebut.
Namun rasa penasaran di dalam dirinya yang tiba-tiba muncul, membuat gerakan pasti pada tangannya untuk membuka kertas tersebut dan membacanya.
"Kertas apa ini, Tuan? Ini apa maksudnya?" tanya Audrey tak paham.
Karena yang ia baca barusan bukanlah surat rekomendasi pekerjaan atau semacamnya.
Justru yang ia baca lebih mirip dengan surat perjanjian pra nikah yang sering ada di film-film drama.
"Baiklah, akan saya jelaskan," kata Bastian lugas.
Mendengar penjelasan Bastian, Audrey menutup mulutnya tak percaya, ada bulir bening yang menggenang di ujung matanya.
"Tidak, saya tidak akan melakukan itu sekali pun saya memang sangat butuh banyak uang!" tolak Audrey mentah-mentah.
"Meskipun aku masih terlalu muda dari kalian semua, tapi aku tahu pernikahan bukanlah hal yang bisa dimainkan," sambung Audrey sarkas.
Lalu gadis itu berdiri dari duduknya, "pergilah Tuan, katakan pada wanita itu, cari saja gadis lain untuk dinikahkan pada majikan, Tuan. Karena sampai kapan pun saya tidak akan mau melakukan pernikahan tersebut,"
Pada saat Bastian ingin menjelaskan kembali isi kertas tersebut, semua terhenti karena pintu ruangan yang digunakan untuk menangani adik dari Audrey terbuka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
msh belum ngeh m alur yg sbnrnya
2024-01-29
0
Ana Rohana
cerita nya bkin penasaran
2023-07-12
0
Rugun Sitanggang
pemaksaan dan penindasan sll
2023-07-10
0