Tidak peduli pukul berapa saat ini, Byakta menghubungi asistennya yaitu Bastian. Disinilah mereka saat ini, di ruang kerja Byakta, baru saja ia menghajar Bastian dengan segala emosinya.
"Sialan!" Teriak Byakta.
Ia benar-benar kesal dengan yang sudah terjadi, kenapa jadi begini?
Sekarang ia merasa sudah menjadi orang jahat yang merenggut kesucian seorang gadis dengan paksa.
"Cih! Ternyata kau lebih jahat dari ku, ingin sekali aku membunuhmu sekarang juga, sialan!" sambung Byakta lagi.
Nasib baik ruang kerja itu kedap suara, jadi sekuat apapun Byakta berteriak, tidak akan ada yang mendengarnya kecuali mereka berdua.
"Katakan!" Byakta menatap tajam Bastian yang sejak tadi hanya diam tidak memberi reaksi apapun, baik saat Byakta berteriak atau bahkan saat ia mendapatkan tendangan dan pukulan bertubi-tubi dari bos sekaligus sahabatnya itu.
Disini ia juga menyesali semuanya, ia merasa bersalah pada gadis malang itu, harusnya ia tidak membawa Audrey kepada Byakta, karena bosnya itu pernah mengatakan hanya ingin wanita yang gampang, suka uang dan juga tidak menuntut komitmen rumah tangga.
Namun ia melakukan kesalahan karena egonya yang ingin pekerjaannya cepat selesai tanpa memikirkan nasib masa depan gadis itu sedikit pun.
"Katakan, kenapa kau tidak mengatakan kalau dia benar-benar masih gadis, Katakan!"
Vas bunga melayang membentur dinding, hancur berserakan, seperti Audrey yang sudah kehilangan segalanya.
Gadis itu masih berada di bawah guyuran air shower, air matanya terus mengalir bersama derasnya air yang membasahi seluruh tubuhnya.
"Ayah, maafkan aku! Semua aku lakukan demi Rayyan,"
Ia mengusap perutnya, sekarang mungkin benih pria dingin itu sedang menjalani proses tumbuh dan berkembang didalam rahimnya.
Mungkin kalau benih itu berasal dari laki-laki yang dia cintai, ia akan menjerit bahagia ketika benih itu tumbuh di dalam rahimnya. Tapi ini? Bahkan ia tidak diperbolehkan menyebutkan dirinya sebagai ibu dari anak yang dikandungnya.
Semua itu tertulis jelas di dalam surat perjanjian yang diberikan Bastian waktu itu padanya.
Pihak perempuan tidak berhak atas anak yang dilahirkannya, dan tidak boleh memperkenalkan diri bahwa ia adalah ibu kandungnya.
Perih, sungguh perih saat takdir bertubi-tubi mempermainkan hidupnya, ia yang lemah dan rapuh tak punya pilihan lain selain mempertaruhkan segalanya demi satu nyawa yang ia sebut adik.
Lama ia menangis dibawah guyuran air itu, rasa dingin sama sekali tak ia rasakan, semuanya terkalahkan dengan ketidakberdayaannya.
Di tempat lain, Bastian belum terlepas dari amukan Byakta, rasa bersalah yang menyelimuti hatinya ia tumpahkan di tubuh Bastian yang hanya diam menerima semuanya.
Tampak pelipis dan ujung bibirnya mengeluarkan darah, namun sampai saat ini ia hanya diam tak bergeming sama sekali, membuat Byakta semakin membabi buta.
"Bicara, sialan! Kenapa kau hanya diam!" Satu bogem mentah melayang untuk yang kesekian kalinya ke wajah Bastian.
'biar, biar aku menghukum diriku seperti ini, maafkan aku yang menambah beban hidupmu'
Gumam Bastian dalam hati, entah kenapa semakin ia tahu tentang hidup Audrey, laki-laki itu merasakan perasaan berbeda pada gadis itu, tidak tahu kapan rasa itu ada, tapi Bastian yakin ini bukan sekedar rasa simpati semata.
Sekali lagi Byakta melayangkan pukulan lagi, hingga ia sendiri yang terjatuh terduduk di lantai, tenaganya habis untuk menghajar Bastian dengan penuh emosi.
"Beritahu aku, untuk apa ia melakukan ini? Kau pasti tahu alasannya," tanya Byakta frustasi.
Rasa bersalah di dalam hatinya menggugah hati nuraninya untuk tahu alasan apa yang mendasari gadis itu menyewakan rahimnya.
Namun Bastian bungkam, ia sudah berjanji pada Audrey untuk tidak mengatakan semuanya, ia tidak ingin orang kasihan padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
harusnya km cari tau sensiri tanpa melibatkan Bastian pak bos percuma km punya sifat arogan kalau ksmu g bisa cari tau p sebab Audrey menjual Rahim Dan dirinya
2024-01-29
0
💥💚 Sany ❤💕
Jangan bilang Bastian mulai suka ma Audrey. Dimulai dari rasa simpati jadi peduli hingga tumbuh yg namanya cinta.
2023-04-25
0
💥💚 Sany ❤💕
Ngomong Bas...ngomong...jangan diam ja. Biar bos mu yg dingin tu tau bagaimana Audrey. Kasian Audrey...
2023-04-25
0