Audrey tidak menjawab pertanyaan Byakta, gadis itu heran, harusnya hal ini tidak perlu dipertanyakan mengingat ada surat perjanjian yang sudah disepakati batas waktunya.
"Kau benar-benar ingin bercerai dariku?" ulang Byakta pertanyaannya tadi, kali ini dengan nada sedikit tinggi.
Membuat Audrey menunduk takut, "i-iya Tuan, sesuai perjanjian yang sudah saya tandatangani," ucap Audrey terbata.
"Kalau aku tidak mau menceraikanmu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Byakta datar.
Audrey mendongak menatap Byakta sebentar lalu kembali menunduk karena tatapan laki-laki itu belum melunak sama sekali.
'Apa katanya tadi? Tidak mau menceraikan ku, apa maksudnya orang ini? Cih, aku tidak mau terus jadi istrinya, dia bukan laki-laki idamanku, arogan, dingin dan juga jahat, membuatku merinding saja' gerutu Audrey dalam hati.
"Maksud Tuan, apa?"
"Baiklah, kau akan mendapatkan surat cerai secepatnya, sekarang pergilah kau mengganggu pekerjaanku," ujar Byakta sambil berjalan kembali ke kursi kebesarannya.
Ada yang berdenyut di dadanya saat Audrey tidak mengerti maksudnya, ia pun enggan menjelaskannya, baiklah jika itu maunya, begitu Byakta berpikir.
Audrey yang masih tidak paham dengan maksud dari ucapan Byakta hanya menundukkan kepala hormat dan berlalu pergi.
Setelah kepergian Audrey, vas bunga yang menghiasi meja kerjanya melayang membentur dinding berserak menjadi serpihan.
"Dasar gadis bodoh! Kenapa dia sama sekali tidak memikirkan masa depannya? Sebenarnya apa tujuannya melakukan ini?" Byakta frustasi sendiri melihat Audrey yang sepertinya sema sekali tidak terbebani.
Padahal sekuat tenaga dia menahan egonya agar pernikahan ini tetap berjalan, ia masih memikirkan nasib gadis itu kalau jadi janda dengan usia yang masih sangat mudah, itu pasti akan mempersulit hidupnya.
Satu hal yang iya tahu, sejak malam itu, Byakta tahu bahwa Audrey tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini, meskipun ia tidak tahu apa-apa soal gadis ini, tapi melihat sorot mata gadis itu, menyiratkan begitu banyak beban yang ia tanggung.
"Bastian, ya, Bastian! Dia pasti tahu tentang gadis itu. Cih, kemana si brengsek itu selama tiga bulan ini. Baiklah, sepertinya sudah cukup kau introspeksi diri."
Byakta mendial ponselnya, mencari satu nama yang akan dia hubungi, ia ingin mencari tahu tentang gadis itu, hal apa yang mendasarinya untuk mengorbankan dirinya hanya demi uang.
'Tidak, ini bukan demi uang, pasti ada alasan lain yang membuatnya harus melakukan ini' batin Byakta.
Untuk pertama kalinya dalam hidup Byakta mencari tahu tentang seorang wanita selain bibi Lauren, selama ini wanita yang ada dalam hidupnya hanyalah wanita tua itu. Karena ia sama sekali enggan untuk mengenal wanita manapun dalam hidupnya.
"Sudah cukup kau menghilang, sekarang kembalilah," ucap Byakta datar di sambungan teleponnya.
Tidak menunggu jawaban dari Bastian, ia langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
Beginilah mereka sejak kecil, setiap ada yang melakukan kesalahan harus dihukum dan pergi untuk introspeksi diri.
Semua itu dilakukan agar masalah yang ada tidak menjadi besar hanya karena emosi sesaat yang menguasai diri masing-masing.
Di tempat lain, Audrey dengan telaten membersihkan tubuh adiknya, biasanya kalau Audrey tidak datang, susterlah yang melakukannya.
"Mulai hari ini, kakak akan terus menjagamu. Cepatlah bangun, ayah pasti menunggu kita mengunjunginya,"
Audrey terus mengusap tangan Rayyan yang sudah kurus tinggal kulit dan tulang, penyakit yang menggerogoti tubuhnya perlahan menghilangkan ketampanannya.
"Sekarang sudah selesai, kakak akan mengganti bajumu, ya,"
Audrey dengan telaten merawat adiknya, ia tidak pernah memikirkan kebahagiaannya sendiri sejak ibunya meninggal dunia, ia harus membantu ayahnya untuk merawat adiknya.
Waktu bermainnya tersita hingga tak tersisa, ia tidak pernah menyesal ataupun marah dengan keadaan asal adiknya baik-baik saja semua tak mengapa.
"Selesai! kau terlihat tampan, wajahmu mirip sekali dengan ibu," tutur Audrey sambil tersenyum.
"Baiklah, karena kau sudah sangat tampan, sekarang aku minta izin untuk pulang, ok? Aku akan kembali esok, semoga besok kau sudah bangun,"
Ia pun meninggalkan adiknya bersama suster yang setiap hari menjaga dan merawatnya jika Audrey tidak datang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
pak bos dah mulai takut kehilangan Audrey yah
2024-01-29
0
💥💚 Sany ❤💕
Terbyata By punya hati jg wlo sikapnya arogan.
2023-04-25
0
💥💚 Sany ❤💕
Moja ja gak jadi cerai. Gak sanggup bayangin klu Audrey ntar jadi hamil n ngerawat adiknya.
2023-04-25
0