Entah akan sampai kapan ia akan terus bergantung pada obat-obatan itu, untuk menghilangkan trauma itu dari hidupnya.
"Bayangan itu kembali lagi, Nak?" tanya bibi Lauren hati-hati.
Satu anggukkan dari Byakta membuat bibi Lauren mendesah khawatir, ia benar-benar mengutuki Maryam yang sama sekali tidak punya hati, hingga membuat putranya sendiri terus hidup dalam trauma yang begitu dalam.
Dua puluh dua tahun peristiwa itu sudah berlalu, namun tidak mampu membuat Byakta melupakan setiap detik kejadian itu.
Berbagai cara sudah Lauren lakukan agar kehidupan Byakta menjadi normal seperti dulu, namun siksaan yang ia alami selama tiga tahun itu membuatnya tidak bisa keluar dari bayang-bayang masa lalu itu.
Bahkan, hingga saat ini pemuda itu menutup diri dari lawan jenisnya, ia sering mengatakan tidak ingin menikah dan punya anak, ia tidak ingin anaknya nanti mengalami hal buruk sepertinya.
Meski bibi Lauren sering mengatakan tidak semua wanita di dunia ini sama, akan tetapi Byakta tidak percaya itu.
Ia hanya percaya pada bibinya, selain itu semua wanita sama saja, licik, jahat, penuh ambisi dan serakah.
Dari beberapa wanita yang dikenalkan oleh bibi Lauren kepadanya, Byakta selalu melihat dan mengamati, tidak ada wanita setulus bibi Lauren.
"Bi, jangan paksa aku untuk menikah lagi, sudah cukup empat wanita itu saja. Tidak masalah jika aku hanya memiliki anak adopsi, kau bisa mendidik mereka dengan baik nanti," ucap lirih Byakta setelah merasa tenang.
Bibi Lauren menarik napas sambil memejamkan mata, bukan tanpa tujuan ia terus menjodohkan keponakannya itu, semua ini ia lakukan hanya berharap Byakta bisa keluar dari trauma itu dan menemukan gadis yang tepat dan penuh dengan ketulusan.
Keturunan hanyalah alasan bibi Lauren saja, karena ia tahu betul bagaimana pun keponakannya yang dingin tak tersentuh, juga memiliki sifat penyayang kepada anak-anak.
Tujuan utama bibi Lauren adalah ingin menemukan gadis penyayang yang akan mencairkan hati keponakannya yang sudah beku selama dua puluh dua tahun.
"Bibi tidak akan berhenti sampai kau sembuh dari trauma ini, By! Bibi yakin pasti ada wanita tulus yang akan menggantikan bibi mengurus mu, kau ingat bibi sudah tua, tidak bisa selalu berada disampingmu, atau wanita paruh baya seluruh dunia akan iri pada bibi, karena sudah tua tapi belum juga mati," ucap bibi Lauren diiringi dengan candaan.
"Tidak, bibi tidak akan mati! Baiklah, aku akan mencari sendiri wanita selanjutnya yang akan aku nikahi dan memberi bibi cucu yang lucu. Tapi, berhenti berbicara soal kematian," sahut Byakta.
Bibi Lauren tersenyum mendengarnya, lalu wanita paruh baya itu beranjak dari duduknya dan menepuk pundak Byakta.
"Bibi yakin kau akan mendapatkannya."
Setelah bibi Lauren berlalu dan pintu kamar kembali tertutup, Byakta membaringkan tubuhnya dan matanya menatap kosong langit-langit kamarnya.
Ia tidak tahu jenis wanita seperti apa yang cocok dengannya, kandidat pun ia tak punya, selama ini ia hanya mengikuti kemauan bibinya saja kepada siapa dia akan menikah, lalu melemparkan surat perjanjian pra nikah setelah pernikahan terjadi.
Awalnya bibi Lauren menentang keras, namun sifat keras kepala keponakannya tidak bisa dikalahkan, mau tidak mau ia harus mengikuti ide gila keponakannya.
Tidak jarang bibi Lauren mendapat masalah setelah Byakta menceraikan istri sirinya karena di klaim tidak bisa memberi keturunan.
Jika bibi Lauren melayangkan protes, jawaban Byakta selalu sama, jika tidak bisa memberi keturunan untuk apa dipertahankan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
Gila j itu c Maryam mp nyiksa anak kandungnya sampe bkn trauma yg g bisa hilang sampe byakta dewasa
2024-01-29
0
Rugun Sitanggang
trauma yg sangat menyakitkan sampe mengclaim bahwa wanita semua sama.
2023-07-10
0
Ismu Srifah
lha blm d kiwik kiwik gimana bisa hamil wkwkkwkw
2023-05-22
0