Ketika Audrey keluar dari rumah sakit, ia tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya, orang tersebut tadinya hendak menyapa dan mengajaknya ke cafe tempatnya saat ini duduk bersama sahabatnya, hanya saja Audrey sudah terlanjur naik ke dalam taksi.
"Sedang apa dia disini?" tanya Bibi Lauren penasaran.
"Siapa?" tanya sahabat bibi Lauren, keduanya melihat ke arah yang sama.
"Itu, menantuku, sepertinya dia sehat. Tapi, kenapa dia keluar dari rumah sakit?"
"Audrey, jadi dia menantumu? Istrinya Byakta?"
Bibi Lauren hanya mengangguk, membenarkan tebakan temannya itu.
"Beruntung sekali anakmu mendapatkan istri seperti dia, sayang sekali kau tidak mengundangku di pernikahan mereka berdua," ujar dokter itu cemberut.
Bibi Lauren tidak menggubris sama sekali keluhan sahabatnya, karena pikirannya masih melayang ke arah hubungan Byakta dan juga Audrey. Seketika bibi Lauren menutup mulutnya saat satu hal terlintas dalam pikirannya.
"Hei! Ada apa denganmu?" Dokter itu heran dengan reaksi tiba-tiba Bibi Lauren yang tiba-tiba.
"Kurasa dia sudah hamil, makanya datang kesini untuk memeriksanya," Bibi Lauren menjadi girang saat itu juga.
"Hamil? Maksudmu dia sudah hamil?" tanya dokter wanita itu.
"Iya, hamil! Aku akan mengadakan pesta secepatnya," ucap Bibi Lauren bersemangat.
"Tunggu! Sepertinya kau salah paham, maksudku dia tidak hamil, Ren," ujar dokter wanita tersebut.
'Bagaimana bisa Audrey hamil, sedangkan ia tidak pernah memeriksakan diri padaku' Gumam dokter itu dalam hati.
"Darimana kau tahu dia tidak hamil? Jelas-jelas dia datang kesini, kalau bukan periksa kehamilan, lalu untuk apa dia datang kesini?" Ada nada tidak suka dari ucapan Bibi Lauren.
Dokter wanita itu menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu "Pertama, apa kau lupa siapa aku? Aku adalah dokter Obgin disini. Dan yang kedua, dia datang kesini untuk menjenguk adiknya, sudah tiga bulan adiknya koma pasca operasi transplantasi sumsum tulang belakang," jelas dokter wanita itu tanpa ragu.
Bibi Lauren menutup mulutnya tidak percaya, kenapa dia baru tahu kalau Audrey punya saudara yang sakit parah, operasi transplantasi adalah operasi besar, tapi mengapa gadis itu seperti menyembunyikan ini darinya.
Bukannya sekarang mereka keluarga, lalu mengapa dia tidak menceritakan semua ini? Bibi Lauren menjadi sedih mengingat itu.
Waktu pernikahan, gadis itu hanya datang dengan seorang wanita yang ia sebut sebagai ibunya, selain itu tidak ada lagi, karena gadis itu mengatakan kalau ayahnya sudah tiada.
"B-bagaimana kau bisa tahu semuanya?" tanya Bibi Lauren terbata.
"Adiknya pasien suamiku, mereka hanya dua bersaudara, ayahnya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, sekarang mereka tinggal bersama ibu tirinya, yang aku tahu ibu tirinya sering berperilaku buruk kepada mereka, tapi aku salut melihat gadis itu, dia kuat, pekerja keras dan bertanggung jawab, kau beruntung menjadikannya sebagai menantu," jelas dokter itu panjang lebar.
Bibi Lauren berkaca-kaca mendengar penjelasan sahabatnya, ia tidak menyangka banyak sekali rahasia yang disimpan Audrey.
"Sebenarnya sebelum meninggal, ayahnya meninggalkan harta yang lumayan banyak, akan tetapi terkuras tanpa sisa untuk biaya berobat adiknya dan juga biaya poya-poya ibu tirinya. Gadis itu bekerja serabutan pada akhirnya, supaya tetap bisa membiayai pengobatan adiknya," timpal dokter itu lagi.
Bibi Lauren tak bisa lagi menahan air matanya, ia juga tak bisa berkata-kata mendengar setengah dari kisah hidup menantunya.
"Kau tau semua tentangnya, bagaimana bisa?"
Dokter wanita itu tersenyum "Karena dulu kami bertetangga, hingga kami memutuskan pindah rumah dan menjual rumah lama kami. Apa dia tidak pernah bercerita tentang hidupnya? Ku lihat kau tampak terkejut," tanya dokter itu dengan tatapan menyelidik.
"Ah, kita ngobrol lain waktu lagi, ya. Aku ada urusan di tempat lain, ok, sampai jumpa." Bibi Lauren pamit buru-buru.
Banyak sekali pertanyaan yang bersarang di benaknya, ia akan pergi ke kantor Byakta, ia akan menanyakan ini semua pada keponakannya.
'apa dia sudah benar-benar tidak punya hati, sehingga memanfaatkan gadis lemah sepertinya, lihat saja aku akan memukulnya nanti' Gerutu bibi Lauren sepanjang perjalanannya ke kantor Byakta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
betuuul bibi Lauren pukul j tuh kulkas 12 pintu kali2 j bisa mencair
2024-01-29
0
Tika Loebis
bibi harus turun tangan deh biar byakta bisa nerima audreu
2023-05-02
0
💥💚 Sany ❤💕
Jadi penasaran reaksi Bibi Lauren ketemu By. Di jewer ato di ketok ya kepalanya By 😁😁😁
2023-04-25
0