Sarapan Diluar

Naqi turun dari kamarnya dilantai atas dengan muka yang lebih fresh, setelah mandi. Ia masih melihat Cyra yang sibuk dengan kegiatan bebersihnya.

"Dasar nggak bisa dibilangin banget," gerundel Naqi ketika melihat Cyra masih asik dengan kegiatanya. "Cyra kamu ganti baju dan jangan lupa pake hijabmu yah, kita akan keluar buat nyari sarapan dan beberapa bahan dapur yang kamu butuhkan buat masak." ucap Naqi mengagetka Cyra yang tengah fokus dengan kegiatanya beberesnya.

Cyra diam mencerna setiap perkataan Naqi. Pastinya Cyra kaget ketika tiba-tiba Naqi mengajaknya keluar rumah. Apakah ini mimpi kini ia akan keluar rumah? Hal yang sebelumnya tidak pernah Cyra lakukan. Selama enam tahun lebih Cyra tidak pernah mengenal dunia luar.

"Cyra, kamu kenapa?" tanya Naqi heran kenapa Cyra malah bengong dan kaget.

"Tuan apa Anda serius akan mengajak saya keluar?" tanya balik Cyra, tidak percaya dengan penuturan Naqi barusan.

"Iya serius lah, memang ada tampang saya pembohong?" oceh Naqi, kesal kenapa Cyra bertanya demikian.

"Bukan begitu tuan, bahkan saya tidak percaya bahwa Anda akan mengajak saya keluar." ucap Cyra girang, akhirnya ia akan melihat dunia luar.

Naqi tampak aneh dengan sikap Cyra yang sepertinya ia sangat senang diajak keluar. "Apa sebelumnya kamu nggak pernah keluar?" tanya Naqi mulai curiga dengan ekspresi Cyra.

Cyra menggelengkan kepala dengan cepat, sebagai jawaban bahwa ia tidak pernah keluar.

"Sungguh?" tanya Naqi dengan perasaan heran.

Lagi-lagi Cyra mengangguk dengan cepat.

"Baiklah sekarang kamu ganti pakaianmu, dan untuk sementara kalo kamu keluar rumah kenakan hijabmu, aku belum siap ada yang tau kekurangmu." titah Naqi, ia juga pada akhirnya memutuskan menutupi kekurangan Cyra dengan hijab, sama seperti kedua orang tuanya.

"Baik tuan, saya tidak masalah kalo harus menutupi kekuranganku." jawab Cyra dengan muka datar, sudah biasa baginya apabila harus menutupi kekuranganya dengan hijab.

Cyra naik ketas untuk berganti pakaian, sementara Naqi kini tau bahwa Cyra memang selama tinggal dengan orang tuanya mungkin sajah tidak diizinkan keluar sehingga ketika Naqi mengajaknya keluar Cyra kaget dan sangat senang.

"Baiklah perlahan aku akan mencari tahu tentang Cyra. Apabila Cyra ditanya langsung akan membisu, maka cara yang paling tepat adalah menjebaknya seperti barusan, secara tidak langsung Cyra menceritakan tentang perlakuan keluarganya." batin Naqi dalam hati, ia sangat penasaran dengan yang terjadi pada Cyra.

Tidak lama menunggu, kini Cyra sudah siap denga gamis dan hijab di atas kepalanya. Penampilan sederhana tanpa make up di wajahnya, bahkan di wajahnya masih terlihat bekas luka, meskipun kali ini sudah samar tidak separah kemarin.

Namun, Naqi akui Cyra memang cantik, meskipun tanpa make up dia tetap tampil mempesona.

"Ayo." ajah Cyra girang.

"Begini?" tanya Naqi menguji Cyra, ia ingin tau apakah keluarganya juga tidak mengfasilitasi alat make up dan pakaian yang lebih pantas untuk sekedar keluar rumah.

"Iya, memang lucu yah penampilan saya?" tanya Cyra balik, jujur Cyra tidak tau bagaimana berpenampilan yang keren, dan bagaimana bersolek. Bahkan baju-baju gamis ajah baru mamah belikan menjelang pernikahan dan itu pun hanya beberapa setel baju sajah.

"Ya udah ayo." ajah Naqi, ia kini membiarkan Cyra berpenampilan apa adaya, tetapi ia berjanji akan melatih Cyra untuk lebih bisa memperhatikan dalam berpenampilan, sehingga tidak terkesan kampungan.

Cyra mengikuti Naqi dibelakang, rasanya bukan kepalang bahagia tak terhingga akhirnya ia akan menghirup udara luar. Sepanjang perjalanan wajah Cyra tersenyum riang.

"Kamu kelihatanya bahagia sekali? Apa ini pertama kalinya kamu keluar?" tanya Naqi yang melihat aura kebahagiaan di wajah Cyra.

Tanpa sadar Cyra mengangguk dengan semangat. Menandakan bahwa tebakan Naqi benar.

"Sebelumnya kamu nggak pernah keluar rumah?" cecar Naqi, lagi-lagi ia penasaran dengan kepolosan Cyra.

"Tidak, bahkan saya hampir enam tahun lebih tidak pernah diizinkan keluar rumah, untuk sekedar keluar pagar main di taman pun saya dilarang." jawab Cyra, entah sadar atau tidak ia tengan menceritakan dirinya.

"Yah, kamu udah kena perangkapku, sebentar lagi aku akan tau siapa yang sudah melakukan kekerasan padamu." batin Naqi. "Kamu serius? ini tahun 2022 loh masa kamu nggak pernah keluar, kamu nggak bosen gitu di rumah terus, biasanyakan anak seumuran kamu tengah senag-senangnya main?" lagi, Naqi mencoba mengorek informasi dari Cyra.

"Bosen pasti, bahkan bosen banget, pengin tau diluar itu gimana, tapi mau bagaimana lagi papah dan mamah melarang saya untuk keluar rumah. Kata mereka saya bisa bikin malu dengan kekurangan yang saya miliki," lirih Cyra dengan menunduk dan memainkan jarinya.

"Kan kamu bisa gunakan hijab, seperti sekarang ini." ujar Naqi memberika masukanya.

"Entah lah, nyatanya saya tidak diizinkan untuk keluar, tetapi saya sekarang senang sekali karena Anda mengisinkan untuk keluar. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bisa keluar rumah. Saya pikir akan selamanya terkurung daram rumah dan tidak tau dunia luar." Beo Cyra yang tanpa sadar ia sendiri yang membuka kisah hidupnya, Naqi hanya perlu memancing sedikit, maka Cyra dengan polosnya akan bercerita tanpa tau bahwa Naqi tengah menyelidiki apa yang sebenarnya Cyra alami selama tinggal dengan orang tuanya.

Naqi mengangguk anggukan kepalanya, ia tertarik dengan kehidupan Cyra selama di rumah keluarganya, tetapi Naqi harus pandai-pandai memancing Cyra agar mau menceritakan semua kisa hidupnya tanpa sadar.

"Kamu mau sarapan apa?" tanya Naqi, mengagetkan Cyra yang tengah asik menatap gedung-gedung tinggi dari kaca jendela mobil.

"Apa ajah tuan, saya pemakan segalanya," jawab Cyra pasrah.

"Makanan kesukaanmu apa?" tanya Naqi sekedar basa basi.

"Saya nggak ada makanan kesukaan. Apa yang mamah beri pasti saya makan, dari pada kelaparan," ucap Cyra polos.

"Fix, ini sih dia diperlakukan tidak layak oleh keluarganya." gumam Naqi sangat yakin bahwa Cyra diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya.

"Baiklah kita sarapan di sana yuk." ajak Naqi sembari menunjuk sebuah taman yang ramai dengan pejalan kaki dan banyak penjual kaki lima yang menjual aneka jajanan dan menu sarapan.

Cyra mengangguk semangat.

Kini Cyra dan Naqi sudah turun dari mobil, dan mereka tengah memilah makanan apa yang akan dipilih buat sarapan.

"Kamu pilih ajah mau sarapan apa." titah Naqi membebaskan Cyra memilih makanan yang ia ingikan. "Kita duduk disini, aku pengin makan ketoprak. Kamu?" tanya Naqi, ia duduk di atas tikar yang penjual ketoprak sediakan.

"Sama ajah deh, Cyra nggak tau makanan apa yang enak," jawab Cyra polos.

"Itu banyak pilihan, ada bubur ayam, pecel,nasi rames, uduk, nasi kuning juga ada, kamu bebas pengin yang mana." ujar Naqi sembari menyebutkan dan menunjuk setiap penjual makanan yang berbaris rapih di antara mereka duduk.

"Samain ajah dengan Anda tuan," kekeh Cyra.

"Baik lah." balas Naqi.

Setelah memesan kini mereka tengah menikmati seporsi ketoprak. Cyra tampak sangat menikmati ketoprak yang baru pertama ia nikamti dengan suasana seperti ini.

"Kamu belum pernah makan ketoprak?" tanya Naqi kepo.

"Pernah tapi itu dulu, waktu aku masih sekolah SD, waktu itu papah masih mengizinkan aku keluar rumah, tetapi semenjak aku lulus SD, papah tidak lagi mengizinkan aku keluar rumah, jadi tidak pernah lagi makan-makanan begini." jawab Cyra jujur.

Setelah menikati sarapan Naqi memainkan Hendphonenya. Sedangkan Cyra dari tadi asik melihat kesetiap sudut taman kota yang ramai oleh para pejalan kaki, ada yang tengah joging dengan keluarga, dan ada yang tengah asik menikmati menu sarapan di setiap lesehan yang sengaja para penjual siapkan untuk menikmati makananya.

Kini satu persatu keinginan Cyra terwujud itu semua berkat Naqi, suaminya.

"Tuan terima kasih yah, Anda telah mewujudkan impian sederhana saya." ucap Cyra, mengagetkan Naqi yang tengah mengecek Hpnya.

"Maksudnya?" tanya Naqi tidak ngerti dengan omongan Cyra.

"Saya pernah bermimpi bisa keluar rumah dan mengunjungi taman lalu makan seperti ini, dan sekarang Impian itu menjadi nyata. Itu semua karen Anda." ucap Cyra sangat polos.

"Sama-sama nikmatilah semua kebebasanmu sekarang." jawab Naqi dengan senyum di wajahnya.

"Bahkan impianmu sangat sederhana," batin Naqi, dia masih menatap kearah Cyra yang tak henti-hentinya menebarkan senyum manis di wajah cantiknya.

...****************...

#Terimakasih buat yang udah mampir, dan jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤

# Mampir juga kekarya Othor yang satunya yah "Beauty Cloads" ceritanya nggak kalah seru loh...❤

Terpopuler

Comments

Bundanya Pandu Pharamadina

Bundanya Pandu Pharamadina

penasaran kenapa orang tua Curang berbuat seperti yg di ceritakan, siap kah Cyra di sebenarnya 🤔

2024-07-16

0

Cahaya Hayati

Cahaya Hayati

anak orang kaya tapi tidak pernah merasakan nikmat hidup Laura akan menjadi istri yg Sholeha jika suaminya membimbing dengan baik

2023-01-11

0

RATNA RACHMAN

RATNA RACHMAN

cyra jadi pingin nangis membaca kisah mu 😭😭😭

2022-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 Alopecia Areata
2 Kesedihan Cyra
3 Semangat baru Cyra
4 Rencana Naqi
5 Pertemuan dengan Rania
6 Afifah Menginginkan Naqi
7 "SAH"
8 Kekecewaan Naqi
9 Dokter Sam
10 Pobia Darah
11 Sifa Kekanakan Afifah
12 Sarapan Diluar
13 Belanja Bersama
14 Pertemuan Diantara Dua Pria
15 Makan Malam Bersama
16 Perjanjian Nikah
17 Insiden di Dapur
18 Hanya Luka Kecil
19 Calon Suami Fifa
20 Kedatangan Mamih
21 Keseruan Bersama Mamih
22 Berkunjung ke Rumah Rania
23 Kemaraha Rania
24 Menginap di Rumah Mamih
25 Pertunangan Fifah
26 Berbelanja Bersama
27 Rania Iri
28 Hasil Belanjaan Cyra dan Mamih
29 Kepolosan cyra
30 Pertemuan Cyra dan Rania
31 Rania Cemburu
32 Janji Cyra
33 Mengigo
34 Syarat Pernikahan dari Niko
35 Bikin Adonan Mochi
36 Model Iklan Maskara
37 Kesepakatan Naqi dan Cyra
38 Meyakinkan Kakek
39 Nasehat Mamih
40 Laki-Laki Gemulai
41 Dunia yang Berbeda
42 Terpukau
43 Kepuasan
44 Terlefon dari Rania
45 Menjadi Obat Nyamuk
46 Berada di Antara Dua Wanita
47 Kesabaran Cyra
48 Senjata Makan Tuan
49 Kerja Sama Yang Aneh
50 Ramuan Pekat
51 Gara-Gara Kebohongan Naqi
52 Hanya Sebuah Perjanjian
53 Bangkit dan Harus Kuat
54 Penjelasan Sam
55 Doa yang Dikabulkan
56 Ramuan Tradisional
57 Menemukan Teman Baru
58 Cemburu???
59 Perlawanan Cyra
60 Tamparan Keras
61 Keceplosan
62 Mendiamkan...
63 Pelakor vs Pembinor
64 Siapa Wawan???
65 Curhat
66 Drama Percintaan
67 Sakit
68 Nyicil
69 Drama Minum Obat
70 Rencana Kakek
71 Kabar Buruk
72 Senam Irama
73 Mencoba Mengenalnya
74 Kerokan
75 Kelaparan
76 Bimbang...
77 Artis Baru yang Sombong!!!
78 Relawan
79 Teman Baru
80 Doa Niko yang Terkabul
81 Niko dan Fifah menikah
82 Mencoba Menghibur
83 Permintaan Rania
84 Kepulangan Qari
85 Mahasiswi Abadi
86 Keuntungan Memiliki Dua Istri
87 Zoya yang Galau
88 Laki-Laki Cupu
89 Berburu Jajanan Kaki 5
90 Ulang Tahun
91 Gunanya Tas Besar
92 Horror....
93 Abang Ojek
94 Mengetuk Pintu Hati
95 Permintaan Zoya
96 Membuat Janji dengan Model Terkenal
97 Lambe Lemez
98 Kejujuran
99 Saling Menguatkan
100 Chef Naqi
101 Salah Paham
102 Curhat
103 Menjadi Sayap Pelindung
104 Kemarahan Naqi
105 Pemakaman
106 Ruangan Baru
107 Saling Menggenggam
108 Kemarahan Niko
109 Berekting
110 Semangat Untuk Alzam
111 Saling Menguatkan
112 Ungkapan Hati Qari
113 Nikahi Aku...
114 Permintaan Alzam
115 Perubahan
116 Kegundahan Cyra
117 Surga Dunia atau Neraka Dunia
118 Kembali Cuek
119 Adam dan Raina
120 Kekasih Halal
121 Telepon dari Nomor Asing
122 Perasaan Bersalah
123 Permintaan Rania
124 Siapa Yang Mandul
125 Di Paksa Cerai
126 Akan Terbiasa Tanpa Kamu
127 Semuanya Berubah
128 Manusia Licik di Lawan dengan Kelicikan Juga
129 Perlindungan Dari Meta
130 Menyendiri
131 Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
132 Melepaskannya Pergi
133 Pertemuan
134 Dilanda Kebisuan
135 Siapa Keluargaku
136 Cemburu
137 Melamun
138 Meminta Kejelasan Dari Kakek
139 Memutan Masa Lalu
140 Donor Mata
141 Mertua Terbaik
142 Tinggal di Kampung
143 Adam Yang Kecewa
144 Menjemput Aqila
145 Bersandiwara
146 Permintaan Cyra
147 Bom Kemarahan Yang Meledak
148 Petunjuk
149 Kacang Lupa Kulitnya
150 Saling Membantu
151 Laki-Laki Medit
152 Kesepakatan
153 Kabar Gembira
154 Siapa Rania?
155 Sodara Satu Bapak
156 Senyum Seorang Diri
157 Mengatakan Fakta
158 Pesta Perpisahan
159 Laki-Laki Cengeng
160 Berpamitan 01
161 Berpamitan 02
162 Fakta
163 Sergap
164 Mabok Udara
165 Pulang
166 Kemaran Qari
167 Durensawit
168 Kehilangan
169 Manusia Kulkas
170 Bertemu Mommy
171 Mengubur Kenangan Buruk
172 Ikatan Takdir
173 Nada Dering Hantu
174 Pria Keras Kepala
175 Gudang di Dalam Kantor
176 Pelakor
177 Kandang Gorila
178 Pilih Kasih
179 Mencari Aman
180 Kebakaran Hati
181 Semuanya Merasa Benar
182 Nasihat Sam
183 Mengenang Kemasa Itu
184 Pak Dokter Yang Galak
185 Luson Kembali Pergi
186 Notif Pujaan Hati
187 Sumber Kekuatan
188 Saat Yang Menegangkan
189 Tempat Tinggal Baru
190 Panggilan Kembali Pulang
191 Laki-Laki Misterius
192 Sambutan Selamat Datang
193 Sam Yang Berubah
194 Pertanyaan Mommy
195 Qari yang Cemburu
196 Kecelakaan Beruntun
197 Melepaskan Untuk Memang
198 Pernikahan Meta
199 Harapan Mamih
200 Dalam Satu Ruangan
201 Qari Si Obat Nyamuk
202 Meta Sang Pengantin Baru
203 Sam dan Naqi
204 Ungkapan Hati
205 Memaksa Pulang
206 Mengadu Ke Mamih
207 Isi Hati Rania
208 Cyra Bertemu Rania
209 Curhatan Rania
210 Kasih Sayang Seorang Ibu
211 Wanita Hebat
212 Sapaan Selamat Pagi Dari Mamah Mia
213 Qila dan Cyra Yang Malang
214 Harapan Dua Orang Sahabat
215 Kecemasan Meta
216 Sikap Yang Aneh
217 Paparazi
218 Qari Cemburu Buta
219 Isi Hati Al
220 Sidak Dari Meta
221 Permintaan Mamih
222 Kecoa Yang Lancang
223 Terjebak Satu Tempat
224 Mengikis Dendam
225 Kartu Sakti Berbicara
226 Kecemasan Satu Keluarga
227 Luapan Emosi Qari
228 Luapan Emosi Naqi
229 Meta Biang Kerok
230 Emak Tiri
231 Suami Idaman
232 Aki-Aki Peot
233 Ganti Anak
234 Team Pengawas
235 Salah Paham 'Meta'
236 Melamar Adam
237 Jadi Istri Kedua???
238 Ide Alzam
239 Penyusup
240 TesPek
241 Ancaman Niko
242 Menawarkan Perdamaian
243 Tamu Dadakan
244 Nasihat Mamah Mia
245 Penantian Panjang
246 Iri
247 Kencan Ala ABG
248 Ritual Pendekatan
249 Masuk Perangkap
250 Dunia Fantasi
251 Serbuk Rahasia
252 Menunggu Mangsa
253 Rencana Tuan Latif
254 Kesadaran yang terkikis
255 Lembah penyesalan
256 Ingatan yang Kabur
257 Kakek Yang Pilikasih
258 Sikap Manis Naqi
259 Bertemu Anak
260 Harapan Zoya
261 Kekecewaan Naqi
262 Rencana Rahasia
263 Kejutan
264 Keheranan Naqi
265 Senyum Kebahagiaan
266 Mencuri Kesempatan
267 Keluarga Bahagia
268 Semua bahagia
269 Ucapan Terima Kasih
Episodes

Updated 269 Episodes

1
Alopecia Areata
2
Kesedihan Cyra
3
Semangat baru Cyra
4
Rencana Naqi
5
Pertemuan dengan Rania
6
Afifah Menginginkan Naqi
7
"SAH"
8
Kekecewaan Naqi
9
Dokter Sam
10
Pobia Darah
11
Sifa Kekanakan Afifah
12
Sarapan Diluar
13
Belanja Bersama
14
Pertemuan Diantara Dua Pria
15
Makan Malam Bersama
16
Perjanjian Nikah
17
Insiden di Dapur
18
Hanya Luka Kecil
19
Calon Suami Fifa
20
Kedatangan Mamih
21
Keseruan Bersama Mamih
22
Berkunjung ke Rumah Rania
23
Kemaraha Rania
24
Menginap di Rumah Mamih
25
Pertunangan Fifah
26
Berbelanja Bersama
27
Rania Iri
28
Hasil Belanjaan Cyra dan Mamih
29
Kepolosan cyra
30
Pertemuan Cyra dan Rania
31
Rania Cemburu
32
Janji Cyra
33
Mengigo
34
Syarat Pernikahan dari Niko
35
Bikin Adonan Mochi
36
Model Iklan Maskara
37
Kesepakatan Naqi dan Cyra
38
Meyakinkan Kakek
39
Nasehat Mamih
40
Laki-Laki Gemulai
41
Dunia yang Berbeda
42
Terpukau
43
Kepuasan
44
Terlefon dari Rania
45
Menjadi Obat Nyamuk
46
Berada di Antara Dua Wanita
47
Kesabaran Cyra
48
Senjata Makan Tuan
49
Kerja Sama Yang Aneh
50
Ramuan Pekat
51
Gara-Gara Kebohongan Naqi
52
Hanya Sebuah Perjanjian
53
Bangkit dan Harus Kuat
54
Penjelasan Sam
55
Doa yang Dikabulkan
56
Ramuan Tradisional
57
Menemukan Teman Baru
58
Cemburu???
59
Perlawanan Cyra
60
Tamparan Keras
61
Keceplosan
62
Mendiamkan...
63
Pelakor vs Pembinor
64
Siapa Wawan???
65
Curhat
66
Drama Percintaan
67
Sakit
68
Nyicil
69
Drama Minum Obat
70
Rencana Kakek
71
Kabar Buruk
72
Senam Irama
73
Mencoba Mengenalnya
74
Kerokan
75
Kelaparan
76
Bimbang...
77
Artis Baru yang Sombong!!!
78
Relawan
79
Teman Baru
80
Doa Niko yang Terkabul
81
Niko dan Fifah menikah
82
Mencoba Menghibur
83
Permintaan Rania
84
Kepulangan Qari
85
Mahasiswi Abadi
86
Keuntungan Memiliki Dua Istri
87
Zoya yang Galau
88
Laki-Laki Cupu
89
Berburu Jajanan Kaki 5
90
Ulang Tahun
91
Gunanya Tas Besar
92
Horror....
93
Abang Ojek
94
Mengetuk Pintu Hati
95
Permintaan Zoya
96
Membuat Janji dengan Model Terkenal
97
Lambe Lemez
98
Kejujuran
99
Saling Menguatkan
100
Chef Naqi
101
Salah Paham
102
Curhat
103
Menjadi Sayap Pelindung
104
Kemarahan Naqi
105
Pemakaman
106
Ruangan Baru
107
Saling Menggenggam
108
Kemarahan Niko
109
Berekting
110
Semangat Untuk Alzam
111
Saling Menguatkan
112
Ungkapan Hati Qari
113
Nikahi Aku...
114
Permintaan Alzam
115
Perubahan
116
Kegundahan Cyra
117
Surga Dunia atau Neraka Dunia
118
Kembali Cuek
119
Adam dan Raina
120
Kekasih Halal
121
Telepon dari Nomor Asing
122
Perasaan Bersalah
123
Permintaan Rania
124
Siapa Yang Mandul
125
Di Paksa Cerai
126
Akan Terbiasa Tanpa Kamu
127
Semuanya Berubah
128
Manusia Licik di Lawan dengan Kelicikan Juga
129
Perlindungan Dari Meta
130
Menyendiri
131
Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
132
Melepaskannya Pergi
133
Pertemuan
134
Dilanda Kebisuan
135
Siapa Keluargaku
136
Cemburu
137
Melamun
138
Meminta Kejelasan Dari Kakek
139
Memutan Masa Lalu
140
Donor Mata
141
Mertua Terbaik
142
Tinggal di Kampung
143
Adam Yang Kecewa
144
Menjemput Aqila
145
Bersandiwara
146
Permintaan Cyra
147
Bom Kemarahan Yang Meledak
148
Petunjuk
149
Kacang Lupa Kulitnya
150
Saling Membantu
151
Laki-Laki Medit
152
Kesepakatan
153
Kabar Gembira
154
Siapa Rania?
155
Sodara Satu Bapak
156
Senyum Seorang Diri
157
Mengatakan Fakta
158
Pesta Perpisahan
159
Laki-Laki Cengeng
160
Berpamitan 01
161
Berpamitan 02
162
Fakta
163
Sergap
164
Mabok Udara
165
Pulang
166
Kemaran Qari
167
Durensawit
168
Kehilangan
169
Manusia Kulkas
170
Bertemu Mommy
171
Mengubur Kenangan Buruk
172
Ikatan Takdir
173
Nada Dering Hantu
174
Pria Keras Kepala
175
Gudang di Dalam Kantor
176
Pelakor
177
Kandang Gorila
178
Pilih Kasih
179
Mencari Aman
180
Kebakaran Hati
181
Semuanya Merasa Benar
182
Nasihat Sam
183
Mengenang Kemasa Itu
184
Pak Dokter Yang Galak
185
Luson Kembali Pergi
186
Notif Pujaan Hati
187
Sumber Kekuatan
188
Saat Yang Menegangkan
189
Tempat Tinggal Baru
190
Panggilan Kembali Pulang
191
Laki-Laki Misterius
192
Sambutan Selamat Datang
193
Sam Yang Berubah
194
Pertanyaan Mommy
195
Qari yang Cemburu
196
Kecelakaan Beruntun
197
Melepaskan Untuk Memang
198
Pernikahan Meta
199
Harapan Mamih
200
Dalam Satu Ruangan
201
Qari Si Obat Nyamuk
202
Meta Sang Pengantin Baru
203
Sam dan Naqi
204
Ungkapan Hati
205
Memaksa Pulang
206
Mengadu Ke Mamih
207
Isi Hati Rania
208
Cyra Bertemu Rania
209
Curhatan Rania
210
Kasih Sayang Seorang Ibu
211
Wanita Hebat
212
Sapaan Selamat Pagi Dari Mamah Mia
213
Qila dan Cyra Yang Malang
214
Harapan Dua Orang Sahabat
215
Kecemasan Meta
216
Sikap Yang Aneh
217
Paparazi
218
Qari Cemburu Buta
219
Isi Hati Al
220
Sidak Dari Meta
221
Permintaan Mamih
222
Kecoa Yang Lancang
223
Terjebak Satu Tempat
224
Mengikis Dendam
225
Kartu Sakti Berbicara
226
Kecemasan Satu Keluarga
227
Luapan Emosi Qari
228
Luapan Emosi Naqi
229
Meta Biang Kerok
230
Emak Tiri
231
Suami Idaman
232
Aki-Aki Peot
233
Ganti Anak
234
Team Pengawas
235
Salah Paham 'Meta'
236
Melamar Adam
237
Jadi Istri Kedua???
238
Ide Alzam
239
Penyusup
240
TesPek
241
Ancaman Niko
242
Menawarkan Perdamaian
243
Tamu Dadakan
244
Nasihat Mamah Mia
245
Penantian Panjang
246
Iri
247
Kencan Ala ABG
248
Ritual Pendekatan
249
Masuk Perangkap
250
Dunia Fantasi
251
Serbuk Rahasia
252
Menunggu Mangsa
253
Rencana Tuan Latif
254
Kesadaran yang terkikis
255
Lembah penyesalan
256
Ingatan yang Kabur
257
Kakek Yang Pilikasih
258
Sikap Manis Naqi
259
Bertemu Anak
260
Harapan Zoya
261
Kekecewaan Naqi
262
Rencana Rahasia
263
Kejutan
264
Keheranan Naqi
265
Senyum Kebahagiaan
266
Mencuri Kesempatan
267
Keluarga Bahagia
268
Semua bahagia
269
Ucapan Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!