Naqi turun dari kamarnya dilantai atas dengan muka yang lebih fresh, setelah mandi. Ia masih melihat Cyra yang sibuk dengan kegiatan bebersihnya.
"Dasar nggak bisa dibilangin banget," gerundel Naqi ketika melihat Cyra masih asik dengan kegiatanya. "Cyra kamu ganti baju dan jangan lupa pake hijabmu yah, kita akan keluar buat nyari sarapan dan beberapa bahan dapur yang kamu butuhkan buat masak." ucap Naqi mengagetka Cyra yang tengah fokus dengan kegiatanya beberesnya.
Cyra diam mencerna setiap perkataan Naqi. Pastinya Cyra kaget ketika tiba-tiba Naqi mengajaknya keluar rumah. Apakah ini mimpi kini ia akan keluar rumah? Hal yang sebelumnya tidak pernah Cyra lakukan. Selama enam tahun lebih Cyra tidak pernah mengenal dunia luar.
"Cyra, kamu kenapa?" tanya Naqi heran kenapa Cyra malah bengong dan kaget.
"Tuan apa Anda serius akan mengajak saya keluar?" tanya balik Cyra, tidak percaya dengan penuturan Naqi barusan.
"Iya serius lah, memang ada tampang saya pembohong?" oceh Naqi, kesal kenapa Cyra bertanya demikian.
"Bukan begitu tuan, bahkan saya tidak percaya bahwa Anda akan mengajak saya keluar." ucap Cyra girang, akhirnya ia akan melihat dunia luar.
Naqi tampak aneh dengan sikap Cyra yang sepertinya ia sangat senang diajak keluar. "Apa sebelumnya kamu nggak pernah keluar?" tanya Naqi mulai curiga dengan ekspresi Cyra.
Cyra menggelengkan kepala dengan cepat, sebagai jawaban bahwa ia tidak pernah keluar.
"Sungguh?" tanya Naqi dengan perasaan heran.
Lagi-lagi Cyra mengangguk dengan cepat.
"Baiklah sekarang kamu ganti pakaianmu, dan untuk sementara kalo kamu keluar rumah kenakan hijabmu, aku belum siap ada yang tau kekurangmu." titah Naqi, ia juga pada akhirnya memutuskan menutupi kekurangan Cyra dengan hijab, sama seperti kedua orang tuanya.
"Baik tuan, saya tidak masalah kalo harus menutupi kekuranganku." jawab Cyra dengan muka datar, sudah biasa baginya apabila harus menutupi kekuranganya dengan hijab.
Cyra naik ketas untuk berganti pakaian, sementara Naqi kini tau bahwa Cyra memang selama tinggal dengan orang tuanya mungkin sajah tidak diizinkan keluar sehingga ketika Naqi mengajaknya keluar Cyra kaget dan sangat senang.
"Baiklah perlahan aku akan mencari tahu tentang Cyra. Apabila Cyra ditanya langsung akan membisu, maka cara yang paling tepat adalah menjebaknya seperti barusan, secara tidak langsung Cyra menceritakan tentang perlakuan keluarganya." batin Naqi dalam hati, ia sangat penasaran dengan yang terjadi pada Cyra.
Tidak lama menunggu, kini Cyra sudah siap denga gamis dan hijab di atas kepalanya. Penampilan sederhana tanpa make up di wajahnya, bahkan di wajahnya masih terlihat bekas luka, meskipun kali ini sudah samar tidak separah kemarin.
Namun, Naqi akui Cyra memang cantik, meskipun tanpa make up dia tetap tampil mempesona.
"Ayo." ajah Cyra girang.
"Begini?" tanya Naqi menguji Cyra, ia ingin tau apakah keluarganya juga tidak mengfasilitasi alat make up dan pakaian yang lebih pantas untuk sekedar keluar rumah.
"Iya, memang lucu yah penampilan saya?" tanya Cyra balik, jujur Cyra tidak tau bagaimana berpenampilan yang keren, dan bagaimana bersolek. Bahkan baju-baju gamis ajah baru mamah belikan menjelang pernikahan dan itu pun hanya beberapa setel baju sajah.
"Ya udah ayo." ajah Naqi, ia kini membiarkan Cyra berpenampilan apa adaya, tetapi ia berjanji akan melatih Cyra untuk lebih bisa memperhatikan dalam berpenampilan, sehingga tidak terkesan kampungan.
Cyra mengikuti Naqi dibelakang, rasanya bukan kepalang bahagia tak terhingga akhirnya ia akan menghirup udara luar. Sepanjang perjalanan wajah Cyra tersenyum riang.
"Kamu kelihatanya bahagia sekali? Apa ini pertama kalinya kamu keluar?" tanya Naqi yang melihat aura kebahagiaan di wajah Cyra.
Tanpa sadar Cyra mengangguk dengan semangat. Menandakan bahwa tebakan Naqi benar.
"Sebelumnya kamu nggak pernah keluar rumah?" cecar Naqi, lagi-lagi ia penasaran dengan kepolosan Cyra.
"Tidak, bahkan saya hampir enam tahun lebih tidak pernah diizinkan keluar rumah, untuk sekedar keluar pagar main di taman pun saya dilarang." jawab Cyra, entah sadar atau tidak ia tengan menceritakan dirinya.
"Yah, kamu udah kena perangkapku, sebentar lagi aku akan tau siapa yang sudah melakukan kekerasan padamu." batin Naqi. "Kamu serius? ini tahun 2022 loh masa kamu nggak pernah keluar, kamu nggak bosen gitu di rumah terus, biasanyakan anak seumuran kamu tengah senag-senangnya main?" lagi, Naqi mencoba mengorek informasi dari Cyra.
"Bosen pasti, bahkan bosen banget, pengin tau diluar itu gimana, tapi mau bagaimana lagi papah dan mamah melarang saya untuk keluar rumah. Kata mereka saya bisa bikin malu dengan kekurangan yang saya miliki," lirih Cyra dengan menunduk dan memainkan jarinya.
"Kan kamu bisa gunakan hijab, seperti sekarang ini." ujar Naqi memberika masukanya.
"Entah lah, nyatanya saya tidak diizinkan untuk keluar, tetapi saya sekarang senang sekali karena Anda mengisinkan untuk keluar. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bisa keluar rumah. Saya pikir akan selamanya terkurung daram rumah dan tidak tau dunia luar." Beo Cyra yang tanpa sadar ia sendiri yang membuka kisah hidupnya, Naqi hanya perlu memancing sedikit, maka Cyra dengan polosnya akan bercerita tanpa tau bahwa Naqi tengah menyelidiki apa yang sebenarnya Cyra alami selama tinggal dengan orang tuanya.
Naqi mengangguk anggukan kepalanya, ia tertarik dengan kehidupan Cyra selama di rumah keluarganya, tetapi Naqi harus pandai-pandai memancing Cyra agar mau menceritakan semua kisa hidupnya tanpa sadar.
"Kamu mau sarapan apa?" tanya Naqi, mengagetkan Cyra yang tengah asik menatap gedung-gedung tinggi dari kaca jendela mobil.
"Apa ajah tuan, saya pemakan segalanya," jawab Cyra pasrah.
"Makanan kesukaanmu apa?" tanya Naqi sekedar basa basi.
"Saya nggak ada makanan kesukaan. Apa yang mamah beri pasti saya makan, dari pada kelaparan," ucap Cyra polos.
"Fix, ini sih dia diperlakukan tidak layak oleh keluarganya." gumam Naqi sangat yakin bahwa Cyra diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya.
"Baiklah kita sarapan di sana yuk." ajak Naqi sembari menunjuk sebuah taman yang ramai dengan pejalan kaki dan banyak penjual kaki lima yang menjual aneka jajanan dan menu sarapan.
Cyra mengangguk semangat.
Kini Cyra dan Naqi sudah turun dari mobil, dan mereka tengah memilah makanan apa yang akan dipilih buat sarapan.
"Kamu pilih ajah mau sarapan apa." titah Naqi membebaskan Cyra memilih makanan yang ia ingikan. "Kita duduk disini, aku pengin makan ketoprak. Kamu?" tanya Naqi, ia duduk di atas tikar yang penjual ketoprak sediakan.
"Sama ajah deh, Cyra nggak tau makanan apa yang enak," jawab Cyra polos.
"Itu banyak pilihan, ada bubur ayam, pecel,nasi rames, uduk, nasi kuning juga ada, kamu bebas pengin yang mana." ujar Naqi sembari menyebutkan dan menunjuk setiap penjual makanan yang berbaris rapih di antara mereka duduk.
"Samain ajah dengan Anda tuan," kekeh Cyra.
"Baik lah." balas Naqi.
Setelah memesan kini mereka tengah menikmati seporsi ketoprak. Cyra tampak sangat menikmati ketoprak yang baru pertama ia nikamti dengan suasana seperti ini.
"Kamu belum pernah makan ketoprak?" tanya Naqi kepo.
"Pernah tapi itu dulu, waktu aku masih sekolah SD, waktu itu papah masih mengizinkan aku keluar rumah, tetapi semenjak aku lulus SD, papah tidak lagi mengizinkan aku keluar rumah, jadi tidak pernah lagi makan-makanan begini." jawab Cyra jujur.
Setelah menikati sarapan Naqi memainkan Hendphonenya. Sedangkan Cyra dari tadi asik melihat kesetiap sudut taman kota yang ramai oleh para pejalan kaki, ada yang tengah joging dengan keluarga, dan ada yang tengah asik menikmati menu sarapan di setiap lesehan yang sengaja para penjual siapkan untuk menikmati makananya.
Kini satu persatu keinginan Cyra terwujud itu semua berkat Naqi, suaminya.
"Tuan terima kasih yah, Anda telah mewujudkan impian sederhana saya." ucap Cyra, mengagetkan Naqi yang tengah mengecek Hpnya.
"Maksudnya?" tanya Naqi tidak ngerti dengan omongan Cyra.
"Saya pernah bermimpi bisa keluar rumah dan mengunjungi taman lalu makan seperti ini, dan sekarang Impian itu menjadi nyata. Itu semua karen Anda." ucap Cyra sangat polos.
"Sama-sama nikmatilah semua kebebasanmu sekarang." jawab Naqi dengan senyum di wajahnya.
"Bahkan impianmu sangat sederhana," batin Naqi, dia masih menatap kearah Cyra yang tak henti-hentinya menebarkan senyum manis di wajah cantiknya.
...****************...
#Terimakasih buat yang udah mampir, dan jangan lupa tinggalkan jejak yah.❤
# Mampir juga kekarya Othor yang satunya yah "Beauty Cloads" ceritanya nggak kalah seru loh...❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 269 Episodes
Comments
Bundanya Pandu Pharamadina
penasaran kenapa orang tua Curang berbuat seperti yg di ceritakan, siap kah Cyra di sebenarnya 🤔
2024-07-16
0
Cahaya Hayati
anak orang kaya tapi tidak pernah merasakan nikmat hidup Laura akan menjadi istri yg Sholeha jika suaminya membimbing dengan baik
2023-01-11
0
RATNA RACHMAN
cyra jadi pingin nangis membaca kisah mu 😭😭😭
2022-11-15
1