Fragmen 40 : Kura-Kura
Di sebuah meja makan, Kai dan Laela tampak sedang menyantap makan malam berdua. Walaupun saat ini Laela hanya mengenakan lingerie seksi yang menggugah birahi, namun Kai memilih untuk tetap fokus pada makanannya. Dia merasa kalau dia perlu tambahan energi setelah berlatih seharian.
Apalagi setelah ini masih ada satu lagi agenda harian yang tidak akan kalah melelahkan.
Kai menghentikan suapannya saat dia lihat Yono datang bersama dengan Tukang Kebun Villa. Karyawan termuda Kai. Mungkin usianya baru menginjak belasan tahun.
"Maaf Tuan... Saya mau nanya," ujar Tukang Kebun pada Kai.
"Ya... Ada apa Kang?"
"Saya kepikiran untuk memelihara hewan di kolam ikan bagian utara."
"Memangnya mau pelihara apa?" tanya Kai kembali.
"Karena tidak ada batasan bujet, saya sebenarnya menyarankan untuk membeli hewan termahal. Tapi bocah ini..." celetuk Yono menyela sambil mengusap gemas kepala bawahannya.
"Saya bingung apakah sebaiknya memelihara bangau atau kura-kura?" tanya Tukang Kebun pada Kai.
"Eh... Apa katamu tadi?!" Kai terkejut saat mendengar pertanyaan dari sang Tukang Kebun muda.
"Apakah sebaiknya saya membeli bangau ataukah kura-kura?"
"Kura-kura?! Ya benar! Kura-kura!" Kai tampak begitu kegirangan hingga dia tanpa sengaja berdiri dari kursinya.
Reaksi Kai yang berlebihan tentu saja membuat Yono dan Tukang Kebun merasa terkejut. Kai yang biasanya bersikap tak acuh dan juga dingin, tiba-tiba menjadi segirang ini cuman gara-gara hewan bernama kura-kura.
"Baiklah kalau begitu," jawab Tukang Kebun mengamini pendapat Kai.
'Eh! Apa?' Kai malah balik merasa heran saat melihat reaksi yang diberikan oleh kedua karyawannya.
Sebenarnya Kai memang tidak peduli dengan hewan apapun yang ada di tamannya. Mau sapi kek, paus kek, Kai benar-benar tidak peduli.
Barusan Kai tampak senang karena dia telah mendapatkan sebuah inspirasi baru. Kai baru saja sadar kalau Bonar Style memiliki prinsip seperti seekor kura-kura. Dimana setiap jurusnya mengedepankan posisi tangan dan kaki yang tertutup sehingga menghasilkan pertahanan yang kokoh bagaikan tempurung kura-kura.
[Pemahaman bertambah.]
[Bonar Style telah meningkat menjadi Grade B.]
'Ternyata benar! Wahahaha... Kenapa gak kepikiran dari kemarin-kemarin sih?!' pekik Kai dalam hati saat membaca notifikasi dari Sistem.
"Dua-duanya bisa nggak Kang?" usul Laela.
"Bi... Bisa... Cuman kalau ada bangau, Keberadaan kura-kuranya tidak akan menonjol," jelas Tukang Kebun.
"Ikuti saja saran dari Laela," titah Kai kembali dengan nada dingin seperti setelan pabriknya.
"Ba... Baiklah Tuan," ujar Tukang Kebun sambil meninggalkan meja makan bersama dengan Yono.
Sebenarnya pertanyaan dari Tukang Kebun sangatlah tidak penting. Tapi berkatnya, Kai jadi tahu apa saja yang harus dilakukannya besok.
Tapi sebelum itu...
Kai kemudian menatap ke arah Laela dengan tatapan ala serigala yang sedang bahagia karena baru saja selesai memecahkan masalah pelik yang dimiliki olehnya.
"Habiskan makananmu dulu!" kata Laela yang sadar dengan tatapan mata Kai pada dirinya.
...— Bersambung —...
Fragmen 41 : New Flows
Peluh bercucuran memenuhi tubuhku. Hari ini Aku telah mengulang rangkaian Bonar Style hingga lebih dari seribu kali.
Hanya saja...
Berbeda dengan kemarin, saat ini aku melakukan pengulangan bersama dengan pemahaman yang baru saja kudapat secara tak sengaja tadi malam.
Aku tidak bergerak dengan asal-asalan. Aku mengulang seluruh rangkaian jurus dengan sangat perlahan dan penuh penghayatan.
Memang melakukan latihan seperti ini tidak menguras stamina seperti pengulangan jurus pada umumnya. Tapi demi dapat terus memperhatikan serta menjaga bentuk gerakan dari rangkaian Bonar Style, aku harus menggunakan seluruh energi mentalku demi tetap menjaga fokusku.
[Bonar Style meningkat jadi Grade A.]
Ternyata memang benar dugaanku semalam. Berbeda dengan game VRMMORPG, Scavenger System tidak bekerja berdasarkan hitungan kuantitas belaka. Karena sebelumnya, Bonar Style tidak juga mengalami peningkatan bahkan setelah aku melakukan ribuan pengulangan setiap harinya.
Pantas saja sedari awal aku tidak menemukan data tentang perhitungan experience pada tabel status milikku.
[Hidup itu abstrak Tuan. Bukan eksak.]
'Ya. Kau benar,' aku pun setuju.
Merasa sudah cukup memahami detail bentuk dari rangkaian dasar, beberapa jam berikutnya aku coba untuk memodifikasi bentuk dari Bonar Style dengan cara mengubah posisi pertahanan yang dimilikinya.
'Ini masih tidak benar,' bisikku saat menyelesaikan rangkaian entah untuk yang ke berapa kalinya.
'Ayo coba lagi!' bisikku dalam hati sambil menarik nafas dalam.
Aku coba untuk mengulang rangkaian jurus Bonar Style sekali lagi. Tapi kali ini aku coba untuk menggeser posisi tangan dan kakiku beberapa milimeter. Sudut rotasi pinggang aku rubah sebesar tiga derajat. Dan untuk tumpuan tenaga kucoba pindahkan sedikit lebih ke depan lagi.
"Duesh!"
'Eh...!' aku terkejut dengan efek yang kurasakan.
"Dash! Jresh!"
Benar...
Aku tidak mengeluarkan banyak tenaga karena aku memang sedang mencoba bentuk baru ini dengan perlahan. Tapi suara angin yang dihasilkan di akhir setiap gerakan membuatku yakin kalau ini adalah bentuk rangkaian yang benar.
Ternyata...
Perubahan bentuk yang kulakukan membuat aliran serangan dari Bonar Style terasa jauh lebih cepat dan juga eksplosif.
[Bonar Style meningkat jadi Grade S.]
Melihat notifikasi terbaru dari Sistem, aku pun jadi semakin yakin kalau aku sudah menemukan bentuk yang benar.
[Selamat Tuan!]
[Tuan telah membagi Bonar Style menjadi dua buah aliran.]
[Kartu Bonar Style Grade S terbagi menjadi dua buah Kartu.]
[Silahkan Tuan berikan nama pada kedua kartu ini.]
Rentet notifikasi selanjutnya membuat aku seketika merasa telah menjadi sosok yang luar biasa. Aku akhirnya berhasil menciptakan jurus yang baru.
'Sepertinya ini adalah nama yang cocok,' jawabku kepada Sistem.
[Bonar Style Tortoise Flow Grade S telah dibuat]
[Bonar Style Snake Flow Grade S telah dibuat]
[Bonar Style Grade S telah menghilang.]
Resmilah sudah! Aku kini adalah seorang master beladiri yang mampu menciptakan sebuah aliran bela diri yang baru.
Akan tetapi...
Beberapa detik sudah berlalu. Notifikasi keterangan mengenai Side Quest yang sudah selesai tak kunjung terdengar.
[Tuan belum berhasil menciptakan aliran beladiri yang baru.]
'Belum selesai? Memangnya harus bagaimana lagi? Bukankah ini adalah aliran yang baru?' protesku pada Sistem.
[Tidak Tuan. Tuan hanya membuat aliran jurus baru. Bukan aliran beladiri yang baru.]
'Maksudmu?'
[Aliran beladiri haruslah berisikan dasar dan juga prinsip yang kuat selayaknya identitas diri. Bukan sekedar rangkaian gerak yang berbeda namun secara prinsip dasar tetap sama.]
'Bukankah Bonar Style Snake Flow memiliki prinsip yang berbeda?' aku coba bernegosiasi.
[Hanya bentuk dan fungsinya saja yang berbeda. Namun secara prinsip dasar masih sama.]
'Argh!' Aku menginjak bumi sekuat tenaga karena kesal. Untuk ke sekian kalinya aku ngerasa mentok nggak ngerti musti ngapain lagi.
"Aaaa...!" kuberteriak sekuat tenaga sambil bergerak mengulangi Bonar Style Snake Flow dan Bonar Style Tortoise Flow dengan wajah merah padam.
[Berhenti Tuan. Bentuk dari rangkaian jurus Tuan berantakan.]
Aku memang mendengar peringatan dari Sistem dengan jelas. Tapi saat ini aku sedang ingin menumpahkan amarahku dengan terus bergerak liar.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Sutardi Sutardi
gumoh ny kapan kai🤣🤣🤣🤣
2022-08-06
1
Harman LokeST
sssssssssiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippppppppppp
2022-07-12
1
Kaylha✌️✌️
ok
2022-06-04
2