Fragmen 25 : Misi Perlindungan
15 menit lagi Kai akan sampai ke Cijagung. Kai bersyukur. Setelah terkoneksi dengan Sistem, Kai yakin kalau dirinya tidak akan pernah merasakan kehidupan yang kelam seperti dahulu.
Tring. Tring. Tring.
Serentetan bunyi notifikasi lagi-lagi terdengar di dalam kepala Kai. Membuatnya terpaksa harus menepikan mobilnya kembali.
[Main Quest telah didapatkan.]
[Laela Ramlan dalam bahaya.]
'Laela dalam bahaya?!'
Kalau saja bukan Sistem yang mengatakannya, tentu Kai bisa saja mangabaikannya. Tapi sebagai salah satu entitas terkuat di alam semesta, tentu saja Sistem tak mungkin salah.
Kai lalu lanjut membaca pesan notifikasi lainnya.
[Tetaplah berada di sisi Laela dan berilah Laela perlindungan selama 36 hari.]
'Berarti harus balik lagi nih?' protes Kai yang sudah hampir sampai ke tujuan. Ditambah lagi, 36 hari bukanlah waktu yang singkat.
[Side Quest telah didapatkan.]
[Bersembunyi di save area.]
Kai melihat ada peta hologram yang berisikan lokasi save area yang dimaksud oleh Sistem. Kai lalu memeriksa peta hologram itu dengan teliti.
'Ini kan di sini?'
[Betul Tuan.]
Save area yang dimaksud oleh Sistem adalah tempat dimana mobil Kai menepi. Sebuah daerah pegunungan yang berada tak jauh dari Desa Cijagung. Sebuah daerah wisata yang cukup terkenal karena memiliki ratusan Villa yang mewah dan juga nyaman.
[Side Quest telah didapatkan.]
[Temukan intisari dari Bonar Style. Dan kembangkanlah bela dirimu sendiri.]
Menemukan aliran bela diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila mengingat Bang Bonar hanya mengajarkan Kai dasar-dasar beladiri saja.
"Percuma kau menguasai seribu jurus bila dasarnya masih mentah begini," nasihat Bang Bonar menggema di dalam kepala Kai.
'Ya sudahlah... Kucoba saja sebisaku. Lagipula Side Quest tidak memiliki penalti seperti Main Quest," simpul Kai.
Satu buah Main Quest dan dua buah Side Quest. Bila melihat dari sudut pandang Sistem, dapat dikatakan kalau Kai baru saja panen raya.
Setelah menyimpan mobilnya di Bank Sistem. Kai langsung membuka antarmuka Pet untuk memeriksa kondisi Laela saat ini.
'Dia sedang mencariku,' tebak Kai saat dia lihat Laela tampak panik di dalam lobby hotel.
Sebelum menekan tombol untuk berteleportasi, Kai bertanya pada Sistem.
'Bukankah berteleportasi seperti ini akan mengundang kehebohan di kalangan saksi mata?'
[Tenang saja Tuan. Sistem akan mengubah persepsi orang-orang sehingga tidak akan ada yang sadar dengan keajaiban yang dibuat oleh Sistem.]
'Menarik,' ujar Kai puas sebelum tubuhnya bersinar lalu menghilang.
...— x —...
"Aku butuh taksi dong! Cepat!" Laela setengah membentak petugas resepsionis dikarenakan panik.
"Cari siapa?" tanya Kai yang sudah berteleportasi ke belakang punggung Laela.
Laela berbalik dan melihat Kai dengan mata membulat.
"Kai!" jerit Laela sambil memeluk Kai erat.
"Jahat! Kamu jahat!"
Melihat Laela yang histeris. Kai sama sekali tidak marah. Dia malah membelai kepala Laela dengan lemah lembut.
"Aku tadi cuman ada keperluan sebentar kok..." Kai mengarang bebas.
"Mbak... Bisa kuambil kembali kunci kamar kami?" tanya Kai pada Mbak Resepsionis yang ikut tersipu malu akibat adegan ala drakor yang dia lihat di depan matanya.
"Oh ya Tuan..."
"Dan aku sepertinya akan extend semalam lagi."
"Baik Tuan."
Kai lalu menggandeng tangan Laela kembali ke dalam lift.
"Eh... Kai... Mau ngapain?"
"Kayak kamu gak tahu aja!" jawab Kai datar.
Kai tahu kalau Laela pasti sudah menduga apa yang diinginkannya. Tapi alasan Kai yang sebenarnya bukan sekedar melampiaskan hawa nafsu belaka. Kai berniat untuk mengumpulkan sejumlah uang terlebih dahulu sebelum menuju ke save area.
'Mudah-mudahan Laela masih kuat untuk marathon birahi selanjutnya,' bisik Kai di dalam hati.
...— Bersambung —...
Fragmen 26 : Villa di Save Area
Pagi hari berikutnya Kai duduk bersantai di balkon kamar hotel yang penuh dengan tanaman gantung.
Saat ini Kai sedang mengecek saldo Banknya pasca memanfaatkan scavenging source selama satu hari dua malam.
'Lumayan,' bisik Kai saat melihat angka 14 juta Haipur di sana.
Kai kemudian menjual seluruh barang rampasan yang dia simpan untuk turut menambah saldonya.
'Sistem, aku minta rekomendasi Villa yang ada di save area.'
[Berikut adalah beberapa Villa yang paling direkomendasikan.]
Villa yang ditunjukan oleh Sistem bagus-bagus semua. Tapi Kai paling tertarik dengan sebuah villa dengan disen arsitektur sederhana, namun memiliki private pool dan juga taman yang luas.
'Berapa biaya sewanya'?
[5.000 Haipur per malam.]
'Loh... Ternyata harga sewa kamar hotel ini jauh lebih mahal daripada harga sewa Villa itu.'
[Apakah Tuan berniat untuk menyewanya saja?]
'Tidak juga. Aku akan membelinya,' jawab Kai.
'Oh iya... Apakah toko sistem bisa membantuku untuk merekrut karyawan juga?' tanya Kai pada Sistem.
[Tentu saja bisa Tuan.]
'Berikan aku rekomendasi karyawan yang dibutuhkan agar Villa tersebut bisa dirawat dengan baik?'
[Untuk Villa sebesar ini, Tuan memerlukan satu orang manajer, dua asisten rumah tangga, tiga orang satpam, dan satu tukang kebun.]
[Berikut ini adalah daftar orang-orang yang paling kompeten menurut Sistem.]
'Baiklah...' jawab Kai saat melihat data calon karyawan yang begitu lengkap di atas layar hologram.
[Apakah Tuan berniat untuk tinggal di Villa tersebut?]
Tanya Sistem setelah Kai selesai merekrut tujuh orang karyawan pertamanya.
'Tidak.'
[Kalau begitu, sebaiknya Tuan membuat kontrak dengan agen property agar Tuan tidak perlu repot lagi mengurus sewa menyewa Villa tersebut.]
'Berapa estimasi keuntunganku kalau aku ikuti seluruh saranmu?'
[Per tahun nya Tuan bisa mendapatkan antara 200 ribu sampai 600 ribu Haipur.]
'Melakukan hubungan ranjang selama dua jam masih lebih besar dari itu.'
[Jadi Tuan tidak berminat untuk menyewakannya?]
'Oh... Aku akan ikuti saranmu. Ada bagusnya kalau aku punya sumber penghasilan yang normal.'
[Selesai. Kontrak kerjasama telah dibuat.]
Handphone Kai tiba-tiba berdering.
'Loh... Siapa ya? Selain Laela, Aku tidak pernah memberikan nomorku pada siapapun.'
[Itu dari manajer yang barusan Tuan rekrut.]
"Halo?" Kai merendahkan suaranya agar terdengar berwibawa.
"Apakah ini Tuan Kai Prayoga?"
"Ya."
"Saya manajer ART yang baru Tuan rekrut. Saya sudah melihat seluruh foto dan video tentang kondisi Villa yang Tuan kirim."
"Ya. Lalu?"
"Apakah Tuan ingin menggunakan Villa segera?"
"Rencananya sore ini."
"Bisakah Tuan berikan saya waktu selama satu pekan untuk menyiapkan Villa agar siap beroperasi?" jelas sang Manajer ART.
"Lima hari," Kai bernegosiasi
"Nggak bisa Tuan..."
"Tiga hari," bukannya menambah rentan waktu deadline. Kai malah memajukannya.
"Ba... Baiklah Tuan... Aku usahakan seluruh karyawan akan berkumpul dalam tiga hari," Sang Manajer yang panik akibat ketegasan Kai terpaksa setuju.
"Untuk rincian anggaran maintenance, saya akan buatkan segera Tuan. Tapi kalau boleh tahu, berapakah bujet yang siap Tuan gelontorkan?"
"Unlimited."
"Maaf Tuan?"
"Buat saja sesukamu. Tugasku hanyalah mentransfer," ujar Kai tegas.
"Ba... Baik Tuan."
"Ada lagi?" tanya Kai mengintimidasi.
"Ti... Tidak Tuan... Saya akan mulai bekerja sekarang juga."
"Bagus."
"Kalau begitu. Saya permisi Tuan."
"Ya."
Tuuut... Tuuut... Tuuut...
'Sistem, nantinya aku nggak perlu repot-repot transfer kan?'
[Tenang saja Tuan. Sistem akan mengurus semuanya.]
'Terima kasih Sistem.'
[Sama-sama Tuan.]
Kai tanpa sengaja melihat Laela baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
'Hmm... Sebaiknya tiga hari ini kita ngapain lagi ya?' bisik Kai pada Dino yang seketika tegak berdiri begitu melihat tubuh seksi yang tersaji.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Fatkhur Kevin
efek dino besar. jd GGL🤭🤭🤭
2023-06-16
0
Makmur Djajamihardja
mau daftar ke yono aja kok bertele2 ngabisin lebih dari1chapter thor
2022-12-25
1
Sutardi Sutardi
wkwkwkwkwwk bisa bisa ny kay
2022-08-06
1