Fragmen 24 : Sang Pewaris
Puluhan menit berlalu sejak Kai bertemu dengan Kakek Arya untuk pertama kalinya.
Di atas trotoar depan kantor polisi Arya dan Kai duduk berdampingan. Terlihat bagaikan kakek yang sedang menemani cucu yang sangat dicintainya.
"Oka sudah dengar sendiri kan apa kata Pak Polisi tadi?" tanya kakek Arya. Kai mengangguk.
"Apakah Oka bersedia untuk tinggal sementara dengan Kakek sambil nunggu Pak Polisi menemukan keluarga Oka?"
"Ya… Aku mau..." Kai jawab dengan tertunduk lesu. Itu satu-satunya jawaban yang dia miliki saat ini.
...– x –...
Kai masih tidak ingin percaya dengan apa yang dia dengar dari Pak Polisi.
Karena keluarga Kai berasal dari luar pulau yang berada di teritori kerajaan lain. Sehingga akan lumayan sulit bagi pihak kepolisian untuk menghubungi keluarganya.
Apalagi, keluarga yang disebutkan oleh Kai adalah salah satu keluarga kaya dan terkemuka. Pak Polisi harus memeriksa terlebih dahulu laporan Kai dan Arya dengan lebih teliti. Karena polisi juga mencurigai bila Kai dan Arya hanyalah sepasang penipu yang ingin mempermainkan pihak kepolisian.
Tapi sungguh...
Kai tidak membual saat mengatakan kalau dia adalah anak dari suami-istri pemilik Prians Group. Sebuah perusahaan multi bidang yang masuk ke dalam jajaran grup bisnis terbesar di kepulauan Indonesia. Dimana pasangan suami istri ini baru saja meninggal dunia karena kecelakaan pesawat beberapa pekan yang lalu.
...– x –...
Berbulan-bulan pun berlalu. Kai yang pada awalnya merasa begitu menderita saat harus tinggal di dalam gubuk mungil dan makan ala kadarnya setiap hari kini sudah mulai terbiasa dengan kehidupan barunya.
Setelah beberapa kali Kai dan Arya mengunjungi kantor polisi untuk menanyakan perkembangan laporan mereka berdua. Kai akhirnya menerima nasib dimana kini dia sudah tidak mungkin lagi kembali ke dalam keluarganya.
Dulu Kai masih kecil dan tidak paham apa yang terjadi di dalam keluarganya hingga tantenya secara sangat tega membuang dirinya di pinggir jalan.
Tapi Kai yang telah dewasa menduga kuat kalau kedua orang tuanya bukan mati oleh kecelakaan semata. Kemungkinan besar kedua orang tua Kai dibunuh oleh bibinya sebelum menghilangkan keberadaan Oka Irawan Aprianyah sang pewaris tunggal demi dapat menggenggam harta dan kekuasaan secara instan.
...— x —...
Satu tahun semenjak Kai tinggal bersama Kakek Arya, Kai mulai dapat merasakan kasih sayang tulus yang diberikan oleh Kakek Arya. Kai mulai merasa nyaman hidup sebagai seorang pemulung meskipun hidup mereka tak berlimpah harta.
Kai dapat merasakan kehangatan yang sebelumnya tak pernah dia rasakan di keluarganya yang dingin dan penuh dengan kecurigaan.
...— x —...
Sore ini Kai dan Arya ngobrol di warung langganan mereka sambil mengunyah gorengan dan menyeruput kopi.
"Oka… Lihat ini! Apa yang Kakek baru temukan pas beres-beres gubuk semalam," kata Kakek Arya sambil menyerahkan sebuah foto tua.
"Siapa ini Kek?"
"Anak Kakek."
"Sekarang anak Kakek ada dimana? Kok aku gak pernah lihat?"
"Anak Kakek udah meninggal."
"Eh. Maafin aku Kek…"
"Gak papa… Gak perlu minta maaf. Emang Kakek juga nggak pernah cerita kan?"
"Emangnya kenapa Kakek kok tiba-tiba ngasih liat ke aku foto almarhum anak Kakek?"
"Kakek kepikiran… Kan kamu udah setahun tinggal sama Kakek. Dan sampai saat ini nggak ada satupun keluarga kamu yang nyari kamu."
Sudah setahun berlalu, tapi Kai selalu merasakan sakit hati setiap kali mengingat kenyataan pahit ini.
"Terus?"
"Ya… Kakek kepikiran apakah sebaiknya Kakek angkat kamu jadi cucu Kakek saja ya?"
"Loh... Kan selama ini juga aku udah jadi cucu Kakek," tanya Arya kembali.
"Bukan itu, kamu mau nggak kalau Kakek ganti nama kamu?"
"Ganti nama?"
"Iya."
"Jadi apa Kek?"
"Jadi sama dengan nama anak Kakek."
'Oh... Itu toh maksud kakek menunjukkan foto ini,' simpul Kai dalam hati.
"Lagian lumayan pas loh namanya... Nama kamu kan Oka Irawan Apriansyah, gimana kalau Kakek singkat aja nama kamu jadi Kai. 'Ka' dari Oka, dan 'I' dari Irawan. Sedangkan nama keluarga Apriansyah ganti aja jadi nama keluarga Kakek. Prayoga. Jadi nama kamu sekarang Kai Prayoga," Kakek Arya panjang lebar menjelaskan.
"Nama almarhum anak Kakek itu Kai Prayoga?" tanya Kai pintar.
"Iya. Kebetulan sekali kan?" Kakek jawab dengan nada bersemangat.
"Aku sih nggak masalah," jawab Kai sambil tersenyum lebar dari pipi ke pipi.
Kakek Arya memang memiliki senyuman yang begitu lebar dan juga hangat. Setelah setahun tinggal bersama kakek, Kai akhirnya memiliki senyuman yang sama.
"Kakek! Lagakmu tuh ya... Kayak orang kaya aja!" celetuk Bibi cantik penjaga warung.
"Maksudnya gimana Bi?" tanya Kakek Arya.
"Iya! Sebagai seorang pemulung kan nama keluarga sebenarnya bukan hal yang penting-penting amat!"
"Yah... Kalaupun nggak punya harta kayak orang kaya. Ya minimal kita punya kebiasaan orang kaya. Syukur-syukur ikut ketularan banyak duitnya," kelakar Kakek Arya.
"Saya itu suka heran sama Kakek Arya. Saat pengunjung warung yang lain banyak yang ngeluh dan kelihatan stress. Sebagai orang yang gak punya, Kakek Arya tuh semangat hidupnya tinggi sekali ya..." ujar Bibi warung sambil tersenyum.
"Apalah artinya mengeluh Bi... Sebagai orang yang sudah hidup puluhan tahun, aku tahu betul kalau mengeluh hanya akan bikin capek dan tidak akan memberikan kita apa-apa lagi."
"Kakek Arya ini bijak sekali..." puji Bibi warung sambil tertawa. Kakek Arya sambut tawa Bibi warung dengan senyuman khas.
"Ngomong-ngomong, Kai itu artinya apa Kek?" tanya Kai yang tidak menganggap pembicaraan kedua orang dewasa yang Kai baru lihat saling bergenjotan tadi malam.
"Oh... Kai itu berasal dari Bahasa Sunda yang artinya kayu. Aku ingin kamu terus tumbuh tanpa henti selayaknya kayu. Dan setelah dia besar dan kuat, kayu dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi umat manusia."
"Wah… Aku suka Kek! Aku suka sekali sama nama ini!" Kai menerima nama barunya dengan suka hati.
...– x –...
Selama delapan tahun terakhir ini, Kakek Arya terus menanamkan tiga nilai terpenting dalam hidup kepada diri Kai.
Dimana nilai yang pertama adalah tanggung jawab. Kakek ingin Kai menjadi orang yang bertanggung jawab atas segala pekerjaan yang diamanahkan padanya. Baik pekerjaan itu adalah pekerjaan yang menghasilkan ataupun tidak.
Selain itu, selama masih ada waktu kosong, Kai tidak boleh menolak apabila ada amanah yang dipercayakan kepada dirinya. Dan sebisa mungkin Kai juga harus dapat menyelesaikan amanah tersebut lebih baik daripada ekspektasi sang pemberi amanah.
Alhasil, Kai banyak dipercaya oleh orang-orang yang mengenalnya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan kasar yang tidak memerlukan ijazah.
Nilai yang kedua adalah 'Mestakung', 'Semesta Mendukung' atau 'Law of Attraction'.
Kai selalu diingatkan agar dia tidak pernah ragu untuk menanamkan cita-cita yang sangat tinggi. Dimana Kai juga harus yakin kalau dia akan mencapai seluruh cita dan keinginannya. Karena alam semesta hanya akan mengabulkan keinginan yang diyakini akan didapatkan.
Sedikit saja ada keraguan yang terbersit di dalam hati. Maka hal itu akan menjadi penghambat bagi cita-cita Kai untuk tercapai.
Lalu nilai terakhir yang diajarkan Kakek Arya adalah Kai harus menghargai proses dan juga mensyukuri setiap perubahan kecil yang terjadi di dalam hidupnya. Karena menurut Kakek Arya, setiap kesuksesan yang besar, sebelumnya harus terlebih dahulu diawali dengan prestasi-prestasi kecil yang sulit untuk dilihat.
Sehingga...
Walaupun hidup Kai penuh dengan penderitaan. Walaupun banyak sekali orang yang kerap menindas Kai karena perbedaan status sosial yang dimiliki. Kai tetap tegap berdiri di dunia yang kejam ini.
...— x —...
Dibalik kemudi mobil barunya, Kai dewasa tersenyum dan berterima kasih kepada Kakek atas segala bimbingannya. Karena tanpa keyakinan Kai akan mestakung. Mungkin Kai akan pasrah saat akan mati tadi malam.
Kai yakin kalau keras kepalanya dia terhadap cita-citanyalah yang pada akhirnya dapat membuat Kai bisa terkoneksi dengan Sistem seperti saat ini.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Hades Riyadi
wuihh.... mantaabb jiwa...😀👍👍👍
2022-10-23
1
Sutardi Sutardi
mantap
2022-08-06
1
Harman LokeST
up up up up up up up up up up up up up up up
2022-07-12
1