[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam

Fragmen 9 : Quest Pertama

[Sekarang apakah Tuan sudah siap untuk menjalankan Main Quest Tuan yang pertama?]

'Main Quest Pertamaku?! Tentu saja!'

Tring!

Sebuah tampilan antarmuka hologram seketika muncul di hadapanku.

[Main Quest telah didapatkan.]

Aku membaca berbagai keterangan yang tertera pada layar hologram dengan seksama.

"Hmm..." gumamku sambil mengurut dagu.

Aku dapat Quest yang mengharuskanku untuk membalas dendam pada pengendara mobil yang menabrakku barusan.

'Apakah aku benar-benar harus melakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di sini?' tanyaku saat membaca detail keterangan dari misi yang kudapatkan.

[Ya Tuan.]

Jawab Sistem singkat.

Quest ini memerintahkanku untuk membunuh si pelaku tabrak lari. Karena ini adalah Main Quest, aku harus mengerjakan misi ini apapun yang terjadi. Karena bila aku menolaknya, aku akan mati.

Untungnya...

Bila kulihat tingkat kesulitan dari Quest ini yang diberikan nilai F, berarti misi ini sangat mudah untuk aku selesaikan.

...— x —...

Aku sebenarnya tidak masalah dengan membunuh orang. Toh sudah beberapa kali aku hampir terbunuh di dunia yang kejam ini.

Ditambah lagi...

Orang itu bisa dikatakan sudah pernah membunuhku satu kali saat melakukan tabrak lari barusan.

Tapi masih ada satu teori di dalam kepalaku yang ingin kupastikan kebenarannya.

'Mengapa aku harus membunuhnya? Bukankah menghabisinya tanpa membunuh sudah cukup?' tanyaku pada Sistem.

[Sistem memberikan misi sesuai dengan kebutuhan dan ambisi Tuan. Selain itu, setiap misi dibuat untuk meminimalisir berbagai kejadian buruk yang mungkin akan terjadi di masa depan.]

Hmm... Sesuai dengan dugaanku.

Memang Quest ini terkesan kejam. Tapi Sistem punya perhitungan yang jauh di atas akal manusia.

Lagipula...

Bunuh membunuh demi menggapai ambisi masing-masing adalah hal yang lumrah terjadi di dunia yang kejam ini. Bila aku ingin bertahan hidup, aku memang harus mengikuti arus permainan yang dimiliki oleh dunia ini.

Ternyata memang aku ini terlalu naif. Selama ini aku rela saja diinjak tanpa melawan demi nilai kebaikan yang sudah kadaluarsa.

Yah...

Ini memang akan menjadi pembunuhan pertamaku. Tapi demi bisa tetap hidup dan tidak mati karena gagal menjalankan misi, aku tak boleh ragu untuk melakukannya.

Kubulatkan tekadku dengan berkata di dalam hati, 'Bersiaplah wahai dunia... Aku bukanlah Kai yang naif seperti dulu lagi. Bukanlah Kai yang masih berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh hati nurani. Saat ini aku adalah Kai yang akan melakukan segala cara untuk menjadi lebih kuat dan juga berkuasa.'

...— Bersambung —...

Fragmen 10 : Pembunuh

'Dimana orang itu sekarang?' tanyaku pada Sistem.

[Cukup Tuan ikuti panah ini saja.]

Sebuah panah hologram seperti yang ada di dalam game Open World semacam GTA, RDR, dan lain sebagainya muncul di hadapanku.

'Haha...' aku tertawa hambar.

Sistem tak hentinya memberikanku kejutan dengan berbagai fitur praktis yang dimilikinya.

...— x —...

Tanpa berlama-lama lagi aku langsung berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan Sistem hingga sampailah aku di depan sebuah kamar motel beberapa puluh menit kemudian.

Tingtong...

Kutekan bel yang terdapat di pintu kamar motel tersebut.

"Siapa itu?" terdengar suara pria dari dalam kamar motel.

"Saya ingin mengantarkan lilin aroma terapi dan juga sebotol anggur sebagai bonus pelayanan kami Tuan..." kujawab pertanyaan pria tersebut dengan asal.

"Sebentar," jawab pria tersebut.

Aku tak menyangka kalau bualan asalku langsung dia percayai begitu saja.

'Aktifkan Bonar Style!'

[Bonar Style terpasang.]

Cekrek!

Pintu kamar motel perlahan dibuka. Suara musik langsung terdengar begitu kencang dari dalam kamar.

Tanpa membuang waktu aku langsung meluncurkan pukulan ke arah wajah pria yang membukakan pintu.

[Bonar Style Punch!]

Buag!

[Critical!]

Pria tersebut langsung terpelanting sejauh beberapa meter hingga terjengkang.

[Efek Stun aktif.]

Brak!

Tanpa memeriksa kondisi sosok yang barusan kupukul, secepat mungkin aku masuk dan kembali menutup pintu kamar motel.

'Eh!' aku tersadar.

Ternyata yang melakukan tabrak lari padaku barusan hanyalah seorang kakek-kakek tua. Berusia sekitar 70 atau 80 tahunan. Pantas saja tingkat kesulitan Quest ini adalah F.

Si Kakek itu terlihat bersimpuh dan tak bisa bergerak ataupun berkata-kata. Mungkin ini adalah maksud dari keterangan efek stun yang barusan kudengar.

Di tengah alunan musik yang memekakan telinga, samar kudengar suara seseorang dari dalam kamar mandi.

'Pasti itu si cewek yang barusan kulihat keluar dari dalam mobil,' simpulku.

Karena Kakek centil ini hanya menggunakan kimono handuk tanpa mengenakan pakaian apapun lagi. Aku yakin kalau mereka berdua berniat untuk mandi bersama.

[Efek stun berakhir.]

Suara notifikasi dari Sistem terdengar lalu diikuti dengan si Kakek yang hendak berteriak meminta pertolongan.

"Hmph!"

Secepat mungkin aku pun bergerak dan langsung menindihnya untuk membekap mulutnya.

"Hmph...!" Kakek itu meronta sekuat tenaga.

"Uhh..." Kakek tua mengerang di atas lantai. Dia sadar kalau kini dia berada dalam kondisi yang benar-benar tak berdaya. Sama dengan kondisi yang kualami barusan di antara tingginya ilalang.

'Maaf... Aku harus hidup dan kau harus mati,' ujarku dalam hati sebelum kucekik leher si Kakek dengan sekuat tenaga.

"Huek..."

Mata si Kakek melotot sangat lebar. Membuat bola matanya seperti hendak melompat keluar.

"Kh... Kh... Kh..."

Aneh...

Mencekiknya saja ternyata tidak lantas membuatku merasa puas. Api dendam akibat hampir dibuat mati olehnya barusan tiba-tiba saja berkobar di dalam dadaku.

Kutarik leher yang saat ini sedang kucengkram hingga kepala si Kakek ikut terangkat menjauhi lantai.

"Kamu sudah membunuhku satu kali."

Duag!

Kubenturkan bagian belakang kepalanya sekuat tenaga ke permukaan lantai.

"Maka kali ini dengan senang hati aku akan membunuhmu juga!"

Duag!

"Kau tahu kan kalau mata dibayar mata."

Duag!

"Nyawa dibayar nyawa!"

Duag!

Duag!

Duag!

Tidak peduli dengan ekspresi kesakitan berbalut ketakutan yang terpancar di wajah sang korban. Kuulangi terus apa yang kulakukan hingga cipratan merah membasahi baju dan juga wajahku.

Duag!

[Main Quest terselesaikan.]

[Selamat! Tuan berhasil Naik Level. Sekarang Tuan sudah Level 3]

[Ruang pada Activation Filed bertambah menjadi tiga.]

[Skill Rush didapatkan.]

[Skill Incubus Charm didapatkan.]

Notifikasi beruntun yang kudapatkan memberitahukanku kalau si Kakek sudah kehilangan nyawanya.

'Ah... Akhirnya...' kulepaskan cengkraman tanganku yang tiba-tiba lemas tanpa tenaga.

Kumendongak menatap langit-langit. Aku terduduk lemas di atas tubuh tak bernyawa. Bulir-bulir keringat sebesar gundu membasahi kening berkulit gelap.

Akhirnya...

Aku...

Akhirnya aku telah membunuh seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupku.

Huegh...

Aku mendadak merasa mual karena ada perasaan yang berkecamuk di dalam dadaku. Sebuah sensasi pembunuhan pertama yang sulit untuk aku definisikan.

Selama beberapa saat aku berusaha untuk menahan rasa mual yang begitu menyiksa. Aku tidak ingin muntah pada pembunuhan pertamaku.

Kecipak!

Tanganku terasa hangat saat tanpa sengaja ia mendarat di genangan darah sang Kakek tua. Darah yang mengalir dari tempurung kepala manusia ini ternyata sangat banyak sekali.

Ha Ha Ha Ha Ha...

Dalam hati kutertawa terbahak sambil membasuh wajahku dengan cairan berwarna merah nan hangat. Membuat rasa mual yang kurasakan berubah menjadi lonjakan adrenalin yang begitu luar biasa.

Beberapa detik pun berlalu...

Sensasi bagaikan bara api di dalam dadaku tiba-tiba berubah menjadi sensasi es yang dingin dan juga membekukan.

Biarpun suara musik kencang memenuhi seluruh kamar. Yang kurasakan kini hanyalah dingin dan juga kehampaan.

'Sistem...'

[Ya Tuan?]

'Apakah aku sudah melakukannya dengan benar?'

[Tuan sangat luar biasa. Sistem yakin Tuan akan menjadi sosok yang sangat sukses di masa depan.]

Bersama dingin yang mencengkram jiwa aku tersenyum getir. Fluktuasi perasaan yang begitu luar biasa baru saja kualami. Sebuah sensasi yang anehnya ingin kurasakan kembali.

Aku tak menyangka kalau membunuh akan terasa senikmat ini.

...— Bersambung —...

Terpopuler

Comments

Don T

Don T

kek akan sama novel sebelah... punya sistem tapi irit mampusss🤣🤣🤣🤣

2022-12-12

1

Sutardi Sutardi

Sutardi Sutardi

knp gag simpel aja thor

2022-08-06

2

Harman LokeST

Harman LokeST

terlalu banyak bertanya

2022-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
2 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
3 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
4 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
5 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
6 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
7 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
8 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
9 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
10 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
11 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
12 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
13 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
14 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
15 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
16 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
17 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
18 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
19 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
20 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
21 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
22 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
23 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
24 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
25 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
26 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
27 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
28 [S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
29 [S2] Si Cacat dan Hamba Sahaya
30 Bookmark di Sini
31 Bookmark di Sini
32 Bookmark di Sini (Update Terakhir : 5 Mei 2023)
33 Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 1)
34 Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 2)
35 Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 3)
36 Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 4)
37 Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 5)
38 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 1)
39 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 2)
40 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 3)
41 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 4)
42 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 5)
43 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 6)
44 Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 7)
45 Kisah 13 : Easy Money (Bagian 1)
46 Kisah 13 : Easy Money (Bagian 2)
47 Kisah 13 : Easy Money (Bagian 3)
48 Kisah 13 : Easy Money (Bagian 4)
49 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 1)
50 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 2)
51 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 3)
52 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 4)
53 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 4)
54 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 5)
55 Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 6)
56 Kisah 15 : Laksa (Bagian 1)
57 Kisah 15 : Laksa (Bagian 2)
58 Kisah 15 : Laksa (Bagian 3)
59 Kisah 15 : Laksa (Bagian 4)
60 Kisah 15 : Laksa (Bagian 5)
61 Kisah 15 : Laksa (Bagian 6)
62 Kisah 15 : Laksa (Bagian 7)
63 Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 1)
64 Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 2)
65 Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 3)
66 66. Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 4)
67 Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 1)
68 Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 2)
69 Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 3)
70 Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 4)
71 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 1)
72 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 2)
73 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 3)
74 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 4)
75 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 5)
76 Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 6)
77 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 1)
78 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 2)
79 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 3)
80 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 4)
81 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 5)
82 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 6)
83 Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 7)
84 Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 1)
85 Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 2)
86 Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 3)
87 Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 1)
88 Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 2)
89 Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 3)
90 Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 1)
91 Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 2)
92 Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 3)
93 Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 4)
94 Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 5)
95 Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 1)
96 Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 2)
97 Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 3)
98 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 1)
99 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 2)
100 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 3)
101 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 4)
102 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 5)
103 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 6)
104 Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 7)
105 Kisah 25 : Suganda (Bagian 1)
106 Kisah 25 : Suganda (Bagian 2)
107 Kisah 25 : Suganda (Bagian 3)
108 Kisah 25 : Suganda (Bagian 4)
109 Bab 26 Bagian 1
110 Bab 26 Bagian 2
111 Bab 26 Bagian 3
112 Bab 26 Bagian 4
113 Bab 26 Bagian 5
Episodes

Updated 113 Episodes

1
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
2
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
3
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
4
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
5
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
6
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
7
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
8
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
9
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
10
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
11
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
12
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
13
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
14
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
15
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
16
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
17
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
18
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
19
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
20
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
21
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
22
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
23
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
24
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
25
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
26
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
27
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
28
[S1] Sang Pewaris dan Kupu-Kupu Malam
29
[S2] Si Cacat dan Hamba Sahaya
30
Bookmark di Sini
31
Bookmark di Sini
32
Bookmark di Sini (Update Terakhir : 5 Mei 2023)
33
Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 1)
34
Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 2)
35
Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 3)
36
Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 4)
37
Kisah 11 : Kenyataan Pahit (Bagian 5)
38
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 1)
39
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 2)
40
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 3)
41
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 4)
42
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 5)
43
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 6)
44
Kisah 12 : Power Leveling (Bagian 7)
45
Kisah 13 : Easy Money (Bagian 1)
46
Kisah 13 : Easy Money (Bagian 2)
47
Kisah 13 : Easy Money (Bagian 3)
48
Kisah 13 : Easy Money (Bagian 4)
49
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 1)
50
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 2)
51
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 3)
52
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 4)
53
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 4)
54
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 5)
55
Kisah 14 : Membangun Pondasi (Bagian 6)
56
Kisah 15 : Laksa (Bagian 1)
57
Kisah 15 : Laksa (Bagian 2)
58
Kisah 15 : Laksa (Bagian 3)
59
Kisah 15 : Laksa (Bagian 4)
60
Kisah 15 : Laksa (Bagian 5)
61
Kisah 15 : Laksa (Bagian 6)
62
Kisah 15 : Laksa (Bagian 7)
63
Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 1)
64
Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 2)
65
Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 3)
66
66. Kisah 16 : Unjuk Gigi (Bagian 4)
67
Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 1)
68
Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 2)
69
Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 3)
70
Kisah 17 : Bertepuk Sebelah Tangan (Bagian 4)
71
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 1)
72
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 2)
73
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 3)
74
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 4)
75
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 5)
76
Kisah 18 : Cinta Seorang Yono (Bagian 6)
77
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 1)
78
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 2)
79
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 3)
80
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 4)
81
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 5)
82
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 6)
83
Kisah 19 : Pertemuan Kembali (Bagian 7)
84
Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 1)
85
Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 2)
86
Kisah 20 : Kika yang Terlupakan (Bagian 3)
87
Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 1)
88
Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 2)
89
Kisah 21 : Menggenapkan (Bagian 3)
90
Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 1)
91
Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 2)
92
Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 3)
93
Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 4)
94
Kisah 22 : Sebulan yang Lalu (Bagian 5)
95
Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 1)
96
Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 2)
97
Kisah 23 : Fakta Tiga Unsur (Bagian 3)
98
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 1)
99
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 2)
100
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 3)
101
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 4)
102
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 5)
103
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 6)
104
Kisah 24 : Laksa Utama dan Keluarga Prayoga (Bagian 7)
105
Kisah 25 : Suganda (Bagian 1)
106
Kisah 25 : Suganda (Bagian 2)
107
Kisah 25 : Suganda (Bagian 3)
108
Kisah 25 : Suganda (Bagian 4)
109
Bab 26 Bagian 1
110
Bab 26 Bagian 2
111
Bab 26 Bagian 3
112
Bab 26 Bagian 4
113
Bab 26 Bagian 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!