Fragmen 9 : Quest Pertama
[Sekarang apakah Tuan sudah siap untuk menjalankan Main Quest Tuan yang pertama?]
'Main Quest Pertamaku?! Tentu saja!'
Tring!
Sebuah tampilan antarmuka hologram seketika muncul di hadapanku.
[Main Quest telah didapatkan.]
Aku membaca berbagai keterangan yang tertera pada layar hologram dengan seksama.
"Hmm..." gumamku sambil mengurut dagu.
Aku dapat Quest yang mengharuskanku untuk membalas dendam pada pengendara mobil yang menabrakku barusan.
'Apakah aku benar-benar harus melakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di sini?' tanyaku saat membaca detail keterangan dari misi yang kudapatkan.
[Ya Tuan.]
Jawab Sistem singkat.
Quest ini memerintahkanku untuk membunuh si pelaku tabrak lari. Karena ini adalah Main Quest, aku harus mengerjakan misi ini apapun yang terjadi. Karena bila aku menolaknya, aku akan mati.
Untungnya...
Bila kulihat tingkat kesulitan dari Quest ini yang diberikan nilai F, berarti misi ini sangat mudah untuk aku selesaikan.
...— x —...
Aku sebenarnya tidak masalah dengan membunuh orang. Toh sudah beberapa kali aku hampir terbunuh di dunia yang kejam ini.
Ditambah lagi...
Orang itu bisa dikatakan sudah pernah membunuhku satu kali saat melakukan tabrak lari barusan.
Tapi masih ada satu teori di dalam kepalaku yang ingin kupastikan kebenarannya.
'Mengapa aku harus membunuhnya? Bukankah menghabisinya tanpa membunuh sudah cukup?' tanyaku pada Sistem.
[Sistem memberikan misi sesuai dengan kebutuhan dan ambisi Tuan. Selain itu, setiap misi dibuat untuk meminimalisir berbagai kejadian buruk yang mungkin akan terjadi di masa depan.]
Hmm... Sesuai dengan dugaanku.
Memang Quest ini terkesan kejam. Tapi Sistem punya perhitungan yang jauh di atas akal manusia.
Lagipula...
Bunuh membunuh demi menggapai ambisi masing-masing adalah hal yang lumrah terjadi di dunia yang kejam ini. Bila aku ingin bertahan hidup, aku memang harus mengikuti arus permainan yang dimiliki oleh dunia ini.
Ternyata memang aku ini terlalu naif. Selama ini aku rela saja diinjak tanpa melawan demi nilai kebaikan yang sudah kadaluarsa.
Yah...
Ini memang akan menjadi pembunuhan pertamaku. Tapi demi bisa tetap hidup dan tidak mati karena gagal menjalankan misi, aku tak boleh ragu untuk melakukannya.
Kubulatkan tekadku dengan berkata di dalam hati, 'Bersiaplah wahai dunia... Aku bukanlah Kai yang naif seperti dulu lagi. Bukanlah Kai yang masih berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh hati nurani. Saat ini aku adalah Kai yang akan melakukan segala cara untuk menjadi lebih kuat dan juga berkuasa.'
...— Bersambung —...
Fragmen 10 : Pembunuh
'Dimana orang itu sekarang?' tanyaku pada Sistem.
[Cukup Tuan ikuti panah ini saja.]
Sebuah panah hologram seperti yang ada di dalam game Open World semacam GTA, RDR, dan lain sebagainya muncul di hadapanku.
'Haha...' aku tertawa hambar.
Sistem tak hentinya memberikanku kejutan dengan berbagai fitur praktis yang dimilikinya.
...— x —...
Tanpa berlama-lama lagi aku langsung berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan Sistem hingga sampailah aku di depan sebuah kamar motel beberapa puluh menit kemudian.
Tingtong...
Kutekan bel yang terdapat di pintu kamar motel tersebut.
"Siapa itu?" terdengar suara pria dari dalam kamar motel.
"Saya ingin mengantarkan lilin aroma terapi dan juga sebotol anggur sebagai bonus pelayanan kami Tuan..." kujawab pertanyaan pria tersebut dengan asal.
"Sebentar," jawab pria tersebut.
Aku tak menyangka kalau bualan asalku langsung dia percayai begitu saja.
'Aktifkan Bonar Style!'
[Bonar Style terpasang.]
Cekrek!
Pintu kamar motel perlahan dibuka. Suara musik langsung terdengar begitu kencang dari dalam kamar.
Tanpa membuang waktu aku langsung meluncurkan pukulan ke arah wajah pria yang membukakan pintu.
[Bonar Style Punch!]
Buag!
[Critical!]
Pria tersebut langsung terpelanting sejauh beberapa meter hingga terjengkang.
[Efek Stun aktif.]
Brak!
Tanpa memeriksa kondisi sosok yang barusan kupukul, secepat mungkin aku masuk dan kembali menutup pintu kamar motel.
'Eh!' aku tersadar.
Ternyata yang melakukan tabrak lari padaku barusan hanyalah seorang kakek-kakek tua. Berusia sekitar 70 atau 80 tahunan. Pantas saja tingkat kesulitan Quest ini adalah F.
Si Kakek itu terlihat bersimpuh dan tak bisa bergerak ataupun berkata-kata. Mungkin ini adalah maksud dari keterangan efek stun yang barusan kudengar.
Di tengah alunan musik yang memekakan telinga, samar kudengar suara seseorang dari dalam kamar mandi.
'Pasti itu si cewek yang barusan kulihat keluar dari dalam mobil,' simpulku.
Karena Kakek centil ini hanya menggunakan kimono handuk tanpa mengenakan pakaian apapun lagi. Aku yakin kalau mereka berdua berniat untuk mandi bersama.
[Efek stun berakhir.]
Suara notifikasi dari Sistem terdengar lalu diikuti dengan si Kakek yang hendak berteriak meminta pertolongan.
"Hmph!"
Secepat mungkin aku pun bergerak dan langsung menindihnya untuk membekap mulutnya.
"Hmph...!" Kakek itu meronta sekuat tenaga.
"Uhh..." Kakek tua mengerang di atas lantai. Dia sadar kalau kini dia berada dalam kondisi yang benar-benar tak berdaya. Sama dengan kondisi yang kualami barusan di antara tingginya ilalang.
'Maaf... Aku harus hidup dan kau harus mati,' ujarku dalam hati sebelum kucekik leher si Kakek dengan sekuat tenaga.
"Huek..."
Mata si Kakek melotot sangat lebar. Membuat bola matanya seperti hendak melompat keluar.
"Kh... Kh... Kh..."
Aneh...
Mencekiknya saja ternyata tidak lantas membuatku merasa puas. Api dendam akibat hampir dibuat mati olehnya barusan tiba-tiba saja berkobar di dalam dadaku.
Kutarik leher yang saat ini sedang kucengkram hingga kepala si Kakek ikut terangkat menjauhi lantai.
"Kamu sudah membunuhku satu kali."
Duag!
Kubenturkan bagian belakang kepalanya sekuat tenaga ke permukaan lantai.
"Maka kali ini dengan senang hati aku akan membunuhmu juga!"
Duag!
"Kau tahu kan kalau mata dibayar mata."
Duag!
"Nyawa dibayar nyawa!"
Duag!
Duag!
Duag!
Tidak peduli dengan ekspresi kesakitan berbalut ketakutan yang terpancar di wajah sang korban. Kuulangi terus apa yang kulakukan hingga cipratan merah membasahi baju dan juga wajahku.
Duag!
[Main Quest terselesaikan.]
[Selamat! Tuan berhasil Naik Level. Sekarang Tuan sudah Level 3]
[Ruang pada Activation Filed bertambah menjadi tiga.]
[Skill Rush didapatkan.]
[Skill Incubus Charm didapatkan.]
Notifikasi beruntun yang kudapatkan memberitahukanku kalau si Kakek sudah kehilangan nyawanya.
'Ah... Akhirnya...' kulepaskan cengkraman tanganku yang tiba-tiba lemas tanpa tenaga.
Kumendongak menatap langit-langit. Aku terduduk lemas di atas tubuh tak bernyawa. Bulir-bulir keringat sebesar gundu membasahi kening berkulit gelap.
Akhirnya...
Aku...
Akhirnya aku telah membunuh seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupku.
Huegh...
Aku mendadak merasa mual karena ada perasaan yang berkecamuk di dalam dadaku. Sebuah sensasi pembunuhan pertama yang sulit untuk aku definisikan.
Selama beberapa saat aku berusaha untuk menahan rasa mual yang begitu menyiksa. Aku tidak ingin muntah pada pembunuhan pertamaku.
Kecipak!
Tanganku terasa hangat saat tanpa sengaja ia mendarat di genangan darah sang Kakek tua. Darah yang mengalir dari tempurung kepala manusia ini ternyata sangat banyak sekali.
Ha Ha Ha Ha Ha...
Dalam hati kutertawa terbahak sambil membasuh wajahku dengan cairan berwarna merah nan hangat. Membuat rasa mual yang kurasakan berubah menjadi lonjakan adrenalin yang begitu luar biasa.
Beberapa detik pun berlalu...
Sensasi bagaikan bara api di dalam dadaku tiba-tiba berubah menjadi sensasi es yang dingin dan juga membekukan.
Biarpun suara musik kencang memenuhi seluruh kamar. Yang kurasakan kini hanyalah dingin dan juga kehampaan.
'Sistem...'
[Ya Tuan?]
'Apakah aku sudah melakukannya dengan benar?'
[Tuan sangat luar biasa. Sistem yakin Tuan akan menjadi sosok yang sangat sukses di masa depan.]
Bersama dingin yang mencengkram jiwa aku tersenyum getir. Fluktuasi perasaan yang begitu luar biasa baru saja kualami. Sebuah sensasi yang anehnya ingin kurasakan kembali.
Aku tak menyangka kalau membunuh akan terasa senikmat ini.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Don T
kek akan sama novel sebelah... punya sistem tapi irit mampusss🤣🤣🤣🤣
2022-12-12
1
Sutardi Sutardi
knp gag simpel aja thor
2022-08-06
2
Harman LokeST
terlalu banyak bertanya
2022-07-11
1