Fragmen 37 : Suka Suka
Hari baru menunjukkan pukul enam pagi. Di dalam jacuzzi Kai dan Laela tengah bertelanjang bulat.
Laela sedang tengkurap. Membiarkan buah dadanya memipih di sisi jacuzzi akibat tertindih beban tubuhnya sendiri.
Di belakang Laela, Kai tampak sedang memegang pinggang sang bidadari sambil maju mundur secara teratur. Menimbulkan suara tumbukan yang menggema dalam kelembaban kamar mandi.
Tok tok tok
Pintu kamar mandi diketuk.
"Tuan... Ini pesanannya"
"Masuk aja Bi..." jawab Kai mempersilahkan Bibi ART masuk ke dalam kamar mandi guna mengantarkan jus yang Kai pesan.
"Simpan saja di sana Bi..." titah Kai sambil terus melancarkan aksi.
"Ba... Baik..."
Walaupun sudah tak muda lagi, tapi Bibi ART tetaplah seorang wanita normal. Melihat Kai dan Laela terus beraksi tanpa mempedulikan keberadaannya membuat wajah Bibi ART jadi kemerahan.
"Sa... Saya permisi dulu Tuan..."
"Ya Bi... Makasih..."
Ketujuh karyawan Kai sudah tidak lagi merasa heran saat mereka memergoki pasangan ini sedang bermain panas. Karena memang Kai tidak pernah berusaha untuk bersembunyi saat hendak memuaskan hasratnya.
Sebagai karyawan di villa semacam ini sebenarnya para karyawan haruslah membiasakan diri. Karena akan sangat wajar bila para Penyewa Villa akan berbuat hal-hal vulgar secara terang-terangan di Villa yang mereka sewa.
Terlebih lagi Kai posisinya bukanlah penyewa, melainkan pemilik dari Villa ini. Villa miliknya ya suka-suka dia. Itulah nasihat yang disampaikan Yono saat ada karyawan yang tampak keberatan dengan berbagai aksi yang Kai lakukan.
Berbeda dengan Kai yang melakukan ini karena ingin bebas merdeka. Bagi Laela, bercinta secara terang-terangan ternyata dapat membuat jiwa eksibisionis terpendamnya menjadi bergolak hingga menambah gairah birahi.
Sehingga Laela tak menolak apalagi berontak kala Kai melancarkan seluruh aksinya dengan resiko kepergok para penghuni Villa.
"Kai... Ouh... Aku mau keluar..." teriak Laela.
"Keluar saja! Aku masih lama," Kai tak peduli.
Laela melolong dan bergerak liar. Gunduk berongga berkedut memijat Dino sang tongkat raksasa. Membuat Kai kenikmatan yang Kai rasakan seketika berlipat ganda.
Kai berhenti sejenak. Dia biarkan Laela menikmati puncak yang didapatkan sembari merasakan kehangatan yang memancar.
"Siap?" Kai basa basi sebelum dirinya kembali bergerak maju mundur disambut suara lengkingan Laela yang putus-putus.
Tujuan bercinta di benak Kai bukanlah sekedar untuk memuaskan nafsunya belaka. Tapi lebih kepada bagian dari usaha serta kerja keras yang musti dilakukannya demi mengumpulkan pundi-pundi harta.
...— Bersambung —...
Fragmen 38 : Kembali Remaja
Puas melampiaskan hasrat dengan bercinta. Kai dan Laela pun minum jus di dalam jacuzzi bersebelahan.
Kai terlihat sedang menengadahkan kepala merasakan pijatan air di punggungnya, sementara Laela sedang asyik bermain dengan layar ?ponselnya.
"Kai... Apakah kamu sadar kalau berkat latihan keras yang kamu lakukan kini tubuhmu terlihat semakin seksi?" tanya Laela sambil menunjukkan foto selfie di laman instagram yang dia ambil pasca bercinta di jacuzzi barusan.
Di foto tersebut tampak Laela menyilangkan sebelah tangannya hingga menutupi sebagian besar bongkahan di dada. Sementara Kai dengan wajah datar duduk di belakang Laela mempertontonkan kegagahan tubuh bagian atasnya.
"Aku tahu," jawab Kai tak peduli.
"Tapi kupikir perubahan yang kamu alami ini terlalu cepat dan sangat tak masuk akal Kai."
"Kerja keras tak mungkin mengkhianati hasil," Kai beralasan.
"Oh iya... Lihat ini Kai!"
Laela kemudian menunjukkan postingan Instagram sehari sebelumnya. Dimana Laela membuat kolase tiga buah foto di sana. Foto saat Laela masih berkuliah. Foto yang diambil setahun yang lalu. Dan foto yang baru saja diambil kemarin.
"Wow..." Kai terkagum.
Kai tahu kalau keringat dan $p3rm4 nya bisa membuat Laela menjadi muda kembali. Tapi Kai tidak menyangka bila Laela kini sudah memiliki wajah yang sama persis dengan saat dia masih berusia dua puluhan.
"Aku harus merekomendasikan skincare yang kupakai selama beberapa pekan ini ke teman-temanku," celetuk Laela yang dijawab Kai dengan sebelah alis terangkat.
[Skincare cap keringat.]
Celetuk Sistem tiba-tiba.
"Ya... Sepertinya skincaremu memang bagus sekali," jawab Kai sambil membalikkan pandangan guna menyembunyikan ekspresi wajah menahan tawa akibat lawakan tiga kata lucu yang dilontarkan oleh Sistem.
Walaupun tidak berubah dalam satu hari. Tapi Kai dapat merasakan kalau dari hari ke hari kedua gunung dan bokong Laela terasa semakin kencang dan membulat. Persis seperti milik para wanita saat di usia terbaiknya. Selain itu, cengkraman stalaktit yang Dino dapatkan pun kini terasa semakin memabukkan.
Kai lalu bangkit berdiri. Mempertontonkan otot indah berkulit gelap yang membungkus tubuhnya dari atas sampai bawah.
"Mau mulai latihan lagi Kai?"
"Ya."
Laela sangat suka saat menonton Kai saat sedang berlatih bela diri. Karena pada dasarnya, para pria selalu terlihat mempesona saat sedang fokus dan bekerja keras.
"Aku di sini dulu. Nanti aku akan tunggu kamu di bukit bersama dengan Yono," Laela beralasan. Dia masih ingin berlama-lama di dalam jacuzzi.
Kai tidak menjawab. Dia meninggalkan kamar mandi dengan sebuah tanya di benaknya.
"Kenapa dua puluh hari ini terasa begitu damai?"
Mau bagaimanapun juga, misi utama yang dimiliki Kai adalah untuk menjaga Laela, bukan untuk berlatih dan bercinta.
'Ya sudahlah... Jalani saja!' Kai simpan dulu pertanyaannya agar dijawab oleh waktu.
...— Bersambung —...
Fragmen 39 : Mentok
Hari sudah gelap. Kai berbaring di atas rumput mengatur nafasnya yang tersengal seperti sedang sakit asma.
Kerasnya latihan yang Kai lakukan membuat kemampuan recovery dari Pure Blood Grade F tidak dapat mengimbangi rasa lelah yang sebenarnya sudah berada di tingkat yang merusak.
Dalam lelah Kai memejamkan matanya. Kai sedang merasa bingung. Kai sudah kehabisan cara yang dapat dia lakukan untuk menangkap intisari dari Bonar Style. Otak Kai sudah mentok.
'Ah... Sulit sekali...' bisik Kai tersenyum karena tertantang.
Dahulu Bang Bonar memang tidak mengajarkan bela diri buatannya secara menyeluruh. Baru dasar-dasarnya saja. Sehingga Kai mengalami kesulitan saat harus menemukan intisari dari bela diri yang belum dia kuasai sepenuhnya.
'Side Quest darimu ini benar-benar sulit,' ujar Kai terkekeh pada Sistem.
[Tapi Tuan suka dengan tantangan dari Sistem bukan?]
'Kau benar. Kalau terlalu mudah pastinya tidak akan seru sama sekali,' Kai mengamini.
"Kai... Sudah selesai latihannya?" tanya Laela yang kini tampak seperti gadis seumuran.
Laela berjalan menghampiri Kai dalam balutan lingerie seksi yang sudah Bibi ART siapkan bersama dengan beragam pakaian lainnya.
Jobdesk Bibi ART memang hanya sebatas membersihkan dan merapikan Villa. Namun berhubung Kai lah yang datang. Maka Yono memberikan tugas ekstra seperti memasak, mencucikan pakaian, dan berbagai tugas pelayanan lainnya.
"Makan yuk..." ujar Laela yang sering protes karena jam makan Kai tidak karuan. Kai baru sarapan saat sudah mendekati siang. Dan baru makan malam saat hari akan segera berganti.
Kai maklum bila Laela banyak protes soal pola makannya. Karena Laela tidak paham bila pola makan Kai yang aneh merupakan bagian dari latihannya juga.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Aa
mana adegan bercock tanam???
2023-02-06
0
Mohd Asyraf
hahaha gua kira investasi aja yg bodong
tahu nya ada juga traveling bodong hahaha
2022-09-25
1
Sutardi Sutardi
gumoh lg di tawarin pulang kika🤣🤣🤣🤣
2022-08-06
1