Fragmen 4 : Motivasi Bodong
Aku tak pernah lupa akan salah satu wejangan dari Kakek Arya di antara beribu wejangan lain yang pernah disampaikannya.
Beliau bilang kalau hanya ada tiga cara untuk mencapai puncak kejayaan di dunia yang berantakan ini. Yang pertama adalah dengan menjadi seorang Raja. Yang kedua adalah dengan menjadi seorang Pedagang. Dan yang ketiga adalah dengan menjadi seorang Mafia.
Dimana untuk menjadi ketiganya, kita harus memiliki setidaknya salah satu dari tiga buah kemampuan. Yakni kemampuan dalam bersiasat politik, berbisnis, dan juga kemampuan untuk menebarkan rasa takut.
Dan entah kenapa...
Kakek selalu mengatakan kalau dia merasa bila aku memiliki bukan salah satunya. Tapi ketiga kemampuan itu secara bersamaan.
Sehingga tak heran jika dia tampak begitu yakin setiap kali mengatakan kalau aku dapat menjadi apapun yang kumau. Semuanya hanya tinggal menunggu waktu.
Ah...
Ingin sekali aku mempercayai apa yang Kakek Arya yakini. Tapi setelah menjalani pahitnya kehidupan ini. Aku simpulkan kalau Kakek hanya mencoba untuk memberikanku motivasi agar aku tidak menyerahkan nyawaku sebelum mencoba dan berusaha rnenggapai cita-citaku.
Sebuah motivasi bodong yang tak memiliki dasar.
Padahal...
Bagi manusia rendahan seperti diriku saat ini, sekedar untuk bertahan hidup dan dapat terus berusaha di dunia yang amoral ini pun aku sudah sangat bersyukur.
...— Bersambung —...
Fragmen 5 : Fvck!
Enam jam berlalu sejak kutinggalkan Kota Bandung. Aku tak tahu berapa lama lagi aku akan sampai di Desa Cijagung.
Yang pasti aku sadar kalau perjalananku kali ini akan menghabiskan waktu yang sangat lama karena aku pergi ke Cijagung dengan cara berjalan kaki.
Padahal seandainya aku menggunakan kendaraan. Mungkin aku sudah sampai di Cijagung sejak dua jam yang lalu dan tidak perlu ku berlama-lama berjalan melalui hutan belantara ini.
Aku kini merasa lelah. Tapi aku tahu kalau setelah melewati area hutan ini, aku akan sampai di sebuah daerah pariwisata yang cukup ramai.
Walaupun aku tidak memiliki uang buat menyewa penginapan, kupikir aku bisa menumpang tidur sebentar di pom bensin.
Kalaupun nanti aku tidak bisa makan. Dengan meminum sedikit air keran dan tidur sebentar, setidaknya itu dapat sedikit memulihkan staminaku.
Yah... Begitulah harapanku.
...— x —...
Beberapa menit kemudian. Di tengah konsentrasiku yang semakin melemah karena lelah, aku mendengar suara teriakan mobil sport mewah yang datang mendekat dengan sangat cepat.
Kumenoleh ke belakang hingga kulihat mobil itu sedang lepas kendali. Bergoyang ke sisi jalan lalu menerobos seluruh ilalang dan semak belukar yang menghalangi.
Aku mematung tak bergerak saat dalam sekejap mobil itu sudah berada di jarak yang sangat dekat dengan tubuh kurusku.
Ckiiit! Duagh!
Mobil sport mewah itu menabrak tubuh kurusku hingga terpental jauh sekali. Berguling belasan kali sebelum terjerembab di antara ilalang tinggi.
Ckiiit!
Mobil itu berhenti tak jauh dari tempatku terbaring dengan tubuh penuh luka.
Ckrek!
Seorang wanita cantik berusia setengah baya dengan setelan gaun seksi keluar dari salah satu sisi mobil. Rona wajahnya begitu merah. Entah karena dia panik ataukah karena sedang mabuk berat.
"Itu manusia Yang! Bukan binatang. Kita nabrak orang!" ujar wanita itu memberitahukan sosok yang berada di dalam mobil.
"Masuk Yang! Kita harus pergi!" sebuah lengan muncul dari dalam mobil. Menarik kuat gadis tersebut hingga masuk kembali ke dalam mobil.
Brug!
Pintu mobil ditutup dengan kasar.
Ckiiit! Vrooom…!
Mobil mewah itu kembali menjerit meninggalkan posisinya dengan kecepatan sangat tinggi.
Bajingan!
Aku baru saja ingin memulai jalan hidupku yang baru. Tapi sekarang aku malah mulai memasuki pintu gerbang kematianku.
Akh...
Apakah memang aku harus menyusul Kakek Arya dengan cara seperti ini? Bertemu dengannya tanpa membawa bukti akan segenggam prestasi?
Argh... Fvck!
...— Bersambung —...
Fragmen 6 : Terkoneksi Sistem
Mobil sport itu langsung menghilang meninggalkan hutan. Pergi tanpa sedikitpun memeriksa apakah orang yang mereka tabrak barusan masih hidup ataukah sudah mati.
'Hei… Jangan pergi!' teriakku.
Sayangnya, tak ada satupun aksara yang dapat menggetarkan pita suara. Tak ada gerakan yang dapat memberikan tanda.
Aku sudah terlalu lemah. Tergolek pasrah dalam batas antara hidup dan juga mati.
Belasan menit meregangkan nyawa di antara semak belukar dan ilalang. Seharusnya membuatku menyerah membiarkan nyawa pergi menghilang.
Namun aku tidak mau menyerahkan nyawaku kepada malaikat maut begitu saja. Aku tidak rela bila harus mati hari ini. Aku tidak rela bila harus kehilangan nyawa setelah hidup dengan hanya berbalut selimut duka dan juga derita.
Aku hanya memperbolehkan diriku untuk mati setelah aku berhasil menggapai seluruh impian-impian konyolku. Hidup kaya raya, berkuasa, dan dikelilingi banyak wanita.
Bukankah Kakek pernah bilang kalau aku bisa mencapai semua angan dan cita? Bukankah Kakek pernah bilang kalau semua itu hanya tinggal menunggu waktu saja?
Aku masih belum menyerah.
Entah sudah berapa kali kucoba mengerahkan seluruh tenaga untuk berteriak meminta pertolongan. Tapi yang bisa kulakukan hanyalah berkedip tanpa gerak ataupun suara.
Ah... Habis sudah harapanku.
Kalau aku tidak bisa memberikan tanda. Tentu tubuhku yang tersembunyi di antara ilalang tinggi tak mungkin dapat ditemukan lagi.
Tolonglah…
Aku tahu betapa tidak berharganya diriku ini. Aku tahu kematianku tak akan membuat satu orangpun menangis karena merasa kehilangan.
Tapi...
Kakek Arya sudah berhasil membuatku merasa yakin kalau aku memang ditakdirkan untuk bisa meraih seluruh impianku.
Jadi tolong berikan aku sedikit tambahan waktu yang akan membuatku dapat mencapai seluruh impian bodohku itu.
Aku yang selama ini hanya berjuang menggunakan tenagaku sendirian. Akhirnya melayangkan kalimat permohonan kepada kekuatan terbesar yang dimiliki oleh alam semesta. Sebuah kekuatan pengabulan doa.
Namun...
Seperti yang biasa terjadi selama ini. Doa yang terucap tak kunjung juga terjawab.
Hingga perlahan semuanya menjadi abu. Seluruh darah yang mengalir dari kepalaku tak lagi terasa hangat. Nyawa mulai enggan untuk bersemayam di dalam tubuhku. Berniat untuk pergi sesaat lagi.
Ah... Sial!
Tolong...
Tolonglah...
Biarkan aku tetap hidup!
Kumohon...
Aku merengek meminta bantuan pada kuasa tak kasat mata. Hanya inilah usaha terakhir yang bisa kulakukan.
Tring!
Suara bel notifikasi ala aplikasi smartphone terdengar di telingaku. Apakah ini suara dari lonceng penanda kematian?
[Selamat Tuan! Tekad kuat dalam doa yang Tuan panjatkan telah berhasil membuka tabir rahasia terbesar yang dimiliki oleh Alam Semesta.]
Suara siapa itu?
[Jangan takut Tuan. Aku adalah sistem. Sebuah rahasia terbesar yang dimiliki oleh Alam Semesta.]
[Tuan adalah kandidat yang tepat untuk menjadi Host dari Sistem.]
Sistem, Host, rahasia Alam Semesta Bukankah itu hanya ada di novel, manga, atau anime saja?
[Apakah Tuan bersedia untuk menjadi Host dari Sistem?]
[Bila Tuan bersedia, Sistem akan membantu Tuan agar bisa menjadi sosok yang luar biasa.]
[Tapi jika Tuan menolak, maka tentu saja Tuan akan mati tidak lama lagi.]
'Aku tak mengerti dengan semua yang kau katakan. Tapi aku bersedia!'
'Aku bersedia menjadi apapun juga asalkan aku tetap bisa hidup. Asalkan aku tidak mati,' jawabku dalam nada keputusasaan.
[Subjek bersedia menjadi Host dari Sistem.]
[Singkronisasi dimulai.]
[Singkronisasi selesai.]
Tring!
[Sistem telah terkoneksi sepenuhnya dengan Host.]
Apa... Apakah ini nyata?
Semua rentet kejadian ini terlalu cepat dan terasa aneh.
Tadi pagi aku merupakan seorang pemulung miskin. Beberapa menit yang lalu aku berada dalam garis batas antara hidup dan mati. Dan kini tiba-tiba sebuah suara gaib memberitahukan kalau aku akan dibantu oleh Sistem agar mendapatkan kejayaanku seperti di cerita fantasi.
Aku tak bisa lagi membedakan mana yang nyata dan mana yang khayalan. Tapi semoga saja ini benar! Aku mulai merasa lelah setelah terus menerus hidup dalam kesulitan dan juga kesialan.
Karena bila ini semua kenyataan, maka kisah hidup seperti di dalam novel fantasi akan segera kualami. Memulung seluruh kejayaan yang kuimpikan dengan berbagai kemudahan.
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Izhar Assakar
cerita di novek ini penglaman kau kah thoorr,ato kau yg mnjadu mc nya,,sebab kata2,,"ku''ato "aku"menjurus ke ente,,bukan si "kai" yg aku fahami dri tulisan m
2023-05-16
0
kapten
author nya penikmat senja kek nya
2023-02-07
0
Hades Riyadi
kapan seehh...dapet sistemnya yaakk...🤔🙄😩😛
2022-10-23
3