Fragmen 7 : Avatar
Seketika setelah aku berhasil terkoneksi dengan sistem, aku merasakan diriku kini sudah tidak lagi berada di antara ilalang.
Tubuhku yang lemah tak berdaya karena terluka parah kini sudah berpindah ke dalam sebuah dimensi kekosongan yang serba putih.
'Dimana aku?' kubertanya-tanya dalam hatiku.
Kuperhatikan kedua tanganku yang kini berwarna putih dan tampak seperti gumpalan awan.
Loh... Kok begini?
Kuperhatikan seluruh tubuhku dengan lebih seksama.
Ternyata tubuhku sudah tidak memiliki bentuk selayaknya manusia lagi. Aku kini hanyalah segumpal awan putih yang melayang-layang dan tak memiliki wujud.
Apakah aku kini adalah sebuah roh halus?
Apakah saat ini aku sudah benar-benar mati?
Apakah berbagai suara yang tadi kudengar hanyalah khayalan dan harapanku semata?
[Tenanglah Tuan. Saat ini Tuan belum mati. Tuan sedang berada di dalam Limbo. Sebuah alam yang terletak pada batas antara alam nyata dan juga alam arwah. Tuan saat ini berwujud roh karena tubuh Tuan sudah tak layak lagi.]
Aku terdiam masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang sedang kualami. Namun di lain sisi aku pun bersyukur karena aku belum mati.
'Apa maksudmu dengan tubuhku yang sudah tak kayak lagi?' tanyaku pada Sistem.
[Tubuh tuan sudah hancur berantakan. Tidak bisa digunakan lagi.]
Ternyata kondisi tubuhku separah itu setelah tertabrak barusan. Pantas saja barusan aku begitu kesulitan untuk menggerakkan tubuhku.
[Sekarang Tuan terlebih dahulu harus memilih avatar baru untuk menggantikan Tubuh lama Tuan.]
'Avatar baru? Apakah maksudmu ini semacam membuat karakter baru di dalam sebuah game?'
[Bisa dikatakan begitu Tuan. Silahkan Tuan pilih salah satu dari lima avatar yang paling cocok dengan jiwa Tuan berikut ini.]
Lima buah patung lilin ultra realistis langsung muncul dihadapanku. Semua sosok patung lilin itu tidak berpakaian.
'Yang paling cocok denganku?' Aku bertanya pada sistem tanpa bersuara.
[Ya. Seperti golongan darah dan DNA. Seluruh avatar ini adalah yang paling cocok dengan jiwa Tuan.]
Jadi aku tidak bisa berkreasi membuat avatar baruku dengan bebas dari nol?
[Maaf Tuan. Tapi hanya lima pilihan ini saja yang dapat ditawarkan oleh Sistem.]
Ah... Berarti setelah memilih avatar ini, aku akan menjadi sosok baru yang tidak akan dikenali oleh para kenalanku di masa lalu.
Haha... Sudahlah...
Toh selain Bang Bonar, tak ada satu orangpun yang peduli dengan diriku. Apabila aku ditakdirkan untuk bertemu dengan Bang Bonar setelah menggunakan avatar baru, aku tinggal menjalin hubungan baik dengannya kembali.
Aku lalu pandangi kelima avatar yang mana semuanya memiliki paras yang tampan.
Ukiran otot yang dimiliki oleh avatar-avatar tersebut memancarkan kegagahan khas seorang pria yang pastinya akan membuat seluruh wanita terpesona.
'Kalau pilihannya bagus-bagus semua kayak gini sih... Yang mana aja juga boleh sebenarnya,' celetukku jujur.
[Silahkan gunakan waktu anda Tuan. Tidak usah tergesa-gesa.]
'Emangnya nggak bisa kalau kau pilihkan saja satu untukku?'
[Maaf Tuan. Sistem tidak mau bertanggung jawab atas seluruh keputusan yang Tuan buat. Oleh karena itu Sistem tidak bisa memilihkan. Urusan pilih memilih. Sistem serahkan sepenuhnya kepada Tuan.]
'Hmm... Kalau begitu... Aku pilih yang ini.'
Aku menunjuk avatar yang berkulit gelap khas orang timur. Rambutnya yang keriting ditata dengan model cornrow sehingga tampak lebih rapih.
Wajah avatar ini pun sangat tampan dengan ukiran otot yang sangat menawan. Dan yang paling penting, avatar ini memiliki barang yang paling bagus dari semuanya. Paling besar dan juga panjang.
[Avatar telah dipilih.]
[Tuan akan meninggalkan Limbo sesaat lagi.]
[Bersiaplah.]
Cahaya yang begitu terang seketika menyilaukan penglihatanku. Membuatku secara tak sengaja memejamkan mataku.
...— x —...
Perlahan aku membuka mataku seakan baru terbangun dari mimpi sambil berdiri. Aku kini berada tepat di antara ilalang. Tempat aku meregangkan nyawa barusan.
Tanpa berlama-lama, aku langsung mengecek kondisi tubuh baruku dengan memandangi kulit tanganku yang telah berubah menjadi gelap.
Aku tersenyum puas.
Apa yang kulihat menjadi bukti bahwa apa yang kualami bukanlah mimpi. Aku yakin kalau aku benar-benar telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidupku kembali dengan didompleng oleh kekuatan dari Sistem.
Aku lalu dengan isengnya mencoba untuk mengintip batang keperkasaanku dengan cara menarik karet celana yang tengah kukenakan.
'Ah... Ini sesuai ekspektasiku!'
Aku melihat ukuran singkong yang jauh lebih besar dari yang kumiliki sebelum dibawa oleh Sistem ke alam Limbo.
'Mulai hari ini namamu adalah Dino,' ujarku puas dalam hati pada sang batang perkasa.
'Eh! Tunggu dulu!"
Aku lalu memperhatikan dengan seksama kondisi tubuhku yang lain. Aku rabai kepalaku, perutku, lalu bahu dan juga lenganku.
'Sistem! Kemanakah otot-otot menawan yang dimiliki oleh avatar ini?! Dan kenapa rambutku kribo begini?! Bukankah tadi model rambutnya adalah cornrow?' tanyaku pada Sistem dengan nada protes.
[Yang Tuan lihat barusan adalah contoh apabila avatar sudah dalam kondisi yang sangat ideal. Sedangkan tubuh avatar ini telah mengadaptasi kondisi dari tubuh Tuan sebelumnya.]
[Oleh karena itu, sekarang Tuan berwujud pemuda kurus dan juga kering. Persis seperti orang yang kurang gizi.]
Aku hanya diam mendengar penuturan jujur yang disampaikan oleh Sistem. Aku tak bisa membantah. Sistem pasti memiliki alasan di balik ini semua.
[Tapi tenang saja. Seiring waktu, apabila Tuan bersedia untuk berlatih. Avatar ini nantinya bisa mencapai kondisi tubuh yang ideal seperti yang dicontohkan barusan.]
'Ah... Jadi memang kau tidak akan membiarkanku untuk mendapatkan semua itu dengan mudah ya?'
[Sistem Alam Semesta tidak suka dengan manusia pemalas. Oleh karena itu, sistem tidak akan memberikan keuntungan apapun apabila Tuan hanya bermalas-malasan.]
'Tapi untuk wajahnya. Apakah dia tampan?' Aku terpaksa bertanya karena aku tidak membawa cermin.
[Tentu saja Tuan. Walaupun bertubuh kurus kering. Tapi Tuan saat ini tetaplah tampan.]
Syukurlah...
Aku memang adalah seorang pemulung yang miskin. Tapi aku tahu kalau aku terlahir dengan wajah yang cukup tampan. Aku tidak rela kalau wajahku mengalami degradasi kualitas setelah terkoneksi dengan Sistem.
Aku coba untuk menggerak-gerakkan tubuh baruku. Walaupun tubuh ini tidak memiliki postur yang ideal. Tapi ternyata tubuh ini terasa begitu ringan saat digerakkan.
Ditambah lagi, dengan sembuhnya seluruh luka parah yang kuderita sebelumnya. Tubuh ini terasa begitu nyaman.
[Tentu saja Tuan akan merasa nyaman dengan avatar baru ini. Tubuh Tuan saat ini fresh seperti baru.]
Dari nada suaranya, aku tahu kalau Sistem tengah menyombongkan dirinya sendiri.
Aku merasa puas. Walaupun aku belum menguasai Sistem sepenuhnya. Tapi akibat dari keajaiban yang kualami, aku merasa kalau kini aku memiliki harapan untuk menggapai masa depan yang sempurna.
Tanpa kemiskinan. Tanpa penindasan. Dan tanpa penderitaan.
Oh... Nasib baik... Tunggulah aku...
...— Bersambung —...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Aa
bakalan asyik wik wik dong
2023-02-06
0
Sutardi Sutardi
masih mantau dulu thor,, blm hapal crita ny
2022-08-06
1
RAYxy
wow... sistem bisa tau sampai ke hal itu yah.
😆😆
2022-07-19
1