Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan

1. Seperti tahanan

PRANG 

“Kau berani membantahku? Hah!” 

Lana berteriak dan melempar gelas yang ada di tanganya. Lana merasa sangat kesal dan marah. Dia baru saja pulang dari tempatnya bekerja, saat dirinya sedang duduk, hendak meneguk air, kenyamananya terganggu. 

Lana, pria dengan nama lengkap Lana Hanggara Saputra. Laki- laki berusia 33 tahun, putra dari seorang pejabat tinggi sebuah negeri.

Dia adalah seorang direktur sebuah perusahaan anak cabang dari perusahaan otomotif besar di negaranya. Di usianya yang muda Lana sudah mengantongi gelar S3 teknik mesin dari universitas terkenal dari manca negara. 

Lana berdiri menatap bengis istri yang 2 tahun dia nikahi. Istri yang menurut dia tidak seharusnya ada di sisinya. Gadis kecil yang dekil, bodoh, dan tidak tahu apa- apa, mengurus rambutnya saja tidak bisa.  

“Maaf, aku tidak bermaksud melawanmu, tapi aku mohon! Tidak bisakah sekali ini saja, kau bersikap baik padaku? Hari ini saja!” tanya istri Lana dengan mata berkaca- kaca, menahan deguban jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya, tubuhnya gemetar.

Rangkaian kata yang dia susun dengan sangat hati- hati, responya sama saja, dibalas dengan bentakan dan cacian, bahkan pecahan gelas suaminya mengenai telapak kakinya, menorehkan luka dan memperparah pedihnya.

Dia adalah Isyana Putri Anjani,  seorang perempuan berusia 22 tahun yang terpaksa menghentikan kuliahnya. Dia terpaksa menikah dengan Lana 2 tahun lalu. 

“Apa kamu bilang? Katakan sekali lagi! Hah! Berbuat baik? Jangan mimpi kamu! Aku sudah banyak berbuat baik padamu!” jawab Lana membentak lagi. 

Lana sangat membenci Isyana, karena baginya Isyana tidak sepadan dengan dirinya. Bagi Lana Isyana tidak layak menjadi istri. 

“Ayahku meninggal, aku harus kesana, setidaknya sekali saja. Tolong ijinkan aku pulang!” tutur Isyana lagi mengutarakan niatnya, sangat berharap.  

Sebuah permintaan yang sebenarnya sangat wajar dia minta. Permintaan sebagai seorang istri pada suaminya, melayat ke orang tuanya. Akan tetapi terasa begitu berat, seperti harapan yang begitu mustahil untuk dia dapatkan. 

2 jam lalu, Isyana mendapatkan kabar, ayah kandungnya yang sudah sakit selama 2 bulan ini meninggal.

Sejak menikah dengan Lana, Isyana harus mematuhi segala aturan di rumah Lana. Isyana tidak boleh keluar rumah tanpa seijin suaminya. 

Isyana seperti tahanan yang dibelenggu di rumah besar itu.

Jika Isyana keluar tanpa ijin, Isyana akan dihukum; dikurung di dalam kamar tanpa diberi makan selama 3 hari.

Lebih dari itu dia akan menerima pelampiasan kekerasan dari Lana, terkadang pukulan, tidak jarang cambukan dari ikat pinggang panjang dan tebal milik suaminya itu. 

Hari ini, jarum yang berdetak di rumah besar dan megah itu menunjukan pukul 8 malam.

Sejak awal menjadi istri, Isyana dibawa ke rumah besar itu dengan mobil lengkap dengan pengawal.

Selama 2 tahun menikah Isyana hanya keluar rumah saat ada pertemuan keluarga Lana. Beberapa kali, bisa dihitung, itupun dengan pengawasan ketat. 

Isyana tidak tahu jalan pulang. Isyana tidak bisa kabur. Rumah orang tua Isyana ada di luar kota, butuh waktu 3 jam untuk sampai ke rumah orang tuanya.

Selama 2 bulan ayahnya sakit, tak sekalipun Isyana diijinkan menjenguk. 

Di luar rumahnya, security selalu berjaga. Cctv juga bertebaran dimana- mana. Isyana sungguh seperti budak dan tawanan.

Hari ini Isyana hanya ingin melihat orang tuanya untuk terakhir kalinya, memberikan penghormatan akhir sebagai seorang putri.

“Aku mohon!” lirih Isyana lagi sampai dia bersimpuh, memegang kaki suaminya bersujud, sangat berharap dia diijinkan pulang.

“Ijinkan aku pulang!” lirih Isyana lagi. 

Sayangnya Lana tetap dingin di tempatnya. Mulutnya masih mengatup dengan rahang kotak yang mengeras.

Baginya, mengijinkan Isyana keluar seperti sebuah ancaman dan aib. Tidak ada orang lain yang boleh berbicara atau melihat Isyana. 

Lana berfikir, esok hari saja mereka pergi, datang secukupnya mengucapkan bela sungkawa. Lain halnya dengan Isyana, sebagai putri, seharusnya mendengar kabar itu dia ada di rumahnya. Dia ingin segera berlari, tak bisa menundanya. 

“Ada apa ini, Sayangku?” 

Seorang perempuan muda dengan tubuh tinggi bak miss world berlenggok datang menghampiri Lana.

Wajahnya begitu cantik nyaris sempurna. Hidungnya mancung, alisnya sudah dia bentuk serapih dan seindah mungkin dengan tangan dokter kecantikan ternama dan biaya mahal. Rambutnya yang pirang tergerai indah sangat tertata dan wangi. 

Dia adala, Riri Mika Haliza, pacar Lana yang dia bawa ke rumahnya secara terang- terangan di hadapan Isyana.

Mika adalah, seorang mahasiswi yang menempuh pendidikan menjadi seorang sarjana hukum. Selain kuliah, bermodalkan kecantikanya, Mika juga menjadi influencer di media sosial. 

3 tahun Lana memacari Mika, sayangnya tak sekalipun orang tua Lana mau bertemu dengan Mika, apalagi memberikan restunya.

Sesempurna apapun Mika di hadapan Lana, bagi orang tua Lana, Isyana Putri adalah istri terbaik untuk Lana. 

Mendengar kedatangan kekasih hatinya Lana tersenyum, ekpresi wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat. Wajah dinginya menghangat dan mencair, rahang tegasnya melunak. 

“Hai honey, kemarilah!” jawab Lana merentangkan tanganya menyambut Mika.

Lana sama sekali tidak menghiraukan Isyana yang bersimpuh di hadapanya. 

Isyana pun hanya menunduk mengepalkan tanganya sangat geram. Sudah menjadi pemandangan sehari- seharinya, menelan pil pahit.

Sebagai seorang istri, harus melihat suaminya, bermesraan dengan perempuan lain di rumahnya sendiri.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh nyaman dan kata orang adalah surga. Bagi Isyana seperti penjara.

Bahkan, Isyana dan suaminya mempunyai kamar terpisah. Isyana mempunyai ranjaang sendiri yang tak terjamah oleh suaminya. 

Sayangnya selama 2 tahun itu pula, Isyana hanya bisa diam membungkam segala kebejatan suaminya, baik dari orang tuanya ataupun mertuanya. Isyana hanya bisa menahan semua pedihnya sendiri, mengobatinya dengan harapan suatu saat ada keajaiban. 

“Kenapa dia bersimpuh dan ada pecahan gelas tercecer begini, Sayang? Dia melakukan kesalahan apa?” tanya Mika menatap sinis ke Isyana.

“Tuan Atmadja meninggal, dia minta pulang sekarang!” jawab Lana mengadu.  

“Sayang, kenapa kamu menahanya, pulanglah dan temani dia!” ucap Mika dengan gaya lembut dan lemah gemulainya itu. 

“Kenapa kamu baik sekali, Sayang?” jawab Lana mesra. Mika memang selalu bersikap lembut dan manis di depan Lana.

Sungguh pemandangan yang membuat Isyana ingin muntah, tapi Isyana hanya bisa menunduk dan tak ingin melihatnya. 

“Apa kata keluarganya jika kamu tak segera mengantarkanya dan tidak ada di sana. Apalagi jika ayahmu tau. Segeralah ke sana! Ini demi nama baikmu!” ucap Mika memberitahu pacarnya itu. 

Mika tahu, meski orang tua pacarnya sekarang sedang berada di luar negeri dalam tugas negaranya, tapi orang tua Lana pasti peduli dengan kepergian besanya itu. 

“Apa kau tak keberatan aku pergi bersamanya?” tany Lana dengan sangat lembut. Lana memang selalu menjaga hati dan perasaan Mika, bahkan Lana berjanji, tak akan seincipun Lana menjamah Isyana. 

“Aku percaya padamu, Sayang! Pergilah dan cepat kembali, tunjukan pada ayahmu, kalau kau bisa dipercaya!” ucap Mika lagi. 

“Kamu memang cerdas dan pintar!” jawab Lana tersenyum manja membelai rambut Mika dan mengecup keningnya. 

Meski dengan cara yang menjijikan, Isyana yang mendengar semua percakapan manusia tak punya akal di depanya itu, Isyana bernafas lega. Setidaknya malam ini dia akan segera pulang ke rumah orang tuanya. Isyana bisa memberikan penghormatan terakhir pada ayahnya. 

“Kau dengar perempuan dekil? Aku akan mengantarmu pulang, ini semua permintaan pacarku yang cantik ini! Kau harus berterimakasih padanya!” ucap Lana sinis ke Isyana. 

Mika pun tersenyum menang.

"Terima kasih!” jawab Isyana lirih. 

“Cuci mukamu! Ikat rambutmu yang rapih, dan pakai pakaianmu yang benar. Kita berangkat malam ini, selesai pemakaman kita harus kembali!” ucap Lana merasa Isyana sangat berantakan. 

“Terima kasih!” jawab Isyana bengun dan berdiri hendak ke kamar bersiap pergi.

“Segera bersiap, kau ingat kan aturan keluar dari rumah ini?” tanya Lana menghentikan langkah Isyana. 

“Aku harus selalu tersenyum, menggandeng tanganmu, dan kita adalah pasangan yang bahagia!” jawab Isyana dengan menahan sesak, melafalkan tiga aturan dasar setiap Isyana pergi dari rumah itu. 

“Bagus!” jawab Lana. 

Isyana pun segera berbalik menuju ke kamarnya. Isyana melangkah dengan mengepalkan tanganya penuh tekad. Kali ini, dalam perjalanan pulangnya Isyana harus menghafalkan jalan. 

*****

Selamat datang di nupel keempatku,

Untuk pembaca baru salam kenal yaa...

Untuk pembaca lamaku, ini event lomba, jadi genrenya akan berbeda dari nupelku sebelumnya.

Semoga tetep like ya.

Untuk bantu author agar nupel author bersinar, selalu like koment dan vote ya. Ingat juga tap love,Favorit sekali aja.

I love you

Terpopuler

Comments

Fidiah Diah

Fidiah Diah

assalamualaikum.salam kenal ka

2022-12-30

0

Sovia Bauana Nauk

Sovia Bauana Nauk

👍

2022-12-27

0

Tina Nine

Tina Nine

Saya mampir thor..pembaca baru novel othor..

2022-11-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Seperti tahanan
2 2. Harapan
3 3. Kabur
4 4. Hidup Baru.
5 5. Teman Baru.
6 6. Istrinya pasti sangat cantik.
7 7. Mamiku Sakit
8 Intermesso
9 8. Kantor Pusat
10 9. Balapan.
11 10. Ragu.
12 11. Tekad Isyana
13 12. Sebuah Rencana.
14 13. Kehilangan Isyana.
15 14. Ayo Cerai.
16 15. Rencana 1
17 16. Mama Pulang
18 17. Perang dimulai.
19 18. Putus atau cerai?
20 19. Emosi.
21 20. Pupus.
22 21. Tidak diam diri
23 22. Gerebeg
24 23. Mika malu.
25 24. Putri Tersihir
26 25. Adnan terhasut
27 26. Balasan untuk Lana
28 27. Apa aku loser?
29 28. Hasutan
30 29. Aku Bersumpah.
31 30. Gembelll.
32 31. Cepat
33 32. Bomerang.
34 33. Mommy Ara
35 34. Identitas Isyana.
36 35. Beruntungnya...
37 36. Diabaikan.
38 37. Baru Sadar
39 38. Keputusan
40 39. Orang Tua Lana
41 40. Sumpah Ibu.
42 41. Doa Mommy Ara
43 42. Ketok Palu
44 43. Kapan Kamu Sadar Isyana
45 44. Jadi Wanita Berharga
46 45. Permintaan Nyonya Ara
47 46. Pupus
48 47. Bu Dini.
49 48. Bukan Cleaning Servis
50 49. Janji Bu Dini
51 50. Tidak Kenal
52 51. Harus dengan tujuan mulia.
53 52. Bertengkar hebat
54 53. Aku Tidak ingin lihat kamu lagi
55 54. Titip.
56 55. Kebakaran.
57 56. Mama mau ketemu
58 57. Omelet Sayur
59 58. Pertolongan.
60 59. Nikah Siri.
61 60. Saya Baru Bercerai 3 bulan ini
62 61. Besarkan anak ini
63 62. Buat Anakmu Bangga
64 63. Menang Bohay
65 64. Tidak Setuju
66 65. Putri Hak Binar
67 66. Dia sedang memilih jalan
68 67. Tetap Cari Ya Pah.
69 68. Where are you?
70 69. Sudah Siap.
71 70. Katakan
72 71. 5 Permintaan
73 72. Terkabul
74 73. Isyana kaget.
75 74. Ini Baru Orang Kaya
76 75. Itu si Gembel
77 76. Mobil jemputan.
78 77. Momy sedang tidur
79 78. Mommy Tidak Sakit Lagi
80 79. Kenal Akrab
81 80. Mulai bercabang
82 81. Aku Ikut Takziah Aja.
83 82. Apa itu anakku?"
84 83. Siapa Teteh sebenarnya?
85 84. Beda Istri Beda Rejeki
86 85. Biar Putri Kuat seperti tokoh Anime
87 86. Aku akan mengantarmu.
88 87. Atur Jadwal Kerja ke Kota B
89 88. Jangan kesana
90 89. Raih cita- citamu dulu.
91 90. Mau datang
92 91. Who Is Tante Bunga?
93 92. Merasa belum move on
94 93. Bagaimana mengajaknya?
95 94. Berapa Lama Move On?
96 95. Di depan Gerbang
97 96. Dia bergerak...
98 97. Nanti Tanya Daddy.
99 98. Mendadak ngatur.
100 99. Nyelonong.
101 100. Mengenang Istri
102 101. Kenapa Isyana di Situ?
103 102. Dosen Baru
104 103. Mamah Yang Bisa Lakukan
105 104. Masa naksir ob
106 105. Beli Skincare
107 106. Bu Wira lebih cerdik
108 107. Roti Untuk Putri
109 108. Suami itu apa sih?
110 109. Ambigu.
111 110. Kepercayaan Papa
112 111. Kejutan Mika
113 112. Nggak boleh lupa. Titik
114 113. Lana ingin hari ini
115 114. Kebetulan.
116 115. Cucuku
117 116. Bu Dini senang.
118 117. Suami Adalah.
119 118. Suami Itu menikah.
120 Majù Aja.
121 120. Misi
122 bukankah Kalian Sudah bercerai.
123 Emosi
124 Jawab Jujur ya.
125 Panggil Mommy.
126 Isyana Sekarang Kuliah
127 Diusir
128 Tugas Untuk Saka.
129 Bertemu
130 Provokasi
131 Dua Jemputan.
132 Nguping.
133 Gelang
134 Ingkar Janji
135 Kemana
136 Apa artinya Aku cemburu.
137 Jemput
138 Isyana sudah tahu
139 Sengaja.
140 Teteh Yang Sajikan
141 Modusin Balik.
142 Terong Belanda
143 Iyah.
144 Tidak Seperti Tukang Sayur
145 Mika!!!
146 Berubah bukan boneka
147 Mas Binar!
148 Jantungku mau lompat
149 Ada Perlu dengan Dina
150 Pelita.
151 Bu Wira mengadu.
152 Ganti Warna
153 Anak Nakal
154 Bakal Rindu
155 Mode Serius.
156 Cari Solusi
157 Binar melihatnya
158 Sindiran
159 Gudang Itu
160 kencan itu apa
161 Lembut
162 Mantap
163 Geram
164 Bukan anak Nakal
165 Tolong Papah
166 Asal Usul
167 Apa ini?
168 Dirigen.
169 Dimana Isyana.
170 Mika sehina itu
171 Isyana Takut
172 Berkedip
173 Laci
174 Akting bahaya
175 Bonus jadi Orang Gila
176 Mas Binar...
177 Pemberitahuan
178 Tunggu di luar
179 Isyana Bleng.
180 Balapan
181 final
182 Sudah lahir.
183 Bisa dibawa Pulang
184 Doa Uti
185 Siap
186 Akad Sah
187 Penjelasan- Intermesso
188 Bukan Mamahmu lagi
189 Dia Suamiku
190 BreastCare
191 Mas Sabar kok.
192 Drama
193 Balas dendam
194 Aduan ke Binar
195 Gerebek
196 Ditinggalkan
197 Tunggu Ya.
198 Siapa Adnan?
199 Kemana?
200 Buka Suara.
201 Pulang
202 Gantikan Dia
203 Bersamaku.
204 Kamarmu
205 Binar Nyebelin.
206 Maaf
207 Nggak ada solusi lain
208 Menang Putri
209 Taktik
210 Pemandangan.
211 Pulang ke Alamat asli.
212 Amanda
213 Ikhlas
214 Binar Tahu Alamatnya
215 Polisi.
216 Bapak.
217 Eksklusif
218 Bayar kesalahanmu
219 Tugas Amanda
220 Sesuai Pesanan
221 Siapkan Nama
222 Hoam...
223 Harus bahagia
224 Bicara serius
225 Pemecatan.
226 Bersyukur
227 Anak Asuh
228 Kemajuan.
229 Ke Luar Negeri
230 Pamitan
231 Bermanja.
232 Memegang kendali
233 Trik Binar.
234 Tidak Dibalas.
235 Bian
236 PHP
237 Malu
238 Nyebelin
239 Pinggir sungai
240 Selesai?
241 Tunggu
242 Mantan
243 Miss Atik
244 Rumah impian.
245 Istrimu
246 Menyatu
247 Serendah Itu?
248 Kandang Harimau
249 Tanda tangan
250 Suami Vs Istri
251 Menunggu Kabar
252 Kaget
253 Adil
254 Muka Tembok
255 Akal Bulus
256 Bonus
257 Keinginan Tuan Priangga
258 Pikir Nanti
259 Kebalikan
260 Tamat.
261 Sayonara
Episodes

Updated 261 Episodes

1
1. Seperti tahanan
2
2. Harapan
3
3. Kabur
4
4. Hidup Baru.
5
5. Teman Baru.
6
6. Istrinya pasti sangat cantik.
7
7. Mamiku Sakit
8
Intermesso
9
8. Kantor Pusat
10
9. Balapan.
11
10. Ragu.
12
11. Tekad Isyana
13
12. Sebuah Rencana.
14
13. Kehilangan Isyana.
15
14. Ayo Cerai.
16
15. Rencana 1
17
16. Mama Pulang
18
17. Perang dimulai.
19
18. Putus atau cerai?
20
19. Emosi.
21
20. Pupus.
22
21. Tidak diam diri
23
22. Gerebeg
24
23. Mika malu.
25
24. Putri Tersihir
26
25. Adnan terhasut
27
26. Balasan untuk Lana
28
27. Apa aku loser?
29
28. Hasutan
30
29. Aku Bersumpah.
31
30. Gembelll.
32
31. Cepat
33
32. Bomerang.
34
33. Mommy Ara
35
34. Identitas Isyana.
36
35. Beruntungnya...
37
36. Diabaikan.
38
37. Baru Sadar
39
38. Keputusan
40
39. Orang Tua Lana
41
40. Sumpah Ibu.
42
41. Doa Mommy Ara
43
42. Ketok Palu
44
43. Kapan Kamu Sadar Isyana
45
44. Jadi Wanita Berharga
46
45. Permintaan Nyonya Ara
47
46. Pupus
48
47. Bu Dini.
49
48. Bukan Cleaning Servis
50
49. Janji Bu Dini
51
50. Tidak Kenal
52
51. Harus dengan tujuan mulia.
53
52. Bertengkar hebat
54
53. Aku Tidak ingin lihat kamu lagi
55
54. Titip.
56
55. Kebakaran.
57
56. Mama mau ketemu
58
57. Omelet Sayur
59
58. Pertolongan.
60
59. Nikah Siri.
61
60. Saya Baru Bercerai 3 bulan ini
62
61. Besarkan anak ini
63
62. Buat Anakmu Bangga
64
63. Menang Bohay
65
64. Tidak Setuju
66
65. Putri Hak Binar
67
66. Dia sedang memilih jalan
68
67. Tetap Cari Ya Pah.
69
68. Where are you?
70
69. Sudah Siap.
71
70. Katakan
72
71. 5 Permintaan
73
72. Terkabul
74
73. Isyana kaget.
75
74. Ini Baru Orang Kaya
76
75. Itu si Gembel
77
76. Mobil jemputan.
78
77. Momy sedang tidur
79
78. Mommy Tidak Sakit Lagi
80
79. Kenal Akrab
81
80. Mulai bercabang
82
81. Aku Ikut Takziah Aja.
83
82. Apa itu anakku?"
84
83. Siapa Teteh sebenarnya?
85
84. Beda Istri Beda Rejeki
86
85. Biar Putri Kuat seperti tokoh Anime
87
86. Aku akan mengantarmu.
88
87. Atur Jadwal Kerja ke Kota B
89
88. Jangan kesana
90
89. Raih cita- citamu dulu.
91
90. Mau datang
92
91. Who Is Tante Bunga?
93
92. Merasa belum move on
94
93. Bagaimana mengajaknya?
95
94. Berapa Lama Move On?
96
95. Di depan Gerbang
97
96. Dia bergerak...
98
97. Nanti Tanya Daddy.
99
98. Mendadak ngatur.
100
99. Nyelonong.
101
100. Mengenang Istri
102
101. Kenapa Isyana di Situ?
103
102. Dosen Baru
104
103. Mamah Yang Bisa Lakukan
105
104. Masa naksir ob
106
105. Beli Skincare
107
106. Bu Wira lebih cerdik
108
107. Roti Untuk Putri
109
108. Suami itu apa sih?
110
109. Ambigu.
111
110. Kepercayaan Papa
112
111. Kejutan Mika
113
112. Nggak boleh lupa. Titik
114
113. Lana ingin hari ini
115
114. Kebetulan.
116
115. Cucuku
117
116. Bu Dini senang.
118
117. Suami Adalah.
119
118. Suami Itu menikah.
120
Majù Aja.
121
120. Misi
122
bukankah Kalian Sudah bercerai.
123
Emosi
124
Jawab Jujur ya.
125
Panggil Mommy.
126
Isyana Sekarang Kuliah
127
Diusir
128
Tugas Untuk Saka.
129
Bertemu
130
Provokasi
131
Dua Jemputan.
132
Nguping.
133
Gelang
134
Ingkar Janji
135
Kemana
136
Apa artinya Aku cemburu.
137
Jemput
138
Isyana sudah tahu
139
Sengaja.
140
Teteh Yang Sajikan
141
Modusin Balik.
142
Terong Belanda
143
Iyah.
144
Tidak Seperti Tukang Sayur
145
Mika!!!
146
Berubah bukan boneka
147
Mas Binar!
148
Jantungku mau lompat
149
Ada Perlu dengan Dina
150
Pelita.
151
Bu Wira mengadu.
152
Ganti Warna
153
Anak Nakal
154
Bakal Rindu
155
Mode Serius.
156
Cari Solusi
157
Binar melihatnya
158
Sindiran
159
Gudang Itu
160
kencan itu apa
161
Lembut
162
Mantap
163
Geram
164
Bukan anak Nakal
165
Tolong Papah
166
Asal Usul
167
Apa ini?
168
Dirigen.
169
Dimana Isyana.
170
Mika sehina itu
171
Isyana Takut
172
Berkedip
173
Laci
174
Akting bahaya
175
Bonus jadi Orang Gila
176
Mas Binar...
177
Pemberitahuan
178
Tunggu di luar
179
Isyana Bleng.
180
Balapan
181
final
182
Sudah lahir.
183
Bisa dibawa Pulang
184
Doa Uti
185
Siap
186
Akad Sah
187
Penjelasan- Intermesso
188
Bukan Mamahmu lagi
189
Dia Suamiku
190
BreastCare
191
Mas Sabar kok.
192
Drama
193
Balas dendam
194
Aduan ke Binar
195
Gerebek
196
Ditinggalkan
197
Tunggu Ya.
198
Siapa Adnan?
199
Kemana?
200
Buka Suara.
201
Pulang
202
Gantikan Dia
203
Bersamaku.
204
Kamarmu
205
Binar Nyebelin.
206
Maaf
207
Nggak ada solusi lain
208
Menang Putri
209
Taktik
210
Pemandangan.
211
Pulang ke Alamat asli.
212
Amanda
213
Ikhlas
214
Binar Tahu Alamatnya
215
Polisi.
216
Bapak.
217
Eksklusif
218
Bayar kesalahanmu
219
Tugas Amanda
220
Sesuai Pesanan
221
Siapkan Nama
222
Hoam...
223
Harus bahagia
224
Bicara serius
225
Pemecatan.
226
Bersyukur
227
Anak Asuh
228
Kemajuan.
229
Ke Luar Negeri
230
Pamitan
231
Bermanja.
232
Memegang kendali
233
Trik Binar.
234
Tidak Dibalas.
235
Bian
236
PHP
237
Malu
238
Nyebelin
239
Pinggir sungai
240
Selesai?
241
Tunggu
242
Mantan
243
Miss Atik
244
Rumah impian.
245
Istrimu
246
Menyatu
247
Serendah Itu?
248
Kandang Harimau
249
Tanda tangan
250
Suami Vs Istri
251
Menunggu Kabar
252
Kaget
253
Adil
254
Muka Tembok
255
Akal Bulus
256
Bonus
257
Keinginan Tuan Priangga
258
Pikir Nanti
259
Kebalikan
260
Tamat.
261
Sayonara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!