Hendrik duduk di koridor dekat kelas yang sedang diikuti oleh Alana.
Beberapa mahasiswa yang lalu-lalang menatap sinis ke arahnya dan beberapa juga memperlihatkan wajah jijiknya.
Tak berapa lama Victor dan teman-temannya tiba-tiba muncul dan mereka sangat senang melihat Hendrik sedang duduk sendirian.
"Hei,, itu si culun! Sekarang dia sendirian, ayo minta uang padanya." Ucap salah satu teman Victor lalu mereka segera mendekati Hendrik dan mengelilingi pria itu.
"Kakak Bos," Hendrik langsung berkata dengan suara pelan dan gelagat ketakutan pada beberapa pria itu.
"Hais,, dimana perempuan itu?" Tanya Victor.
"Di kelas." Jawab Hendrik sembari menunjuk kelas Di mana Alana sedang mengikuti sebuah mata kuliah.
"Bagus, sekarang kau ikut kami sebentar." Ucap Victor lalu menyeret Handrik meninggalkan tempat itu hingga mereka kembali ke belakang gedung tua.
"Geledah dia!" Ucap Victor pada teman-temannya lalu mereka mulai menggeledah Hendrik dan menemukan 3 lembar uang rp150.000 di saku celana Hendrik.
"Hanya rp150.000 ini tidak cukup untuk membeli narkoba!" Salah satu teman Victor menggerutu sembari mendorong Hendrik sehingga pria itu terjatuh ke kubangan air.
Pakaian Hendrix menjadi kotor dan beberapa tubuhnya tergores kayu yang berada di kubangan itu, namun tidak ada yang memperdulikan nya. Victor dan teman-temannya hanya berdiskusi Bagaimana cara mendapat uang lebih untuk membeli narkoba.
"Bolehkah aku pergi?" Victor bertanya dengan hati-hati sembari memungut buku-buku nya dan memasukkannya ke tasnya.
Melihat Victor dan teman-temannya tidak memperdulikannya, akhirnya Hendrik bergegas meninggalkan tempat itu.
"Hei,, si culun kembali lagi dari gedung tua. Sepertinya dia sudah dicampakkan oleh si Aluna yang sok itu!"
"Ha ha ha... Siapa yang mau tahan bersama pria sepertinya? Lihat sekarang,, sangat bau dan kotor. Euhhh,," Semua orang kembali mengolok-olok Hendrik yang melangkah dengan penampilan berantakannya.
'Hinalah sepuas kalian. Aku juga senang mendapat penghinaan kalian. Dengan begini ayahku akan semakin dipermalukan, Aku ingin lihat bagaimana dia menjadi gila sebab Dia tidak bisa mengendalikan satu-satunya orang yang akan menjadi pewaris nya!' Pikir Hendrik dalam hati sembari sengaja memperlambat langkah kakinya agar semua mahasiswa mahasiswi menjadi sangat puas mengolok-oloknya.
Hendrik tahu diantara mahasiswa yang melihatnya beberapa di antara mereka adalah anak dari rekan kerja ayahnya jadi cerita hari ini pasti akan sampai ke telinga ayahnya.
Ayahnya akan mendapat malu ketika rekan kerja ayahnya menceritakan Bagaimana dirinya di olok-olok di kampus.
'Aku tidak sabar melihat kemarahan pria tua itu..!!'
Namun, Baru beberapa menit Hendrik menikmati olokan dari para mahasiswa ketika dia menghela nafas saat para mahasiswa itu membungkam mulut mereka.
"Si kacung sialan!! Darimana saja kau!" Teriak Alana pada Hendrik sembari melemparkan tasnya.
Hendrik langsung menghindari tas itu supaya tidak terkena oleh pakaiannya yang sudah kotor karena air lumpur.
"Kau tidak mengambil tasku?! Ingin mati?!" Teriak Alana dengan kesal.
"Tuan putri, itu,, saya kotor,, kalau saya memegang tas Tuan Putri nanti tas Tuan Putri Jadi kotor." Ucap Hendrik dengan panik.
"Apa peduliku?! Cepat bawa tasku!" Geram Alana kembali melemparkan tatapan peringatannya pada beberapa mahasiswa yang sudah mengolok-olok Hendrik.
Akhirnya Henrik tidak punya pilihan lain, ia mengambil tas Alana dan mengikuti Alana yang kini melangkah pergi.
"Tuan putri tunggu!" Ucap Hendrik berlari kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Wirda Lubis
Hendrik terlalu bodoh
2023-07-25
0
Sutardi Sutardi
blm paham
2022-08-22
0
la beneamata
lama2 bacanya sebagai pria jijik bacanya,balas dendam bisa pakai otak,terlalu LEBAY deh critanya
2022-05-03
2