Sepanjang hari itu Hendrik sudah mendengar banyak celaan dari teman teman sekampusnya tetapi Hendrik tidak memperdulikan mereka dan hanya bersikap biasa menjalani hari itu.
Sore hari ketika dia kembali kerumahnya, ia melihat ayahnya baru saja tiba bersama dua orang perempuan muda yang dibalut pakaian minim.
Belahan dada mereka terbuka lebar-lebar dan ****** ***** mereka hampir terpampang karena pakaian mereka yang tidak cukup panjang untuk menutupinya.
"Hendrik!!! Ikuti dengan Ayah!" Teriak Hans kala ia melihat putranya lalu pria itu kembali bersikap biasa menikmati belaian dari kedua perempuan yang berada di rangkulannya.
Di ruang tamu, Hans duduk bersama dua perempuan, yang satu duduk dipangkuannya dan yang lain duduk di sisi-nya sembari memeluk Hans.
Tangan Hans berada di pinggang kedua perempuan itu dan sesekali menyentuh dada perempuan yang duduk di pangkuannya.
"Putramu datang," perempuan yang duduk di pangkuan Hans menarik tangan Hans supaya menjauh dari badannya saat melihat Hendrik memasuki ruangan.
Hans tampak tidak puas dengan tindakan perempuan itu, tetapi dia akhirnya melihat kearah Hendrik yang kini berdiri dengan pakaian kusutnya.
"Ayah sudah mendengar semua cerita di kampus! Katanya kau kembali lagi diperas dan diolok-olok di kampus?! Lalu kau hanya diam saja?!!!" Teriak Hans meminta penjelasan dari putranya.
Sayangnya, kejadian-kejadian yang lalu kembali terjadi. Hendrik tidak pernah mengatakan sepatah katapun dari mulutnya ketika ayahnya sedang memarahinya, pria itu hanya diam berdiri dan menunggu ayahnya selesai berbicara.
"Kalau kali ini kau tidak bisa mengeluarkan suara, maka ayah akan memukulmu Sampai mati!" Teriak Hans pada Hendrik.
Hendrik tetap diam.
"Anak tidak tahu malu!! Beraninya tidak menjawab pertanyaan orang tua!" Teriak Hans segera berdiri lalu mendekati Hendrik dan melayangkan sebuah pukulan ke wajah Hendrik.
Dengan segera Hendrik tersungkur ke lantai beserta darah yang mengalir dari sudut bibirnya karena terluka oleh tamparan yang keras dari ayahnya.
"Bangun!!" Teriak Hans.
Hendrik langsung bangun dan berdiri sembari tertunduk dihadapan ayahnya. Dia tidak mau mengangkat wajahnya dan tidak mau melihat ayahnya!
"Anak tidak berguna!! Angkat wajahmu!" Teriak Hans pada putranya tapi Hendrik tetap menunduk.
"Angkat wajahmu anak Sialan!!!" Teriak Hans mencekat wajah Hendrik dan mengangkat wajah pria muda itu.
"Sekarang katakan! Apa kesalahanmu?!" Teriak Hans memandangi wajah Hendrik yang tampak datar.
Namun, Hendrik hanya menatapnya tanpa ekspresi dan tidak membuka mulutnya.
Hal itu membuat Hans merasa sangat marah lalu menghempaskan wajah Hendrik.
"Menjijikkan! Anak tidak berguna!! Bisa-bisanya aku punya anak seprtimu!!" Teriak Hans kembali memukul Hendrik hingga pria itu kembali tersungkur dengan luka lebam di wajahnya.
Berdiri di tempatnya, wajah Hans naik-turun memandang marah pada putranya yang kini berusaha memungut kecamatannya yang telah retak.
Hans melihat Hendrik yang begitu lemah menggapai kacamatanya, hal itu semakin membuat amarah memuncak hingga pria itu berjalan mendekati putranya lalu menginjak tangan putranya yang hendak mengambil kacamatanya.
"Aagghh!!!" Hendrik berusaha menahan suaranya supaya tidak keluar saat ia merasakan rasa sakit yang luar biasa pada tangannya.
Melihat putranya yang tidak memiliki niat untuk melawan dan hanya berpasrah, Hans menjadi semakin marah lalu mengangkat kakinya dan berbalik menginjak kacamata Hendrik.
Krak... Kaca mata itu telah hancur.
"Kalau besok aku masih mendengar kau diolok-olok di kampus, aku akan mengirimmu menemui ibumu!!!" Teriak Hans dengan marah lalu pria itu berbalik menuju dua perempuan yang sedang menunggunya sembari memakan kacang.
"Pukuli dia!" Teriak Hans pada bawahannya saat ia telah duduk bersama dua perempuannya dan anaknya masih terdiam di sana.
Dalam sekejap 2 pengawal memasuki ruangan lalu menyeret Handrik keluar dari sana.
Mereka segera memukuli dan mengolok-olok Hendrik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
Hans si dajal anak sendiri disiksa, orang tua setan itu mah...
2024-10-02
0
Nur Laela
bapak edann
2024-08-30
0
Wirda Lubis
ayah sadis
2023-07-24
0