Hendrik kembali kerumahnya, seperti dugaannya ayahnya telah menunggunya di depan rumah.
Pria itu turun dari atas mobil dengan wajah tertunduk lalu mendekati ayahnya, dia sudah siap untuk menerima kemarahan!
Hans melihat putranya yang masih memakai pakaian pelayan yang tadi digunakan pria itu di rumah Xionir.
Hal itu membuat Hans sangat marah sampai menggertakkan giginya dengan keras.
"Kau...! Apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?! Kau tahu akibatnya jika videomu yang menjadi pelayan di rumah Xionir tersebar?! Muka ayah akan diinjak-injak oleh semua orang!!" Teriak Hans pada putranya.
Namun, teriakan pria itu sama sekali tidak mempengaruhi Hendrik, hal itu membuat Hans menjadi semakin marah.
"Kurung dia, kurung dia di kamar ibunya selama tiga hari tiga malam dan Jangan beri dia makan ataupun minum!" Teriak Hans lalu Hendrik segera diseret ke sebuah kamar yang merupakan kuburan Novita.
Kuburan Novita memang berada di sebuah kamar bawah tanah di rumah Genendra.
Hal ini karena sejak Novita meninggal Jendrik tak pernah mau makan dan selalu merajuk untuk bertemu ibunya.
Akhirnya saat itu Hans memutuskan memindahkan makam Novita ke rumahnya dan mengancam Hendrik akan merusak makan ibunya jika pria itu tidak makan.
Brak!!
Suara pintu kamar bawah tanah yang ditutup dengan keras tidak mampu membuat Hendrik merasa kaget.
"Ibu,, aku datang lagi," ucap Hendrik berjalan ke arah kuburnya ibunya.
Pria itu dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan.
"Ibu,, kau tahu aku hampir berhasil membuat pria itu menjadi gila. Aku akan berusaha, aku akan membuatnya lebih menderita daripada ketika dia mati. Tapi,, yang kukhawatirkan adalah Ibu,, bagaimana kalau dia menghancurkan tempat ini?" Hendrik memandang sedih pada batu nisan milik ibunya.
Trauma dari ancaman ayahnya masih meberkas di hatinya....
"Ibu,, malam akan menjemputku di sini,, apakah aku sanggup?"
Hendrik memang sering pergi ke tempat itu untuk berbincang dengan ibunya, tetapi dia tidak bisa tidur di tempat itu sebab dia akan mengalami mimpi buruk atas kejadian lima tahun yang lalu.
Akhirnya waktu terus berlalu dan rasa ngantuk semakin menguasai Hendrik, namun pria itu berusaha bertahan supaya tidak memejamkan matanya.
'Ibu tolong,, aku tidak boleh meminjamkan mataku. Bantu aku Bu,,' pikir Hendrik berusaha meraih kesadarannya, tetapi tiba-tiba lampu meredup.
Hendrik sangat kaget dan dia semakin meringkuk ke arah Nissan ibunya sembari memeluk kedua lututnya dan memejamkan matanya.
Di sini tidak gelap, aku hanya menutup mata saja.
Dia berusaha tetap fokus tetapi lama kelamaan Dia benar-benar kehilangan kesadarannya dan terlelap ke dunia mimpi.
Makam ibunya adalah tempat yang menyenangkan baginya sekaligus menjadi tempat yang menakutkan baginya ketika dia jatuh tertidur.
Dunia mimpi,,,,
"Ibu,," seorang anak kecil berumur 5 tahun berlari ke seorang perempuan yang sangat menawan.
Langkah demi langkah dilewati oleh kaki kecilnya hingga pria itu akhirnya memeluk ibunya.
"Anakku,, anak ibu tersayang.." seorang perempuan bernama Novita memeluk pria kecil bernama Hendrik.
"Ibu, aku sudah putuskan akan menjadi sepeti ayah..! Ayah yang sangat keren,, aku akan membantu ayah melindungi ibu!" Ucap Pria kecil itu.
"Tentu sayang,, anak Ibu ini sangat pintar dan berbakat pasti akan menjadi orang besar seperti ayahnya." Ucap Novita mengukir senyum bahagia di wajah pria kecil itu.
Mereka kemudian berjalan berdua menyusuri taman sampai langkah keduanya terhenti saat melihat seorang pria yang mereka puja dan Kagumi sedang berdiri sendiri.
"Itu ayah,, ayo hampiri ayah..!" Hendrik berseru dengan sangat gembira lalu dengan langkah kecilnya berlari ke ayahnya, tangannya menarik tangan ibunya.
Mereka semakin dekat pada pria itu, semakin dekat, semakin dekat sampai ketika langkah Hendrik perlahan-lahan melambat.
"Mas,,"
"Tuan Hans,, saya di sini.."
"Iya manis,,"
Terlihat sosok yang sangat dikagumi oleh Hendrik kini sedang bersama perempuan perempuan seksi yang saling membelai satu sama lain.
Hans dan beberapa perempuan itupun kemudian berjalan menjauhi mereka dengan tawa kegembiraan dari mulut mereka.
"Siapa mereka Bu? Mengapa mengambil ayah?" Tanya Hendrik menatap ibunya.
"Sayang, itu bukan ayah, itu hanya ornag lain yang mirip ayah." Ucap Novita berlutut di depan Handrik.
Namun, pria jenius berumur 5 tahun itu bukanlah pria biasa yang biasa yang mudah dibohongi, Hendrik menatap ibunya dengan marah.
"Ibu jahat...! Kenapa Ibu melindungi ayah?! Kenapa?!! Kenapa??!! " Teriak pria kecil itu dengan hsiteris.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Adiwaluyo
Hendrik kenapa bodoh banget, harusnya Hendrik bangkit dari keterpurukan bukannya melemah,, kasihan ibunya yang sudah meninggal malah jadi ga tenang di alam lain, harusnya sebagai putranya bangkit dari semua , Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang sebelum dia merubah nasibnya sendiri...
2023-01-22
0
Puspita Dewi
thor.. kapan Hendrik tunjukkan kejeniusan nya..
2022-11-26
0
Puspita Dewi
serem juga yah
di bawah rumah... ada kuburan istri
2022-11-26
0