"Tuan," Lina mengangkat telepon rumah yang berdering.
"Apakah kelasnya sudah dimulai?" Tanya Hans dari seberang telepon.
"Maaf Tuan, Aden belum bangun. Sepertinya Aden kelelahan, jadi--"
"Alasan apa itu?! Cepat bangunkan dia bagaimanapun caranya!" Ucap Hans dari seberang telepon lalu menutup panggilan itu di putus secara sepihak membuat Lina menghela nafas.
Perempuan paruh baya itu kembali ke kamar Hendrik dan mendapati Hendrik sudah tidak berada di tempat tidurnya.
Dari kamar mandi terdengar suara shower yang mengalir.
Lina tersenyum lalu keluar dari kamar Hendrik dan kembali mengabari Hans bahwa Hendrik sedang mandi.
Dia terlalu takut bila dia tidak mengabari maka Hans menjadi marah dan kembali kerumah memukuli Hendrik.
Padahal Lina tidak tahu saja bahwa shower yang menyala di kamar mandi hanyalah shower yang menyala sendirian sementara orang yang dikira mandi setelah memanjat pagar rumah dan kabur.
"Hei kacung!!" Alana berteriak pada Hendrik sembari melemparkan tasnya pada Hendrik begitu ia melihat Hendrik.
"Tuan Putri," Hendrik merasa sangat senang.
Sangat bagus kalau dia di tindas oleh Alana yang merupakan putri dari saingan bisnis ayahnya!
Hal ini akan mempermalukan ayahnya sampai ke tingkat paling rendah....!!!
"Kau terlambat 5 menit, pergi kelilingi lapangan sebanyak 5 kali." Perintah Alana pada Hendrik.
"Siap Tuan Putri." Ucap Hendrik segera berlari ke lapangan dan memulai putarannya dengan tas yang ia gendong.
Satu tas berada di punggung dan tas lain yang merupakan tas milik Alana diletakkan di pelukannya.
Hendrik membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mengelilingi lapangan yang sangat luas itu lalu dia kembali ke tempat semula dan mendapati Alana sedang tertidur di atas bangku yang dinaungi dedaunan dari pohong besar.
"Tuan Putri, saya sudah selesai." Kata Hendrik menghampiri Alana.
"Berdiri di situ dan halau mataharinya." Perintah Alana yang merasa risih dengan cahaya matahari yang menembus celah daunan hingga mengenai matanya.
"Baik Tuan Putri," ucap Hendrik lalu pria itu menggunakan kedua tangannya untuk menghalau cahaya matahari yang mengenai Alana.
Dari posisinya, Hendrik bisa melihat wajah Alana yang tidur dengan damai, awalnya dia hanya penasaran tetapi lama-kelamaan tanpa sadar pria itu malah menikmati nya.
Menit demi menit berlalu hingga Alana menggerakkan tubuhnya saat ia merasa pegal berada lama dalam satu posisi.
Ketika dia bergerak dan sedikit membuka matanya, ia melihat dua kaki pria sedang menghadap ke arahnya.
"Sial!" Alana langsung marah dan berdiri untuk memukul pria yang berani berada di dekatnya, tapi melihat Hendrik, ia menghela nafas.
"Apa yang kau lakukan di depanku?! Membuat orang kaget saja!" Kesal Alana.
"Bukankah Tuan Putri yang menyuruh saya untuk menghalau cahaya matahari nya?" Ucap Hendrik kini menarik tangannya yang terasa pegal karena sedari tadi berada pada posisi yang sama.
Alana memperhatikan Hendrik yang berusaha meregangkan tangannya, perempuan itu berdecak kesal lalu berbalik pergi.
"Kelas akan di mulai!" Ucapnya.
Mereka mengikuti kelas umum yang kebetulan mereka programkan bersama.
Keduanya memilih tempat duduk di belakang.
"Aku ingin tidur, tuliskan semua materinya." Ucap Alana segera mengambil posisi tidur yang baik lalu melanjutkan tidurnya.
Sementara Hendrik, pria itu menggunakan dua tangannya untuk menulis secara bersamaan satu di buku catatannya dan satu di buku catatan Alana.
Waktu terus berlalu dan Alana akhirnya membuka matanya dan melihat pria disampingnya menulis dengan sangat serius.
'Pria culun ini,, dia sedikit tampan,, tapi dia bodoh!' pikir Alana memperbaiki posisi duduknya dan terkejut melihat Hendrik ternyata menulis menggunakan dua tangannya.
"Bagaimana kau melakukannya?" Tanya Alana terkejut.
"Tuan putri, sttt..." Ucap Hendrik melihat kearah dosen yang terlihat memandang kesal kearah mereka sebelum melanjutkan penjelasannya.
'Sial..! Jangan-jangan pria culun ini pintar?!' Alana mengerutkan keningnya untuk berpikir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Ruddy Kurniawan
lama2 ngeselin
2023-12-07
0
Puspita Dewi
thor udahan dong pura-pura nya
kembalikan Hendrik ke sipat asli nya
tapi pergi aja dari rumah.
rubah penampilan.. biar ayah bya gk kenal lagi baru bls dendam.
aku rasa rese lihat di pukul trus
2022-11-26
0
Regilius
oi!
2022-10-19
0