Hendrik terus mengikuti Alana dengan wajah tertunduk hingga mereka tiba di kantin.
Kantin adalah tempat paling ramai di kampus jadi ketika mereka memasuki kantin maka semakin banyak mahasiswa yang mengolok-olok Hendrik.
Terutama saat Hendrik mulai membiarkan celananya yang robek sehingga membiarkannya saja seperti itu.
'Tidak ada gunanya menutupinya lagipula hanya sedikit.' pikir Hendrik membiarkannya semua orang melihat luka luka pada bagian paha Hendrik yang terekspos.
"Pesankan mie kuah!" Perintah Alana pada Hendrik lalu perempuan itu berjalan ke arah sebuah meja yang ramai ditempati para pria yang sedang menertawakan Hendrik.
"Kalian, minggir!" Bantak Alana pada pria-pria itu membuat para pria keheranan dengan sifat Alana yang terlalu bar-bar.
"Hei,, kau junior dari jurusan apa?! Beraninya menyuruh kami menyingkir!" Seorang pria yang terkenal tampan dan disegani banyak perempuan di kampus membentak Alana dengan kesal.
"Oh,, kau pria tampan, mau kubuat babak belur wajahmu itu supaya kau tidak berani datang ke kampus?!" Gertak Alana membuat pria tampan tempat itu kebingungan harus merespon Alana dengan cara seperti apa.
Untunglah pria yang tidak terlalu tampan di sampingnya membantunya berbicara "Hei,,, kau junior dari jurusan mana saja kau tidak menjawab! Kami ini dari kedokteran tahu! Kalau kau berani macam-macam dengan kami kami semua disini kan me--"
Pria itu selesai berbicara ketika Alana sudah menarik dan mendorong pria itu hingga tersungkur ke lantai.
"Kalian mau bubar atau tidak?!" Ancam Alana akhirnya berhasil membuat para pria itu meninggalkan meja.
Sekejap, kantin menjadi tenang karena tatapan Alana yang memperingatkan semua orang untuk menjaga sikap.
'Aura apa itu? Mengapa dia terlihat seperti perempuan bar-bar?" Beberapa mahasiswa berbisik tentang Alana.
Alana tidak memperdulikan mereka, ia hanya duduk disana menunggu Hendrik yang memesan makanan.
Dari tempatnya dia melihat Hendrik sedang berbicara malu-malu pada pengurus kantin.
'Aku tidak percaya ada pria seperti dia di dunia ini! Ck,, Kenapa juga Ayah menyuruhku untuk menjaga anak itu? Merepotkan saja!' Alana merasa kesal.
Sementara Hendrik yang sedang berbicara dengan pengurus kantin, pria itu sesekali menoleh pada Alana lalu kembali melihat pada pengurus kantin.
"Aku tidak punya uang untuk membayarnya tapi kau bisa mengirimkan tagihannya pada alamat ini. Aku pasti akan membayarnya." Ucap Hendrik.
"Kau ini! Haiss,, lihat tampangmu yang berantakan itu, celanamu bahkan memperlihatkan kulitmu yang tidak pantas untuk dilihat. Berikan KTMmu!" Kata petugas itu diikutin Hendrik yang langsung menyerahkan KTMnya.
Setelah memotret KTM milik Hendrik, pria itu akhirnya menyediakan pesanan yang diinginkan Hendrik.
'Pria tua itu pasti akan marah lagi saat mendapat kabar tagihan ini.' pikir Hendrik sembari tersenyum lalu pria itu membawa makanannya ke arah Alana yang sudah menunggu dengan bosan.
"Ini pesananmu," kata Hendrik meletakkan beberapa macam makanan di depan Alana.
"Bagus, kau cukup baik untuk di andalkan. Mulai sekarang panggil aku Tuan Putri!" Ucap Alana.
"Baik Tuan Putri." Ucap Hendrik tanpa sedikitpun keraguan pada suaranya.
Hendrik duduk dan hendak memakan makanan yang ia pesan untuk dirinya sendiri ketika Alana menatapnya dengan sinis.
"Ada apa?" Tanya Hendrik kebingungan sembari menahan tangannya yang memegang sendok.
"Apa Kau pernah melihat Tuan Putri makan bersama kacungnya?" Tanya Alana dengan suara tegas.
"Ah,, maafkan aku." Kata Hendrik lalu pria itu segera mengangkat makanannya kemeja lain dan duduk sendirian menghabiskan makanannya.
'Ahh, perempuan itu cukup galak. Dia menindasku tapi tidak membiarkan orang lain menindasku.' Hendrik merasa tidak puas pada Alana.
Kalau dia terus berada di sisi Alana orang-orang hanya akan membicarakannya sebagai suruhan Alana dan tidak ada lagi orang lain yang berani menindasnya.
Itu tidak akan seperti yang ia harapkan, seharusnya semua orang di kampus berani memukulnya, berani memerintahnya, berani memerasnya dan berani berkata kasar padanya.
Tapi sekarang jika Alana terus berada disisinya maka orang-orang akan terlihat enggan untuk memakinya.
Ini tidak baik...!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
botak
hhmm...disuruh siapaa...kluarga dri pihak ibunya kah,.ah pasti seseorang yg ingin hartanya ttp aman🤣🤭
2022-10-16
0
Sutardi Sutardi
jelaskan
2022-08-22
0
Agus Pribadi
autornya perempuan kayaknya makanya alur ceritanya tentang perempuan yang bisa menjadikan pria seperti pecundang
2022-05-16
0