Hari itu Hendrik meninggalkan kampus dengan wajah yang tampak murung sebab dia merasa sangat kesal pada Alana yang sudah berani-beraninya menyelamatkannya dari hinaan semua orang.
Ketika dia tiba di rumah pria itu memasuki rumah dengan raut wajah yang sangat kesal dan dia terkejut saat ayahnya kembali menunggunya di depan rumah.
"Anak sialan!!" Teriak Hans kembali menampar putranya hingga Hendrik tersungkur di lantai sebab tubuhnya begitu lemah untuk menahan pukulan dari ayahnya.
Seperti biasa, Hendrik hanya mengambil kacamatanya yang terjatuh dan memakainya kembali lalu pria itu berdiri di depan ayahnya sembari tertunduk.
"Apa kau tahu kabar apa yang baru saja Ayah dapatkan?!" Teriak Hans pada Hendrik dijawab oleh diamnya Hendrik, yang mana pria itu hanya tersenyum dalam hati menikmati kemarahan ayahnya.
"Sekarang kau bukan hanya diperbudak oleh laki-laki tapi ayah dengar kau diperbudak oleh seorang perempuan bernama Alana! Apa kau tahu siapa itu Alana?! Dia adalah Putri saingan bisnis ayah! Orang licik yang selalu menggunakan segala cara untuk menghalangi jalan ayah! Dan sekarang ia mengetahui bahwa putrinya yang hina itu memperbudak Putra ayah?! Mau di taruh dimana wajah Ayah, hah?!!!" Hans sangat marah.
Dia masih bisa menahan kalau putranya diperbudak oleh beberapa pria di kampus tapi sekarang diperbudak oleh seorang perempuan yang merupakan putri dari saingan bisnisnya!
Tidak mungkin!!!
Namun melihat Hendrik yang terus diam, Hans merasa ingin meledak menghadapi anaknya yang tidak bisa diatur.
"Mulai besok, kau tidak perlu ke kampus! Ayah mengatur seseorang untuk mengajarimu di rumah!" Ucap Hans dengan kesal.
"Siapkan pelatih beladiri untuknya." Perintah Hans pada bawahannya lalu pergi dengan marah.
Hendrik mengangkat wajahnya melihat punggung ayahnya yang pergi penuh kemarahan, tetapi hanya sesaat saja punggung itu terlihat tegang ketika beberapa meter langkanya seorang perempuan kini menyambutnya dengan gelayut manja.
'Dasar pria tua!! Bahkan setelah Ibu meninggal dia masih belum bertobat juga, lihat saja, Aku tidak akan pernah menuruti keinginanmu!' geram Hendrik dalam hatinya lalu pria itu pergi ke kamarnya.
Ayahnya paling mengkhawatirkan bisnisnya yang tidak akan memiliki pewaris makanya pria itu selalu bersikeras menekan Hendrik supaya tumbuh menjadi pria yang sesuai keinginannya.
Sayangnya, semenjak ibunya meninggal Hendrik tidak akan pernah mengakui Hans sebagai ayahnya dan dia berniat hidup untuk membuat pria itu menderita.
Hans tidak bisa lagi memiliki keturunan sebab pria itu mengalami kecelakaan hingga membuatnya mandul.
Pria itu sangat mengharapkan Hendrik jadi Hendrik berniat menghancurkan harapan ayahnya yang hanya bisa di bebankan padanya!
...
Tok tok tok
"Aden," suara Lina di pagi hari membuat Hendrik mengerjapkan matanya dan menatap dengan malas kearah jendela yang telah ditembus oleh cahaya matahari.
Seluruh tubuhnya terasa sakit karena sudah dipukuli oleh ayahnya, jadi Hendrik bermalas-malasan di tempat tidur sampai ketika Lina memasuki kamarnya.
"Aden,, guru Aden sudah tiba di luar. Ayo cepat bersiap dan temui guru Aden." Kata Lina menyibak selimut Hendrik.
"Aku masih mau tidur Bi," kata Hendrik kembali menarik selimutnya dan membungkus tubuhnya dengan malas.
"Aduh Aden,, kalau Aden bermalas-malasan saya takut Tuan Besar akan kembali memukuli Aden. Ayo cepat bangun Den!" Kembali ucap Lina.
"Iya Bi, 5 menit lagi." Kata Hendrik dengan malas sembari memejamkan matanya dan menikmati ranjang hangat miliknya.
Akan sangat bagus kalau dia terlambat bangun dan guru itu menjadi marah!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
botak
Ayolah Hendrik..bngun,bangkitlah bljar beladiri bkin klompok mafia kejam,sadis..manfaatkan waktu uang dll...klo mau blas dendam sama tua bangka itu..ayo bngun,....bikin tua bangka itu bangkrut,hingga hidup segan matipu. tak mau...faham,sayaang....
2022-10-16
0
Sutardi Sutardi
bapak gila
2022-08-22
0
Ngatmi Raya
Bapak nya makin stress
2022-05-10
0